Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:55.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Ulang Tahun Galang 08.

Malam itu, Grand Ballroom Hotel Lumina bersinar layaknya hamparan berlian.

Kristal gantung raksasa memantulkan cahaya keemasan ke setiap sudut ruangan, menyinari ratusan remaja modis berseragam kasual mewah. Musik bas berdentum, menggetarkan dinding kaca tempat para pewaris takhta sekolah berkumpul.

Hari ini adalah hari ulang tahun Galang. Pesta ulang tahun ke-17 yang megah, tertutup, dan hanya dihadiri oleh lingkaran elite SMA Wijaya.

Di luar gerbang kaca hotel, berdiri seorang gadis dengan napas terengah-engah. Livy. Gaun satin merah mudanya tampak terlalu mencolok dan murah di antara kemewahan ini. Rambutnya sedikit acak-acakan karena ia memilih berlari dari halte bus demi menghemat waktu. Tangannya mendekap erat sebuah kotak kado kecil berwarna biru laut. Di dalamnya ada sebuah syal rajut berwarna abu-abu gelap, hasil kerja kerasnya selama satu minggu penuh. Jari-jarinya bahkan sempat terluka dan kapalan demi menyelesaikan rajutan yang rapi dan indah itu.

Livy tidak punya undangan. Di daftar tamu digital penjaga pintu, nama Olivia Renata Adhitama jelas tidak ada. Namun, bagi seorang cegil—seperti Livy, kata tidak hanyalah sebuah tantangan, bukan penghalang.

Saat penjaga pintu lengah karena menyambut rombongan selebgram sekolah, Livy merunduk. Ia menyelinap cepat di balik dekorasi bunga mawar putih yang menjulang tinggi. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut tertangkap sekuriti, melainkan karena ia bisa melihat siluet cowok itu dari kejauhan.

Galang.

Cowok itu berdiri di tengah panggung kecil, mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing teratas terbuka. Tampan, dingin, dan tidak tersentuh. Senyumnya tipis, tipe senyum formal yang biasa ia berikan pada relasi bisnis ayahnya.

Livy menarik napas dalam-dalam. Ia mengabaikan tatapan sinis dan bisik-bisik tetangga dari para siswi yang menyadari kehadirannya. "Eh, itu si cewek gila, kan? Ngapain dia di sini?" bisik salah satu siswi bertubuh jangkung.

Livy tidak peduli. Dunianya saat ini hanya berpusat pada Galang.

Dengan langkah mantap yang dipaksakan, Livy berjalan membelah kerumunan. Langkahnya berhenti tepat tiga langkah di depan Galang. Musik seolah meredup di telinga Livy saat mata elang Galang beralih menatapnya. Tatapan Galang langsung berubah, dingin dan penuh kilat kejengkelan.

"Galang! Happy birthday!" seru Livy dengan suara terlampau ceria, menyembunyikan rasa gugup yang mematikan.

Teman-teman di sekitar Galang langsung terdiam. Beberapa dari mereka menahan tawa, siap menyaksikan tontonan gratis.

"Siapa yang ngundang kamu?" suara Galang rendah, tajam, dan sarat akan ancaman.

Livy tersenyum lebar, mengabaikan nada ketus itu. Ia menyodorkan kotak biru di tangannya. "Enggak ada yang ngundang, sih. Tapi masa saya enggak datang di hari spesial kamu? Ini, saya punya kado buat kamu. Saya rajut sendiri tiap malam sampai begadang. Bagus banget, Lang. Warnanya pas buat kulit kamu."

Galang menatap kotak itu, lalu menatap wajah Livy yang penuh harap. Matanya yang bulat berbinar tanpa rasa bersalah, tipikal Livy yang selalu mengejarnya layaknya benalu. Galang menghela napas berat, merasa harga dirinya terusik di depan ratusan tamu undangan.

"Saya enggak butuh barang sampah kayak gini," kata Galang dingin.

"Ini bukan sampah, Galang! Ini syal. Hangat banget, rajutannya tebal. Coba kamu lihat dulu," bujuk Livy, maju satu langkah, memaksa kotak itu masuk ke dalam genggaman tangan Galang.

Galang akhirnya menerima kotak itu. Livy langsung tersenyum puas, merasa usahanya membuahkan hasil. Ia mengira sifat keras kepala dan cintanya yang ugal-ugalan telah berhasil melunakkan hati sang pangeran sekolah.

Namun, senyum Livy membeku.

Galang tidak membuka kotak itu dengan hati-hati. Tanpa mengalihkan pandangan matanya yang sedingin es dari mata Livy, tangan kanan Galang bergerak ke samping.

Tepat di sebelah panggung, terdapat sebuah tong sampah berbahan stainless steel setinggi pinggang.

Plung.

Galang menjatuhkan kotak berisi syal rajutan tangan itu ke dalam tong sampah. Begitu saja. Tanpa keraguan. Kotak itu mendarat di atas tumpukan sisa kue tart dan tisu kotor.

"Sekarang, keluar dari pesta saya," ucap Galang, suaranya tenang namun menusuk tepat di jantung.

Keheningan melanda area sekitar panggung. Detik berikutnya, suara bisikan dan tawa tertahan mulai terdengar dari sudut-sudut ruangan.

Livy terpaku. Dadanya terasa sesak, napasnya tertahan di tenggorokan. Jari-jarinya yang sempat terluka karena jarum rajut mendadak terasa perih kembali.

Orang normal akan menangis dan berlari keluar karena malu. Tapi Livy bukan cewek normal.

Livy memejamkan mata sejenak, menelan bulat-bulat rasa hancur di hatinya. Saat ia membuka mata, senyumnya kembali merekah, meski matanya berkaca-kaca. Ia menatap Galang dengan tatapan yang justru makin intens dan terobsesi.

"Enggak apa-apa kalau sekarang dibuang, Galang," kata Livy, suaranya bergetar namun penuh penekanan. "Besok, saya bakal rajut yang baru lagi. Warna merah, biar kamu tahu kalau cinta saya ke kamu itu enggak bakal pernah habis, segimana pun kamu buang saya."

Galang tertegun sejenak, tidak percaya dengan urat malu Livy yang tampaknya sudah putus. Sebelum Galang memanggil sekuriti, Livy berbalik dan berjalan mundur sambil melambaikan tangan dengan senyum paling manis yang ia miliki.

"Dah, Galang! Selamat ulang tahun ke-17! Besok kita ketemu di kelas, ya!" seru Livy lantang, meninggalkan ballroom dengan kepala tegak, meninggalkan Galang yang mengepalkan tangan menahan amarah karena sadar, cewek gila itu tidak akan pernah bisa ia usir dari hidupnya.

......................

...****************...

To be continue,

1
Syifa Azhar
Karin siapa nih?? kok tiba-tiba muncul nama beda typo kah😂
kadang temen nya livy juga sering ganti nama dari fanya jadi lazma😂😂
Rofiwan: karin tokoh sampingan baru yang muncul sesaat kak, circle livy ada 3 kak. Fanya, Lazma dengan Mayang.
total 1 replies
memei
saya saya kurang enak bgt di bacanya
memei
kata saya saya saya ,gak enak banget di bacanya
Rofiwan: iya maaf kak, kalau kurang enak dibaca🙏 di bab pertengahan cerita sudah jadi bahan evaluasi dan panggilan saya kamu udah diganti.
total 1 replies
memei
sebenarnya pasti banyak cowok yg iri PNGN jadi Galang yg di cintai cewek secara ugal ugalan
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
HO OH! kek begituu jadi cewekk, laki-laki nggak cuma dia piwisss
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ulalala....
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ya jujurr aja, kalau gue jadi Galang juga gue risih bjirr.
Syifa Azhar
sering typo kadang kelas XII kadang kelas 9🙄
Rofiwan: aku nulisnya tengah malam kak🤣
total 1 replies
Syifa Azhar
kalau sudah tiada baru terasa 💃💃
Syifa Azhar
ini kan yang kamu harapkan terus kenapa harus merasa aneh Galang?
Syifa Azhar
good jadi wanita kudu harga diri👍👍👍
Syifa Azhar
nah gitu dong,👍👍
berdirilah dimana kamu dihargai💪
Syifa Azhar
jika tidak di harapkan jangan datang💪
Syifa Azhar
jangan jatuhkan harga dirimu sedemikian rupa Ivy,cinta boleh bodoh jangan😂
Syifa Azhar
peduli boleh tapi gak gitu juga vy🙄
Syifa Azhar
gimana Galang gak ilfil sama kamu Ivy,kalau sikapmu seperti emang bener Galang bilang kamu cewek psikopat 😬
Syifa Azhar
siapa lagi Rangga???salah nama apa ceritain pemeran baru?
Syifa Azhar
susah memang kalau berurusah sama orang yang sudah kategori "obsesi jiwa"😂
Syifa Azhar
ceritanya menarik,cuma terlalu formal untuk bahasa sehari-hari dilingkungan sekolah, kata-kata saya bisa di ubah aku,kamu mungkin biar lebih enak cerita nya 😂
Rofiwan: iya kak, aku akui emang formal dan kaku banget, tapi bab bab kesananya udah ku ubah kok. yang bab-bab awal pondasi cerita aku memang memilih ga revisi bab nya😄
total 1 replies
Syifa Azhar
jiwa muda yang masih penuh tantangan,dimana ego dan gengsi saling beradu😂
coba kita lihat seberapa keras perjuanganmu Ivy sampai kamu menyadari arti perjuangan mu benarkan cinta atau hanya sekedar obsesi🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!