Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 Maafkan Saya Aisyah
Ini sudah tidak baik, Kaivan harus mengerti jika apa yang barusan dia katakan mungkin sedikit besar bagi Aisyah.
Kaivan kemudian meletakkan foto itu dengan tetap posisi terbalik di atas nakas yang berada di atas meja.
"Maaf, jika bongkar-bongkar kamar Kakak, tadi hanya mencari charger karena ponsel Aisyah lowbat," ucapnya yang mencari kesibukan sendiri tanpa melihat suaminya.
Kaivan kemudian menghampiri Aisyah dan saat Aisyah berbalik badan suaminya sudah berada di belakangnya, Aisyah menghindar ingin berjalan lewat sebelah kiri tetapi tubuhnya ditahan Kaivan dengan memegang kedua bahwa Aisyah.
"Maafkan saya," ucap Kaivan.
Aisyah mengangkat kepala dan menatap sang suami.
"Maaf untuk apa?" tanyanya memastikan.
"Sikap saya terlalu berlebihan, kita sudah menikah dan tidak seharusnya ada sesuatu hal di kamar ini yang membuat kamu merasa risih, karena kita tidak tinggal di kamar ini dan saya belum sempat untuk menyimpannya ke tempat lain," ucap Kaivan.
"Maksud saya seharusnya tidak disimpan lagi," Kaivan lagi-lagi harus mengubah kalimatnya karena takut menyakiti istrinya.
"Dia mantan kekasih Kakak?" tanya Aisyah justru penasaran, hal ini dulu pernah ingin dia tanyakan tetapi untuk apa membahas masa lalu, tetapi karena ada kesempatan dan juga dia melihat sendiri fotonya walau tidak melihat secara jelas wajahnya.
Dari foto itu terlihat mesra dan bahkan pada saat itu Kaivan juga terlihat tersenyum.
"Aku pernah dengar, Kakak memiliki mantan kekasih yang sulit dilupakan, dan ternyata itu benar sampai-sampai fotonya masih ada di kamar ini," ucap Aisyah.
"Aisyah jangan membahas masa lalu, semua itu hanya masa lalu dan sudah berlalu," ucap Kaivan.
"Kakak mengatakan masa lalu dan sudah berlalu, tetapi buktinya masih tersimpan begitu rapi dan bahkan berniat ingin menyimpannya di tempat lain," ucap Aisyah secara jujur mengungkapkan kecemburuannya.
Bagaimana tidak, saat ini dia sudah menjadi istri, mana mungkin tidak ada wanita yang cemburu di saat suaminya masih menyembuhkan segala sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya.
Kaivan serba salah yang mencoba mengatur nafas.
"Saya salah," ucap Kaivan mungkin yang bisa dia lakukan saat ini adalah meminta maaf.
"Kak, Aisyah tidak tahu bagaimana hubungan Kakak dengan dia, mungkin cukup lama sehingga membuat Kakak sulit untuk melupakannya, banyak kenangan indah, banyak impian yang harus dicapai secara bersamaan, tapi mungkin takdir membuat kalian berpisah atau bagaimanapun, Aisyah tidak tahu tentang hal itu, tetapi Aisyah pikir ketika Kakak memutuskan untuk menikah dengan Aisyah dan artinya Kakak siap untuk memulai hidup baru, bukan untuk coba-coba dan siapa tahu saja dengan menikah akan bisa melupakan," ucap Aisyah.
"Aisyah saya tidak memikirkan hal seperti itu," ucap Kaivan.
"Lalu apa tujuannya lebih buruk dari itu?" tanya Aisyah seketika mampu membuat Kaivan terdiam.
Melihat Aisyah yang mulai merasa tidak nyaman, membuat Kaivan semakin merasa bersalah.
Bagaimana tidak, sudah pasti tujuannya lebih buruk.
"Kak, menurut Aisyah selama ini Aisyah tidak punya salah kepada Kakak sebelum kita menikah. Aisyah setuju menikah karena Aisyah pikir Kakak sangat menyayangi Amira, seorang pria yang menyayangi adik perempuannya, pasti sangat hati-hati untuk wanitanya. Kakak tahu, Aisyah takut menjalani pernikahan karena takut ada kebohongan, takut di khianati," ucap Aisyah.
Perasaan Aisyah bener-bener sensitif, entah mengapa dia juga harus membesarkan masalah ini. Kaivan membiarkan Aisyah mengungkapkan isi hatinya, Kaivan menenangkan dengan membawa Aisyah ke dalam pelukannya.
"Saya paham perasaan kamu, saya tidak akan melakukan itu kepada kamu Aisyah, ini hanya kesalahpahaman, saya tidak seharusnya menyimpan segala sesuatu yang membuat kamu risih, kamu benar, ketika saya sudah menikah dengan kamu dan hatinya saya sudah siap untuk melepaskan segalanya, Aisyah demi Allah kamu tidak pernah menjadi tempat pelarian bagi saya atau hanya coba-coba," ucap Kaivan.
"Dia memang pernah menjadi wanita masa lalu saya, tetapi hubungan itu sudah berakhir, dia sudah pergi untuk selama-lamanya, kami tidak mungkin kembali, dan sudah saatnya saya membuang segala sesuatu berhubungan dengan dia," ucap Kaivan memutuskan.
Aisyah yang berada di dalam pelukan itu lama sekali tidak membalas pelukan suaminya. Kaivan kemudian melepas pelukan itu dan memegang kedua pipi Aisyah, terlihat kedua bola mata itu berkaca-kaca.
Kaivan mencium lembut kening Aisyah.
"Maafkan saya Aisyah," ucap Kaivan.
Aisyah mengangguk-anggukkan kepala, Aisyah merasa semua ini sudah cukup, suaminya sudah jujur padanya, Kaivan kembali memeluknya dan barulah pelukan itu dibalas Aisyah.
******
"Aku tidak mungkin menanyakan kepada Aisyah tentang kecelakaan dia, tetapi kenapa juga kok tiba-tiba penasaran dia dirawat di rumah sakit medical Citra sampai selesai, sepertinya memang iya, buktinya hasil rekam medis yang aku temukan di dalam ruangan itu jelas-jelas tertulis nama Aisyah,"
"Setelah kecelakaan 7 tahun itu, kondisi Aisyah benar-benar parah, aku tidak tahu sama sekali bagaimana kondisinya, bagaimana kalau besok aku melihat hasil rekam medis itu kembali, aku penasaran sebenarnya efek dari kecelakaan dahsyat itu apa dan Aisyah sepertinya tidak mengingat apapun dan tidak tahu apa yang terjadi padanya, karena setahunya dia hanya, hampir satu bulan," Amira justru kepikiran tentang dokumen yang baru saja dia temukan.
Yang membuat Amira penasaran karena terdapat satu nama yang berada di dalam map sahabatnya dan bahkan nama ujung belakangnya sama dengan nama ujung belakang Aisyah.
*****
Kamar Kaivan terasa begitu sepi, dengan keheningan di malam hari dan hanya lampu tidur yang menyala. Kaivan dan Aisyah yang sudah tidur.
Kaivan merasa sedikit tidurnya terganggu dan menoleh ke sebelahnya ketika sang istri berbaring miring dengan memegang erat selimut dan tubuhnya bergetar.
"Aisyah...." Kaivan sedikit memiringkan tubuhnya untuk memastikan kondisi istrinya dengan memegang bahu sang istri.
Aisyah seperti mengerang dan terlihat dahinya berkeringat. Kaivan memegang dahi itu dan ternyata tubuh sang istri terasa begitu panas.
"Aisyah kamu demam?" tanya Kaivan.
"Heh!"
Kaivan mengingat bahwa istrinya makan kepiting terlalu berlebihan dan mungkin ini efek dari hal tersebut.
Kaivan menyibak selimut turun dari ranjang, pindah posisi ke arah sebelah kanan dan duduk di pinggir ranjang di sebelah Aisyah, memastikan kondisi sang istri dengan kembali mengecek dahinya menggunakan punggung tangan dan Aisyah benar-benar panas sekali.
"Aisyah kita ke rumah sakit ya!" Kaivan sangat panik.
"Tidak kak," jawab Aisyah dengan menggelengkan kepalanya.
"Tetapi Aisyah kamu sedang sakit dan ini pasti karena efek kamu makan seafood terlalu banyak, kita harus ke rumah sakit dan siapa tahu alergi kamu semakin parah," ucap Kaivan.
"Aisyah tadi sudah minum obat demam dan obat itu belum bereaksi, Aisyah baik-baik saja," ucapnya.
"Kalau begitu saya akan panggil Amira agar kamu segera diperiksa," ucap Kaivan.
"Jangan Kak. Amira pasti beristirahat," ucap Aisyah.
Lagi-lagi Aisyah menolak yang tidak ingin suaminya melakukan apapun, seperti biasa Aisyah selalu merasa baik-baik saja karena dia pikir dia dokter dan bisa menangani dirimu sendiri, sementara Kaivan hanya orang awam yang pasti khawatir dengan keadaan istrinya.
Meski istrinya menolak untuk dibawa ke rumah sakit, menolak untuk diperiksa Amira, Kaivan mengambil alih sendiri untuk merawat. Kaivan keluar dari kamar menuruni anak tangga dengan langkah yang sangat cepat, mencari baskom kecil di dalam dapur, mencari kain putih dan kemudian kembali ke dalam kamar.
Kaivan membawa kompres untuk meringankan demam istrinya, melakukan hal itu dengan sangat lembut dan sesekali mengecek kondisi sang istri apakah panasnya turun atau tidak. Aisyah hanya diam dan patuh dirawat oleh suaminya.
Kaivan benar-benar menjalankan tugasnya sebagai suami, memberi perhatian, siap siaga pengen duduk di samping istrinya dan kepalanya bersandar di kepala ranjang, sesekali memeriksa hasil kompresannya dan kembali memeras kain tersebut dan mengompres kembali agar panasnya turun, yang terus dia lakukan.
Bersambung......
suaminya loh ....pengantin baru looh