Indonesia
NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian

...⚠️ FICTIONAL CONTENT⚠️...

...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....

...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....

...Harap membaca dengan bijak....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Paloma setelah sampai di mansion Maxim langsung saja masuk meninggalkan Maxim sendiri, dia marah. Pria itu lancang sekali bisa-bisanya dia memaksa Paloma.

Sedekapan dada itu melonggar, dia juga bodoh. Bodoh karena masih bermuara di atas dominasi pria itu, dia bodoh karena masih saja memiliki perasaan pada Maxim.

Kapan rasa yang ia punya terhadap pria itu menghilang seutuhnya, bukan menyisakan belenggu untuk dirinya sendiri.

Suara langkah lain terdengar , lebih berat namun terkesan santai.

Maxim akhirnya muncul.

Dengan kemeja putih lengan panjang yang ia gulung, beserta dua kancing atas yang dia lepaskan entah karena gerah atau hal lainnya.

Suara para pelayan yang berbisik-bisik mempertanyakan atas hadirnya Paloma di rumah majikan mereka tadi otomatis terdiam, bungkam dengan kepala tertunduk saat melihat Maxim tiba.

Mereka terkejut?.

Jelas. Jelas sekaki mereka terkejut di karenakan tuan mereka itu tidak pernah membawa wanita lain, baru kali ini mereka melihat Maxim membawa wanita asing.

Dan saat mereka teliti lebih dalam lagi mereka mendapati wanita itu hamil.

Mereka saling melemparkan lirik seakan paham akan maksud walau hanya lewat tatap.

Maxim melihat para pelawan lalu menggerakan jarinya menyuruh pergi.

Tak menunggu lama mereka pergi dari sana meninggalkan Maxim dan Paloma.

Membiarkan sunyi mengudara.

"Jangan kekanan-kanakan. " Ujarnya mengambil duduk di sofa single. "Saya hanya ingin bertanggung jawab atas anak saya. "

"Kamu akan tinggal di sini, para pelayan akan memenuhi keingin kamu dan kamu hanya duduk diam like a queen di mansion ini. " Tutur Maxim menatap Paloma yang masih bungkam entah memikirkan apa.

"Setelah anak itu lahir nanti kamu bisa bebas dan ingin tinggal di manapun terserah kamu. " Beritahunya lagi .

"Jadi anda pikir saya ini hanya tempat anda menitip anak di rahim saya, begitu. "Tuai Paloma sembari sudut matanya berembum memerah.

"Bukan seperti itu, kamu masih sangat muda, perjalananmu masih panjang, soal anak yang kamu kandung biarkan saya merawatnya. " Ujar Maxim lagi dengan suaranya yang datar.

"Saya ibunya, mau bagaimanapun saya mau mengejar mimpi saya, saya tetap mau merawat dia , dia darah daging saya juga. " Tutur Paloma dengan setetes air jatuh melewati pipinya.

Helaan nafas pendek Maxim terdengar. "Saya tidak melarang kamu merawatnya Paloma, itu semua demi kebaikanmu. " Tuturnya lagi.

Maxim beranjak pergi setelah sosok itu menghilang muncul satu maid yang mendatangi Paloma.

"Permisi nyonya, saya di di perintah tuan untuk mengantar nyonya ke kamar nyonya. " Ujar maid itu dengan sopan dan segan.

Paloma beranjak mengikuti maid itu di belakang dengan perut mengusap perut dan tatapan melamunya.

"Permisi nyonya. " Ujar maid itu tapi tak di gubris Paloma wanita itu sibuk bermuara di alam lamunannya. "Nyonya kita sudah sampai. " Baru setelag maid itu memegang bahunya, barulah Paloma tersadar.

"Oh.Iya terimaksih. "

Maid itu terkejut di buatnya, karena ia pikir Paloma adalah wanita jahat dan kikir teryata ia salah dalam menduga, wanita yang ada di hadapannya kini berucap kata yang bahkan tak pernah telingannya dengar sama sekali.

"Sama-sama nyonya. "

...****************...

Butiran air bening jatuh banyak melewati pipi anak perempuan itu, dengan ingusnya yang ia tarik.

Tiba tepat di depan pintu peremuhan.

Hadirnya di sana di sambut oleh anak remaja tampan, berdiri melihat anak perempuan di depannya dengan sorot berbinar dan lembut.

Anak perempuan itu masih terisak, sembari membersihkan ingusnya dengan bajunya menatap anak remaja di depannya penuh kepedihan.

"Kenapa kamu meninggalkanku?. " Tanyanya dengan sesegukan.

Anak remaja laki-laki itu mengusap air mata anak perempuan itu. "Jangan menangis lagi, aku hanya sebentar. " Ujar remaja itu mencoba menenangkan anak gadis yang setiap menangisi kepergiannya itu.

"Berjanjilah."Ujar gadis kecil berponi dengan rambut kepang duannya itu sembari mendongak.

" Berjanjilah kamu akan menikahiku!. "Ujarnya Tiba-tiba sembari menunjuk wajah anak laki-laki remaja yang setia mendengarkan celotehannya.

"Tidak bisa. " Ucap anak remaja itu sembari berjongkok menyamai tingginya dengan anak perempuan kecil itu.

"Kenapa." Ujar anak perempuan itu tertunduk dengan lesu.

"Karena pernikahan itu untuk dua orang dewasa yang saling mencintai. "Tutur lembuat lelaki remaja itu

"Kalau begitu kamu bisa mencintaiku saat kita dewasa nanti. " Ngotot anak perempuan itu.

"Baiklah." Putus anak remaja itu.

"Janji dulu. " Ujar girang anak perempuan itu menempatkan jari kelingkingnya pada anak remaja itu.

"Aku akan kembali kesini untuk menemuimu. " Ujar anak remaja laki-laki itu menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking anak perempuan yang ada di depannya.

...****************...

Lazarus terbangun, mimpi itu datang lagi. Mimpi yang membuatnya mencari di mana kini gadis kecil itu.

Perempuan kecil yang membuat kehidupan gelapnya berubah. gadis cilik yang selalu memberinya godaan, kasih sayang dan menghiburnya dengan sikap centil dan manjanya.

Lazarus menundukan dirinya.Dia mengusap wajahnya. Lalu beralih menatap samping di mana Alba tertidur lelab di sana dengan selimut menutupi sampi dagunya.

Dia juga membuat dua guling yang saling bertumpuk sebagai pembatas di antara mereka , Seakan-akan tak mau Lazarus meyentuhnya.

Lazarus sadar sikap Alba seperti itu karena perempuan itu takut padannya.

Kenapa juga perempuan itu memergokinya, yang membuat ia sampai setakut itu pada dirinya.

Sikap, tingkah, bahkan gerak-gerik Alba selalu mengingatkannya akan sosok anak perempuan yang selalu datang di mimipinya.

Mereka sama dengan ukuran berbeda.

Lamat ia pandangi perempuan itu, perempuan yang membuat hidupnya terasa seperti pacuan dengan segala tingkah ajaibnya. Dan sekarang istrinya itu berubah tak ada lagi sikap centilnya bahkan selalu membuat alasan untuk menghindarinya.

Alba?.

Sebelah Sudut bibirnya terangkat membentuk seringai, menatap Alba seolah-olah ia tahu alasan apa yang membuatnya menikahi perempuan itu.

Perempuan asing yang ia butuhkan untuk melancarkan rencanannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Terima kasih sudah membaca novel ini sampai akhir. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengikuti setiap cerita dan perjalanan para tokohnya. Saya tahu cerita ini masih jauh dari sempurna, tetapi semoga tetap meninggalkan kesan bagi kalian. Mohon maaf jika masih ada kekurangan selama cerita berlangsung. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita berikutnya. Sampai jumpa, dan sekali lagi, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini....

...THANK YOU FOR READING 🌸...

...For u, a dahlia. 🌺...

...— Author...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!