Indonesia
NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Dengan Bryan

"Cassia," Bryan berjalan mendekat dengan senyum ramah dan menawan. "Kau ... terlihat lebih … bersinar.”

Cassia tersenyum tipis. “Terima kasih. Perusahaan memberikanku reward.”

“Owh … aku ikut senang. Maaf. Aku memang seharusnya menghubungimu dulu.”

"Tak apa," Cassia masih tersenyum.

Kemudian mereka berjalan berdua menuju pintu keluar. Security yang bertugas malam itu tersenyum, seperti ikut bahagia melihat mereka karena mungkin dia tak pernah melihat Cassia dengan seorang pria sebelumnya.

"Ada restoran di seberang jalan itu. Kita ke sana saja ya.”

Cassia menoleh ke arah seberang dan kemudian mengangguk. Di seberang jalan besar di depan gedung kantornya, ada sebuah restoran Italia kecil yang buka hingga tengah malam.

“Kita jalan kaki saja? Mobilku parkir di seberang jalan."

Cassia mengangguk lagi. Mereka berjalan berdampingan menyeberangi zebra cross. Jarak dari kantor ke restoran memang tidak sampai lima menit.

Mereka memilih meja di pojok dekat jendela, tempat Cassia biasa duduk sendirian sambil menatap orang-orang yang lalu lalang.

Mereka duduk berhadapan. Cassia mengambil menu, meski dia sudah hafal hampir semua isinya. Bryan melakukan hal yang sama, tapi matanya lebih sering tertuju pada Cassia daripada halaman menu di tangannya.

Makan malam mereka berlangsung hingga restoran hampir tutup. Mereka berbicara tentang hal-hal remeh sekaligus serius. Dan Bryan adalah teman mengobrol yang menyenangkan bagi Cassia.

Ketika mereka keluar dari restoran, Bryan menawarkan mengantarkan Cassia pulang. “Akan kuantar kau pulang.”

“Oh ya maaf, aku sekarang tinggal di apartemen perusahaan.”

“Owh begitu? Itu sangat bagus. Aku ikut senang mendengarnya. Terima kasih untuk malam ini, Cassia," kata Bryan saat mereka di trotoar.

“Ya, sama-sama. Kau selalu mentraktirku dan aku belum sempat membalasnya.”

“Aku menunggu balasanmu,” sahut Bryan sambil tersenyum penuh harapan.

Cassia hanya diam, tersenyum tipis lalu mereka menyeberanh jalan. Bryan secara tiba-tiba menggandeng tangan Cassia.

Cassia sedikit terkejut tapi dia tak melepaskannya. Hingga akhirnya mereka tiba di depan lobi perusahaan.

Bryan melangkah selangkah lebih dekat. "Bolehkah aku sering-sering menemuimu?”

Cassia terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Kali ini, Bryan jelas memperlihatkan ketertarikannya dan Cassia bingung.

“Cass!” panggil seseorang yang sangat Cassia kenal suaranya.

Cassia menoleh dengan cepat ke asal suara itu. “Tuan Max?”

Bryan pun menoleh ke arah Max. Cassia menghampiri pria itu dengan terburu-buru. Dia melihat wajah sang bos begitu dingin, tak seperti biasanya.

“Kau mematikan ponselmu?” tanya Max dengan nada sedikit kesal.

“T-tidak. Aku tak mematikan ponselku.” Cassia mengambil ponselnya di dalam tasnya dan melihat ponselnya ternyata mati.

“Oh tidak … tadi masih hidup. Maafkan aku, Tuan.” Cassia sedikit gugup.

Bryan mendekati mereka, ingin membela Cassia. “Maaf, Tuan Max. Tadi kami baru makan malam karena jam kerja Cassia sudah selesai. Kuharap kau—“

“Aku tak bicara denganmu,” potong Max dan melihat Bryan dengan tajam. “Dan ini bukan urusanmu. Cassia adalah sekretarisku dan harus selalu terhubung denganku.”

Cassia gugup, sedikit takut melihat kemarahan Max yang tak pernah dilihatnya. “Maafkan aku, Tuan. Aku … aku tak akan mengulanginya lagi.”

Max melihat ke arah Cassia lagi. “Ikut aku.” Lalu Max berbalik dan Cassia mengikutinya, hampir berlari untuk menyamakan langkah mereka.

Cassia meninggalkan Bryan sendirian di sana. Ada rasa kesal di hati Bryan melihat Max begitu berkuasa memerintah Cassia.

‘Aku akan membujuk Cassia untuk keluar dari perusahaan ini dan beralih ke perusahaanku,’ batinnya.

1
ayudesy subardo
Terlalu overthinking si Cassia
Sbg pembaca lama² kesel. Hidup lu udah enak, Let it flow aja Cass
ayudesy subardo
Kok kesel banget aq sm si bobby, jd laki² lembek. Gak bisa bela anaknya. Bagus deh Carissa ngelawan, udah cukup direndahin bertahun² 👍👍
ayudesy subardo
Cassia kebanyakan pikiran, udah terlalu lama jomblo kali ya 😄.. NgueyeL poll
AmmiMZA
cerita sat set tidak banyak drama. sayang konflik yang dimunculkan terlalu aman. banyak tokoh yang berpotensi menjadi konflik agar seru. tp hilang tanpa ada kelanjutannya..
tapi secara keseluruhan sudah baik ceritanya
jumirah slavina
ganti istri saja Kamu.
dia bukan Ibu tapi Nenek Sihir
jumirah slavina
ya ampunnnnnn...
mo jambak bibir nih Nenek Sihir
jumirah slavina
kau saja yang belajar sana smp pagi., gak usah tidur²
jumirah slavina
baca sendiri sonoh.,
dasar Ibu durjana...
Sakdiah Sakdiah
wow..tau² udah empat aja nih
Sakdiah Sakdiah
kami gak di undang thor
Sakdiah Sakdiah
duuh...kenapa dibikin jadi kacau gini sih Thor
Sakdiah Sakdiah
nunggu di tikung orang nih bang max
Sakdiah Sakdiah
belum jumpa samacalon adek ipar ni si cass
Sakdiah Sakdiah
jumpa Mak mertua...panas dingin
say't
perfecto thor ☕️
say't
modus lo lorenzo 🤣
Sakdiah Sakdiah
si cass ini terlalu berhati² tapi juga terlalu ceroboh
Sakdiah Sakdiah
bucin parah ne bang max
Sakdiah Sakdiah
iya,apa Cass masih berpenampilan seperti Bety lla fea?
say't
jngn2 hale ni anakx clarissa cz isi otaknya sama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!