Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:224.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 33 - Harus Waspada

Keesokan harinya suasana di kediaman keluarga Harold kembali dipenuhi aktivitas. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela-jendela besar ruang makan, menerangi meja panjang yang sudah dipenuhi berbagai hidangan sarapan.

Mommy Aluna duduk di sisi meja dengan secangkir teh hangat di tangannya. Namun sejak beberapa menit lalu, pikirannya justru tidak benar-benar berada di sana.

Ia masih memikirkan tentang kejadian semalam, hingga tiba-tiba satu kalimat Nadine kembali terlintas di benaknya.

'Ethan terlihat semakin kurus ketika aku bertemu dengannya.'

Mom Aluna yang semula hendak menyesap tehnya tiba-tiba berhenti. Keningnya perlahan berkerut. 'Ethan terlihat semakin kurus...'

Aluna menurunkan cangkirnya dengan hati-hati. Semakin dipikirkan, semakin terasa ada sesuatu yang tidak sesuai.

Nadine mengatakan Ethan terlihat lebih kurus, sehingga Aluna membayangkan putranya sedang bekerja terlalu keras, mungkin bahkan tidak memperhatikan makanan dan waktu istirahatnya.

Tetapi kenyataannya?

Ethan sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang sedang mengalami penurunan kondisi. Justru sebaliknya, putranya itu terlihat begitu bugar.

Wajahnya memang tetap serius seperti biasa, tetapi tubuhnya tidak terlihat kurus. Bahkan dibandingkan terakhir kali Aluna melihatnya beberapa bulan lalu, Ethan terlihat jauh lebih sehat.

'Kenapa Nadine mengatakan Ethan terlihat semakin kurus?' batin mom Aluna lagi.

Pertanyaan itu membuat pikirannya kembali bergerak. Aluna bukanlah wanita yang mudah mencurigai orang lain. Selama ini ia mengenal Nadine sebagai gadis yang baik dan cukup dekat dengan keluarga mereka. Bahkan mom Aluna sendiri tidak pernah berpikir buruk tentang Nadine.

Tetapi setelah apa yang terjadi semalam, ia mulai menyadari satu hal. Mungkin ia belum sepenuhnya mengenal Nadine.

'Mungkinkah dia sengaja mengatakan itu agar aku datang ke mansion Ethan?' batin mom Aluna, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

'Tapi kenapa? Apa Nadine ingin aku tahu tentang Ashlyn?'

Deg! Kini mom Aluna sampai berdenyut nyeri hatinya saat memikirkan hal tersebut. Ia sungguh tidak ingin berpikir buruk, tetapi kemungkinan itu semakin sulit diabaikan.

Jika Nadine benar-benar hanya mengkhawatirkan Ethan, mengapa ia harus mengatakan Ethan terlihat jauh lebih kurus daripada sebelumnya? Apalagi ternyata kondisi Ethan baik-baik saja.

Lalu apa tujuan sebenarnya?

Aluna menarik napas panjang. Perasaan tidak nyaman mulai memenuhi dada.

Aluna mengusap pelipisnya, semalam ia pun tak mengatakan apapun tentang Nadine pada Ethan. Dan kini hatinya jadi makin cemas, apakah benar Nadine sudah mengetahui tentang Ashlyn?

Mom Aluna tahu, jika Nadine mengetahui tentang hal tersebut Nadine pasti akan kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, sejak awal pun mom Aluna sudah berulang kali mengatakan bahwa ia tak bisa memaksa keputusan Ethan. Pada akhirnya Ethan lah penentu untuk hidupnya sendiri.

'Ya Tuhan.' Mom Aluna benar-benar tidak ingin masalah ini berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.

Ashlyn sudah melalui begitu banyak hal. Gadis itu baru saja mendapatkan lingkungan yang aman, orang-orang yang melindunginya, guru yang mengajarinya, serta dokter yang membantu proses pemulihannya.

Jika orang-orang mulai mengetahui keberadaannya dan mencoba mengusik kehidupan Ashlyn, Aluna tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi gadis itu nantinya.

Terlebih Ethan sudah mengatakan dengan jelas bahwa Ashlyn masih sangat rentan.

Mom Aluna begitu tenggelam dalam pikirannya sampai tidak menyadari bahwa suaminya sejak tadi memperhatikannya.

Daddy Davion yang duduk di seberangnya akhirnya meletakkan cangkir kopinya. "Aluna," panggil Daddy Davion.

Tidak ada jawaban.

"Sayang," panggil Daddy Davion lagi.

Barulah saat itu mom Aluna tersentak kecil dan ia segera mengangkat wajah. "Apa, Dad?"

Daddy Davion menatapnya dengan penuh perhatian. "Kamu kenapa?"

"Aku?"

"Iya." Davion mengamati wajah istrinya. "Sejak tadi kamu tidak menyentuh sarapanmu. Wajahmu juga terlihat cemas."

Aluna terdiam sejenak.

Davion langsung mengerutkan kening. "Ada sesuatu yang terjadi?"

Aluna sebenarnya sempat ragu untuk menceritakannya. Ia tidak ingin membuat suaminya ikut memikirkan masalah yang belum tentu benar.

Namun setelah melihat tatapan Daddy Davion yang penuh perhatian, mom Aluna akhirnya mengembuskan napas panjang.

"Tadi aku tiba-tiba teringat sesuatu yang dikatakan Nadine," ucap mom Aluna.

"Nadine?"

Aluna mengangguk.

"Kemarin sebelum aku pergi ke mansion Ethan, Nadine mengatakan kalau Ethan terlihat semakin kurus ketika dia bertemu dengannya."

"Lalu?"

"Itulah masalahnya." Aluna menatap suaminya. "Kemarin aku bertemu Ethan dan baik-baik saja, Dad. Bahkan menurutku dia terlihat lebih sehat daripada terakhir kali aku melihatnya."

Wajah Davion perlahan berubah serius. "Jadi perkataan Nadine tidak benar?"

"Aku tidak tahu, awalnya aku berpikir mungkin aku saja yang salah menilai. Tapi semakin kupikirkan, semakin terasa aneh."

Davion tidak langsung menjawab sementara Aluna melanjutkan dengan suara lebih hati-hati. "Bagaimana kalau sebenarnya Nadine sudah mengetahui tentang Ashlyn?"

Tatapan Davion seketika berubah tajam. Semalam sepulang dari mansion Ethan, mom Aluna memang sudah menceritakan semuanya pada sang suami. Tentang gadis malang bernama Ashlyn yang kini tinggal bersama Ethan. Saat ini Daddy Davion posisinya juga sama seperti mom Aluna yang begitu prihatin pada keadaan Ashlyn, bahkan bersedia melakukan apapun untuk kesembuhan gadis itu.

Apalagi mom Aluna berulang kali mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia melihat Ethan sebegitu pedulinya pada seorang wanita, mom Aluna yakin betul Ethan telah menaruh hati pada gadis malang tersebut.

"Menurutmu dia sudah tahu?" tanya Daddy Davion kemudian.

"Aku tidak yakin, Dad. Semalam sedikitpun aku tidak membahas Nadine pada Ethan." Mom Aluna menundukkan pandangan. "Tapi bagaimana jika memang begitu?"

Davion tidak terburu-buru menjawab karena sedang mencerna semuanya. Jika Nadine sudah tahu, lalu berbohong tentang kondisi kesehatan Ethan maka jawabannya hanya satu, Nadine memang sengaja memancing Aluna untuk datang ke mansion Ethan.

Berharap Aluna marah dan mulai menyingkirkan Ashlyn dari hidup Ethan. Karena bagaimanapun selama ini Daddy Davion juga tahu jika Nadine begitu menggebu-gebu tentang perjodohannya.

Di saat daddy Davion diam, mom Aluna kemudian menceritakan kembali percakapannya dengan Nadine secara lengkap. Tentang Nadine yang mengatakan Ethan terlihat semakin kurus, tentang bagaimana Nadine menyarankan dirinya datang ke mansion, bahkan tentang permintaan Nadine agar Aluna tidak mengatakan bahwa dirinya yang menyuruh datang.

Semakin lama mendengar penjelasan istrinya, ekspresi Dad Davion semakin serius. Jadi benar ini semua memang siasat Nadine.

Daddy Davion kemudian meraih tangan istrinya yang berada di atas meja dan menggenggamnya dengan lembut.

"Tenanglah, meskipun Nadine memiliki niat buruk tapi kita tidak mengikuti rencananya," ucap Daddy Davion.

"Tapi aku takut Ashlyn akan diganggu."

"Aku mengerti."

"Ashlyn benar-benar seperti anak kecil, Dad. Dia bahkan tidak tahu siapa aku ketika pertama kali bertemu dengannya. Dia juga tidak memahami kenapa orang-orang bisa begitu memperhatikannya." Suara Aluna mulai dipenuhi kekhawatiran. "Kalau ada orang yang datang dengan niat buruk, dia bahkan tidak akan menyadarinya."

Daddy Davion mengusap punggung tangan istrinya. "Tenanglah, ada Ethan di samping Ashlyn sekarang."

Mom Aluna mengangguk, tetapi kecemasan di wajahnya belum sepenuhnya hilang. Nadine yang selama ini ia nilai baik, kini mom Aluna merasa harus waspada.

"Dad, tolong telepon Ethan dan katakan semuanya tentang Nadine. Dia juga harus tahu tentang hal ini," pinta mom Aluna.

"Baiklah, aku telepon Ethan sekarang," balas Daddy Davion.

1
alter
bolehkah jangan 1 hari 1? 1 hari 3 episode mungkin 🌚
Shee_👚
justru sebaliknya keluarga Harold bawa kematiian untuk kalian🤣🤣🤣
Shee_👚
aku menanti saat mereka merasa ingin mati aja dari pada hidup. kalau perlu sujud minta maaf sama ashlyn
Shee_👚
intinya tidak bisa berpaling😂
Elin Erliana
/Drool/
Syavira Vira
lanjut
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘨𝘦𝘵 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘭𝘦𝘦𝘯😂😂
Hapsa
lanjut ka. ceritanya seruuu...
abimasta
lanjut thor
isni afif
😍😍😻😘😍😍😘
isni afif
next...
Margaretha Indrayani
percuma kalian berdebat sendiri yang jelas ashlyn dan ethan datang bersama rasain kamu sudah jahat😝😝😝😝😝
ElHi
bukan Ashlyn Bu...kan Ashlyn udah kalian buang..dah mati dia.....Yg diliat skrg itu adiknya Jenderal Ethan😁😁
Sani Srimulyani
tunggulah kehancuran keluarga kalian.....
Sani Srimulyani
siap2 terima kejutan dari ashlyn dan Ethan.......
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍💪💪💪😍😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍💪💪💪💪😍😍😍😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍💪💪💪💪😍😍😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍💪💪💪💪😍😍😍😍
Aprisya
pingsan ga ya🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!