Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Langit malam di atas kawasan pusat bisnis Jakarta kembali dihiasi oleh ribuan bintang yang berpendar terang, seolah merayakan ketenangan yang baru saja pulih setelah badai intrik korporat mengguncang Ar-Rasyid Group beberapa hari terakhir. Di lantai 50 penthouse utama, lampu-lampu kota memantul indah di atas lantai marmer hitam, menciptakan suasana yang hangat, intim, dan jauh dari hiruk-pikuk dunia luar.

Keisha Azalea Pramesti duduk bersila di atas karpet beludru tebal di dekat jendela kaca raksasa. Di hadapannya terbentang lembaran sketsa desain busana terbaru yang sedang ia kembangkan untuk koleksi musim gugur Azalea Label. Keberhasilan membersihkan nama butiknya sekaligus membongkar konspirasi busuk Damian di hadapan dewan direksi keluarga besar membuat pesanan dan apresiasi dari berbagai majalah fesyen ternama berdatangan tanpa henti.

Suara langkah kaki yang mantap mendekat dari arah koridor. Alexander Ar-Rasyid melangkah masuk dengan penampilan yang jauh lebih santai dari biasanya. Jas kerjanya telah dilepas, kemeja putihnya dibiarkan terbuka dua kancing di bagian atas, dan lengan kemejanya digulung rapi hingga sebatas siku. Di tangan kanannya, ia membawa dua cangkir teh chamomile hangat yang mengepulkan aroma menenangkan.

Alex berlutut pelan di samping Keisha, lalu menyodorkan salah satu cangkir tersebut kepada istrinya.

"Kau masih bekerja selarut ini, Nyonya Ar-Rasyid?" tanya Alex dengan suara bariton yang lembut, senyuman tipis menghiasi bibirnya yang tegas. "Kudengar dari Siska, butikmu kewalahan menerima pesanan pasca-skandal kemarin. Kau tidak berniat mengambil libur barang sehari saja?"

Keisha menerima cangkir teh itu, lalu menoleh untuk menatap suaminya. Ia menyesap teh hangat tersebut sebelum menjawab dengan nada bercanda yang ringan. "Libur? Bagaimana aku bisa tidur nyenyak jika inspirasi desain ini terus berputar di kepalaku, Tuan CEO? Lagipula, aku tidak ingin mengecewakan para pelanggan setia yang sudah membela butikku saat berita miring itu menyebar."

Alex tersenyum kecil. Ia meletakkan cangkirnya di atas lantai, lalu mengulurkan tangan untuk merapikan beberapa helai rambut cokelat Keisha yang menutupi wajah wanita itu, menyelipkannya dengan lembut ke belakang daun telinga. Sentuhan itu begitu hangat, sarat akan rasa kagum dan kasih sayang yang tumbuh tanpa paksaan di antara mereka.

"Kau tahu..." bisik Alex pelan, tatapannya terkunci lekat pada manik mata cokelat Keisha. "Dulu, aku mengira pernikahan kontrak ini hanyalah sebuah langkah strategis untuk meredam tuntutan dewan direksi dan mengamankan posisiku. Aku tidak pernah membayangkan bahwa wanita yang kubawa masuk ke dalam hidupku justru akan menjadi penyelamat imperium keluargaku."

Keisha merasakan debar jantungnya menghangat. Ia meletakkan cangkirnya, lalu menempatkan kedua tangannya di atas dada bidang Alex, merasakan detak jantung pria itu yang berdetak teratur di balik kemejanya.

"Kita saling melengkapi, Alexander," balas Keisha tulus. "Kau adalah perisai yang melindungiku dari caci maki dunia luar, dan aku adalah strategi yang membantumu melihat kebenaran di balik topeng para pengkhianat keluarga."

Alex tidak membuang waktu lagi. Ia menarik pinggang Keisha mendekat, lalu mendaratkan bibirnya di atas bibir wanita itu dalam sebuah ciuman yang lembut, penuh rasa syukur, dan penegasan bahwa ikatan di antara mereka kini telah melebihi batas perjanjian hukum apa pun. Ciuman itu berlangsung lama di tengah temaram cahaya lampu kota Jakarta, menjadi saksi bisu dari awal babak baru kehidupan pernikahan mereka yang sesungguhnya—tanpa topeng, tanpa sandiwara, dan penuh cinta yang tulus.

Keesokan paginya, matahari pagi bersinar cerah menyinari gedung Ar-Rasyid Tower yang berdiri megah di jantung kota. Suasana di lantai eksekutif terasa jauh lebih dinamis dan penuh energi positif dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Di ruang kerjanya yang luas, Alex duduk di balik meja besar sambil meninjau laporan keuangan triwulan terbaru yang menunjukkan peningkatan signifikan pasca-bersih-bersih internal perusahaan. Kursi kepemimpinannya kini benar-benar aman dari segala ancaman kudeta, dan nama besar Ar-Rasyid Group kembali mendominasi pasar investasi nasional maupun regional.

Pintu ruang kerja diketuk dua kali sebelum sekretaris pribadi Alex melangkah masuk dengan membawakan sebuah undangan berbalut amplop bertekstur emas.

"Tuan Alexander, ada undangan resmi dari asosiasi desainer nasional untuk acara Gala Fesyen Tahunan akhir bulan ini," lapor sang sekretaris dengan sopan. "Dan mereka secara khusus meminta agar Azalea Label dan Ar-Rasyid Group hadir sebagai tamu kehormatan utama."

Alex melirik amplop undangan tersebut, lalu seulas senyuman penuh kebanggaan terukir di bibirnya. Ia tahu betapa kerja keras dan air mata yang dicurahkan Keisha untuk membangun butiknya sendiri hingga mencapai titik gemilang ini.

"Terima kasih. Simpan di meja saya, saya akan membicarakannya dengan istri saya nanti malam," balas Alex tegas.

Setelah sang sekretaris keluar, Alex berdiri dan berjalan menuju dinding kaca besar yang menghadap langsung ke jalan raya ibu kota. Ia meraih ponsel pintarnya, lalu mengirimkan sebuah pesan singkat kepada wanita yang telah mengubah jalan hidupnya secara total:

Nyonya Ar-Rasyid, malam ini kita makan malam di luar. Rayakan kemenanganmu. Aku akan menjemputmu di butik jam tujuh tepat.

Tidak butuh waktu lama bagi ponsel Alex untuk bergetar menandakan balasan masuk. Sebuah emoji senyum manis disertai balasan singkat terpampang di layar:

Baiklah, Tuan CEO. Aku akan menunggu suamiku menjemput.

Alex tertawa kecil membaca balasan itu. Badai intrik keluarga telah berlalu, musuh-musuh dalam bayangan telah tersingkir, dan di ujung perjalanan panjang penuh liku tersebut, mereka telah menemukan pelabuhan terakhir yang paling sempurna di dalam dekapan satu sama lain.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!