Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: MALAM PERJAMUAN TINGKAT PROVINSI

Ruang aula utama Hotel Imperial Mulia malam itu bertabur cahaya lampu kristal raksasa yang amat megah.

Perjamuan Elit Tingkat Provinsi resmi digelar, menghadiri ratusan pebisnis papan atas, pejabat penting, hingga keluarga bangsawan kuno.

Mobil-mobil mewah edisi terbatas berbaris rapi di pelataran parkir khusus VIP.

Alya melangkah masuk ke dalam aula dengan gaun malam warna hitam elegan yang sangat anggun.

Di lehernya, Kalung Mata Naga senilai 50 Miliar berkilau indah di bawah sorotan lampu.

Sebagai direktur baru perusahaan keluarga Pramudya yang memegang proyek 10 Miliar, hadirnya Alya langsung mencuri perhatian banyak pasang mata.

'Waduh... ramainya luar biasa, aku jadi deg-degan banget,' batin Alya cemas sambil memegangi tas kecilnya.

"Kamu tenang aja, Alya. Kamu pantas ada di sini," bisik Reno lembut dari sampingnya.

Reno tampil sangat berwibawa dengan jas hitam buatan penjahit kerajaan yang dipesan khusus oleh Bagas.

Alya tersenyum tipis, mengangguk pelan saat tangannya digenggam hangat oleh Reno.

"Terima kasih ya, Reno. Kalau bukan karena kamu, aku nggak mungkin sampai di titik ini," ucap Alya tulus.

Dari kejauhan, Bagas berdiri di antara deretan pengawal tingkat tinggi, mengawasi setiap sudut ruangan dengan mata tajam.

Tiba-tiba, suasana di sekitar area minuman mendadak riuh rendah.

Para pengusaha kelas atas sibuk membungkukkan badan penuh hormat pada seorang pemuda yang baru saja melangkah masuk.

Pemuda itu mengenakan setelan jas kustom warna merah gelap dengan bros emas berbentuk pedang bersilang di dadanya.

Dia adalah Zhao Tian, Tuan Muda dari Klan Senjata Kuno Provinsi—Klan Zhao yang terkenal menguasai dunia kultivasi dan bisnis persenjataan.

Wajahnya tampan tapi dipenuhi aura kesombongan yang luar biasa tinggi.

"Selamat datang, Tuan Muda Zhao!" sapa seorang pebisnis tua sambil membungkuk dalam-dalam.

Zhao Tian hanya mengangguk malas tanpa memandang pebisnis itu.

Pandangan mata Zhao Tian mendadak terkunci saat melihat sosok Alya yang berdiri di dekat meja prasmanan.

Kecantikan alami Alya dan kemewahan Kalung Mata Naga di lehernya langsung memikat perhatian Zhao Tian seketika.

'Bidadari dari mana ini?! Cantik banget, bening tanpa celah!' batin Zhao Tian menyeringai nakal.

Zhao Tian melangkah percaya diri mendekati tempat Alya berdiri.

"Halo, Nona Cantik. Cewek secantik kamu kok sendirian aja di tempat megah gini?" goda Zhao Tian dengan nada memikat yang sok akrab.

Alya terperanjat, melangkah mundur satu langkah dengan cemas.

"Maaf, Tuan... saya datang sama suami saya," jawab Alya sopan sambil celingukan mencari keberadaan Reno.

Zhao Tian tertawa meremehkan, tidak mengindahkan sama sekali perkataan Alya.

"Suami? Hahaha! Di kota provinsi ini, nggak ada laki-laki yang lebih kaya dan berkuasa daripada gue dari Klan Zhao!" seru Zhao Tian arogan.

Zhao Tian sengaja memajukan tangannya, hendak membelai dagu Alya di depan umum.

"Ikut gue minum di meja VIP yuk. Bisnis kamu pasti langsung meroket tajam," tambah Zhao Tian sambil tersenyum licik.

"Jangan sentuh dia," ucap sebuah suara dingin melayang dari balik punggung Zhao Tian.

Brakkk!

Reno mencengkeram pergelangan tangan Zhao Tian sebelum jari-jarinya sempat menyentuh wajah Alya.

Cengkeraman Reno begitu kuat bagaikan jepitan besi panas.

"A-Aduh! Sialan! Siapa lu berani pegang tangan gue?!" bentak Zhao Tian kaget campur murka.

Zhao Tian berusaha menarik tangannya, tapi pergelangan tangannya tidak bergeming sedikit pun.

Deggg...!

Zhao Tian merasakan tekanan dingin yang aneh memancar dari telapak tangan Reno.

'Lah?! Kok tenaga nih orang kenceng banget?!' batin Zhao Tian terkejut setengah mati.

Alya langsung bersembunyi di belakang punggung Reno dengan napas lega.

"Reno!" panggil Alya pelan.

"Nggak apa-apa, Alya. Nggak ada yang boleh nindas kamu," pukas Reno tenang.

Reno mendorong tangan Zhao Tian hingga pemuda arogan itu mundur dua langkah.

Zhao Tian mengelus pergelangan tangannya yang memerah, matanya berkilat penuh dendam kesumat.

Beberapa pengawal pribadi Klan Zhao berbadan tegap langsung pasang badan di sekitar Zhao Tian.

Para tamu undangan perjamuan mulai berbisik-bisik ketakutan melihat keributan tersebut.

"Gila! Pria itu berani nyari masalah sama Tuan Muda dari Klan Zhao?!" bisik seorang pengusaha kaya dengan wajah pucat.

"Klan Zhao kan penguasa ilmu bela diri kultivasi terbesar di provinsi ini!" timpal tamu lainnya ketakutan.

Zhao Tian membusungkan dadanya, menunjuk muka Reno dengan senyum meremehkan.

"Gue tahu lu penguasa baru bisnis di kota kecil ini lewat kekuatan uang dan koneksi mafia," cibir Zhao Tian penuh nada hinaan.

"Tapi lu harus ingat satu hal, Pemuda Miskin!" bentak Zhao Tian dengan mata melotot tajam.

Tekanan aura Qi tipis memancar keluar dari tubuh Zhao Tian, membuat gelas-gelas kaca di meja bergetar halus.

Reno hanya bersedekap dada dengan wajah datar tanpa sedikit pun rasa gentar.

"Kekuasaan uangmu tidak berlaku di hadapan praktisi ilmu bela diri kultivasi sejati Klan Zhao!" tegas Zhao Tian menantang Reno secara terbuka di hadapan seluruh elit provinsi.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!