Indonesia
NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 2: Tamparan Kenyataan

...MENGULANG LUKA...

...Bab 2: Tamparan Kenyataan...

Valencia mencengkeram dadanya yang berombak cepat. Napasnya memburu, terasa mencekik di tenggorokan. Dia yakin ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang teramat kejam. Mungkin jiwanya tertekan setelah badai persidangan cerai mereka yang menguras emosi di masa depan, hingga otaknya memproyeksikan kembali memori paling menghinakan ini.

“Bangun, Valencia. Ini hanya mimpi. Bangun!” batinnya menjerit, memohon pada kesadarannya sendiri untuk segera mengakhiri ilusi menyakitkan ini.

Namun, Julian melangkah masuk. Ketukan pantofel kulitnya di atas lantai marmer terdengar begitu nyata, menggema tegas di dalam keheningan kamar utama yang luas. Pria itu berjalan melewatinya begitu saja, menyebarkan aroma parfum maskulin bercampur aroma khas tubuhnya—aroma kayu cendana yang mahal. Aroma yang dulu selalu membuat jantung Valencia berdebar penuh damba, namun kini justru memicu rasa sesak yang menghimpit dada.

Julian melempar jas hitamnya ke atas sofa panjang dengan gerakan santai yang teratur, lalu berbalik menatap Valencia yang masih membeku di depan cermin rias.

"Kau tidak perlu berdandan seolah-olah tempat ini adalah rumah bordil, Valencia," ucap Julian. Suaranya bariton, berat, dan datar tanpa riak emosi sedikit pun. "Aku pulang malam ini karena ada dokumen penting yang tertinggal di sini, bukan untuk melayani kegilaanmu."

Kalimat kejam itu bagai tamparan keras yang mendarat tepat di wajah Valencia. Di kehidupan pertamanya dulu, kata-kata menusuk ini sukses membuatnya hancur seketika. Dia teringat bagaimana dirinya yang dulu langsung menangis tersedu-sedu, berlari ke kamar mandi dengan rasa malu yang membakar dada hingga keesokan paginya.

Valencia refleks meremas kulit lengannya sendiri dengan kuku-kukunya yang tajam untuk memutus bayangan itu.

Sakit.

Rasa perih yang teramat sangat menjalar di kulit lengannya. Jika ini hanya sebuah mimpi, rasa sakit ini terlalu nyata untuk dirasakan. Sentuhan beludru kursi yang dingin, hawa sejuk dari pendingin ruangan yang menerpa kulitnya yang terbuka, hingga aroma tubuh Julian yang pekat... semuanya bukan ilusi. Valencia tersentak saat kesadarannya dipaksa menerima satu kenyataan gila: Dia tidak sedang bermimpi atau berhalusinasi. Jiwanya benar-benar telah melakukan perjalanan waktu, terlempar kembali ke dalam sangkar emas yang fana ini.

Julian yang melihat Valencia hanya diam terpaku dengan tatapan kosong, sedikit mengernyitkan alis tebalnya. Biasanya, wanita di hadapannya ini akan langsung menunduk ketakutan, meminta maaf dengan suara bergetar yang menyedihkan, atau mulai mengungkit nama mendiang kakaknya, Gracia, untuk menarik simpati. Namun malam ini, Valencia tampak sangat berbeda. Sorot matanya tidak lagi penuh dengan damba, binar cinta, ataupun keputusasaan yang mengemis perhatian. Yang ada hanyalah sebuah kekosongan yang dingin dan asing.

"Mengapa diam saja?" Julian melangkah mendekat. Sosoknya yang setinggi 190 sentimeter itu kini berdiri tepat di depan Valencia, menciptakan bayangan besar yang mengurung tubuh ringkih istrinya di bawah lampu temaram. "Di mana dokumen pernikahan Gracia yang kusimpan di laci kerjamu? Kau memindahkannya?"

Mendengar pertanyaan itu, dada Valencia kembali berdenyut perih. Kilas balik ingatan masa lalu menghantam kepalanya tanpa ampun. Julian memang pria yang kejam secara emosional. Pria itu sengaja menyimpan berkas rencana pernikahan lamanya dengan Gracia di dalam laci meja kerja pribadi Valencia. Itu adalah cara Julian untuk menampar realitas Valencia setiap hari, sebuah pengingat bisu yang dipaksakan agar Valencia tahu bahwa di rumah ini, dia hanyalah bayangan pengganti dari kakak kembarannya yang telah tiada. Setiap kali Valencia ingin menulis atau bekerja di meja itu, dia harus melihat nama kakaknya bersanding dengan nama suaminya.

Namun, rasa takut dan kebingungan Valencia mendadak menguap begitu saja, digantikan oleh rasa lelah yang teramat sangat. Di masa depan, dia sudah melepaskan pria ini melalui proses hukum yang melelahkan.

Dia sudah membayar "utang" posisi kakaknya dengan air mata dan kesepian selama dua tahun penuh. Dia tidak berutang apa pun lagi pada Julian Edgar.

Valencia mendongak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pernikahan mereka, dia berani menatap langsung ke dalam manik mata gelap Julian tanpa ada binar ketakutan atau pemujaan sedikit pun.

"Dokumen itu ada di laci kedua sebelah kanan. Saya tidak pernah menyentuh barang-barang yang bukan milik saya," jawab Valencia. Suaranya terdengar sangat tenang, bahkan cenderung acuh tak acuh dan formal.

Valencia kemudian berdiri dari kursi rias tanpa ketergesaan. Kehadiran kain tipis yang membungkus tubuhnya seolah tidak lagi menjadi beban yang memalukan baginya. Dia melangkah maju, berniat berjalan melewati tubuh tinggi suaminya untuk menjauh dan mencari ketenangan di sudut ranjang.

Namun, tepat saat bahu mereka hampir berpapasan, sebuah gerakan cepat memotong langkahnya.

Grep.

Cengkeraman tangan Julian yang besar dan hangat mengunci pergelangan tangan Valencia. Sentuhan tiba-tiba itu membuat Valencia tersentak kecil, namun dia tidak menarik tangannya dengan panik seperti biasanya. Dia hanya berhenti, lalu menoleh menatap pergelangan tangannya yang terkunci sebelum mengalihkan pandangan kembali ke wajah Julian.

Julian menatapnya dengan intensitas yang berbeda. Alis tebal pria itu bertaut rapat. Di dalam benak Julian, perubahan sikap Valencia yang mendadak sedingin es ini terasa sangat janggal. Setelah sengaja mengenakan gaun tidur sekurang bahan ini, sekarang wanita ini justru bersikap acuh tak acuh dan mengusirnya secara halus?

“Trik baru apa lagi ini? Dia sedang mencoba bermain tarik ulur denganku?” pikir Julian sinis.

Julian menduga Valencia sengaja mengubah strateginya untuk memikat perhatiannya karena cara-cara meratap sebelumnya tidak pernah berhasil. Selama ini, Valencia selalu mudah ditebak dan transparan.

Namun malam ini, ada riak dingin yang tak tertembus di mata istrinya. Julian terkejut, sekaligus merasakan sebuah letupan emosi asing yang belum pernah dia rasakan dari Valencia: rasa tertantang. Dinginnya sikap Valencia malam ini justru mengusik ego Julian yang terbiasa memegang kendali penuh atas segalanya.

1
Shuttttttttttt
ini gak di lanjutin k
Park ha: 🤣belum dapat wangsit 🤣🤣🤣
total 1 replies
Susi Yanti
saya pengen jambak yulian yg bodoh,nggak mau berterus terang sm istrinya,siapa tau istri lebih pinter cari solusi....
Susi Yanti
rasain....siapa suruh yulian berani bohongi istri,maka pelakor yg akan menang....
Susi Yanti
ayo yulian ,berterus teranglah,meski ada penolakan,setidaknya bebanmu berkurang dan berdamailah dgn istrimu.
Shuttttttttttt
up up upup up
Susi Yanti
bangun thor....
ingat, lucas lg mantengin layar hp,nunggu balasan pesan dr vale
Park ha: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Susi Yanti
yulian jg knp nggak terus terang tentang niat busuk lucas dlm skandal london sih
Susi Yanti
Vale kok ceroboh sih,udh ngerti lucas punya tujuan tersembunyi spt yg sdhbdiingatkannyulian
Shuttttttttttt
makin seruh deh
Shuttttttttttt
up up up iup u0 up ip up
Shuttttttttttt
up up up up up
Shuttttttttttt
memang kmu bodoh huh😗😝 mau2 aja di bodohin sama muka polos, tpi di maafin sih wkwkw... untung kmu gercep yaaa meskipun 2 minggu gk tenang wkwkw 🤣🤣
Susi Yanti
ngambek aja Vale biar yulian kalang kabut,pumpung lg nyesek
Park ha: suruh valen kabur aja ya
🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
🤣 q kirim bunga thor tp cpet kebongkar ahhh jangan lama 🤭
falea sezi
cpet donk kebongkar🤣 g sabar liat reaksi istrinya biar istri nya pergi jauhhh🤭 sebel liat laki goblok yg mulai kayaknya tertarik ma jalang sella 🤭 jangan munafik lu julian
falea sezi: 🤣🤣 iya sebel bgt liat Julian thor yg oon kebangetan
total 2 replies
falea sezi
🤣🤣 cpet kebongkar sampah kayak Julian cocok ama sella yg jg sampah lacur
falea sezi
klo kebongkar lu bakal di tinggal istri🤣 cwok bego abis ne nyesel lu g jujur ma istri sebaik baiknya nyimpen bangkai pasti bau jg pada akirnya😒
falea sezi
cpet kebongkar biar valen pergi jauh🤣 seru liat Julian bego nyesel dengan kegoblogan dia🤣
Park ha: ya ampun kak..gk kasian sama julian :") aku ampe libur gk update2 gara2 setres kepikiran takut julian ketauan wkwkkw
total 1 replies
Park ha
/Shy//Shy//Shy/ aku juga setres kak mikirin mereka
Shuttttttttttt
anjjirrr laaah, aku ikutan stressz cok😭🥺 juliaaan kmu hrus cepat bertindak dan hrus jujur ke vale smuanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!