Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

.

Aisyah terdiam dengan tubuh yang seakan membeku. Matanya membelalak tak percaya mendengar tiga kata yang baru saja meluncur dari mulut Raka. “Ayo kita menikah.” Apakah… apakah ini maksudnya dirinya sedang dilamar?

"Menikah?" tanyanya terbata.

"Aku ingin menikah denganmu.” Raka mengangguk mantap. “Sudah lama aku jatuh cinta padamu,” lanjutnya. “Awalnya itu aku kira hanya kekaguman atau ketertarikan biasa. Tapi semakin aku mencoba menyangkal, aku semakin yakin kalau aku benar-benar ingin menghabiskan seumur hidupku denganmu. Maukah kamu menjadi istriku, menemaniku hingga rambut kita sama-sama memutih?”

Aisyah menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Jangan bicara sembarangan seperti itu,” ucapnya seolah baru mendengar sesuatu yang salah. Selama ini, ia juga menyukai Raka. Tapi untuk bisa hidup dengan pria itu, ia sama sekali tak memiliki keberanian untuk berpikir ke arah sana.

"Aku serius, Aisyah." Raka menatap wajah Aisyah mencoba meyakinkan gadis itu.

"Kamu tidak mungkin serius, kan? Kamu keluarga kita sangat berbeda," ucap Aisyah dengan kepala tertunduk. "Aku tidak pantas dengan duniamu."

Raka menggelengkan kepala pelan, lalu menggenggam tangan Aisyah dengan lembut. "Aku tidak sedang mencari seseorang yang cocok dengan keluargaku,” ucapnya. “Aku mencari seseorang yang cocok denganku. Yang mau menemaniku dalam suka maupun duka."

"Tapi keluarga kita berbeda,” sahut Aisyah.

"Aku tidak peduli.” Raka tidak mau menyerah. “Yang aku tahu aku mencintaimu karena kamu adalah dirimu, bukan apa yang ada atau tidak ada pada dirimu," ucapnya tulus.

Aisyah menggigit bibir, menahan air mata yang mulai menggenang. "Bagaimana kalau keluargamu tidak setuju?"

Raka menatap wajah Aisyah lekat. "Aku akan meyakinkan mereka."

"Kalau mereka tetap menolak?"

Raka menatapnya dengan keyakinan yang tak tergoyahkan. "Maka aku tetap akan memilihmu."

Aisyah ingin sekali mempercayainya. Namun pengalaman hidup membuatnya sulit menerima janji semudah itu. Ia tak ingin menjadi alasan Raka berpisah dari keluarganya. Ia tak ingin Raka menyesal di kemudian hari. Maka ia meminta waktu.

Dan Raka tak pernah berhenti membuktikan keseriusannya. Hari demi hari, ia datang ke rumah Aisyah. Bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali. Berbicara dengan orang tua Aisyah dengan sopan dan rendah hati. Membantu ayah Aisyah memperbaiki atap rumah yang bocor. Ikut menyiapkan acara syukuran di lingkungan mereka. Tak pernah sekalipun ia memamerkan hartanya atau meremehkan kehidupan sederhana keluarga Aisyah. Semakin sering ia datang, semakin Aisyah sadar, lelaki ini benar-benar berbeda.

Hingga suatu hari, Raka datang bersama kedua orang tuanya. Ruang tamu rumah kecil itu terasa sempit. Ayah dan ibu Raka duduk berhadapan dengan orang tua Aisyah. Pembicaraan berlangsung lama. Awalnya berjalan baik, namun ketika topik beralih ke pernikahan, wajah ibu Raka berubah tegang.

"Kamu benar-benar yakin dengan pilihanmu, Ka?" tanya ibunya serius.

Raka mengangguk mantap. "Saya yakin, Bu."

"Kamu tidak akan menyesal?" tanya ibunya lagi.

Raka menarik napas sebentar, lalu menatap ibunya dengan tenang namun tegas. "Saya tidak akan mengajak Ibu dan Ayah ke sini kalau saya hanya ingin main-main.”

Aisyah menunduk, air matanya jatuh tanpa izin. Ia tak menyangka Raka akan berani berbicara seperti itu di hadapan orang tuanya sendiri.

Pada akhirnya, keluarga Raka memberi restu. Dan hari itu Aisyah menangis bahagia.

*

*

*

Beberapa bulan kemudian, mereka benar-benar menikah. Saat akad nikah selesai, Raka menggenggam tangan Aisyah erat di atas pelaminan. Menerima jabat tangan dan ucapan selamat dari tamu dan kerabat yang datang.

"Ayo kita mulai semua dari sini," ucap Raka sambil tersenyum lembut.

Aisyah membalas senyum itu dengan mata berkaca-kaca. "Mulai sekarang aku adalah makmum-mu. Tegur aku jika bersalah. Ingatkan aku jika sedang lupa. Tetap genggam tanganku saat aku sedang terlena.”

"Aku berjanji," jawab Raka tanpa ragu. “Genggaman tangan ini tak kan pernah terlepas selamanya.”

Setelah pernikahan, Raka mengajak Aisyah untuk tinggal terpisah dari orang tua. Mereka menempati rumah kontrakan kecil yang nyaris kosong. Hanya ada kasur sederhana, lemari bekas, meja makan yang dibeli seken, dan ruang dapur yang sempit. Namun bagi Aisyah, itu adalah tempat terindah di dunia.

Hari itu mereka menata rumah berdua saja. Tak ada tukang, tak ada pembantu. Mereka sendiri yang mengangkat meja, menyusun piring, menyapu lantai, hingga memasang tirai di kamar. Menjelang sore, keduanya duduk kelelahan di lantai ruang tengah. Aisyah menyandarkan punggungnya ke dinding dengan nafas yang sedikit memburu.

"Capek ya?" tanya Raka pelan kemudian duduk di sampingnya.

"Banget," jawab Aisyah sambil mengusap kening. Tapi sesaat kemudian wanita itu tersenyum lembut. "Tapi aku senang?"

Raka meraih tangan istrinya dan menggenggam tangannya erat. "Aku berjanji hidup kita akan berubah," ucapnya lalu membawa tangan istrinya, mendekatkan ke hidung dan menciumnya mesra.

Wajah Aisyah memerah menerima perlakuan suaminya yang begitu romantis. Dan wanita itu berjanji, akan tetap bersama Raka apa pun yang terjadi dalam hidup mereka.

*

Malam harinya, Raka duduk di lantai menghitung uang yang mereka dapatkan dari sumbangan tamu pernikahan. "Besok kita mulai pikirkan cari usaha," ucapnya pelan.

Aisyah duduk di sampingnya. "Usaha apa? Memangnya uangnya cukup?”

"Usaha apa saja,” jawab Raka sambil menatap Aisyah. “Mungkin warung makan kecil. Yang penting kita ada pemasukan."

Aisyah mengangguk. Dalam hatinya mengagumi sifat suaminya yang seorang pekerja keras, tidak memandang gengsi. Ia yakin suatu saat hidup mereka akan berubah. Tak lagi tinggal di kontrakan sempit.

*

*

*

Keesokan harinya, Raka benar-benar mulai mewujudkan rencana yang mereka bicarakan semalam. Membuka warung kecil di ujung gang tak jauh dari rumah kontrakan. Bangunan yang disewa juga sangat sederhana. Hanya ada satu ruangan kecil dengan meja panjang di depan dan beberapa kursi plastik. Dengan modal seadanya mereka membeli kompor, peralatan masak, meja, kursi, dan bahan makanan secukupnya. Tak ada papan nama besar, hanya tulisan sederhana yang Raka buat sendiri di atas papan kayu.

WARUNG RASYA.

Aisyah berdiri di depan papan itu sambil tersenyum geli. "Kenapa namanya Warung RASYA?"

"Supaya orang tahu di sini ada Raka dan Aisyah," jawab Raka santai.

Wajah Aisyah memerah mendengar kata-kata Raka. Padahal bukan kata rayuan manis atau apa. Hanya sekedar nama mereka yang dijadikan satu. Tapi entah mengapa ia merasa begitu bahagia. Bukankah itu artinya suaminya ingin mereka terikat selamanya?

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!