Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Di bawah kungkungan tubuh Keanu yang begitu kokoh, Bunga terus berontak dengan sisa-sisa tenaganya. Air mata ketakutan mengalir deras membasahi pipinya, membasahi jemari Keanu yang mencengkeram sprei. Isakan tanpa suara dan tubuh Bunga yang gemetar hebat secara bertahap menembus kabut gair4h yang membakar kesadaran Keanu.

Garis air mata itu... ketakutan itu...

Deg!

Pandangan mata Keanu yang tadinya redup dan liar oleh pengaruh jamu, perlahan-lahan kembali fokus. Ia menatap wajah Bunga di bawahnya, wajah yang pucat pasi dengan mata terpejam erat dan sudut bibir yang bergetar hebat. Rasa bersalah menghantam dadanya Keanu seperti godam berat.

Keanu mendadak menghentikan pergerakannya. Ia menjauhkan wajahnya, membiarkan dadanya naik turun menghembuskan napas parau yang memburu.

"B...Bunga..." bisik Keanu parau, suaranya bergetar penuh penyesalan.

Sadar akan apa yang hampir saja ia lakukan, Keanu dengan tergesa-gesa membalikkan tubuhnya dan berguling menjauh ke sisi ranjang. Pria itu mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur, menyangga kepalanya dengan kedua tangannya yang gemetar hebat, memukul dadanya sendiri yang masih terasa terbakar gair4h.

Bunga buru-buru menarik selimut tebal hingga menutup rapat lehernya. Ia meringkuk di sudut ranjang yang jauh, terisak pelan seraya meremas kain selimut.

Keheningan malam di kamar itu terasa amat menyiksa dan pekat. Keanu memejamkan matanya rapat-rapat, merutuki kelemahan dan keputusannya yang meminum jamu dari sang ayah tanpa rasa curiga.

"Maafkan aku..." suara Keanu terdengar sangat rendah dan berat, memecah keheningan. Untuk pertama kalinya, Bunga mendengar nada penyesalan yang begitu dalam dan rapuh dari mulut pria angkuh itu. "Maafkan aku, Bunga. Aku... aku hampir saja kehilangan kendali."

Bunga perlahan membuka matanya dari balik selimut. Ia menatap punggung tegap Keanu yang kini tampak bergetar. Keanu beranjak berdiri dengan langkah agak sempoyongan, berjalan menuju sofa kamar dan meraih bantal serta selimutnya sendiri.

Pria itu membelakangi ranjang, tidak berani lagi menatap Bunga. "Tidurlah. Aku jamin... hal seperti tadi tidak akan pernah terjadi lagi."

Keanu merebahkan tubuhnya di sofa, mencoba menetralkan suhu tubuhnya yang masih hangat sembari terus memikirkan kebodohannya.

Di atas ranjang, Bunga perlahan mengusap air matanya. Meski rasa kaget dan takut masih berbekas di dadanya, fakta bahwa Keanu sanggup menghentikan dirinya sendiri di saat gair4hnya memuncak membuktikan satu hal, bahwa Keanu bukanlah pria jahat yang akan memanfaatkan keterbatasannya.

Dengan perasaan campur aduk antara canggung, takut, dan lega, Bunga menarik selimutnya lebih rapat, mencoba memejamkan mata di bawah naungan malam yang penuh gejolak itu.

*

*

Keesokan paginya, Bunga terbangun saat cahaya matahari mulai menyusup ke balik gorden. Pandangan matanya langsung tertuju pada sofa di sudut ruangan. Namun, tempat itu sudah kosong dan rapi. Keanu tak ada di sana.

Dengan bingung, Bunga merapikan diri, mengenakan hijabnya, lalu turun ke lantai bawah. Saat menanyakan keberadaan suaminya kepada Bik Ratih lewat isyarat tangan, Bunga mendapati kabar bahwa Keanu sudah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali karena ada pertemuan dadakan dengan klien.

Bunga menghela napas pelan. Karena Keanu sudah pergi duluan, Bunga berniat meminta sopir mansion untuk mengantarnya ke kantor Alexandria. Namun, langkahnya terhenti saat berpapasan dengan Tuan Alexander di dekat lobi utama.

"Biar nanti Papah yang antar kamu, Bunga!" tawar Tuan Alexander hangat, melemparkan senyuman penuh arti. "Bagaimana tidurmu semalam? Apakah nyenyak?"

Bunga mengangguk polos seraya menggerakkan jemarinya. "Alhamdulillah Bunga bisa tertidur pulas, Pah!"

Senyum bahagia kian lebar terukir di bibir Tuan Alexander. Ia sangat puas, mengira rencananya semalam telah berjalan mulus tanpa hambatan. Bunga sendiri sama sekali tidak menyimpan rasa curiga sedikit pun pada ayah mertuanya itu.

Sementara itu, di ruangan kerja kebesarannya di gedung Alexandria, Keanu bersandar di kursi putarnya. Sepanjang pagi, konsentrasinya buyar total. Pikirannya terus berputar membayangkan kejadian semalam, sebuah kejadian panas yang benar-benar di luar kendalinya.

"Papah... kau benar-benar membuatku mual! Bisa-bisanya Papah memberiku jamu kuat, bukannya obat penambah stamina!" umpat Keanu kesal seraya memijit pelipisnya.

Jemarinya perlahan terangkat, menyentuh bibirnya sendiri. Sensasi kelembutan saat mem4gut bibirnya Bunga semalam mendadak kembali terbayang jelas.

"Kenapa bibirnya begitu manis...?" gumamnya lirih. Namun detik berikutnya, Keanu tersentak dan mengacak rambutnya frustrasi. "Aarrkkhh! Apa yang kau pikirkan, Keanu?! Fokus! Kau tidak boleh jatuh hati pada wanita itu! Ini semua gara-gara Papah... Aku harus memberikan peringatan tegas padanya agar tidak melakukan hal gila seperti ini lagi!"

Ceklek.

Pintu ruang kerja terdorong pelan. Bunga melangkah masuk seorang diri, sebab Tuan Alexander tadi hanya mengantarkannya sampai di depan lobi utama gedung.

Keanu yang mendadak mendengar kedatangan istrinya terlonjak kaget di kursinya. Raut wajahnya berubah canggung seketika. Ia bahkan tak berani menatap langsung ke arah matanya, bayangan kecupan brutal dan hembusan napas Bunga semalam langsung berkelebat menembus pikirannya.

Di sisi lain, Bunga juga berdiri kaku di dekat pintu. Langkahnya ragu-ragu, jemarinya meremas tali tas dengan sangat erat. Wajahnya merona merah setiap kali teringat bagaimana tubuhnya terkunci di bawah kungkungan Keanu.

Melihat kecanggungan pekat yang menghimpit ruangan tersebut, Keanu berdehem keras, mencoba mencairkan atmosfir yang membeku.

"Bunga..." panggil Keanu dengan suara agak serak, memalingkan wajahnya sedikit ke arah jendela. "Soal... soal kejadian semalam..."

Bunga menunduk dalam-dalam, pasrah mendengarkan penjelasan suaminya.

Keanu melangkah mendekati meja sofa, menarik napas panjang untuk menguasai emosinya. "Aku ingin kau tahu... kejadian semalam benar-benar di luar kendaliku. Jamu yang diberikan Papah... itu bukan ramuan biasa. Papah menjebak ku."

Bunga mendongak pelan, matanya membulat kaget mendengar pengakuan itu.

"Aku tidak bermaksud menakuti mu atau bertindak kurang ajar padamu," lanjut Keanu dengan nada berat yang jujur. "Jadi... kau tidak perlu merasa canggung atau takut padaku di kantor ini. Kerjakan tugasmu seperti biasa, dan aku janji hal seperti semalam tidak akan terulang lagi."

Bunga mendengarkan penjelasan itu dengan seksama. Rasa cemas dan bersalah yang tadinya membelenggu hatinya perlahan menguap, berganti dengan rasa lega. Ia mengangguk pelan seraya meraih buku catatannya untuk menorehkan beberapa kata:

'Aku mengerti, Kak Keanu. Jangan merasa bersalah lagi. Terima kasih sudah mau menjelaskannya padaku.'

Keanu membaca tulisan itu, lalu berdehem pelan seraya memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa canggung yang tersisa. Bunga mengulas senyum tipis yang tulus sebelum berjalan menuju meja kerjanya di sudut ruangan. Tanpa membuang waktu, gadis itu kembali fokus memilah dan merapikan tumpukan dokumen arsip di hadapannya.

Namun bagi Keanu, mengembalikan fokus tidak sesederhana itu.

Di sela-sela kegiatannya memeriksa laporan keuangan, pandangan Keanu berulang kali teralihkan. Matanya sesekali mencuri pandang ke arah Bunga yang tampak begitu tekun. Sinar matahari pagi yang menerobos jendela besar ruangan memantul di kulit putih Bunga, mempertegas raut wajahnya yang tenang dan anggun.

Keanu memijat pelipisnya seraya menarik napas panjang dan menghembuskannya kasar.

Sial, kenapa aku tidak bisa konsentrasi begini, sih?! umpat Keanu frustrasi dalam hati. Ia mencoba mengalihkan tatapannya kembali ke layar monitor, namun bayangan Bunga tetap saja membayangi pikirannya.

Dring... dring...

Dering nyaring ponsel Keanu di atas meja seketika memecahkan hening. Keanu buru-buru menyambar ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.

"Halo?" tekan Keanu dingin.

"Selamat pagi, Tuan Keanu. Saya orang utusan Asisten Adrian," suara seorang pria berbisik dari seberang telepon. "Saya ingin melaporkan perkembangan mengenai foto sketsa yang Tuan kirimkan kemarin. Kami sudah mendapatkan titik terang mengenai identitas pria yang memiliki luka kecil di pelipis kirinya itu, Tuan."

Mendengar kata 'luka di pelipis kiri', Bunga yang memiliki pendengaran sangat tajam seketika tersentak. Seluruh badannya menegang. Tanpa memikirkan hal lain, rasa penasaran dan keinginan menuntut keadilan untuk orang tuanya mendorong Bunga langsung beranjak dan melangkah cepat mendekati Keanu.

Tanpa tersadar, Bunga kini berdiri sangat dekat tepat di samping kursi kebesaran Keanu. Wajahnya membungkuk sedikit mendekati ponsel di genggaman suaminya, matanya berbinar penuh antisipasi dan rasa cemas yang membuncah.

Aroma harum yang lembut dari tubuh Bunga seketika menyapu indera penciuman Keanu. Jarak yang memangkas habis batas di antara mereka membuat dada Keanu berdebar kencang tak beraturan. Napasnya sempat tertahan saat menyadari betapa dekatnya posisi wajahnya Bunga dengan dirinya saat ini.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!