Indonesia
NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Bukan Lagi Aynara yang Dulu

Aynara baru saja selesai melihat seluruh ruangan unit apartemennya ketika suara bel terdengar.

Ding dong.

Ia menoleh. Aynara berjalan mendekati pintu. Sebelum membukanya, ia melihat layar kecil di samping pintu yang menampilkan gambar dari kamera di depan unit.

Seorang petugas berdiri sambil membawa beberapa kardus.

Aynara membuka pintu.

"Permisi, Nona. Ini barang yang tadi dikirim dari butik."

"Oh, iya. Terima kasih."

Setelah menerima barang-barangnya, Aynara membawa beberapa kardus tersebut masuk ke kamar utama. Ia membuka satu per satu dan mulai menata pakaian barunya ke dalam lemari.

Wajahnya tampak begitu riang. Sesekali ia memandangi pakaian yang baru dibelikan ibu mertuanya sambil tersenyum sendiri.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Riva muncul di layar. Aynara segera mengangkatnya.

"Halo, Riv."

"Ra, kamu di mana? Jangan bilang kamu kabur ke luar negeri tanpa ngajak aku."

Aynara terkekeh. "Aku sudah punya tempat tinggal baru."

"Hah? Serius?" Suara Riva naik satu oktaf.

"Iya," sahut Aynara sambil mengaktifkan pengeras suara, lalu meletakkan ponselnya. "Aku dapat apartemen."

"HAH? Apartemen?" Suara Riva langsung meninggi. "Kamu habis dapat warisan atau nikah sama sultan?"

Aynara tertawa, namun tangannya terus bergerak menyusun pakaian. "Bukan dua-duanya."

"Terus? Jangan bilang kamu jadi simpenan om-om!" Riva terdengar khawatir.

"Sembarangan. Kamu pikir aku perempuan apaan?" Aynara pura-pura kesal. "Aku ditawarin tinggal di apartemen milik Mama Asti."

Riva terdiam beberapa detik. "Gratis?"

"Gratis," sahut Aynara menahan senyum.

"Termasuk listrik?" Riva makin kepo.

Tangan Aynara yang sedang menggantung pakaian berhenti sejenak. "Kayaknya."

"Air?" lanjut Riva. "Wi-Fi?"

Aynara tertawa. "Riv, kamu kepo atau mau audit aset?"

"Ya namanya juga kepo. Kalau gak lengkap 'kan masih penasaran."

Aynara menggeleng sambil tersenyum. "Riv, kalau kamu gak keberatan, aku mau kamu tinggal bareng aku."

Riva langsung berseru. "Serius?!"

"Dua rius," sahut Aynara sambil merapikan pakaian yang digantung.

"Tapi kenapa gak di kontrakanku aja, Ra? Itu sudah paling murah. Kelas elite."

Aynara langsung teringat istilah sahabatnya. "Elite ekonomi sulit?"

"Jangan menghina tempat tinggalku," protes Riva.

Aynara terkekeh. "Kalau kamu tinggal di sini, kamu gak perlu bayar kontrakan."

"Hah?"

"Kamu tinggal bareng aku. Cukup bantu bersih-bersih."

Riva menautkan alisnya. "Beneran?"

"Sangat yakin," jawab Aynara mantap.

"Jadi aku cuma tinggal gratis, makan kalau ada, tidur nyaman, terus bantu bersih-bersih?" Riva memastikan.

"Iya." Aynara menutup pintu lemari.

"Ra..."

"Hm?"

"I love you."

Aynara langsung tertawa. "Jangan lebay."

"Ini bukan lebay. Ini namanya menemukan sahabat yang membawa kesejahteraan."

Aynara melirik ponselnya. "Jadi setuju?"

"SETUJU!" Jawaban Riva begitu cepat sampai Aynara kembali terkekeh. "Kapan aku pindah?"

Aynara mengambil ponselnya. "Kalau kamu mau, sekarang aku jemput."

"SEKARANG?!" Suara Riva langsung melengking.

Aynara menjauhkan ponselnya. "Iya."

"Tunggu! Aku belum siap." Suara Riva terdengar panik. "Aku baru nyampe kontrakan ini."

"Katanya mau pindah sekarang," seloroh Aynara.

"Siap pindah beda dengan siap secara mental, Ra."

Aynara menahan tawa. "Ya sudah, siap-siap gih. Aku jemput."

"Oke! Aku tunggu. Jangan lama-lama. Takutnya aku berubah pikiran dan kembali mencintai kontrakanku."

"Riva..."

"Iya, iya. Aku siap!"

Panggilan berakhir.

Aynara menggeleng sambil tersenyum. "Dasar."

***

Riva baru saja selesai mengepak barang-barangnya ketika Aynara tiba di depan kontrakan.

Satu koper berukuran sedang sudah berdiri di dekat pintu, ditemani sebuah kardus yang tampaknya berisi barang-barang kecil.

Aynara mengangkat alis. "Cuma segitu?"

"Namanya juga anak rantau, Ra. Harta bendaku gak banyak." Riva kemudian menunjuk sebuah lemari plastik di sudut kamar. "Tapi ini ikut."

Aynara menatap lemari itu. "Ngapain?"

"Ya dibawalah," sahut Riva.

"Di apartemen sudah ada lemari."

Riva langsung menatap Aynara dengan ekspresi serius. "Sayang, ini bukan sekadar lemari. Ini saksi bisu perjuangan hidupku."

Aynara menahan tawa.

"Dan kalau ditinggal, siapa yang mengganti uang belinya? Kamu?" Riva mengusap permukaan lemari itu dengan dramatis. "Aku beli pakai duit. Bukan pakai daun jambu."

"Riv."

"Kalau memang gak mau dibawa, minimal ucapin selamat tinggal yang layak. Kasihan dia."

"Riv..."

"Atau kita bisa bongkar dulu, nanti dirakit lagi di apartemen. Lumayan, 'kan? Gratis dekorasi."

Aynara akhirnya menghela napas. "Kalau kamu mau bawa lemari itu, kamu tinggal di sini saja."

Riva langsung terdiam. "Serius?" tanyanya.

Aynara mengangguk santai. "Aku pergi."

"Eh, jangan!" Riva buru-buru meraih koper. "Nih, kamu bawa koper. Aku bawa kardus."

Aynara terkekeh. "Tadi katanya mau bawa lemari."

Riva menunjuk pelipisnya. "Setelah kupikir-pikir, kenangan itu cukup disimpan di hati."

Aynara menggeleng. "Dasar."

Mereka akhirnya keluar dari kontrakan. Riva mengunci pintu sebelum berjalan mengikuti Aynara menyusuri gang. "Ra, kamu udah pesan taksi?"

"Sudah ada kendaraan."

Riva mengangguk tanpa curiga. "Oke."

Begitu mereka sampai di ujung gang, Riva langsung berhenti. Matanya menyapu jalan di depan mereka.

Tidak ada taksi. Tidak ada mobil dengan tulisan perusahaan taksi.

Yang terlihat hanya sebuah Mercedes-Benz C-Class berwarna putih mutiara terparkir di seberang jalan.

"Mana taksinya, Ra?"

Aynara tidak menjawab. Ia hanya mengeluarkan sebuah remote dari dalam tasnya.

Klik.

Lampu mobil putih mutiara itu berkedip, disusul bunyi kunci otomatis yang terbuka.

Riva membeku. Matanya berpindah dari remote di tangan Aynara ke mobil di seberang jalan. "Jangan bilang..."

Aynara sudah berjalan menyeberangi jalan sambil menarik koper.

"Ra!" Riva buru-buru menyusul. "Jangan bilang itu taksinya!"

Aynara tetap diam. Begitu sampai di samping mobil, ia menekan tombol pada remote sekali lagi. Bagasi belakang terbuka secara otomatis.

Riva semakin melongo. "Ra..."

Aynara memasukkan koper Riva ke dalam bagasi.

Riva menunjuk mobil itu dengan wajah tidak percaya. "Ini bukan taksi, 'kan?"

"Bukan," jawab Aynara.

"Terus?" desak Riva.

"Mobilku."

Riva menatap Aynara beberapa detik. Kemudian ia menepuk dahinya sendiri. "Ya ampun..."

"Kenapa?" Aynara mengambil kardus di pelukan Riva, memasukkannya ke dalam bagasi, lalu menutupnya.

Riva mendekat sambil berbisik seolah takut mobil itu mendengar. "Ra, sejak kapan kamu punya mobil beginian?"

Aynara tersenyum tipis. "Baru hari ini."

"Baru hari ini?!" Riva menatap mobil itu lagi dari depan sampai belakang.

"Berarti kemarin aku masih punya teman yang hidupnya pas-pasan, hari ini aku punya teman yang punya Mercedes!"

Aynara terkekeh. "Masuk."

Riva masih berdiri di tempat. "Ra..."

"Hm?"

"Ini beneran bukan mobil pinjaman?"

"Bukan."

"Rental?"

"Bukan."

"Undian?"

Aynara menggeleng.

"Warisan?"

"Riva..."

"Ya?"

"Kalau kamu gak masuk sekarang, aku tinggal."

Riva langsung membuka pintu penumpang. "Baik, Nyonya Pemilik Mercedes. Hamba siap mengabdi."

Aynara tertawa kecil sebelum masuk ke kursi pengemudi.

Riva menyusul dan menutup pintu. Namun baru beberapa detik duduk, ia kembali menoleh kepada Aynara. "Ra..."

"Apa lagi?"

"Kalau aku tinggal sama kamu, aku masih boleh bawa pulang galon kosong dari apartemen gak?"

Aynara menatapnya datar. "Kenapa?"

"Ya siapa tahu kehidupan elite ternyata punya fasilitas galon kosong."

Aynara akhirnya tertawa. "Dasar aneh."

Riva ikut terkekeh. "Yang penting sahabatmu ini tetap sederhana, Ra. Mobil boleh Mercedes, tapi jiwa tetap merakyat."

***

Di kediaman Wicaksono...

"Aksa," panggil Asti saat putranya melewati ruang keluarga.

Aksa menghentikan langkah dan menoleh. "Ada apa, Ma?"

"Hari ini Mama ketemu Nara." Asti tersenyum tipis. "Kamu bakal kaget kalau lihat dia."

Aksa mengernyit. "Kaget kenapa?"

"Ikut Mama ketemu dia." Asti tersenyum penuh arti. "Besok."

 

...🔸🔸🔸...

...“Jangan pernah meremehkan seseorang hanya karena keadaan yang sedang ia jalani. Hidup bisa berubah kapan saja, dan orang yang hari ini kita anggap tidak berarti mungkin saja menjadi seseorang yang jauh lebih berharga daripada yang pernah kita bayangkan.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
abimasta
regan tidak akan bisa menjauh dari nara
Sugiharti Rusli
apalagi apa yang kalian lakukan juga bukan kesengajaan kan, tapi memang ada unsur jebakan dari si Doni terhadap Aynara,,,
Sugiharti Rusli
karena meski secara identitas kamu bukan Aksa yang asli, tapi kamu di mata orang dan juga keluarga kamu adalah Aksa,,,
Sugiharti Rusli
dan kalo dipikir pasti Aynara meski merasa malu, tapi dia lebih baik disentuh oleh kamu yang dalam pikirannya suaminya, dibanding si Doni kan,,,
Sugiharti Rusli
meski sekuat tenaga kamu ingin menjauhi nya karena merasa tidak berhak, tapi reaksi tubuh kamu berbuat sebaliknya kala melihat Aynara kesulitan,,,
Sugiharti Rusli
karena pada dasarnya kamu sudah jatuh cinta pada Aynara sih Regan,,,
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak Nana... 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Puji Hastuti
kenapa harus menjauh,
Cicih Sophiana
lebih baik jgn menjauh Regan... klo menjauh malah nanti di kira betul klo kamu merasa jijik sama Aynara... lebih baik bicarakan baik baik...
Siti Jumiati
lanjuuuut kak
Kadek Sri
lanjut
evievoy
sakit tapiiii gak sesakit itu masa sampe gak bisa jalan berapa ronde seh Ay... Re
Hanima
Lanjut Regann
Eka Burjo
jangan menjauh dari Aynara
Marsiyah Minardi
Mendingan sekarang pikirin dulu bagaimana membuka kedok Doni dan anteknya , Regan
Yang lainnya kesampingkan dulu
Aisyah Ranni
Kenapa Thor,belum update ☹️☹️ mensedihh akuuuu😭
Eka Burjo
ditunggu kelanjutannya
Eka Burjo
ku intip bolak balik, ko ga ada update baru 😔
Anonim
Mereka berdua berangkat naik taksi menuju Aksara Group.

Riva tahu juga kalau emak tiri Aynara pelit 😄.

Riva sudah dua tahun bekerja menjadi resepsionis. Dia bangga bisa mengenal hampir semua pejabat tinggi di kantor. Direktur, manager, kepala divisi, tamu penting, semuanya pernah lewat di depan mejanya 😄.

Aynara menahan tawa ketika Riva bicara panjang lebar punya banyak pengalaman. Lucu ini anak.

Aynara banyak tertawa bersama sahabat yang katanya perumpamaannya selalu ajaib .

Sampai sopir taksi tak kuasa menahan senyum, mengatakan Riva memang lucu.
Anonim
Aynara yang mau melamar kerja, pakaiannya pinjam milik Riva.

Riva sibuk merapikan rambut dan pakaian Aynara.

Riva selalu bisa bikin Aynara terkekeh dengan celetukannya.

Tiba-tiba Riva menanyakan hubungan Aynara dengan Langlang.

Riva bersyukur, Aynara sudah ngga pacaran lagi dengan Langlang. Dia bilang - Langlang agak matre.

Riva menjelaskan kenapa bilang begitu. Dan menjelaskan pula kenapa ngga pernah cerita soal itu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!