Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Azmira masih mengayuh sepedanya, tangan kirinya menepuk-nepuk uang lima belas ribut tadi, mata anak kecil itu sangat berbinar seolah tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika hari ini ia sangat beruntung mendapatkan pekerjaan dari Ibu Joko.

“Alhamdulillah.”

Ucapan syukur itu berkali-kali keluar dari mulutnya. Mungkin bagi orang lain lima belas ribu bukanlah jumlah yang besar. Namun bagi Mira, uang itu cukup berarti, karena ia tahu sejak kecil hidupnya memang serba terbatas, ibunya hanya berjuang sendirian untuk membesarkannya, maka dari itu ia berusaha sekuat mungkin untuk meringankan beban orang tuanya.

Matahari sudah tidak seterik tadi. Angin sore sesekali menerpa wajahnya, membuat rasa lelah yang sejak siang menempel di tubuhnya sedikit berkurang. Namun sebelum pulang, Mira teringat sesuatu.

Di rumah tidak tidak banyak bahan makanan untuk dimasak. Ia pun membelokkan sepedanya menuju sebuah warung kelontong kecil yang berada tidak jauh dari jalan pulang.

Warung itu milik seorang wanita yang biasa dipanggil warga sebagai Bu Welijo. Mira turun dari sepeda dan menyandarkannya di sisi warung.

“Bu, beli tempe satu.”

“Tempenya yang mana, Mir?”

“Yang itu.”

Bu Welijo mengambil satu potong tempe dan memasukkannya ke dalam plastik kecil.

“Dua ribu.”

Mira mengeluarkan uang dari sakunya. “Terus telur dua, Bu.”

“Dua telur empat ribu.” Mira kembali mengangguk. “Kalau kangkung satu ikat kecil itu berapa.”

“Dua ribu.”

Mira menghitung uangnya sebentar. Dua ribu untuk tempe. Empat ribu untuk telur. Dua ribu lagi untuk kangkung.

Totalnya delapan ribu rupiah. Masih tersisa tujuh ribu, ia menghembuskan napas lega sebelum akhirnya menyerahkan uang belanjaannya itu.

“Ini, Bu.”

Setelah membayar, Mira menerima belanjaannya dengan senyum lebar.

“Terima kasih.”

Ia kemudian kembali menaiki sepedanya. Kali ini kayuhannya terasa lebih ringan. Bukan karena tubuhnya sudah tidak lelah, melainkan karena ia tahu hari ini ia bisa membawa sesuatu untuk ibunya. Tangannya sesekali memegang plastik belanjaan yang tergantung di bagian depan sepeda.

Tempe. Dua butir telur. Seikat kangkung, sangat sederhana sekali tapi bagi Mira, itu sudah cukup untuk membuat hatinya berbunga-bunga, karena malam nanti ia bisa makan dengan layak.

“Nanti Ibu pasti senang,” gumamnya.

Ia membayangkan ibunya memasak telur dengan kangkung yang baru dibelinya. Senyum Mira semakin lebar. Tak lama kemudian, rumah sederhana mereka mulai terlihat dari kejauhan.

Mira mempercepat kayuhannya namun begitu sampai di depan rumah, langkahnya mendadak melambat. Ibunya ternyata sudah pulang. Wanita itu sedang duduk di teras sambil memilah dagangan yang masih tersisa. Beberapa bungkus makanan ringan dan barang dagangan masih memenuhi keranjang.

Mira langsung bisa melihat wajah lelah ibunya. Sepertinya hari ini dagangan ibunya tidak begitu laku. Anak itu turun dari sepeda dan berlari kecil menghampiri.

“Ibu.”

Rina langsung menoleh. “Mira?”

Mira mengangkat plastik belanjaannya dengan wajah berbinar. “Lihat, Mira bawa belanjaan.”

Ibunya menatap plastik tersebut dengan heran. “Beli dari mana?”

“Mira dapat kerjaan.”

Jawabannya membuat sang ibu terdiam. “Kerjaan lagi?”

Mira mengangguk bangga. “Iya. Mira bantu Ibu Joko. Cuci piring sama bantu-bantu di dapur.”

Ibunya menghela napas panjang. “Kamu itu baru pulang sekolah, harusnya kamu main Mir, jangan cari-cari kerjaan seperti itu Ibu masih sanggup biayain Mira," ujar sang Ibu dengan pelan.

“Mira enggak capek kok." jelas anak itu.

Padahal pipinya masih terlihat merah karena kepanasan dan keringat masih menempel di dahinya.

Ibunya tahu anak itu berbohong dalam hati sebenarnya ia ingin menolak pemberian sang anak tapi melihat dagangannya tadi banyak yang tak laku, rasanya juga tidak baik menolaknya. Rina menatap wajah kecil itu penuh dengan dengan haru, ada rasa sesal yang tak bisa diungkap ketika melihat sang anak harus ikut berjuang juga.

'Ya Allah maafkan aku,' ucap Rina dalam hati.

Tapi sebelum sempat menegurnya, Mira sudah membuka plastik belanjaannya. “Ibu lihat ini, ada tempe, telur sama kangkung.”

Sang ibu menatap isi plastik itu cukup lama. “Kamu beli semua ini?”

“Iya.”

“Pakai uang dari mana?”

“Mira dapat uang lima belas ribu.”

Seketika mata Rina berembun, sebagai seorang ibu ia merasa malu tidak bisa menjadi yang terbaik, apa lagi ia tahu sudah beberapa Minggu ini sang anak memakai sepatu yang sudah bolong.

"Nak harusnya uang itu untuk keperluan kamu saja," ucap Rina.

"Gak masalah Ibu, Mira gak butuh apa-apa, yang penting Mira bisa bantu Ibu setiap hari, itu sudah buat Mira senang," ujarnya dengan tulus.

Setelah berucap seperti itu, kemudian Mira mengeluarkan sisa uang dari sakunya. “Masih ada tujuh ribu.”

Ia menyerahkan uang tersebut kepada ibunya. “Ini disimpan.”

Ibunya tidak langsung mengambilnya. "Itu untuk kamu saja Nak, kamu kan udah beli bahan makanan tadi."

“Mira enggak perlu.”

“Buat jajan besok.”

Mira menggeleng. “Besok kan masih bisa cari lagi.”

Kalimat sederhana itu justru membuat mata sang ibu mulai berkaca-kaca. Ia tidak tahu harus bangga atau sedih. Anaknya baru berusia sepuluh tahun. Tetapi cara berpikirnya terkadang jauh lebih dewasa daripada anak-anak seusianya.

“Kenapa Ibu?”

Mira memperhatikan mata ibunya. “Enggak apa-apa.”

Wanita itu buru-buru mengusap sudut matanya.

“Kamu pasti lapar. Masuk sana, mandi.”

Mira mengangguk. Namun sebelum masuk, pandangannya jatuh pada keranjang dagangan ibunya yang masih penuh.

“Ibu hari ini enggak laku?”

Ibunya tersenyum tipis. “Lumayan.”

Mira tahu jawaban itu tidak sepenuhnya benar. Ia kemudian mendekati keranjang tersebut dan mulai membantu merapikan dagangan.

“Kalau begitu besok Mira bantu Ibu jualan.”

“Tidak usah.”

“Tapi—”

“Kamu sekolah.”

Mira terdiam. Ia kemudian tersenyum kecil. “Iya, Bu.”

Untuk sesaat rumah sederhana itu terasa begitu tenang, meskipun dalam keadaan sederhana mereka seolah saling melengkapi. Seorang ibu yang pulang membawa dagangan yang masih tersisa dan seorang anak perempuan kecil yang pulang membawa hasil keringatnya sendiri.

Namun bagi Mira, hari itu adalah hari yang menyenangkan. Sebab untuk pertama kalinya setelah beberapa hari, ia berhasil menyisihkan sedikit uang untuk ditabung.

Ia belum tahu berapa lama uang itu akan terkumpul. Mungkin berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Tapi Mira tidak peduli.

Sedikit demi sedikit, ia percaya suatu hari nanti tabungannya akan cukup untuk membeli sesuatu yang sangat ia inginkan.

Sebuah sepatu baru. Mira tersenyum sendiri sebelum masuk ke dalam rumah. Ia tidak tahu bahwa di balik senyum ibunya, ada kekhawatiran lain yang jauh lebih besar daripada dagangan yang tidak laku hari ini.

Ada masa lalu yang selama ini sengaja disembunyikan dari Mira. Dan semakin besar gadis kecil itu tumbuh, semakin sulit pula rahasia itu untuk disimpan.

Bersambung ...

1
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
Ghiffari Zaka
knp mereka begitu ya??? padahal Allah ngasih kejutan itu sesuatu yg baik buat kita menurut Allah...blm tentu lok laki2 bs memegang perusahaan nnt nya,dah biar aja cewek semoga nnt Mira bs menunjukkan pada dunia lok dia ank yg di tolak dan tak di inginkan justru bs berhasil meraih cita2nta,pasti karma itu ada Bu Rina,percayalah dan ttp kuat dan sabar,hah.....capek dech ngomong panjang lebar gini🤦🤦🤦🤦awas aja km pak Dika,kualat km😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!