Indonesia
NovelToon NovelToon
RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anime / Game / Slice of Life
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: webnakama

Kurosawa Kaito adalah pria paling sial di seluruh Jepang bukan kiasan, itu fakta yang bisa dibuktikan lewat statistik. Payung selalu ketinggalan pas hujan deras, promosi kerja direbut orang lain di detik terakhir, bahkan mesin ATM pernah menelan kartunya di hari gajian.

Semua berubah saat sahabatnya memaksanya mencoba Aeon Requiem, VRMMORPG full-dive terbaru yang sedang jadi fenomena dunia. Saat membuat karakter, Kaito yang selama ini terlalu sial untuk berharap apa pun asal memasukkan seluruh poin stat awal ke satu parameter yang paling sering diabaikan pemain lain: Luck (Keberuntungan).

Yang tidak ia sangka: sistem game ini menghitung keberuntungan bukan sebagai angka kosmetik, tapi sebagai variabel nyata yang memengaruhi drop rate, critical hit, event tersembunyi, bahkan takdir NPC. Seorang pemain yang di dunia nyata tidak pernah menang undian apa pun, kini menjadi satu-satunya orang yang ditakdirkan untuk selalu beruntung di dunia yang bukan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon webnakama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 — Gelombang Setelah Kemenangan

Malem setelah pertandingan, mereka berempat ngumpul di kedai ramen langganan, ngerayain kemenangan dengan porsi yang jauh lebih banyak dari biasanya, Souma bahkan mesen tambahan tiga mangkuk buat dirinya sendiri, alasannya "abis tanking berat-berat butuh energi."

"Gue masih nggak percaya, tadi pas Kaito ngelawan Ren sendirian, gue sampe berdiri di tribun teriak-teriak kayak orang gila." kata Mei, sambil nyeruput kuah ramennya.

"Gue liat, untung nggak ada yang ngelempar lo keluar tribun." kata Souma, ketawa.

"Ih, jahat," Mei ngerengut, walau ikut ketawa juga.

"Btw gue mau bilang, tadi lo keren banget pas bilang 'biar gue yang selesain ini.' Gila, itu keren banget buat orang yang dua minggu lalu masih nanya-nanya cara pegang pedang di grup chat kita." Souma nyeletuk lagi, natap Kaito dengan ekspresi bangga yang jarang dia tunjukin.

Kaito ngerasa muka anget denger pujian itu. "Gue sendiri kaget bisa ngomong sepercaya diri itu."

"Progress lo emang gila, buat pertama kalinya gue nggak nyesel bawa pemain level satu ke reruntuhan waktu itu." kata Rin sambil ngangkat gelas minumannya.

"Tumben lo muji," goda Kaito.

"Nikmatin aja selagi bisa, jarang-jarang gue kayak gini," Rin nyengir tipis, sebelum balik natap mangkuk ramennya yang mulai dingin.

Kaito di sela obrolan itu, diem-diem ngecek panel guild-nya, dan matanya melebar ngeliat notifikasi yang numpuk.

"...Guys, coba liat ini." katanya, agak kaget.

Dia nunjukin panel inbox guild yang penuh sesak, ratusan permintaan gabung dari pemain-pemain yang nggak mereka kenal sama sekali, sebagian nyantumin resume pengalaman mereka, sebagian lain cuma nulis pesan singkat penuh emoji excited, dan beberapa bahkan nulis paragraf panjang soal kenapa mereka pengen banget jadi bagian dari guild yang katanya "bakal jadi legenda baru server ini."

"Anjir, empat ratus tujuh puluh permintaan? Dalam waktu kurang dari tiga jam?" gumam Souma, natap angka di pojok panel.

Rin ngambil alih panel itu, scroll cepat, ekspresinya serius. "Ini bakal jadi masalah kalo kita nggak atur dengan hati-hati. Kita masih guild kecil, empat orang. Kalo kita terima sembarangan, kita bisa kehilangan apa yang bikin kita solid sekarang."

"Jadi kita tolak semua?" tanya Mei.

"Nggak juga," Rin mikir sebentar, "tapi kita butuh proses seleksi yang lebih terstruktur. Masalahnya, gue nggak punya waktu buat baca ratusan aplikasi ini sambil masih ngurus strategi kita sendiri."

"Gue bisa bantu baca-baca sih, tapi jujur, gue lebih jago megang perisai daripada ngebaca resume orang." tawar Souma, walau nadanya agak ragu.

Kaito ngangguk setuju, ngerasain beban administratif yang tiba-tiba muncul dari kesuksesan mereka. "Kita butuh orang yang bisa bantu ngurus ini."

Besok siangnya, di tengah jam kerja, HP Kaito bergetar, pesan masuk ke inbox guild dari akun yang belum pernah dia liat sebelumnya.

Amagi: Halo. Saya nonton pertandingan kalian kemarin. Boleh saya kasih analisis singkat soal strategi yang kalian pake? Saya rasa ada beberapa hal yang bisa dioptimalkan.

Kaito penasaran, bales pesan itu di sela istirahat kerja.

Kaito: Boleh, silakan

Balasan yang dateng bikin Kaito berhenti sejenak dari kerjaan, analisis panjang, terstruktur rapi, ngebahas pola pergerakan Souma yang menurutnya "efisien tapi masih bisa dihemat 15% stamina dengan penyesuaian sudut blok," posisi Rin yang "optimal tapi rentan diserang balik di detik ke-40 kalo lawan lebih siap," dan bahkan analisis soal Kaito sendiri yang menurutnya, "punya pola pergerakan tidak terduga yang sebenernya bisa dibaca kalo lawan cukup sabar mengamati minimal tiga pertukaran serangan pertama."

Kaito nunjukin pesan itu ke Rin malemnya.

"Ini... detail banget," gumam Rin, natap analisis itu dengan mata yang makin lama makin fokus. "Siapa pun orang ini, dia beneran ngerti taktik di level yang jarang gue temuin."

Mereka bales lagi, nanya lebih lanjut, dan akhirnya janjian ketemu di markas mereka.

Amagi ternyata sosok pria berkacamata dengan ekspresi tenang, gerakannya efisien tanpa satu pun yang sia-sia, mirip banget sama cara dia nulis analisis tadi. Rambutnya rapi, dan dia bawa semacam papan catatan digital yang udah penuh sama grafik dan angka bahkan sebelum dia mulai ngomong.

"Terima kasih udah mau ketemu, saya Amagi. Dulu pemain kompetitif, sekarang lebih banyak nonton dan analisis dari luar." katanya, duduk di batu markas dengan postur tegak.

"Kenapa berhenti main aktif?" tanya Mei, penasaran.

Amagi diem sebentar, natap tangan kanannya sendiri. "Cedera. Bukan di sini tapi di dunia nyata. Build yang saya mainin dulu butuh reflex tinggi, gerakan cepat berulang. Setelah cedera, saya nggak bisa main di level kompetitif lagi. Tapi otak saya masih jalan normal, jadi saya alihin ke analisis."

Kaito ngerasa berat denger cerita itu, ngerti rasanya kehilangan sesuatu yang penting buat diri sendiri. "Itu... berat banget pasti."

"Awalnya iya, tapi saya nemuin cara lain buat tetep jadi bagian dari dunia ini. Nggak seru kayak dulu, tapi cukup buat bikin saya ngerasa masih punya tujuan." kata Amagi.

"Kenapa lo tertarik sama kita?" tanya Rin, langsung ke inti.

"Karena kalian anomali, secara statistik, apa yang kalian lakuin, guild baru, clear dungeon susah dalam sekali coba, ngalahin guild veteran dalam waktu kurang dari sebulan, itu semua nggak masuk logika normal. Saya suka nyari pola di balik hal yang keliatan nggak masuk akal. Dan saya pikir, saya bisa berguna buat kalian, ngurus strategi, analisis lawan, bahkan bantu nyaring member baru biar kalian nggak kewalahan." jawab Amagi dengan jujur.

Rin natap dia lama, mikir. "Kita butuh orang kayak lo, jujur aja. Tapi gue mau tanya sesuatu."

"Silakan."

"Lo tau soal LUK Kaito?"

Amagi ngangguk. "Saya udah ngamatin pola datanya sejak drop pertama yang viral itu. Teori saya, itu bukan cuma stat biasa. Tapi saya nggak butuh tau detail lengkapnya buat percaya kalian punya potensi besar. Kalian yang tentuin seberapa banyak yang mau dibagi ke saya."

Kaito ngeliat cara Amagi ngomong, hati-hati, terstruktur, tapi jujur soal batasan yang dia hormatin. Ada rasa percaya yang muncul, mirip kayak yang dia rasain pertama kali sama Rin.

"Gue rasa lo cocok banget buat gabung." kata Kaito sambil natap Rin sama Souma buat konfirmasi, yang dibales anggukan dari keduanya,

Amagi tersenyum tipis, ekspresi yang jarang banget dia tunjukin dari yang keliatan. "Terima kasih. Saya nggak akan ngecewain kepercayaan ini."

Panel keemasan muncul lagi:

Amagi telah bergabung dengan Fortuna Ascendant! Total Anggota: 5

Malemnya, setelah Amagi mulai kerja nyaring ratusan aplikasi yang numpuk, Rin nunjukin sesuatu yang lain ke Kaito, sebuah thread forum baru yang mulai rame, judulnya bikin dada Kaito sesak.

"Curiga: Apakah 'Fortuna Ascendant' Pake Bug Exploit? Analisis Drop Rate dan Critical Hit yang Nggak Wajar"

"Ini mulai, kayak yang gue duga, Absolute Zero atau orang-orang deket mereka, mulai nyebar keraguan." gumam Rin dengan ekspresi serius.

Kaito buka thread itu, baca beberapa komen yang mulai nuduh mereka macem-macem, dari "pasti pake software cheat" sampe "developer harusnya investigasi ini." Ada juga komen yang lebih spesifik, nyoba ngitung ulang probabilitas semua drop dan critical hit yang udah dilaporin, nyimpulin "kalo emang legit, ini pelanggaran hukum probabilitas paling parah yang pernah tercatat di game manapun."

"Ini bakal jadi masalah beneran, ya," gumam Kaito, ngerasa perutnya mules lagi.

"Mungkin, tapi kita hadapin bareng-bareng kayak biasa." kata Rin, natap dia dengan ekspresi yang tetep tenang walau situasinya makin rumit.

Amagi yang baru aja gabung siang tadi, udah langsung nyeletuk dari sudut markas, matanya nggak lepas dari layar data-nya sendiri. "Saya bisa bantu nyiapin argumen counter kalo emang butuh. Statistik lo mustahil dijelasin lewat cheat biasa, cheat justru bakal ninggalin pola yang lebih rapi dan konsisten. Pola punya Kaito ini terlalu 'liar' buat dibilang buatan software."

"Itu... sebenernya bisa ngebantu," kata Rin, ngangkat alis keliatan makin yakin ngajak Amagi gabung adalah keputusan tepat.

"Saya emang direkrut buat hal-hal kayak gini," Amagi ngangguk tenang, balik fokus ke layarnya.

Kaito ngangguk, ngerasa sedikit lega denger itu, walau firasat yang nggak enak masih ngendep di dadanya, firasat kalo perhatian yang mereka dapetin dari kemenangan kemarin, cepat atau lambat, bakal nariknya ke tempat yang jauh lebih rumit dari yang mereka semua siap hadepin.

Dia natap layar HP-nya sekali lagi sebelum logout malem itu, ngeliat angka pertemanan guild yang terus bertambah, komentar-komentar yang terus mengalir, dan di antara semua kebisingan itu, satu pertanyaan yang terus muncul di kepalanya: seberapa jauh lagi mereka harus melangkah sebelum semua ini berhenti terasa kayak permainan biasa?

1
Zyren Vale
ikut meramaikan 🔥
Zyren Vale
kena kutukan nih
Zyren Vale
inti bumi kah
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya thor🙏👍💪
Tio Buki
Lanjut
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Mampir gan👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Ngak tau saya, yang hanya buang buang waktu saja
Tio Buki
Mungkin nama spesial
Tio Buki
Apa itu
Tio Buki
Tidak mengapa
Tio Buki
Bumi ya
Tio Buki
Siapakah dia
Tio Buki
Wow
Tio Buki
Seberapa jau kah
the virtuso
saling support yah thor👍
Giooooo
Keren ceritanya thorku 💪
Author Melda
salah suport kak mampir yah ke novel ak KKN DESA MATI👍
Author Melda: terimakasih kak👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!