Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar Xen-dong mulai mendekati Chang-yu.
"Ratu." panggil kaisar Xen-dong.
"Hem..,"
Hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut Chang-yu, tak ada tatapan mata yang terlihat hangat. Tak ada senyum manja seperti yang dahulu.
"Bagaimana kondisimu, Ratu?" tanyanya. kaisar Xen-dong kemudian duduk di depan Chang-yu.
"Baik." masih dengan jawaban singkat yang keluar dari mulut Chang-yu.
"Kenapa dia jadi seperti ini?" gumam kaisar Xen-dong dalam hati.
Sikap yang di tunjukkan Chang-yu begitu dingin dan tak ada kasih sayang.
"Kenapa dia menjadi begitu cantik?" gumam Kaisar Xen-dong kembali. Dia terus memperhatikan wajah Chang-yu yang sekarang terawat, halus dan cantik.
"Heh..," Chang-yu menghela nafas dengan begitu dalam. "Ada apa kaisar kemari?"
Deg..
Jantung Kaisar Xen-dong berdebar begitu kencang.
"Ada apa?" tanya Chang-yu dengan nada dingin.
"A-aku..," tiba-tiba saja kaisar Xen-dong terdiam, kata-katanya terasa tercekat di tenggorokan.
"Semenjak menikah sampai sekarang kamu ke paviliun ku cuma sekali, lalu.. Kenapa sekarang kaisar kemari?" tanya Chang-yu.
"Maafkan aku, Ratu. Aku benar-benar bersalah karena tidak memberimu perhatian." jawab Kaisar Xen-dong.
"Heh..," Chang-yu tersenyum mengejek. "Benar sekali, tapi aku juga tidak perduli. Lagi pula aku sudah sembuh, sekarang aku yang akan memimpin kerajaan ini." kata Chang-yu.
Deg..
Jantung Kaisar Xen-dong berdebar begitu kencang, kata-kata yang diucapkan oleh Chang-yu seolah mengatakan bahwa dirinya sudah tidak berguna. Kaisar yang memimpin kerajaan Xangui selama beberapa tahun ini seperti kehilangan kekuatannya.
Kedua tangan Kaisar Xen-dong mengepal dengan begitu erat, dia yang berada di posisi seperti ini seperti kucing dalam karung.
"Apa maksudnya, dia berani mengatakan bahwa kerajaan dan kekuasaan ini miliknya." gumam Kaisar Xen-dong dalam hati.
"Ada apa? Apa ada yang ingin kamu katakan, kaisar?" tanya Chang-yu.
Chang-yu bisa melihat raut wajah Kaisar Xen-dong yang saat ini menahan amarahnya, bahkan Chang-yu bisa membaca raut wajah dan isi hati Kaisar Xen-dong.
"Heh..," Kaisar Xen-dong menghela nafasnya cukup dalam, setelah itu dia tersenyum sembari menatap Chang-yu. "Maafkan jika suamimu ini sudah menyakitimu, hanya saja aku tidak mau kamu di sakiti oleh orang-orang jahat itu." jawab Kaisar Xen-dong.
"Jadi kaisar ingin mengatakan karena aku sudah sembuh, maka Kaisar boleh ke tempatku?" ucap Chang-yu.
Tak ada kata, namun Kaisar Xen-dong adalah pria normal. Saat melihat wajah cantik dan tubuh menggairahkan itu.. Tentu saja kaisar Xen-dong juga ingin memiliki isteri yang tidak pernah dia harapkan.
"Aku harus mendekati dan mengambil hatinya, aku tidak boleh kehilangan kekuasaan yang aku miliki selama ini." gumam Kaisar Xen-dong dalam hati.
"Kelihatannya yang mulia Kaisar saat ini sangat perhatian sekali kepada Ratu terlantar ini."ucap Chang-yu, dia sengaja menarik Kaisar Xen-dong ke dalam rencananya.
Sang Kaisar nampak tersenyum, dia menatap Chang-yu dengan tatapan mata yang begitu berbinar. "Tentu saja aku akan memberikan Ratu perhatian, Ratu adalah istriku. Wanita yang sudah aku nikahi beberapa tahun yang lalu." jawab Kaisar Xen-dong dengan nada bicara yang begitu yakin kata-katanya keluar dengan begitu jelas dan kata-kata itu seperti mengatakan kalau dirinya adalah pria yang selalu memberi perhatian kepada Chang-yu.
Mendengar jawaban yang diucapkan oleh kaisar Xen-dong, tentu saja Chang-yu hanya bisa tersenyum penuh ejekan, dia bisa melihat raut wajah pria yang diberi kepercayaan oleh mendiang kaisar terdahulu.
"Oh ya Yang mulia, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Chang-yu.
Kaisar Xen-dong menganggukkan kepalanya. "Ketika aku sedang sakit waktu itu.. samar ingatan yang aku ingat para selirmu itu selalu menggangguku. Lalu kenapa Yang mulia Kaisar tidak pernah ada ketika aku membutuhkan pertolongan?" tanya Chang-yu.
"Aku hanyalah bidak yang harus menuruti para penguasa, aku tidak ingin kamu terluka, aku tidak ingin kamu dijadikan boneka oleh orang-orang itu. Selama ini aku memperhatikanmu dalam diam, aku selalu berdoa semoga para dewa memberikan keajaiban agar dirimu segera sembuh." jawab Kaisar Xen-dong. wajahnya terlihat muram seolah Dia sangat bersedih.
"Tentu saja sekarang kamu mengatakan itu, kamu mencari alasan di balik penyelamatan ku, padahal kamu menikmati setiap momen ketika kamu bersama dengan para selir-selirmu itu. Kamu adalah pria yang sudah mengkhianati kepercayaan ayahandaku, maka aku pasti akan membuatmu hancur tanpa tersisa sama sekali, hancur bersama dengan para sekutumu itu." gumam Chang-yu dalam hati.
Dayang Lin menuangkan teh di cangkir kaisar Xen-dong, wanita paruh baya itu tersenyum penuh ejekan. Padahal selama ini kaisar Xen-dong tidak pernah sekalipun memperhatikan Chang-yu.
"Dasar kaisar boneka, kamu hanya pria tak berguna. Kamu berjanji pada mendiang Kaisar terdahulu untuk melindungi ratu, nyatanya kamu berkhianat." gumam dayang Lin dalam hati.
Kedua mata kaisar Xen-dong terus menatap Chang-yu yang sedang duduk dengan begitu angin, wajahnya yang begitu cantik dan tubuh yang begitu menggoda membuat kaisar Xen-dong tidak bisa berpaling.
"Dasar pria, melihatku yang seperti ini.. Kamu langsung terpesona. Benar-benar pria tak berguna." gumam Chang-yu.
"Lihatlah.. Kedua mata kaisar tidak bisa berkedip sama sekali, dia menatap yang mulia Ratu seperti ingin melahapnya." gumam Yura dalam hati.
"Yang mulia." panggil salah satu pelayan pria.
"Ada apa?" tanya Chang-yu.
"Jenderal Fu Tian ingin menemui Yang mulia Ratu." jawab pelayan.
"Baiklah, suruh dia masuk." perintah Chang-yu.
"Ada apa Jenderal kemari? Apakah ada sesuatu yang ingin dia bicarakan?" tanya Kaisar Xen-dong yang terlihat penasaran.
"Hem...," Chang-yu tersenyum. "Memangnya ada apa kaisar? Apakah aku perlu memberitahu atau melapor padamu mengenai siapapun yang aku panggil?" tanya Chang-yu dengan nada santai namun penuh dengan senyum dingin.
"Bukan seperti itu, ratu." jawab Kaisar Xen-dong.
Sesaat kemudian jenderal Fu Tian datang, pria itu masih memakai baju zirahnya, dia nampak terlihat begitu gagah dengan tubuh yang begitu perkasa.
"Hormat hamba, Ratu." ucap jenderal Fu Tian.
Chang-yu menganggukkan kepalanya, dia mempersilahkan jenderal Fu Tian untuk duduk.
"Hormat hamba, Yang mulia." jenderal Fu Tian memberi hormat kepada kaisar Xen-dong, sang Kaisar membalas dengan anggukan.
"Aku memanggilmu kemari karena aku mendapatkan kabar mengenai wilayah Selatan yang mengalami kekeringan panjang." kata Chang-yu.
Kaisar Xen-dong nampak terkejut, dia menatap Chang-yu dengan tatapan mata yang seolah tidak percaya, kekeringan yang ada di desa Selatan membuat beberapa desa yang ada di wilayah itu mengalami krisis pangan.
"Jadi dia juga mengetahui mengenai masalah kekeringan yang ada di wilayah Selatan?" gumam Kaisar Xen-dong dalam hati.
"Benar sekali yang mulia, wilayah selatan dilanda kekeringan dan rakyat mengalami krisis pangan." jawab jenderal Fu Tian.
"Lalu, kenapa pasokan kerajaan tidak turun?" tanya Chang-yu.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.