Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wilayah barat yang terancam.
"Jangan kalian cuma memohon ampun saja! Pikirkan jalan keluar untuk masalah ini!" seru Chang-yu.
"Benar sekali, rakyat yang ada di wilayah barat tidak boleh di korbankan. Apalagi saat ini para prajurit kerajaan king terus berupaya untuk menghancurkan perbatasan wilayah barat. jika sampai perbatasan wilayah barat runtuh maka para prajurit kerajaan musuh akan dengan mudah menghancurkan Kerajaan ini." sahut Kaisar Xen-dong.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan, Yang mulia?" tanya menteri Ji-xan.
"Aku memerintahkan para menteri sayap kanan dan sayap kiri mengeluarkan bantuan keuangan untuk rakyat wilayah barat. Aku meminta para menteri sayap kanan dan kiri untuk mengeluarkan gudang perbekalan kalian sebagai bantuan logistik militer ke wilayah Barat." jawab Chang-yu.
seketika para menteri yang ada di aula nampak terdiam, jika mereka membuka gudang pangan mereka itu artinya mereka harus bersiap untuk mengeluarkan uang mereka.
"Bagaimana ini, jika bantuan pangan tidak kita berikan itu artinya kita menentang titah, tapi jika kita membuka gudang pangan maka kita bersiap-siap kehilangan banyak uang." ucap menteri Ji-xan dengan suara yang sedikit pelan.
"Ini namanya maju hancur mundur juga hancur." sahut menteri Liang-ho.
"Siapapun yang menolak perintahku maka aku anggap kalian melawan perintah, jika kalian tidak ingin mengeluarkan kekayaan kalian untuk rakyat.. maka kalian harus bersiap-siap mendapatkan hukuman!" seru Chang-yu yang kemudian meminta para menteri untuk melakukan perintahnya.
Benar saja, para menteri sayap kanan satu persatu maju dan mereka berjanji untuk memberikan bantuan pangan kepada rakyat yang ada di wilayah barat. Sedangkan para menteri sayap kiri mereka saling menatap satu sama lain, Chang-yu nampak tersenyum Dia kemudian menatap Kaisar Xen-dong yang juga ikut terdiam.
"Sebaiknya yang mulia Kaisar memerintahkan para selir untuk menyerahkan sebagian perhiasan mereka, sebagian perhiasan mereka akan dijadikan bantuan kepada rakyat yang ada di wilayah barat." kata Chang-yu.
Kaisar Xen-dong terdiam, dia tidak mengeluarkan suara sama sekali, tapi melihat sorot mata Chang-yu yang begitu tegas itu mau tidak mau sang Kaisar harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Chang-yu.
"Dayang Lin, ambil sebagian perhiasanku untuk dikumpulkan sebagai bantuan logistik para prajurit dan rakyat yang ada di wilayah Barat." perintah Chang-yu.
"Baik yang mulia." jawab dayang Lin.
"Besok pagi semua bantuan harus sudah terkumpul, bagi menteri yang tidak mau mengeluarkan hartanya maka dia akan diasingkan ke wilayah barat tempat pengungsian." ujar Chang-yu.
Raut wajah para menteri langsung pucat pasi, menteri Mang-di dan para menteri saya kanan hanya bisa menahan tawa, para menteri sayap kiri memang terkenal dengan kecurangan mereka dan mereka selalu menolak untuk mengeluarkan harta untuk rakyat.
"Baik yang mulia!" seru para menteri sayap kanan.
Menteri Wang Ji-bai maju. "Hamba akan memberikan bantuan untuk rakyat wilayah barat." ucap menteri Wang Ji-bai, antara ikhlas dan tidak tapi menteri Wang Ji-bai harus melakukan itu memberikan beberapa persen hartanya untuk rakyat. itu artinya dia harus rela mengeluarkan ribuan tael untuk bantuan ke wilayah barat.
"Bagus lah kalau begitu, besok pagi aku ingin semuanya dikumpulkan." perintah Chang-yu yang kemudian pergi dari aula.
Sedangkan sang Kaisar harus memikirkan cara untuk membuat parang selirnya menyerahkan perhiasan-perhiasan Yang dulu sering dia berikan.
Kabar mengenai penyerahan sebagian harta dari para selir membuat para selir yang ada di kerajaan berusaha untuk menyembunyikan perhiasan atau uang mereka. Namun sayangnya Chang-yu memerintahkan para pelayan untuk menggeledah seluruh paviliun para selir.
"Yang mulia, ini tidak boleh terjadi, kenapa perhiasan kami harus diserahkan." selir Xima nampak kesal.
"Tenanglah selir, aku pasti akan memberikannya lagi setelah bencana ini selesai." jawab sang Kaisar.
"Aku tidak mau tahu, aku tidak mau tahu aku tidak mau memberikan hartaku!" teriak selir Xima.
"Jika kamu tidak mau melakukannya maka kamu akan dihukum, Ratu sudah memerintahkan untuk mengambil sebagian harta milik para selir." jawab sang Kaisar.
Beberapa pelayan mengambil sebagian perhiasan milik selir Xima, begitu pula dengan selir Ye-xui, para pelayan sudah mengambil sebagian perhiasannya, namun berbeda dengan para selir yang lain. selir Ye-xui nampak membiarkan para pelayan mengambil hartanya.
"Bagaimana ini, selir?" tanya An-an.
"Tenanglah, biarkan mereka mengambil perhiasan-perhiasan itu, dengan begitu yang mulia Ratu akan memberikan aku muka. dengan begitu aku masih bisa mendapatkan kepercayaannya." jawab selir Ye-xui.
An-an diam dia mengikuti apa yang dikatakan oleh majikannya.
Suara teriakan dan tidak terima para selir ketika perhiasan mereka diambil, suara teriakan itu membuat dayang Lin nampak tersenyum. Chang-yu yang berada di paviliunnya dia menghitung semua barang-barang yang dia miliki, anehnya walaupun dia sebagai Ratu Dia tidak memiliki banyak perhiasan. Karena seluruh perhiasan yang dimiliki oleh Chang-yu sudah diambil oleh para selir Kaisar Xen-dong.
"Bagaimana kondisi yang ada di paviliun para selir, Yura?" tanya Chang-yu sembari menyeruput teh yang baru dituangkan Yura.
"Sangat heboh Ratu, mereka semuanya berteriak tidak terima." jawab Yura.
Chang-yu tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. "Mereka sudah mengambil barang-barang milikku, itu artinya mereka mencari masalah, sekarang mereka harus memberikan barang-barang yang sudah mereka curi dariku." ujar Chang-yu yang kemudian meminta Yura untuk mengumpulkan semua perhiasan-perhiasan itu.
Semua perhiasan-perhiasan itu akan dijadikan uang dan uang itu akan dibelikan bahan kebutuhan rakyat.
"Apa yang akan yang mulia itu lakukan setelah ini?" tanya Yura.
"Kalian harus bersiap-siap ikut denganku ke wilayah barat, Aku akan pergi sendiri ke wilayah itu." jawab Chang-yu.
Yura terkejut. "Tapi yang mulia kenapa harus ke sana? biarkan para menteri dan prajurit yang ke tempat itu." Yura nampak ketakutan.
"Aku tidak percaya dengan mereka, aku tidak akan membiarkan nyawa rakyatku dipertaruhkan." jawab Chang-yu.
Pagi itu semua bantuan keuangan dan perhiasan yang diberikan oleh para menteri dan semua pejabat yang ada di istana dikumpulkan. Chang-yu memerintahkan Jenderal Fu untuk membeli keperluan logistik dan keperluan rakyat yang ada di wilayah Barat. setelah semuanya terkumpul Chang-yu meminta menteri Liang-ho dan menteri Yu-xin ikut rombongan para prajurit Jenderal Fu pergi ke wilayah barat.
"Bagaimana Yang mulia? apakah yang mulia Kaisar akan ikut ke wilayah barat denganku?" tanya Chang-yu.
"Tentu saja aku ikut ke wilayah barat." jawab Kaisar Xen-dong.
Chang-yu menganggukkan kepalanya, dia kemudian memerintahkan persiapan ke wilayah Barat 2 hari lagi. Setelah semuanya sudah selesai Chang-yu beserta rombongan pergi ke wilayah Barat, wilayah yang begitu rawan dengan peperangan, wilayah yang setiap hari diintai oleh kerajaan musuh.
Sebelum fajar pagi itu Chang-yu dan rombongan sudah pergi ke wilayah barat, butuh 2 hari 2 malam untuk sampai ke wilayah itu. Hari itu cuaca sangat tidak bersahabat, salju mulai turun mengiringi perjalanan Chang-yu ke wilayah barat.
"Kenapa tiba-tiba hujan salju turun sangat lebat?" ucap Yura.
"Tenanglah.. semuanya akan baik-baik saja." jawab Chang-yu.
Rombongan kereta kuda berjalan menuju arah wilayah Barat, wilayah yang saat ini tertutup longsor dan tidak bisa dimasuki sama sekali.
*bersambung*