Indonesia
NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 30.

"Ma.. maaf!" ucap Stephen.

Ia bergegas turun dari atas tempat tidur.

"Stephen!"

Stephen menghentikan langkahnya, ia seketika merasa gugup.

Clarissa sepertinya akan mengatakan hal konyol, yang telah ia katakan saat mabuk semalam.

"Apa kamu masih suka padaku?"

Stephen tidak bergerak ditempatnya, ia tiba-tiba teringat saat Clarissa minta cerai darinya.

Clarissa menghempaskan surat cerai ke atas meja dengan kencang, saat mereka duduk berdua saling berhadapan di halaman samping villa.

"Ayo bercerai! dari pada saling menyakiti, lebih baik kita berpisah! biar kita saling merelakan!"

Ia memandang Clarissa saat itu dengan perasaan yang sakit.

"Kalau dulu kamu memang tidak cinta padaku, kenapa kamu mau menikah denganku? dan melahirkan Aurora??"

Ia mencoba meraih tangan Clarissa, tapi Clarissa menjauhkan tangannya, tidak ingin ia sentuh.

"Kalau bisa, aku berharap tidak pernah melahirkan Aurora!"

Hatinya rasanya seperti ditusuk belati, tepat di jantungnya, sakit sekali rasanya mendengar jawaban Clarissa.

Clarissa menunjuk berkas, dimana ia harus membubuhkan tanda tangannya.

"Aku sudah tanda tangan!"

Clarissa kemudian bangkit berdiri dari duduknya setelah mengatakannya, lalu pergi meninggalkannya begitu saja tanpa sempat ia untuk menjawab.

Kembali perasaannya sangat tersakiti mengingat itu semuanya.

"Maksudku, aku selalu suka sama kamu!" sahut Clarissa meralat pertanyaannya tadi memandang punggung Stephen.

Melihat Stephen diam tidak bergerak, Clarissa merasa kalau Stephen tidak perlu menjawab pertanyaannya, karena ia yang bersalah dalam hubungan mereka.

"Aku suka seperti waktu umur delapan belas tahun!" tambah Clarissa melihat Stephen masih diam berdiri, dan tetap membelakanginya.

"Apa maksudmu?" Stephen membalikkan tubuhnya memandang Clarissa, "Setelah kamu menamparku, lalu kamu kemudian memberi hadiah padaku, begitu? Clarissa, kamu pikir ini lucu?!"

Wajah datar dan dingin Stephen, kembali terlihat memandang Clarissa.

Sorot matanya juga dingin menatap wajah Clarissa.

Ia kemudian mengambil jasnya dari tepi tempat tidur dengan sedikit di sentak.

Clarissa dengan cepat bergerak masih di atas tempat tidur, ia meraih pinggang Stephen dan memeluknya dengan erat.

"Tidak ada tamparan!" kata Clarissa dengan perasaan bersalah, "Aku hanya akan memberi hadiah yang manis untuk kamu!"

Tubuh Stephen diam tidak bergerak.

"Aku akan mengejar kamu lagi!"

Stephen diam mendengarkan, ia beberapa detik masih diam tidak menjawab.

Lalu kemudian ia dengan cepat melepaskan tangan Clarissa yang memeluk pinggangnya.

"Terserah kamu!" katanya, kemudian pergi keluar dari dalam kamar.

Clarissa terhuyung di atas tempat tidur, lalu terduduk dengan wajah lesu melihat Stephen pergi.

Ia menghela nafas, "Katanya perempuan mengejar laki-laki itu sangat mudah, tapi kenapa bagiku sangat sulit sekali? lebih sulit dari waktu yang dulu!"

Clarissa merengut memikirkan sulitnya ia meyakinkan Stephen, kalau ia masih mencintai Stephen.

Satu jam kemudian.

Stephen melangkah ke ruang tengah, ia terlihat sudah rapi dan akan segera berangkat ke kantor.

Di ruang tengah Clarissa duduk di sofa bersama Aurora, membacakan sebuah buku pada putrinya itu.

"Organik, daun kering jatuh dari pohon, apakah itu disebut sampah dapur!"

"Aurora!" panggil Stephen.

Clarissa dan Aurora bersamaan menoleh ke arah Stephen.

"Ayo, Papa antar kamu ke TK!"

Aurora menggelengkan kepalanya.

"Aurora, Ayo!" Stephen lekat memandang Aurora.

Aurora meletakkan buku yang ia pegang, lalu menggeser duduknya merapat pada Aurora.

Clarissa merangkul Aurora, "Tubuh Aurora belum pulih, bagaimana kalau semester depan saja dia masuk TK kembali?"

Aurora memandang Ayahnya dengan tatapan penuh harap, agar setuju dengan apa yang dikatakan Ibunya.

"Dua bulan lagi aku sibuk, tidak sempat mengurusnya, aku akan tenang kalau memasukkannya ke TK!"

"Aku bisa temani Aurora! benar kan, nak?" Clarissa tersenyum menatap Aurora sembari mengelus rambutnya lembut.

Aurora menganggukkan kepalanya.

"Clarissa, kali ini kamu temani Aurora berapa lama? atau bertahan berapa lama kamu sabar menemani Aurora kali ini?"

Clarissa terdiam memandang Stephen.

Sepertinya Stephen masih belum bisa mempercayainya.

Bersambung.......

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!