Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karyawan

"Arka, kamu jadi mau sekolah dimana? Mama udah ambil brosurnya nih," Ariska meletakkan beberapa brosur sekolah PAUD untuk anaknya. Dimulai dari sekolah yang biayanya gratis hingga puluhan juta setiap tahunnya.

"Itu di kampus Candla Wayasa saja, Ma. Bagus sekolahnya, ada banyak julusannya. Alka mau ambil julusan jakalta bogol," ceplos Arka dengan santainya.

"Hei... Bocah cadel..."

"Kamu tuh baru mau masuk PAUD, bukan kuliah. Lagian jurusan Jakarta Bogor itu apa? Dikira kampus ada jurusan kaya bus gitu," seru Nana sambil menggelengkan kepalanya.

Arka mengedikkan bahunya acuh. Bahkan Arka sama sekali tidak menyentuh brosur sekolah PAUD yang diberikan oleh Mamanya. Dia memang belum berniat sekolah, sekali pun diejek oleh tetangganya. Hanya dia yang belum dimasukkan sekolah PAUD. Teman-teman bermainnya sudah semua, tapi Arka tidak iri. Ariska sampai mengibaskan brosur itu di depan Arka agar anaknya tertarik. Namun Arka masih fokus pada layar laptop di depannya.

"Pelcuma Mama kibas-kibas blosul di depan Alka, ndak menalik. Alka sukanya lembalan uang dolal, balu teltalik. Baunya khas sekali, hidung Alka sensitif." ucap Arka meledek Ariska.

"Mata duitan kamu itu, bocah cadel. Onty gemas sekali," Nana rasanya ingin menarik kedua pipi gembul dari Arka.

"Soalnya ada uang, Abang disayang. Kalau ndak ada uang, Abang ditendang. Laki-laki halus ada uang ini, nanti ditendang sama tiga pelempuan di sini." ceplos Arka sambil menatap Nana dengan polos.

Heh...

Ariska dan Nana terkejut mendengar ucapan dari Arka. Sedangkan Nenek Yuli hanya bisa menahan tawanya. Bisa-bisanya Arka berbicara seperti seorang laki-laki dewasa yang kebetulan ada tiga perempuan di hidupnya. Sehingga Arka merasa bertanggungjawab untuk mencari uang dibandingkan harus bersekolah. Apalagi dia tidak mendapatkan kasih sayang dari sosok Ayah. Sehingga dia merasa bahwa sebagai seorang laki-laki harus mencari uang untuk para perempuan di keluarganya.

"Terserah lah, Onty Nana menyerah." ucap Nana sambil mengangkat kedua tangannya.

"Hidup itu ndak boleh menyelah, Onty Nana. Kapan suksesnya kalau begitu?" sindir Arka dengan nada bicara sok dewasa.

Aaaaa...

Cup... Cup... Cup...

"Onty Nana bau wedhus," seru Arka saat pipinya diciumi oleh Nana karena gemas.

Hahaha...

"Rasakan ini, makanya jangan ngeselin." ucap Nana sambil menggelitiki ketiak Arka.

Astaga...

"Jadi gimana, Ariska? Apa kamu masih mau memasukkan Arka ke sekolah?" tanya Nenek Yuli sambil terkekeh pelan melihat wajah frustasi dari Ariska.

Ariska hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu. Dia dan Nana sudah mengajari cara membaca hingga berhitung Arka. Namun menurut Ariska, itu belum cukup. Dia ingin Arka tetap bersekolah agar bisa mendapatkan tambahan ilmu dan teman. Namun melihat respons Arka tentang dia yang belum mau sekolah, Ariska masih mempertimbangkannya lagi.

"Mungkin tahun depan saja, Nek. Lagian lumayan juga kalau Arka di rumah, bisa bantu kerja." ucap Ariska sambil tertawa.

"Baru kali ini, Nenek melihat ada anak usia 3 tahun sudah bisa bekerja. Mana mudah sekali diarahkan lagi," ucap Nenek Yuli sambil menggelengkan kepalanya saat mengetahui kepintaran dari Arka.

"Mama, kemalin ada yang mau daftal kelja di toko tapi Alka lupa belum kasih tahu." ucap Arka tiba-tiba setelah selesai bercanda dengan Nana.

"Siapa?" tanya Ariska dan Nana secara bersamaan.

"Itu lho Tantenya si ompong dua. Sudah Alka intonasi. Alka sih yes," ucap Arka sambil menganggukkan kepalanya seperti tengah menjadi juri ajang pencarian bakat.

Intonasi?

Interogasi, Arka.

Heem...

Ketiga perempuan berbeda usia itu hanya bisa menghela nafasnya sabar. Bisa-bisanya interogasi menjadi intonasi. Ternyata yang mendaftar adalah tetangga mereka. Tantenya gadis cilik yang sama cerewetnya dengan Arka. Beberapa kali dia datang ke sini untuk main, walaupun berakhir mereka nangis karena tidak mau ada yang mengalah.

"Sama saja toh, Mama." ucap Arka membuat mereka hanya bisa sabar.

"Sama. Saking samanya, artinya aja udah beda jauh." sindir Nana yang kesal dengan keponakannya itu.

"Jadi Mama gimana? Setuju ndak?" Arka tak peduli dengan sindiran dari Nana itu. Baginya, sekarang adalah waktunya untuk memastikan tentang karyawan.

"Setuju saja. Nanti biar Mama kasih tahu Tante Lina untuk datang besok pagi," ucap Ariska dengan yakin karena orang yang dimaksud Arka adalah Lina, tetangga mereka.

"Sekalian sama si ompong dua itu diajak, Mama. Suluh kelja juga dia. Enak saja, keljaannya cuma makan dan tidul." ucap Arka membuat Ariska menepuk dahinya pelan.

Cieeee...

Perhatian ya sama si ompong? Sok-sokan suruh kerja, padahal mau ketemu kan? Rindu, kan? Kangen kok gengsi,

Onty Nana...

Hahaha...

***

Seorang pria paruh baya sedang membujuk istrinya agar tidak gegabah mengambil tindakan. Dia adalah Papa Bayu tengah menghadapi istrinya, Mama Anisa Krysandra yang sedang tantrum. Mama Anisa ingin menemui calon menantu sekaligus cucunya. Ya, Papa Bayu adalah orangtua dari Frans. Laki-laki paruh baya itu sebenarnya sudah tahu dimana keberadaan Ariska tiga tahun lalu. Dia sengaja menutup akses Carlo dan anak buah Frans agar tidak bisa menemukan Ariska. Papa Bayu ingin anaknya itu memperbaiki perusahaannya yang sedang goyah terlebih dahulu.

"Mama tuh udah nahan ya selama 3 tahun ini buat nggak bertemu calon menantu dan cucu. Sekarang Papa mau melarang Mama lagi?" seru Mama Anisa dengan tatapan sinisnya.

"Bukan begitu, Ma. Tahu sendiri kalau mata-mata si Frans itu banyak sekali. Papa khawatir kalau Mama dicurigai terus Frans tahu dimana keberadaan Ariska. Padahal kamu tahu sendiri kalau perusahaan lagi carut marut begini," ucap Papa Bayu memberikan penjelasan.

"Ya biarin aja kalau Frans tahu, Pa. Siapa tahu dengan kehadiran Ariska dan Arka, Frans bertambah semangat dan bisa berpikir bagaimana cara memajukan perusahaan." ucap Mama Anisa dengan pemikirannya sendiri.

Halah...

Prettt...

"Yang ada, Frans malah mikirin caranya biar Ariska mau menikah dengannya. Pokoknya nanti dulu aja bertemunya. Kita kan juga nggak tahu bagaimana kondisi mental Ariska selama ini kalau kita tiba-tiba muncul," ucap Papa Bayu kekeh dengan keputusannya.

Walaupun ditemui oleh kedua orangtua Frans, tapi belum tentu Ariska mau bertemu jika mengetahui siapa sosok mereka. Papa Bayu khawatir kalau Ariska ada trauma dengan kejadian waktu itu. Dilihat secara sekilas, Ariska memang baik-baik saja. Namun siapa yang tahu dengan kondisi mentalnya setelah kejadian itu. Apalagi hamil saat kondisi masih kuliah. Mama Anisa menghela nafasnya pelan.

"Kita bisa menyamar, Pa. Kita beli kado buat siapa gitu di tokonya. Peluk Ariska dan Arka kan juga nggak masalah." ucap Mama Anisa dengan tatapan permohonan.

"Mama tuh ngeyel kalau dibilangin. Nanti kalau Frans tahu dimana keberadaan Ariska, tam..."

Apa? Papa dan Mama tahu keberadaan Ariska?

Eh...

1
Daplun Kiwil
🤣🤣🤣🤣,,
tia
Tamba lagi thor updatenya
ririen handayani
😄😄😄😄👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pitnes itu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maksud tuh kata2
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa pula itu darah kuning
E F
tq thor🙏😍
lg ya thor byk2🤭😄💪
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!