" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 9
Setelah berkeliling melihat-lihat setiap sudut rumah keluarga besar staindfol pun memutuskan untuk pulang ke mansion utama
" mommy kenapa tidak menginap saja di sini " ucap Bella
" sayang mommy minta maaf ya ,soalnya mommy besok masih ada urusan di butik begitupun dengan Daddy yang ada rapat penting besok " ucap sang mommy
" iya kk ,Aldo juga ada rapat penting besok" ucap Aldo menambahi
" iya mbak Tia juga harus diapain sarapan mas Aldo pagi- pagi banget besok " ucap Sintia
Bella yang mendengar itu sedikit kecewa namun matanya tiba-tiba terhenti pada seorang pria tampan yang sedari tadi hanya diam bagaikan patung mirip sekali dengan suaminya Ludwighe .siapa lagi kalau bukan Justin.
Justin yang di tatap pun menghela nafas berat .
Huuufff...
" aku tak bisa ,besok ada jadwal operasi " ucap Justin saat ia melihat tatapan adik iparnya itu tertuju padanya .
" hmm yasudah tapi lain kali mommy dan semuanya harus menginap ya" ucap Bella yang di angguki semua orang .
" ibuk nginap kn buk " tanya Bella antusias.
" aduh maaf ya sayang nya ibuk ,tapi ibuk besok ada acara sama buk RT " ucap buk ani
" ihhh yaudah deh gak apa-apa" ucap Bella akhirnya.
Dan setelah itu semua keluarga pun berpamitan dan meninggalkan rumah mereka ke rumah masing-masing.
ludwighe dan Bella masuk kedalam rumah saat seluruh keluarga sudah pergi.
Di kamar
Bella keluar dari kamar mandi ia berjalan menuju ranjang ,Bella langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang itu sebab ia sudah sangat lelah dan butuh istirahat.
Sementara itu Ludwighe baru selesai memeriksa beberapa dokumen di ruang kerjanya ,setelah selesai ia memutuskan untuk beristirahat di kamar.
Ceklek...
Saat ludwighe masuk ke dalam kamar ia melihat Bella sudah dalam keadaan tidur ,karn tak ingin mengganggu tidur Bella ludwighe pun ikut berbaring di samping Bella dengan pelan bahkan sangat pelan.
sejenak ia pandangi wajah Bella yang cantik
hingga tanpa sadar ia tertidur .
Di tempat lain ,Bagas yang telah sampai ke apartemennya langsung bergegas membersihkan tubuhnya.
setelah selesai mandi Bagas merasa jauh lebih segar namun rasa lelah masih menyerangnya ia berniat untuk langsung tidur namun tiba-tiba pandangan matanya tak sengaja terarah ke arah ponselnya yang ada di atas nakas Bagas pun jadi teringat lani.
dengan ragu Bagas mengambil ponselnya dan mulai membuka aplikasi WhatsApp ia mencari kontak lani dan mengirim pesan terhadap gadis itu.
" kamu sudah tidur" ketik Bagas dan pesan itu menunjukkan centang satu .
Entah kenapa ada rasa kecewa di hati Bagas saat ternyata lani sudah tidur ,namun saat akan keluar dari aplikasi tersebut Bagas terkejut saat melihat pesannya sudah ceklis dua dan berwarna biru itu artinya lani membacanya dan lani belum tidur .
" belum pak ,bapak sudah sampai di apartemen" pesan balasan dari lani
Bagas yang membaca pesan itu langsung menelpon lani.
Tut...tut...
Di dering ke tiga lani mengangkat panggilan telpon itu.
" halo pak" ucap lani.
" kenapa belum tidur " tanya Bagas
" belum mengantuk pak " jawab lani di sebrang telpon ia menggigit bibir bawahnya sungguh lani sangat gugup dia seperti remaja yang sleepcall dengan kekasihnya.
" saya sudah sampai di apartemen,tidurlah begadang tidak baik untuk kesehatan" ucap Bagas
" iya pak " balas lani lalu hening
" hmm yasudah kamu cepat tidur ,baru saya matikan telponnya " ucap Bagas setelah hening beberapa saat.
" iya pak bapak juga tidur lah" cicit lani suaranya pelan saat mengatakannya.
di sembarang telpon Bagas tersenyum saat mendengar ucapan lani .
" ya " jawabnya
" selamat malam " ucap Bagas
" selamat malam juga pak" balas lani
" udah ya pak lani matikan sambungan telponnya" ucap lani
" hmm iya " balas Bagas lalu setelahnya terdengar bunyi pertanda bahwa sambungan telpon tersebut terputus.
Bagas senyum- senyum sendiri ia meletakan ponselnya ke atas Nakas dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang .
begitupun dengan lani gadis itu sebenarnya sudah tidur namun ia terbangun karna haus dan sat itu lah notifikasi pesan masuk ke ponselnya.
"astaga ada apa denganku ini ,pak Bagas kenapa ya perhatian banget lagi" ucap lani dalam hatinya sembari tersenyum seperti orang tak waras.
kemudian ia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan mulai memejamkan matanya dengan senyuman.
tak terasa bulan yang menerangi malam hari kini sudah berganti menjadi matahari yang sinarnya menyilaukan seluruh ibu kota
" mas ayo sarapan" ucap Bella memanggil suaminya.dan tak lama kemudian ludwighe turun dengan penampilan yang sudah rapi dengan setelah jas kantor nya.
" kenapa kau bangun sangat pagi" ucap ludwighe sembari mendudukkan dirinya ke kursi di meja makan.
" kan Bella harus diapain sarapan untuk mas berangkat ke kantor " jawab Bella sembari tangannya mengisi piring suaminya dengan berbagai jenis hidangan yang telah tersedia.
" sudah ada mbok Minah kn kenapa masih memasak" ucap ludwighe,ia menatap Bella yang juga tengah menatapnya.
" Bella mau mas makan masakan Bella ,masak iya untuk suami sendiri harus mbok Minah yang masakin ,kan istri mas itu Bella bukan mbok Minah " ucap Bella .
Ludwighe terbatuk mendengar perkataan istrinya itu.
Uhukkk....
" mas pelan - pelan makannya ,ini ayo di minum dulu " ucap Bella dengan khawatir ia menyerahkan segelas air putih untuk sang suami.
" ekhmm baiklah kamu cuma boleh masak saja ,biarkan pekerjaan lain mbok Minah yang kerjakan" ucap ludwighe saat keadaan nya mulai membaik.
" kasihan mbok Minah mas " ucap Bella
" itu sudah tugasnya mbok , jangan membantah dan habiskan sarapanmu" ucap ludwighe.ia membersihkan bibirnya menggunakan tissue lalu meminum air putih di gelasnya hingga tandas.
" aku akan ke kantor sekarang " ucap ludwighe yang sudah beranjak dari kursinya.
Bella mengantarkan sang suami sampai depan pintu rumah mereka.
" iya mas hati - hati ya di jalan " ucap Bella yang di angguki oleh ludwighe.
Kemudian ludwighe mendekat ke arah bella dan
Cup..
Bella tersentak saat merasakan bibir suaminya menyentuh dahinya , ludwighe mencium keningnya.sungguh Bella tak menyangka.
" aku pergi " ucap ludwighe sekali lagi barulah setelah itu ia berlalu memasuki mobil dan pergi ke kantor. Sementara Bella masih terdiam membeku di ambang pintu
Ia meraba keningnya dengan pelan,pipinya langsung merona saat mengingat apa yang baru saja suaminya lakukan.
______________________________________________
tok tok tok
" masuk" ucap sura dari dalam
ceklek....
" pagi bos " ucap Bagas
" hmm pagi" jawab ludwighe datar
" bos ini dokumen - dokumen yang kemarin bos minta saya dan Lina periksa, kami sudah selesai memeriksanya bos dan anda hanya tinggal tanda tangani saja " ucap Bagas
" sudah kau pastikan tidak ada yang salah" tanya ludwighe
" sudah bos ,saya sudah cek ulang beberapa kali " jawab Bagas dengan yakin dan mantap.
" hmm baiklah letakkan saja di meja" ucap ludwighe.
Bagas mengangguk kan kepalanya lalu ia meletakan dokumen yang di bawanya ke atas meja sang bos ,dan berniat untuk pergi namun terhenti karna tiba-tiba ludwighe menghentikannya.
" Bagas " ucap ludwighe menghentikan langkah kaki Bagas yang akan keluar
" ya pak bos " jawab Bagas dengan sopan.
" hmm aku lihat akhir - akhir ini kau dan lani sangat dekat apa kalian ada hubungan " tanya ludwighe dengan wajahnya yang datar sedatar tembok
Bagas terdiam sejenak
" ahh tidak ada pak bos " ucap Bagas
Ludwighe menganggukkan kepalanya pelan.
" hmm yasudah saya cuma bertanya saja ,kalau begitu kamu boleh keluar" ucap ludwighe
" baik pak bos ,saya permisi " ucap Bagas sembari membungkuk hormat sejenak sebelum melangkah keluar dari ruangan sang bos.
"ya tuhan sejak kapan pak bos jadi kepo seperti ini , sepertinya nona Bella membawa pengaruh besar pada hidup pak bos " ucap Bagas dalam hati.
bagas melanjutkan jalannya menuju ruangannya.
Ceklek..
Bagas masuk ke ruangannya dan duduk di kursinya.
" lani sedang apa ya sekarang" ucap Bagas
tiba-tiba ia memikirkan keadaan lani.
" aku telpon saja lah " ucap Bagas ia mengambil ponselnya dan mulai mencari kontak lani.
Tut..tut..tut...tut...
Ponsel lani aktif namun lani tak mengangkat telponnya ,Bagas mengerutkan alisnya heran
" aktif tapi kenapa gak diangkat " ucap Bagas
Tiba-tiba perasaan nya tak enak seperti ada sesuatu yang buruk terjadi pada lani,dengan cepat Bagas menyimpan ponselnya ke saku celananya dan bergegas mencari lani.
" hiks kumohon jangan lakukan itu , ku mohon " ucap seorang gadis yang penampilannya sudah sangat buruk.
Beberapa kancing bajunya terbuka ,dan ada bagian bajunya yang sobek di area bahu dan dadanya,pipinya memar seperti habis di tampar dan sudut bibirnya berdarah,gadis itu adalah lani .
Sebenarnya lani tadi hanya ingin membeli kopi panas untuk menemani nya bekerja namun naasnya di tengah lorong yang sepi seseorang membekap mulutnya dan membawanya ke area gudang belakang yang jarang di datangi lara karyawan, karna masih sangat pagi banyak karyawan yang belum datang dan hanya beberapa yang sudah datang,dan keadaan itu di manfaatkan oleh pak lukman ia adalah staf kantor yang terkenal sangat mesum dan suka memaksa gadis - gadis untuk melayani nafsu bejatnya itu.
" hahahhahaha jangan menangis sayangku ,aku janji akan bersikap lembut " ucap pak Lukman sembari tertawa
Lani ketakutan tubuhnya gemetar hebat , tangannya masih mencoba menutupi bagian dadanya yang hampir terlihat.
dia menangis semakin kuat , berharap ada orang yang mendengar tangisan nya.
" tidak perlu munafik kau lani,nikmati saja " ucap pak Lukman ia berjalan mendekati lani.
" tidak ku mohon lepaskan aku " ucap lani terisak ia semakin ketakutan saat melihat pak Lukman mendekatinya seperti seekor anjing liar yang mendekati mangsanya.
" tolonggggggh ,ku mohon siapapun tolong akuuu " teriak lani sekuat tenaga .
Pak Lukman langsung membekap mulut lani agar tidak berteriak.
" hussstt diamlah sayang" ucap pak Lukman ia mencoba mencium lani namun lani berontak.
"pak Bagas tolong lani" ucap lani dalam hati
entah kenapa justru lani hanya mengingat Bagas saat ini.
Pak Lukman terus memaksa lani,lani terus berontak tubuhnya mulai lemah saat terus di desak oleh pak Lukman.
air mata mengalir deras di pipi lani,saat merasakan tubuhnya mulai menyerah dan lemas lani pikir ini adalah akhirnya ia akan di nodai oleh pak Lukman.
BRAK...
Tiba-tiba pintu di tendang dengan kuat dari luar hingga pintu tersebut hancur.
Pak Lukman terkejut ia langsung menatap ke arah pintu dan betapa terkejutnya ia saat melihat di sana Bagas berdiri dengan wajah memerah penuh amarah , rahangnya mengeras, tangannya mengepal hingga menonjolkan urat - urat di tangannya, tatapan matanya tajam seperti silet ,Bagas menatap ke arah pak Lukman seperti iblis yang sedang mengamuk.
Pak Lukman gemetar hebat ia mundur beberapa langkah ke belakang dan saat itu lh Bagas menjadi monster yang sesungguhnya.
DEG....
Pandangan Bagas terpaku pada seorang gadis yang sangat di kenalnya ,gadis itu dalam keadaan yang memprihatinkan bajunya hampir tak berbentuk ,rambutnya acak-acakan dan wajahnya ada bekas tamparan di sna bahkan bibirnya pun pecah.
ya ,gadis itu adalah lani,ia meringkuk di sudut ruangan sambil terisak tangannya mencoba menutupi tubuhnya sendiri.
Hancur sudah kewarasan Bagas saat melihat lani dalam kondisi seperti itu,tatapannya menggelap ,Bagas berjalan mendekati pak Lukman dengan cepat tanpa aba-aba ia langsung memukuli pak Lukman.
" BRENGSEK KAU LUKMAN SIALAN"
" BUGH..,BUGH,....
" BERANI SEKALI KAU MENYENTUHNYA HAH ,BERANI SEKALI KAU MELECEHKAN LANI"
" BUGHH
" aaaakkkhhh ,ampun tolong ampuni aku tuan Bagas" ucap Lukman yang tengah di pukuli oleh Bagas
" KU BUNUH KAU LUKMAN SIALAN"
" BUGH ..
" BUGH...
" aaakkhhh " rintih Lukman
Bagas menghajarnya membabi buta seperti orang yang kehilangan akal.
gudang jadi sangat ramai saat semua karyawan datang menyaksikan kejadian itu.
Ludwighe yang mendengar bahwa asistennya Bagas bertengkar ia langsung turun dan melihat, ludwighe tau siapa Bagas tak mungkin Bagas menyerang tanpa alasan.
"LANCANG KAU ,ATAS IZIN SIAPA KAU MENYENTUHNYA " teriak Bagas ia seperti orang yang kehilangan kendali
Lukman sudah pingsan akibat di hajar Bagas namun Bagas tak melepaskan ia masih terus menghajar Lukman.
tak ada yang berani melerai,karna mereka tau seberapa kejamnya bagas saat marah.
" BUGH..
" BUGH..
" henti - kan tuan ba- gas " ucap lani dengan lirih
lani mendekati Bagas yang masih menggila memukuli Lukman yang sudah tak berdaya.
" su- dah hentikan ku moh- on " ucap lani kali ini ia pegang tangan Bagas yang hendak melayang ke wajah Lukman,dan ajaibnya tangan itu berhenti Bagas menatap lani yang masih menangis sesenggukan ,ia lepaskan jasnya dan memakaikannya ke tubuh mungil gadis itu.
ludwighe menyaksikan semuanya ia melangkah mendekati Bagas.
" Bagas bawa lani ke ruangan mu dan tenangkan lh dia dulu ,biar ini menjadi urusanku" ucap ludwighe,ia teluk pelan pundak Bagas.
" baik bos , terimakasih " ucap Bagas
Bagas langsung menggendong lani ke dalam pelukannya dan membawa lani pergi meninggalkan kerumunan karyawan di sana.