Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Penolakan Tanpa Ampun

Matahari pagi menyengat megahnya Menara Adhitama. Di lantai dasar gedung pencakar langit itu, Danang berdiri dengan kemeja sutra terbaiknya, memegang map kulit tebal berisi proposal proyek kelautan yang sudah dirancangnya semalam suntuk. Di sampingnya, Siska tampak cemas dengan wajah pucat, lingkaran hitam membayang di bawah matanya karena tidak bisa tidur memikirkan tatapan mata CEO semalam.

​"Nang, bagaimana kalau kita pulang saja? Perasaanku benar-benar tidak enak," bisik Siska lirih sembari meremas tali tas mewahnya.

​"Kamu ini kenapa sih, Sis? Penakut sekali!" desis Danang kesal. "Ini kesempatan terakhir kita. Ayahku sudah jaminan aset rumah buat modal awal proyek ini. Kalau Adhitama mau investasi sepuluh persen saja, seluruh bank bakal langsung buka kran pinjaman lagi!"

​Danang merapikan dasinya, melangkah mantap menuju meja resepsionis khusus lantai eksekutif.

"Selamat pagi. Saya Danang, Direktur Utama Pratama Karya. Saya sudah ada janji untuk menyerahkan proposal investasi langsung kepada Tuan Muda Rendy Adhitama."

​Resepsionis cantik itu tersenyum sopan.

"Silakan tunggu sebentar, Tuan Danang. Sekretaris Utama sedang menuju ke mari."

​Hanya dalam hitungan menit, Pak Irwan melangkah keluar dari lift khusus. Penampilannya yang sangat rapi dan wibawanya yang dingin membuat Danang langsung membungkuk hormat.

​"Selamat pagi, Pak Irwan! Saya Danang. Ini proposal investasi yang saya ceritakan malam kemarin di pesta," ujar Danang antusias, menyodorkan map kulitnya dengan kedua tangan.

"Proyek ini dijamin memberi keuntungan lima puluh persen dalam tahun pertama!"

​Pak Irwan menerima map tersebut, namun ia sama sekali tidak membukanya. Pria paruh baya itu hanya menatap Danang dengan pandangan datar tanpa ekspresi.

​"Tuan Danang," suara Pak Irwan terdengar tenang namun bergema tegas di lobi yang hening. "Tuan Muda sudah membaca ringkasan profil perusahaan Anda tadi pagi."

​Mata Danang berbinar bahagia. "Benarkah?! Lalu bagaimana tanggapan Tuan Muda? Beliau tertarik, kan?"

​Pak Irwan tidak menjawab dengan kata-kata. Sebaliknya, ia melangkah menuju meja sekretaris di dekatnya, mengambil sebuah cangkir berisi kopi hitam panas yang baru saja diseduh, lalu berjalan kembali berdiri di depan Danang.

​Tanpa peringatan, Pak Irwan membalikkan cangkir kopi itu tepat di atas map kulit tebal milik Danang.

​Srrrtt!

​Cairan hitam pekat yang panas itu mengguyur berkas-berkas dokumen mahal milik Danang, merembes hingga mengotori ujung sepatu kulit buatan Italia yang dikenakan pria itu.

​"A-Apa-apaan ini?!" teriak Danang histeris, melompat mundur kaget. "Pak Irwan! Kamu gila ya?! Itu proposal bernilai ratusan miliar! Kenapa kamu siram kopi?!"

​Siska menjerit pelan, menutupi mulutnya dengan kedua tangan karena terkejut.

​Pak Irwan meletakkan cangkir kosong itu ke atas meja dengan ketenangan yang mengerikan. Ia menyapu pandangannya ke sepatu Danang yang ternoda kopi hitam, persis seperti kondisi sepatu Rendy yang ternoda anggur merah dua hari lalu.

​"Tuan Muda menitipkan pesan singkat untuk Anda, Tuan Danang," ucap Pak Irwan datar. "Beliau bilang: Proposal sampah dari pria arogan tidak layak dibaca, hanya layak disiram."

​Wajah Danang merah padam karena malu dan murka. Beberapa tamu dan karyawan di lobi mulai menoleh dan berbisik-bisik.

​"Kurang ajar! Siapa CEO baru itu sebenarnya?! Berani-beraninya dia mempermalukan aku seperti ini!" bentak Danang penuh emosi, melupakan kesopanannya.

"Panggil CEO kamu keluar! Aku mau tatap muka langsung sama dia!"

​Pak Irwan menatap Danang dingin.

"Jika Anda tidak segera pergi dari gedung ini dalam waktu sepuluh detik, petugas keamanan kami akan menyeret Anda keluar seperti sampah. Dan percaya saya, Tuan Danang... ini baru permulaan."

​"Kamu—"

​"Danang, sudah! Ayo kita pergi!" Siska menahan lengan Danang dengan tubuh gemetar hebat. Firasat buruk yang menghantuinya sejak semalam kini terasa semakin nyata dan mengerikan.

​Danang mengepalkan tangannya hingga berdarah terkena kuku jarinya sendiri. Ia menyambar proposalnya yang sudah basah kuyup dan rusak, lalu melangkah pergi melintasi lobi dengan amarah yang membakar dada.

​Di lantai 50, dari balik kaca transparan ber-tinted gelap yang mengarah langsung ke lobi lantai dasar, Rendy berdiri bersedekap dada. Ia menyesap teh hangatnya perlahan, menyaksikan sosok Danang dan Siska yang berjalan pergi dengan kekalahan pertama mereka.

​"Satu langkah pertama sudah selesai," bisik Rendy dingin. "Sekarang saatnya meruntuhkan seluruh fondasi yang membuat kalian merasa begitu tinggi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!