Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Detik-detik Menegangkan
"Tuan besar, sepertinya nona muda sudah tertidur." ucap om Vano, kakek Pamir mengangguk
"Tolong pindahkan ke kamarnya." pinta kakek Pamir
"Baik" om Vano bangun dari duduknya, ia mengangkat tubuh Aulia dengan perlahan. Entah karena memang lelah, sisa kemarin. Entah lelah, karena akhirnya ia merasa beban di hatinya terangkat. Sehingga ia tak terusik, saat om Vano memindahkan dirinya. Sampai di kamarnya, om Vano merebahkan Aulia perlahan di kamarnya.
.
.
"Jadi... apa benar, Aulia mendapatkan sesuatu yang bisa menyembuhkan aku?' tanya kakek Pamir, Kia mengangguk
'Kemarin, tak sengaja menolong seorang pangeran dari dunia lelembut. Dari cengkraman, orang-orang serakah. Dan pangeran itu, memberikan Aulia dengan sukarela. Tanpa paksaan sama sekali, bahkan meminta pun tidak. Tidak seperti yang lain, yang sampai tega merantainya.' jawab Kia
"Sungguh beruntung cucuku, bintang keberuntungan untukku. Meski sebenarnya, aku sudah pasrah dengan kondisiku." ucap kakek Pamir
'Kebaikan hati, ketulusan dan menolong tanpa pamrih. Sifat itu, yang membuat Aulia mudah di terima oleh siapapun.' ucap Bilal
'Hmm... kamu benar, dia hanya keras di luar. Tapi... tidak hatinya, yaaahhh... meski tak ingin mengakuinya. Aulia itu 11 12 dengan...' Kia menunjuk kakek Pamir, menggunakan dagunya. Tawa kakek Pamir pun pecah, segengsi itu memang para uka-uka di depannya ini. WKWKWK...
"Ya sudahlah, aku pun mau istirahat. Aku merasa lelah..." ucap kakek Pamir berpamitan, tubuhnya memang terasa lemas akhir-akhir ini.
Kia dan Bilal saling tatap, wajah kakek Pamir sekilas tadi terlihat kosong. Dengan di papah kakek Fauzi, kakek Pamir melangkahkan kakinya ke kamar.
'Kamu menyadarinya kan?' tanya Bilal
'Ya, umurnya takkan lama lagi' jawab Kia
'Sebaiknya aku harus segera memanggil Aulia, dia harus di bangunkan.' lanjut Kia lagi, ia menghilang. Demikian dengan Bilal, ia pun pergi ke kamar kakek Pamir. Dan...
"TUAN BESAR... TUAN BESAR... KAK... BANGUN KAK, JANGAN MENAKUTIKU!!" terdengar teriakan kakek Fauzi
'PAMIRRRRRR'
DEG
Kedua mata Aulia langsung terbuka, bahkan ia langsung duduk.
'Lia, akhirnya kamu bangun. Pamir... Kakek mu...' tanpa menunggu Kia menyelesaikan ucapannya, Aulia langsung melompat turun dari ranjangnya. Membuka pintu dengan kasar, tanpa menggunakan alas kaki. Aulia berlari ke kamar sang kakek, debaran jantungnya tak terkendali.
"Kakek, jangan kek." ucap Aulia
"TUAN BESARR..
"KAKEEEEKKK" teriak Aulia, yang langsung berlutut di samping ranjang kakek Pamir. Dia memegang tangan sang kakek, dingin...
"Tidak kakek... bangun kek" Aulia melepaskan kalung yang ia pakai, gegas membuka liontinnya. Dengan tangan bergetar, karena rasa takut, yang begitu besar. Kenapa dia bisa ketiduran?
"Tenang nona muda" ucap om Vano, seraya menahan sikut Aulia. Aulia mengontrol dirinya, menenangkan dirinya.
PLOP
Tutup itu terbuka, perlahan Aulia mendekatkan botol mini itu ke mulut kakek Pamir. Meski tangannya masih bergetar, namun tak seperti tadi.
TES
Aulia menjauhkan kembali botol mini itu, ia menunggu reaksi sang kakek.
1 detik
'Kakek'
2 detik
'Kakek bangunlah, Lia mohon'
3 detik...
'kek... jangan tingalkan Aulia, Lia bisa gila kek.'
"Ka..
"Uhuk... uhuk...
"AAAAAAAAAA... kakek... hhhh... kakek, syukurlah.... syukurlah... Lia tak terlambat, maaf kan Lia. huhuhu..." tubuh Aulia merosot, ia menangis dengan posisi bersujud. Sungguh suasana di sana sangat menegangkan, namun berubah menjai haru bahagia luar biasa. Detik-detik menegangkan...
"Sayang... jangan menangis nak, maafkan kakek." ucap kakek Pamir, dengan suara yang masih lemas. Ia merasa baru di bangunkan dari mimpi panjang, ia merasa ada sesuatu yang menarik kencang jiwanya. Padahal tadi, jiwanya sudah berada di luar. Dia melihat semua ketakutan, terutama sang cucu. Tapi tiba-tiba, ada yang menarik kuat jiwanya dan masuk kembali ke dalam tubuhnya.
"Terima kasih... terima kasih nak..." ucap kakek Pamir, duduk di bantu oleh kakek Fauzi. Aulia mendekat, dengan tubuh lemas. Ia bangun dari lantai, lalu duduk di sisi sang kakek. Aulia memeluk tubuh sang kakek, memeluknya dengan erat.
'Jangan seperti ini lagi kakek, kamu menakuti Lia.' ucap Lia, dengan suara nyaris berbisik
"Hmm... kakek sudah baik-baik saja, berkat kamu sayang." jawab kakek Pamir, seraya membalas pelukan Aulia dan mengusap sayang kepala sang cucu.
Tak lama, dokter pun datang. Dia memeriksa kakek Pamir, tanpa meminta Aulia menjauh.
Hari ini... rasanya benar-benar luar biasa campur aduk, hanya air mata yang mewakili.
"Kita akan melakukan tes darah dan cek keseluruhan, untuk mengetahui semuanya. Tapi bila di cek dari detak jantung, semuanya normal. Bahkan terdengar begitu sehat, lebih sehat dari sebelumnya." ucap dokter pribadi, yang memang di bayar untuk menetap di sana.
"Lakukan" ucap Aulia, seraya menegakkan tubuhnya. Dokter itu mengangguk, ia akan segera mempersiapkan semuanya. Meminta kakek Pamir, untuk segera ke lab yang ada di sana. Lab yang di buat sesuai permintaan Aulia, saat usianya 7 tahun. Lab yang sudah lengkap, juga alat CT scan terbaru.
"Pelan-pelan kek" Aulia membantu sang kakek turun, berpindah ke kursi roda. Beliau masih lemas, karena merasa dirinya seperti bangkit dari kematian.
.
.
Satu jam kemudian...
"Luar biasa, ini... benar-benar mukjizat, ini keajaiban di dunia medis. Tuan besar, anda benar-benar sehat. Hasil lab semua baik, penyakit yang menggerogoti anda bertahun-tahun. Hilang tanpa jejak, seolah tak pernah sakit sama sekali." ucap dokter, dengan wajah antusias
"Bahkan di lihat dari tulang, juga organ dalam tuan besar. Semuanya terlihat seperti 30 tahun lebih muda, ini... sepertinya aku sedang bermimpi. Apa sebenarnya yang sudah ku lewatkan?" lanjut dokter, tatapannya tetap pada hasil pemeriksaan. Ia merasa takjub, sampai usianya sekarang belum pernah menemukan hal seperti ini.
Aulia memeluk sang kakek lagi, perasaan nya saat ini benar-benar lega. Sangat lega.... ia bahagia, Allah tak membiarkan dirinya di tinggalkan.
"Kakek" panggil Aulia, seraya melerai pelukannya
"Kenapa sayang?" tanya sang kakek
"Ikut Aulia kembali ke kota" jawab Aulia, mengejutkan kakek Pamir
"Tapi sa..
"Tak ada bantahan, Aulia tak mau mendengar penolakan." potong Aulia, dengan tatapan tajam. Tatapan tak bisa di lawan, kake Pamir menghembuskan nafas pelan.
"Baiklah, kita kembali ke kota." senyuman Aulia pun terbit
"Terima kasih kakek" ucap Aulia, seraya memeluk kembali tubuh renta di depannya.
'Hmmm... Aulia yang sudah mengembalikan aku, tak ada alasan untuk menolak permintaannya.' ucap kakek Pamir dalam hati
"Tapi... kita tinggal di rumah utama, setuju?" Aulia terdiam sebentar, ia pun mengangguk.
Tak masalah
"Baiklah... kita berangkat lusa, Fauzi siapkan semuanya." ucap kakek Pamir
"Baik tuan besar" jawab kakek Fauzi, sedikit menundukkan kepalanya.
Dokter pribadi pun ikut kembali ke kota, dia seorang duda tanpa anak. Di tinggalkan sang istri, karena fitnahan sahabatnya. Dia di fitnah selingkuh, dengan rekan sejawatnya. Di gugat cerai, ia pun di rekrut oleh kakek Pamir. Dengan senang hati, pria itu menyetujui tawaran tersebut.
Kabar terakhir yang ia dengar, tentang istrinya. Adalah sang istri sudah menikah, setahun yang lalu dengan MANTAN sahabatnya. Tapi dokter tersebut tak peduli, ia menikmati hari-harinya.
Semua urusan di gunung, kakek Pamir serahkan kepada orang kepercayaan nya yang lain. Karena kakek Fauzi, harus selalu di samping kakek Pamir. Bilal? Dia memilih tetap di gunung, menjaga semua yang ada di sini.
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
Akhrnyaaa....kjhtn mreka trbongkar jg...siap2 msuk pnjra,abs tu mngkn bkln pndh alam
...😡😡😡
obu Yumi Narendra
ibu Laras Bintang
Zara
neng Aulia siapa nih pasangannya ..ditunggu ya teh
wahh si Aul jadi pujaan banyak orang inimahh 🤭
paman mana paman thor😄😄
tambah thor🤭💪😄