Indonesia
NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 SAYA TIDAK MAU!!

    Di ruang tamu, Terlihat Williams duduk di sofa sambil meminum segelas air kopi, saat meletakkan segelas kopi di atas meja. Elina datang dengan raut wajah bete.

"Kita pergi ayah... aku tidak mau perjodohan ini di lanjutkan!! ". Ucap Elina tegas

    Seketika Williams heran tercampur bingung, ia beranjak.

" Kamu kenapa?? Tiba-tiba kamu bicara seperti itu. duduk dulu. kamukan belum kenal anaknya Om Arga ". Ucap Williams menenangkan putrinya.

" Barusan aku bertemu dengannya. dia pria kurang ajar... aku yakin dia suka mengoda wanita lain. dan mungkin banyak simpanan wanita lain. dia itu brengsek.....!! ". Ujar Elina kesel dengan lantang.

" Brayen, bukan seperti itu. dia pria baik, Elina. kamu belum mengenalnya". Ucap Williams menyakinkan

"Ayah..., ayah lah belum mengenalnya... dia tadi melecehkan aku di kamar mandi! ".

" Hah?? ". Sontak Williams kaget mendengarnya

" Om! ". Panggil Brayen datang dengan ekpresi tenang.

" Brayen. apa benar kamu melecehkan anak saya? ". Tanya Williams

"Saya tidak melecehkan hanya sedikit sentuhan hangat". Jawab Brayen lantang dengan santainya tidak merasa bersalah.

   Tidak lama Arga datang melangkah mendekat.

    Williams menoleh pada Arga.

" Maaf.. Arga sepertinya anak mu benar-bener tidak bisa menjaga sikap dengan baik. saya pikir anakmu jauh lebih baik, tapi ternyata sama saja dengan pria lain. saya tidak mau putri saya mengalami hal serupa sebelumnya yang akan membuat anak saya trauma ". Ucap Williams tegas

    Arga menghela nafas berat, ia merasa malu atas perbuatan putranya yang tidak baik pada seorang perempuan.

" Atas nama anak saya. benar-bener minta maaf perbuatan yang tidak senonoh. saya sangat menyesal jujur, saya sebagai ayah merasa malu. tapi tolong, untuk tidak membatalkan perjodohan ini. kita sudah lama mengenal dan tidak pernah terjadi antara kita berdua ". Ucap Arga dengan wajah merasa malu dan menundukkan kepala.

" Kita memang tidak ada masalah. tapi persoalan anak-anak kita yang kurang cocok. tidak membuat saya baik. apa lagi anak saya seorang perempuan, harusnya anakmu menjaga dan menghormati seorang perempuan bukan dijadikan mainan seperti perempuan murahan lainnya. saya harap kedepannya anakmu ajarkan lah dengan benar. saya sangat tidak suka ini. jangan dijadikan sebagai barang tapi jadikan lah sesuatu paling berharga ".

    Kalimat dari Williams membuat Arga dan brayen sangat sadar memang benar sebagai pria sejati harus menjaga dan melindungi perempuan di sayangi dan di cintai bukan di sakiti atau hal buruk. Brayen menundukkan kepala dengan rasa malu dan sadar, ia merasa bersalah dan khilaf atas yang terjadi.

"om! saya benar-bener minta maaf. tadi saya kelepasan dan khilaf. saya janji tidak akan mengulang lagi. tapi tolong jangan putus tali hubungan keluarga kita. Saya tidak akan memaksa atau menekankan perjodohan ini. keputusan di tangan putri om". Ucap Brayen dengan rasa bersalahnya.

"Baik, saya memafkan tapi... soal perjodohan ini. tidak saya lanjutkan. maaf Arga. lebih baik putri saya hidup sendiri ketimbang menikah dengan laki-laki suka mengoda wanita". Ujar Williams dengan tegas

" Bisa di timbang kan lagi. Williams.".

"Tidak bisa. kami permisi, kami harus pulang sudah larut malam. terimakasih kasih untuk bertemuan ini". Ucap Williams pamit sambil mengajak putrinya.

    Arga pun tidak bisa apa-apa selain hanya berdiri terdiam, ia merasa gagal mendidik putranya.

    saat mereka pergi, arga menoleh pada brayen dan_____

Plak....

    Satu tamparan keras tempat di wajah pipi putranya dengan ekpresi kesel. Hingga Brayen menepis wajahnya saat di tampar keras sambil menahan rasa sakit, tamparan ayahnya jauh lebih sakit ketimbang tamparan dari perempuan jutek tadi.

"AYAH... BENAR-BENER KECEWA!!! AYAH MERASA GAGAL.. MENDIDIK KAMU.!! SEKARANG! AYAH SUDAH MALU. MENARUH MUKA AYAH DIMANA! HAH? SETELAH TERJADI SEPERTI INI!! AAAHH!! AYAH HARAP. INTROSPEKSI KAMU. ". Ngegas arga sambil marah kesel melangkah jalan pergi meninggalkan putranya begitu saja.

    Brayen hanya berdiri terdiam, ia pun sadar dirinya sangatlah salah.

    Kemudian beberapa menit, sekarang Brayen berada di dalam kamarnya sendiri, di atas kasur terbaring telentang sambil menatap atas lampu di sana. Ia teringat yang terjadi tadi saat dirinya mengoda wanita jutek itu. aroma wangi tubuh wanita jutek itu tergiang-giang di isi kepalanya, entah mengapa jadi candu dan merasa tergoda. sepertinya Brayen terobsesi, namun satu hal yang membuat Brayen menyesal yaitu tidak melanjutkan perjodohan yang sudah di sepakati. kini tidak ada kesempatan lagi dekat dengan wanita itu, karena ayahnya cukup kecewa dan marah.

"Bagaimana iya... bisa dekat lagi tampan harus di paksa. tapi dengan cara halus dan benar". Brayen berkata sambil menatap di atas langit-langit.

" Cantik, wangi dan sexy ". Senyum miring di bibir brayen ia sangat menyukai wanita jutek itu. sepertinya brayen benar-benar terobsesi.

    Bersamaan itu____ Elina melangkah memasuki rumah di susul ayahnya di belakang dirinya.

" Ayah benar-bener kecewa sekali, ayah pikir anaknya cukup baik untuk kamu, tapi ternyata tidak sesuai yang ayah pikirkan". Williams berkata melangkah mendekat

    Elina berhenti melangkah menoleh dengan wajah angkuh.

"Namanya juga laki-laki tidak semuanya laki-laki itu baik. semuanya brengsek..! ". Jawab Elina tegas

" Jangan sampai kamu bertemu dengannya lagi. ayah tidak mau kamu dalam ketakutan ".

" iya ayah ". Jawab Elina langsung memeluk sang ayah dengan hangat. " terimakasih.. ayah membela ku. aku pikir ayah hanya memikirkan bisnis dan ego ayah sendiri. tapi tidak menyangka ayah benar-bener menolong ku. aku sangat senang ". Ucapnya dengan peluk kan hangat senyum bahagia.

" Iya... ayah tidak pernah memikirkan soal bisnis ayah hanya memikirkan kebahagiaan kamu. ". Jawabnya sambil menyentuh kepala rambut putrinya dengan senyum bahagia.

   Elina pun melepaskan peluk kan

" Aku masuk ke kamar dulu iya. ayah ".

" iya".

    Elina melangkah pergi. Williams memandangi putrinya yang pergi.

******

******

******

     Paginya Brayen menempelkan sebuah foto besar di dinding gambar tersebut adalah wajah Elina. Foto yang di ambil saat Elina duduk sendirian di meja tempat kerja di cafe. Setelah selesai pasang foto ia sedikit melangkah mundur, lalu menatap senyuman penuh dengan arti. Tampaknya Brayen sangat terobsesi pada Elina sampai wajah Elina di bikin sebuah foto besar yang sangat jelas.

"Elina! Kamu akan menjadi milik nanti. sabar iya... ". Brayen berkata dengan senyuman anehnya sambil tangan kanan menyentuh sebuah foto wajah Elina.

    Di tempat lain, Elina terbangun dari tidurnya dengan pakaian baju tidurnya, ia melangkah jalan dengan sempoyongan, kepalanya masih terasa pusing karena semalam pulang terlalu larut malam. Elina melangkah menghampiri meja makan mengambil sebuah segelas air minum. Tiba Dara datang dengan ekpresi heran melihat kakaknya berdiri di meja makan sambil meminum air putih.

"Sedang apa? ". Tanya dara

Tak

    Elina meletakkan gelas kosong di atas meja, berbalik melihat wajah adiknya, saat tiba-tiba saja ada di belakang dirinya.

" Minum air putih di pagi hari. apa lagi dilakukan di pagi-pagi begini ". Jawabnya angkuh.

" gitu amat jawabnya. aku bicara baik-baik iya... ". Ucap dara sinis

" jangan sok baik. sibuk amat urusan aku".

"Ihhhh...! ngomong-ngomong gimana hasilnya perjodohan itu. jadi... atau jangan-jangan pria itu berubah pikiran karena perempuan yang ia kenalin ternyata perempuan sombong dan galak. mana mau pastinya". ucap dara nyindir

" Hey... walaupun aku ini sombong bisa jaga diri. enggak kayak kamu.. manja!! ".

" Apaan sih... aku enggak manja.. kamu tuh yang suka manja ".

"sorry ya... aku bukan kamu". Jawab Elina melangkah melewati adiknya dengan angkuh

" ihhh... aneh". balas dara sinis sambil melihat kakaknya pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!