Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
"Halo, selamat pagi Bunda!" ujar Bayu
"Selamat pagi, Sayang!" Kata Bunda, sambil mempersilahkan Bayu untuk duduk.
"Eh, kemarin kondangan kok pulangnya lama banget."
"Biasalah, Bun." Jawab Bayu tersenyum kikuk.
"Halah, Bunda tahu kamu itu seperti apa. Coba cerita dong!" Pinta Bunda, sambil menarik kursi dan tak sabar mendengarkan cerita dari anaknya itu.
"Setelah kondangan, aku nganterin teman pulang dulu, itu aja kok."Jawab Bayu sambil sibuk mengambil sepiring nasi goreng beserta lauk pauknya.
"Oh, teman. Pasti perempuan ya? Kira kira setelah teman ada hubungan tingkat lanjut nggak?" Kata Bunda, Bayu pun hanya tersenyum
"Kamu mah, gitu. Ayolah, Bay. Teman - teman Bunda sudah punya cucu semua. Carilah calon istri atau kenalin yang kata kamu teman itu, Bunda pengen punya teman healing." Pinta Bunda secara asal tanpa alasan yang kurang jelas menurut Bayu.
"Boleh, tapi tunggu saat yang tepat."
"Tapi secepatnya, yaaa"
"Siap, Bundaaa"
Bayu terus menikmati makanan yang Bunda masakkan, hingga akhirnya dia teringat dengan sesuatu ketika melihat es cendol. Ia pun segera menghabiskan sarapannya dan mengambil handphone. Di lihatnya grup team Vin Books ternyata sepi dan hanya ada satu notif dari Kevin bahwa dia sudah berangkat menuju rumah Bayu. Ingin rasanya dia menelpon Vina tetapi masih ragu, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menelponnya di jalan nanti. Karena khawatir Bunda semakin mengulik hubungan antara dia dan Alina.
Ting
Satu pesan masuk dari Kevin
"Gue udah di depan, nih."
Bayu berpamitan kepada Bunda untuk berangkat kerja, lagi lagi Bunda berpesan untuk tidak melupakan permintaannya. Bayu hanya mengangguk dan tersenyum.
Saat di perjalanan menuju toko Vin Books, Bayu menelpon Alina untuk menanyakan kabar. Namun, tidak ada jawaban. Ia pun mencoba menelpon kembali.
"Halo, assalamu'alaikum"
Deg.
Bayu kaget karena yang menjawab telepon bukan Alina, tetapi Ibu Rani.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Bagaimana dengan keadaan Alina, Bu?"
"Nak, Bayu. Kemarin Ibu melihat Alina....."
"Bu, siapa yang menelpon!" Ujar Alina berusaha tersenyum padahal sangat panik.
Ibu memberikan handphone kepada Alina. Ia pun di cecar oleh Bayu, untuk menjelaskan kejadian semalam yang tidak dia ketahui.
Dengan mata yang berkaca - kaca, Alina menjelaskan, "Ada orang yang memfitnah aku dan ini ada sangkut pautnya dengan kamu." Dari sambungan telepon isak tangis Alina terdengar oleh Bayu, lalu ia berkata, "Oke, cukup. Tolong jangan nangis, aku nggak akan maksa kalau memang hal ini sangat menyakiti perasaan kamu. Hari ini ke Vin Books nggak? mau aku jemput?"
"Nggak usah, nanti insyaallah aku nyusul. kamu duluan aja ya. Assalamu'alaikum"
"wa'alaikumussalam"
Setelah selesai menelpon dengan Bayu, Alina dikejutkan oleh satu notif pesan baru. Seketika ia pun bersiap - siap mengemas beberapa pakaian serta memasukkannya ke dalam tas gendong, walau sebenarnya ada koper, itu semua ia lakukan agar Ibu dan Ayahnya tidak curiga dan mengintrogasi.
Alina berpamitan kepada Ibu dan Ayahnya akan pergi ke Vin Books. Baru saja dia keluar rumah ada Bibi Vina dengan tetangga sedang asyik mengobrol di warung.
"Nah, baru keluar tuh!"
"Semalam saja, muntah muntah Bu, kayaknya sih ada macam - macamnya sama cowok yang semalam!"
Seketika Alina merasa keputusan yang dia buat hari ini tidak salah. Ia berusaha tidak melawan ataupun marah walaupun sebetulnya emosi Vina hari ini sangat menggebu - gebu.
Mobil putih terparkir di depan, menampilkan 2 orang pria yang sangat menawan serta memiliki ciri khas yang berbeda - beda. Bayu si paling suka berkemeja dan Kevin si paling suka berjaket. Bayu menatap ke atas bangunan, terdapat ukiran nama toko Vin Books. "Huft, harapan yang kedua kembali setelah lama hilang." kata Bayu
"Hadeh, udahlah jangan galau terus, masih pagi. Ayo, kita awali dengan semangat pagi ini!" Ujar Kevin. "Iya, iya, si paling bersemangat." kata Kevin.
Kevin berjalan lebih dulu masuk ruang kerjanya sedangkan Bayu menghampiri Fara di tempat kasir.
"Fara, Bu Alina belum datang?" tanya Bayu. "Belum datang, Kak" kata Fara.
"Oh, oke deh. Kakak mau ke ruang kerja dulu ya."
"Okeee...."
Bayu terus menatap ponsel yang ternyata tidak ada notif dari Alina. "Sepertinya masih dalam perjalanan" Gumam Bayu, Ia kembali fokus kepada pekerjaannya dan berharap Alina akan datang hari ini.
Di lain tempat, Alina sedang mengobrol dengan seorang pria di taman. Ia bernama Rafan, sudah lama tidak ketemu tetapi takdir mempertemukan mereka yang menurut Alina ini sangat memalukan.
Flashback On
Alina terus saja menatap foto dengan caption yang sangat menyakiti perasaannya itu. Seketika ia pun menangis dan menutup mukanya dengan selimut. Tidak lama kemudian ada satu notif pesan masuk,
"Besok jam 8 pagi, kita harus ketemu di taman bunga favorit kamu itu. Ada hal penting yang harus kita bicarakan"
Flashback Off
Alina sedang mengamati suasana di taman itu. Ia melihat beberapa tanaman yang baru dan juga tanaman bunga yang sangat lebat.
"Gimana perasaan kamu, apakah sudah jauh lebih baik?" tanya Farhan, yang merupakan teman sekolah Alina dulu.
"Iya, aman. Kok tiba - tiba nanya gitu, emang kenapa?" Tanya Alina, Farhan tampak bingung haruskah ia membahasnya sekarang. "Hey, ada apa?"
"Kejadian yang semalam, aku yakin kamu bukan perempuan seperti yang mereka maksud."
"Terima kasih, kamu tidak sama seperti mereka."
"Tentu saja, kita sudah berteman sejak lama, aku cukup mengenal kamu."
"Hari ini aku akan mencari kontrakan, mungkin untuk sementara waktu saja, aku ingin mencari lingkungan baru yang kondusif dan jauh dari gosip tetangga. Tolong kamu bantu aku ya, Han."
"Siap, kebetulan kemarin aku mampir ke kontrakan temen, katanya sih masih ada 1 kamar kontrakan yang kosong. Mau coba lihat ke sana dulu?
"Boleh, gimana kalau kita ke sana sekarang?"
"Let's go !" Ujar Farhan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, Alina tak kunjung datang ke toko Vin Books. Acha yang sedang sibuk dengan laptopnya pun di kejutkan oleh Bayu yang tiba - tiba ada di hadapannya.
"Astaghfirullah, Bayu!" Ujar Acha sambil memegang dadanya yang sangat berdegup kencang karena kaget. "Lo apa - apaan sih, Bay?" kata Kevin sedikit menahan tawanya. Lalu memberikan segelas air minum kepada Acha dan ia pun menerimanya.
"Eh, maaf. Nggak bermaksud untuk ngagetin, Acha nya aja yang terlalu fokus sama laptop. Cuma mau nanya aja Cha, kok Alina belum datang ya?"
"Iya, kan memang jarang ke sini Bu bos kita mah. Paling cuma seminggu sekali aja, Bay."
"Gue tau, tapi dia udah bilang bakal datang hari ini."
"Cieee.... Janjian nih!" Ujar Kevin dan Acha serempak, lalu mereka tertawa sedangkan Bayu mendengus kesal.
"Huft, astaghfirullah."
Bayu pergi meninggalkan Kevin dan Acha ke depan toko, untuk memastikan apakah Alina sudah berada di sana bersama Fara. Ternyata, hanya ada Fara saja. Akhirnya, Bayu memutuskan untuk kembali ke ruang kerja, baru beberapa langkah Bayu mendapatkan satu notif pesan dari Alina.
Bu Bos
Maaf, aku nggak jadi ke sana. Ada hal lain yang harus di selesaikan.