Indonesia
NovelToon NovelToon
Salman Prakarsa

Salman Prakarsa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

"Aku lulus, Bu... Karsa juara satu."

Bagi Karsa, selembar kertas kelulusan di tangannya adalah tiket untuk membawa ibunya keluar dari jerat kemiskinan desa. Ia berlari membelah terik siang dengan dada membuncah oleh bahagia, tak sabar ingin memeluk satu-satunya alasan mengapa ia bertahan menghadapi kerasnya hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perhitungan baru

Tettt! Bel tanda istirahat siang pun berbunyi.. Suara nyaring itu seketika menghentikan raungan mesin-mesin di dalam gudang. Para mekanik langsung meletakkan alat kerja mereka, menyeka peluh yang bercucuran, dan mematikan mesin las. Di tengah suasana yang mulai tenang itu, pintu kantor administrasi terbuka. Anita kemudian membagikan makan buat mereka.. Kotak-kotak nasi hangat dia serahkan satu per satu kepada Jono, Agus, dan terakhir kepada Salman yang sedang membersihkan tangannya dari sisa debu besi.

Sambil berdiri di dekat area kerja Hino 500, Anita menatap mekanik barunya dengan pandangan menyelidik dari balik lensa kacamata hitamnya.

"Giman kerja disni," tanya anita pada salman..

Salman hanya tersenyum.. sebuah senyuman sopan khas anak baru yang menghormati atasannya, tanpa menunjukkan rasa canggung sedikit pun meski dia tahu wanita di depannya ini mengawasinya sejak pagi.

Melihat respons tenang Salman, Anita mengangguk puas lalu memberikan instruksi mengenai alur birokrasi logistik bengkel.

"Nanti kalo semisal oxygen atau acitilin habis, kamu tinggal lapor saja pada aku.. Aku ada di sana," jawab anita.. sambil menunjuk ke arah ruang kantor berkaca gelap di sudut workshop.

"Klo untuk part..." tanya salman.. memastikan apakah sistem pengadaan suku cadang di bengkel kota ini sama ringkasnya dengan tabung gas blender potong.

"Sama," tegas Anita. "Kalian disni hanya bertugas memasang/ memperbaiki. Bukan tugas kalian membeli bahan atau part yg kita perlukan..." Penjelasan itu membuat Salman lega, manajemen bengkel ini ternyata sangat profesional, membuat mekanik bisa fokus 100% pada keahlian teknis mereka.

Anita kemudian mengeluarkan sebuah papan jalan kecil berisi catatan unit masuk.

"Lalu untuk hino ini apa saja yg diperlukan," tanya anita sambil sesekali membetulkan kaca matanya.. yang sedikit merosot karena hawa gerah area bengkel.

Salman menengok ke arah truk hijau raksasa di sampingnya, lalu memberikan analisis komprehensif hasil pemeriksaannya sejak jam 8 pagi tadi. "Untuk urusan mesin tak ada masalah. Kelistrikan normal. Kita hanya perbaikan vessel dan pabrikasi spakbor.. Biasanya sih klo mau kuat kita pake baja 3mm lalu di banding sedikit dan kita kasih frame nya,"

kata salman menjelaskan.. Penggunaan teknik tekuk pelat (bending) dan penambahan rangka penguat (frame) adalah solusi terbaik agar spakbor truk tidak mudah patah saat menghantam medan proyek yang ekstrem.

Anita langsung mencatat poin-poin tersebut dengan cepat.

"Ok langsung aku pesan plat besi nya," kata anita.. Dia mengagumi cara berpikir Salman yang solutif dan langsung pada inti masalah.

"Ada yg lain?" tanya anita lagi, memastikan tidak ada material yang terlewat.

Melihat suasana yang mulai mencair, sifat jenaka Salman sedikit muncul untuk mencairkan ketegangan siang yang terik. "Hehe rokok," kata salman.. sambil terkekeh pelan.

Anita spontan menahan senyumnya, menggelengkan kepala melihat keberanian anak baru ini.

"Ok tapi klo itu bukan tanggungan bengkel,"

tangkis Anita tegas namun tanpa nada marah.

"Hehe ia nanti potong gajih," kata salman.. tidak mau kalah banyolan.

"Asal aku pegang nota nya aja..."

Mendengar Salman berani bernegosiasi soal titipan rokok lewat jalur potong gaji resmi, Jono dan Agus yang sedang asyik mengunyah makan siang mereka langsung mendongak dengan mata berbinar. Kesempatan langka ini tidak boleh dilewatkan.

"Eh nitip!" kata agus dan jono.. menyahut kompak dari balik bak truk, memecah tawa kecil di antara mereka berempat di siang hari itu.

Di bawah terik matahari kota besar, Salman Prakarsa tidak hanya berhasil membuktikan kemampuan teknisnya di hari pertama kerja, tetapi juga mulai mendapatkan tempat dan kenyamanan di hati rekan-rekan serta atasannya. Pondasi baru yang dia impikan perlahan-lahan mulai terbangun di sini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!