Indonesia
NovelToon NovelToon
THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Komedi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Why Is Everyone Looking at Me?

Sinar matahari pagi yang menembus jendela kaca patri Grand Temple of Olympus biasanya memberikan ketenangan tersendiri bagi para penghuninya. Namun bagi Ophelia Elizhabet de Ceolum, pagi ini tidak ubahnya sebuah mimpi buruk yang terwujud dalam bentuk tatapan mata ratusan orang.

Saat melangkah keluar dari koridor tempat tinggal para biarawati menuju pelataran tengah kuil, Ophelia langsung merasakan ada yang salah. Suasana di sekitar area taman tidak seperti biasanya. Puluhan ksatria suci yang sedang berpatroli mendadak menghentikan langkah mereka. Para pendeta muda yang sedang membawa gulungan kitab suci mematung di tempat. Bahkan beberapa biarawati senior yang biasanya sangat disiplin kini menoleh serentak ke arahnya.

Setiap pasang mata di pelataran itu tertuju lurus pada sosok Ophelia—gadis yang selalu mengenakan jubah putih sederhana dan cadar panjang yang menutupi seluruh wajahnya.

Ophelia memperlambat langkahnya. Jemari tangannya merekat erat pada lipatan kain jubah di dadanya. Kenapa mereka semua menatapku seperti itu? Apakah cadarku terpasang terbalik? Atau ada noda tinta di jubahku? bisiknya membatin, dilanda kepanikan yang tersembunyi rapat di balik raut wajahnya yang tertutup kain.

Ia mencoba berjalan seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, ke mana pun ia melangkah, tatapan-tatapan itu terus mengikutinya bagaikan bayangan. Bisikan-bisikan halus mulai terdengar di antara kerumunan.

"Lihat, itu Biarawati Ophelia..."

"Apakah benar dia yang disapa secara pribadi oleh Grand Duke Everhart kemarin siang?"

"Bukan hanya Grand Duke! Kudengar Komandan Lucien dari Holy Imperial Knights juga sering terlihat di sekitar perpustakaan hanya untuk memperhatikannya!"

"Bahkan Archmage Cassian kemarin secara khusus meminta izin kepada Pengawas Kuil agar Biarawati Ophelia membantu merapikan ruang sihirnya!"

Ophelia hampir saja tersandung lantai pualam yang licin saat mendengar bisikan-bisikan tersebut. Rasanya ia ingin menghilang saat itu juga. Rumor di Kuil Agung rupanya menyebar lebih cepat daripada wabah sihir. Interaksinya yang terpaksa dengan tiga tokoh paling berpengaruh di kekaisaran—Lucien, Cassian, dan Adrian—telah membuatnya menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kuil dalam semalam.

Sebelum Ophelia sempat melarikan diri ke arah perpustakaan bawah tanah untuk bersembunyi, sebuah layar melayang berbentuk persegi panjang berwarna keemasan mendadak meledak di tengah pandangannya.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

Target Observation: Ophelia Elizhabet de Ceolum

Divine Attention: MAXIMUM OVERDRIVE

Popularity Index: 99.8% (Public Danger)

Mental Health Status: Highly Unstable

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GOD OF WAR: Hahaha! Lihat bagaimana para mortal itu mengagumi Saintess kita! Mereka akhirnya menyadari siapa sosok terpilih yang sebenarnya di kuil ini!]

[GODDESS OF BEAUTY: Tentu saja! Meski wajahnya tertutup cadar, aura keagungan dan kecantikan Ophelia tidak bisa disembunyikan dari orang-orang awam itu! Buka cadarmu, Ophelia! Biarkan mereka semua berlutut menyembah keindahanmu!]

[GODDESS OF LOVE: Ohoooo! Ini dia klimaks dari panggung latar belakang! Komandan Ksatria, Archmage Jenius, dan Grand Duke Es... ketiganya secara tidak sengaja mempromosikan Ophelia di depan seluruh kuil! Ini adalah awal dari perebutan hati yang sangat dramatis!]

[GOD OF KNOWLEDGE: Secara sosiologis, tingkat perhatian publik yang mendadak meningkat drastis ini akan meningkatkan risiko pembongkaran identitas rahasia Ophelia sebesar 74,2%.]

[GOD OF FORTUNE: Bunga dan hadiah mulai menumpuk di depan pintu asrama biarawati! Jika kita mengenakan pajak atas barang-barang itu, kuil bisa mendapatkan keuntungan besar!]

[GODDESS OF WISDOM: Bisakah kalian semua tenang sedikit? Kalian membuat anak ini makin stres. Lihat, dia bahkan tidak berani melangkah lagi.]

[UNKNOWN GOD: ...They're staring too much.]

Kalian semua yang membuat situasinya makin parah! teriak Ophelia murka dalam hatinya. Kalau saja para dewa tidak terus-menerus memberikan "berkah" berupa situasi absurd dan memancing perhatian ketiga pria itu, ia pasti masih bisa hidup tenang sebagai biarawati figuran yang menyapu lantai koridor setiap pagi.

Saat Ophelia sedang mengutuk nasibnya di depan layar sistem yang berkilat-kilat, sebuah suara berat dan dingin yang sangat familier berhembus dari arah belakangnya.

"Apakah ada yang mengganggumu, Biarawati?"

Ophelia membeku. Ia berbalik secara perlahan.

Lucien Raphael von Astralis—Komandan Holy Imperial Knights—berdiri gagah dengan zirah perak berukir lambang kekaisaran. Rambut hitam kebiruannya berkilau terkena sinar matahari, sementara mata merah gelapnya menatap tajam ke sekeliling pelataran. Aura intimidasi yang memancar dari sang ksatria tertinggi seketika membuat para pendeta dan biarawati yang tadinya berbisik-bisik langsung memalingkan wajah dan melangkah pergi dengan tergesa-gesa.

"Komandan Lucien..." sapa Ophelia seraya menundukkan kepala pendek. "Hamba baik-baik saja. Terima kasih atas perhatian Anda."

"Tatapan orang-orang di sekitar sini terlalu lancang," ujar Lucien datar. Tangannya bertengker di atas hulu pedang legendarisnya. "Jika ada yang membuatmu tidak nyaman, katakan padaku. Aku bisa memberikan teguran resmi atas nama Ordo Ksatria Suci."

Teguran resmi?! Anda justru membuat rumor ini makin gila jika menegur mereka atas namaku! jerit Ophelia dalam hati.

"Tidak perlu, Komandan," sahut Ophelia cepat, suaranya diusahakan setenang mungkin. "Mereka hanya sedang menjalankan tugas masing-masing. Hamba hanya... sedang dalam perjalanan menuju gudang penyimpanan."

Sebelum Lucien sempat membalas, sebuah gelombang angin beraroma bunga lavender dan getaran mana yang sangat halus tiba-tiba berhembus di antara mereka. Cahaya keperakan merekah pelan, dan dalam sekejap, sosok Cassian Aurelius Valerian muncul berdiri menyandarkan tubuhnya pada pilar pualam di dekat mereka.

Sang Grand Mage dari Celestia itu tersenyum tipis, memainkan tongkat sihir pendek di jemarinya yang lentik. Rambut perak langsingnya berantakan secara elegan, dan mata emasnya berkilat penuh kejahilan.

"Aduh, aduh, Komandan Lucien," goda Cassian dengan nada suara yang santai dan terkesan malas. "Sejak kapan seorang Komandan Ksatria Suci yang kaku menjadi pengawal pribadi seorang biarawati biasa? Bukankah tugas utamamu adalah menjaga keamanan garis depan Saintess Seraphina?"

Mata merah Lucien berkilat dingin menatap Cassian. "Tugasku mencakup keamanan seluruh area kuil, Archmage. Termasuk melindungi para penghuni kuil dari ganguan sihir yang tidak perlu."

"Oho, apakah itu sindiran untukku?" Cassian tertawa pelan, lalu mengalihkan tatapannya lurus kepada Ophelia. "Biarawati Ophelia, mengabaikan ajakanku kemarin untuk meneliti formasi sihir antik di menara barat adalah hal yang cukup kejam, tahu? Aku menunggumu cukup lama."

Ophelia merasa kepalanya mendadak berdenyut hebat. Ia bisa merasakan aura permusuhan yang samar namun sangat pekat mulai membakar udara di antara Lucien dan Cassian.

Di atas mereka, layar status ilahi kembali berkedip-kedip liar seperti lampu festival yang rusak.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

CRITICAL ALERT: Rivalry Collision Detected!

Entity #1: Lucien Raphael von Astralis

Entity #2: Cassian Aurelius Valerian

Aura Tension Index: 88% (Danger)

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GOD OF WAR: HAHAHA! PERTANDINGAN YANG BAGUS! Pedang melawan Sihir! Biarkan mereka bertarung di sini! Aku bertaruh 100 keping emas untuk Lucien!]

[GODDESS OF BEAUTY: Cassian terlihat jauh lebih mempesona dengan senyuman nakal itu! Tapi kejantanan Lucien juga tidak bisa diabaikan! Ah, aku tidak bisa memilih!]

[GODDESS OF LOVE: TRIANGLE TENSION DI PAGI HARI! INI BENAR-BENAR SURGA! Ophelia, pura-pura pingsan! Pura-pura pingsan sekarang agar kita lihat siapa yang akan menangkapmu duluan!]

[UNKNOWN GOD: ...Stop provoking them.]

Ophelia memejamkan matanya rapat-rapat di balik kain cadar putihnya. Rekomendasi dari Dewi Cinta untuk berpura-pura pingsan adalah hal paling konyol yang tidak akan pernah ia lakukan seumur hidupnya.

"Hamba memohon maaf yang sebesar-besarnya, Archmage Cassian, Komandan Lucien," potong Ophelia dengan intonasi paling formal dan dingin yang bisa ia keluarkan. Ia membungkuk dalam-dalam. "Hamba hanyalah seorang biarawati tingkat rendah yang memiliki banyak tugas kebersihan yang harus diselesaikan pagi ini. Jika Anda berdua tidak memiliki urusan keagamaan dengan hamba, hamba mohon izin untuk mengundurkan diri."

Tanpa menunggu jawaban atau memberi kesempatan bagi kedua pria itu untuk membalas, Ophelia memutar tubuhnya dan melangkah pergi dengan kecepatan yang hampir menyamai lari cepat, meninggalkan sang Komandan Ksatria dan sang Grand Mage yang terpaku menatap punggungnya.

Ophelia terus berjalan cepat menyusuri lorong demi lorong, mengabaikan layar status yang masih terus memuntahkan komentar-komentar absurd dari para dewa di atas kepalanya. Ia menarik cadar putihnya sedikit lebih rapat, mencoba meredam detak jantungnya yang bergemuruh karena panik dan lelah.

"Kenapa semua orang menatapku?" bisik Ophelia lirih pada dirinya sendiri saat akhirnya berhasil bersembunyi di balik pilar besar di taman belakang yang sepi. "Aku hanya ingin hidup tenang sebagai biarawati biasa..."

Namun di dunia yang dipenuhi oleh para dewa yang terlalu terobsesi padanya, keinginan sederhana itu tampaknya menjadi hal yang paling mustahil untuk diwujudkan.

1
Wulan
semangat thor up nya 😌😌
Wulan
kasihan seraphina semoga waktu tau dia bukan saintess dia nga kecewa atau marah sama Ophelia yang adalah saintess sebenarnya 🙂🙂
Wulan
God of fortune yang gila duit tertipu sebesar lima ratus koin emas😆😆
Wulan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗

waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
Wulan
mereka berkomunikasi? ketahuan kh kalau Ophelia bisa liat layar percakapan para dewa?
Wulan
kakak penulis Tampa mengurangi rasa hormat aku mau membagi kan pendapat ku sebagai pembaca setelah membaca 40 eps awal hari ini

cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
Fresh Tea: terima kasih atas saran nya nanti aku perbaiki supaya tidak berbelit-belit 😭🙏 makasih udah baca cerita ku 😭😭
total 1 replies
Wulan
kak ararthor kapan mereka semua tau kalau Ophelia adalah saintess sebenarnya?
semangat thor up nya 🤗🤗🤗
Wulan
dari dulu kan suda berakhir Ophelia 🙂🙂
Wulan
di alam dewa juga ada pasar gelapnya 😭🙏
Wulan
semangat menjalani hidup yang berat kedepan nya Ophelia 😌😌
Wulan
penyelamat datang😆😆
Wulan
tolong berhenti dewi kecantikan kasihan Ophelia 🙂🙂
Fresh Tea: Mereka gak akan berhenti...huhu
total 1 replies
Wulan
kak arthor kenapa nga bongkar aja edintitas Ophelia sebagai saintess kan seru😌😌
Wulan: iya kelihatan jelas bahkan sekedar dekat saja dewa perang langsung mau kirim petir Ilahi 🙂🙂
total 2 replies
Wulan
thor kapan dunia tau Ophelia sebenarnya saintis yang sebenarnya 🙂🙂
Wulan: nga papa aku akan menunggu dengan sabar😌
total 2 replies
Wulan
aku setujuh🙂
Wulan
ini dia penyelamat 😌😌
Wulan
aku bertaruh Adrian yang akan mendapat senyum pertama Ophelia 😆😆
Wulan
sungguh aku mendukung hubungan nya Ophelia dan adrian sekarang 😆😆
Wulan
aku setuju aku akan meningkuti kapal Ophelia dan adrian😆😆
Wulan
aneh banget Nama pasangannya😭😭
Wulan: iya tentu saja tapi aku mendukung pasangan nya Adrian dan Ophelia 😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!