Indonesia
NovelToon NovelToon
BUKAN ISTRI LEMAH MU LAGI

BUKAN ISTRI LEMAH MU LAGI

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Rumah Tangga / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Saat Askar ada di rumah, Bu Surya selalu bersikap lembut dan memuji Miska.

Bu Surya: "Miska rajin sekali,ya. Penurut juga."

"Aku kan bilang Ibu pasti sayang dia. Miska, jangan banyak pikiran."

Tapi begitu Askar berangkat kerja, topeng itu langsung dilepas. Bu Surya memaki dan menghina Miska tanpa henti.

Bu Surya: "Dasar anak orang miskin beruntung! Cari makan di sini ya? Cepat kerja!"
Miska: "Bu, saya sudah selesaikan semua pekerjaan..."
Bu Surya: "Banyak alasan! Tak tahu diri!"

Miska akhirnya memberanikan diri mengadu, tapi yang ia dapat malah kemarahan suami.

Miska: "Mas, Ibu selalu memaki saya saat kau tak ada..."
Askar: "Berani kau menfitnah Ibu? Dia begitu baik padamu! Jangan cari masalah!"

Kesabaran Miska diuji tiap hari, sampai hadir Rara — cinta lama Askar yang kini jadi sekretarisnya. Kedekatan keduanya membuat Miska mulai curiga, tapi Bu Surya malah membela habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Malam mulai merayap turun, menyelimuti kota dengan kabut tipis dan cahaya lampu jalan yang berkelap-kelip. Mobil Askar melaju pelan membelah jalan yang mulai sepi, suasana di dalam kabin hening namun bukan kosong. Ada kehangatan yang menyelimuti mereka berdua, rasa tak ingin berpisah yang begitu kuat hingga membuat napas terasa berat. Rara duduk di kursi penumpang, tangannya bertumpu di lutut, sesekali melirik ke arah Askar yang sedang menyetir dengan tatapan yang tak bisa diartikan sekadar persahabatan.

"KaMu turun ya," ucap Askar pelan saat mobilnya berhenti tepat di depan gerbang rumah kost Rara yang sederhana namun rapi. Ia mematikan mesin, sehingga suara jangkrik di sekitar sana terdengar semakin jelas. "Aku... aku tidak mau membiarkanmu masuk sendirian di jam begini."

Rara mengangguk pelan, lalu membuka sabuk pengamannya. "Terima kasih, Mas. Untuk makan siang tadi, untuk obrolannya... dan untuk hari ini secara keseluruhan. Rasanya aku bisa bernapas lega sekali saat bersamamu."

Keduanya turun dari mobil, berdiri berhadapan di bawah remang cahaya lampu jalan. Jarak di antara mereka hanya beberapa jengkal, cukup untuk merasakan hangatnya tubuh satu sama lain. Angin malam berhembus lembut, menerbangkan helai rambut Rara ke wajahnya, dan tanpa sadar, tangan Askar terulur untuk merapikannya. Jari-jarinya menyentuh pipi Rara dengan lembut, dan wanita itu menutup matanya sejenak, menikmati sentuhan yang begitu rindu itu.

"Mas..." bisik Rara, matanya kembali terbuka dan menatap lurus ke manik mata Askar. "Kalau sekarang aku memintamu tinggal sebentar saja... apakah itu terlalu berlebihan?"

"Tidak pernah berlebihan kalau itu darimu," jawab Askar pelan, suaranya terdengar dalam dan berat. Tangannya yang tadi menyentuh pipi kini turun perlahan, menggenggam tangan Rara dengan erat, seolah takut wanita itu akan menghilang jika ia melepaskannya. "Rara... sejak kamu kembali, setiap detik yang kuhabiskan tanpamu terasa hampa. Di rumah, di kantor, di mana saja... pikiranku selalu melayang padamu."

"Aku juga, Mas," akui Rara jujur, matanya berkaca-kaca namun bibirnya tersenyum lembut. "Setiap kali kamu menatapku, aku nggak bisa berpaling. Dan setiap kali kamu pergi... rasanya ada bagian dari diriku yang ikut pergi bersamamu. Aku tahu ini salah. Aku tahukaumu milik orang lain. Tapi aku tidak bisa berbohong pada hatiku sendiri."

Askar menarik tangan Rara hingga tubuh wanita itu menempel dekat pada dadanya. Mereka berdiri begitu lama, hanya saling menatap, seolah ingin menghafal setiap inci wajah satu sama lain dalam kegelapan malam itu. Tidak ada kata yang terucap, namun tatapan itu sudah mengatakan segalanya — rindu yang tak terucap, hasrat yang tertahan, dan keputusan yang perlahan diambil tanpa suara.

Perlahan, wajah Askar mendekat. Rara tak mundur, justru menutup matanya dan mendongak sedikit, menyambut kedatangannya. Bibir mereka bertemu lembut di awal, seperti menyentuh kelopak bunga yang rapuh, lalu semakin dalam dan penuh rasa rindu yang selama bertahun-tahun terpendam. Pelukan Askar mengerat di pinggang Rara, seolah tak ingin melepaskan lagi, dan Rara membalasnya dengan tangan melingkar di leher suami orang itu, membiarkan dirinya hanyut sepenuhnya dalam momen yang salah namun terasa begitu benar di hatinya.

Detik itu, di depan pagar rumah kost itu, ikatan yang selama ini mengikat hati Askar pada rumah tangganya mulai putus. Ciuman itu bukan sekadar tanda cinta — itu adalah perpisahan diam-diam dengan kesetiaan yang dulu ia janjikan. Saat mereka akhirnya melepaskan diri, napas keduanya memburu, wajah mereka berdua memerah bukan karena malu, melainkan karena perasaan yang meluap-luap.

"Aku harus pergi," bisik Askar, meski kakinya tak beranjak sedikit pun.

"Hati-hati di jalan, Mas," ucap Rara lembut, tangannya masih menyentuh lengan baju Askar. "Dan ingat... aku selalu di sini."

Askar mengangguk pelan, lalu melepaskan genggamannya perlahan. Ia masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin, dan melambaikan tangan sekali sebelum kendaraannya melaju meninggalkan tempat itu. Rara berdiri di sana hingga mobil itu lenyap di tikungan, tersenyum sendiri di bawah cahaya bulan.

 

Sementara itu, di rumah yang tak terlalu jauh dari sana, Miska sedang menunggu di ruang tengah. Jam dinding menunjukkan pukul sembilan malam, dan ia sudah beberapa kali melangkah ke jendela, melihat ke arah gerbang rumah. Hatinya tenang — ia tak curiga apa pun, hanya khawatir suaminya makan malam terlambat dan perutnya kosong. Begitu terdengar suara mesin mobil memasuki halaman, wajah Miska langsung berseri-seri. Ia segera berjalan cepat menuju pintu depan, membukanya tepat saat Askar turun dari kendaraan.

"Assalamualaikum, Mas!" sapa Miska lembut, menyambut suaminya dengan senyum paling hangat yang ia miliki. Ia mengenakan daster katun bermotif bunga sederhana, rambutnya terurai lurus tanpa ikatan, wajahnya bersih tanpa sebutir pun bedak atau lipstik — wajah yang biasa dilihat Askar setiap hari.

" mas Baru pulang ya? Tadi Ibu sudah tidur lebih awal. Aku sudah siapkan air hangat dan makan malam di meja. Mau makan dulu atau mandi dulu?"

Askar berhenti melangkah di depan pintu, menatap istrinya sekilas — namun tatapannya bukan lagi tatapan suami yang rindu. Matanya yang tadi bersinar karena Rara kini menatap Miska dengan pandangan yang datar, bahkan sedikit jijik tanpa sadar. Ia melihat daster lusuh itu, wajah polos tanpa riasan, dan rambut yang berantakan karena seharian bekerja di rumah. Dan tanpa alasan yang jelas, bayangan wajah Rara yang cantik, rapi, dan wangi kembali muncul di benaknya, membuat perbandingan itu terasa semakin tajam.

"Waalaikumsalam," jawab Askar singkat, berjalan melewati istrinya tanpa menyentuhnya sedikit pun. "Mandi dulu. Tidak usah menungguku makan. Kamu makan saja."

Miska tertegun sejenak di tempat, namun ia segera menata kembali senyumnya. "Baik, Mas. Air hangat sudah siap di kamar mandi. Nanti kalau lapar panggil aku ya, aku panaskan lagi makanannya."

Askar hanya mendengus pelan, naik ke tangga tanpa menoleh sekali pun. Di dalam hati Askar, perbandingan itu terus berputar tanpa henti — Rara selalu tampak sempurna, wangi, pakaiannya rapi, ucapannya lembut. Sedangkan Miska... selalu begitu, sederhana, bahkan terlihat lusuh dan membosankan. Tak heran kalau aku merasa bosan.

Ia tak menyadari bahwa kesederhanaan Miska itu lahir karena seharian ia bekerja membersihkan rumah, memasak, dan merawat ibu mertuanya tanpa henti. Bahwa wajah tanpa riasan itu adalah wajah yang selalu ada untuknya setiap hari tanpa pamrih. Bahwa daster itu adalah pakaian yang paling nyaman untuk bekerja, bukan untuk berpesta. Namun Askar tak lagi melihat semua itu. Matanya kini tertutup oleh bayang-bayang wanita lain yang menawarkan kenyamanan tanpa beban, tanpa kewajiban, tanpa tumpukan cucian dan lantai yang harus dipel setiap hari.

Di kamar mandi, saat air mengalir membasahi tubuhnya, Askar menutup matanya dan kembali teringat ciuman tadi. Rara yang lembut, Rara yang mengerti, Rara yang selalu ada. Dan di luar sana, menunggunya dengan sabar, adalah istrinya yang ia anggap mulai membosankan itu. Namun di dalam hatinya, ia tak merasa bersalah sedikit pun. Sebaliknya, ia justru merasa seolah-olah baru menemukan kebahagiaan yang selama ini hilang.

Malam itu, saat mereka berbaring di atas kasur yang sama namun terasa berjauhan, Miska menyusup pelan ke pelukan suaminya seperti biasa, berbisik pelan, "Selamat tidur, Mas. Semoga mimpi indah."

Namun Askar hanya diam, membiarkan istrinya memeluk lengan tanpa membalas pelukan itu. Matanya terbuka menatap langit-langit kamar, dan di dalam hatinya, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri — mulai saat ini, ia akan mencari kebahagiaan itu di tempat lain, di tempat yang lebih cerah, di sisi wanita yang ia cintai sejak dulu. Dan Miska, yang tidur pulas di sampingnya dengan hati yang tulus, tak tahu bahwa ia baru saja kehilangan hatinya yang paling berharga — tanpa pernah benar-benar dilepaskan.

1
Ilfa Yarni
Happy ending aku suka
Ilfa Yarni
asyiiiiiiik miska mau menikah dgn arrangements syukuri kau askar hancur kay skr hahahah
Nuna_Pena: 😭😭😭🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
akhirnya,,,,,,, happy ending 😍😍😍
Nuna_Pena: hehhe.. makasi sudah selalu mampir say.
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
lihat Miska tersenyum sama laki-laki lain kamu marah,apa kabar kamu yg udah tidur dgn Rara di hotel berkali-kali, waras kau Askar??
Ilfa Yarni
semangat miska trus maju menggapai sukses
Nuna_Pena: semangat miska, semangat author smangat para pembaca hihihi..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
Nuna_Pena: aamiin...
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
setuju bu Diti 👍👍
Nuna_Pena: alhamdulillah..
total 7 replies
Ilfa Yarni
bersenang2lah dulu kalian skr sebelum karma menghampiri apa yg kau tanam itu yg akan kalian tuai tunggu aja jika Saat itu dtg aku akan tertawa
Nuna_Pena: 🤭🤭🤭... setiap perbuatan pasti akan ada hasil mau itu baik atau buruk... di tunggu bab bab berikutnya..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
gk sabar lihat keberhasilan Miska, buat nampar wajah Askar dan ibunya
Nuna_Pena: sabar lah. kalau langsung berhasil cerita nya pendek dong.. 🤭..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
good job Miska 👍👍👍
buktikan dengan keberhasilan mu sendiri 💪💪💪
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Nuna_Pena: aamiin,,, makasi sudah selalu mampir
total 1 replies
Ilfa Yarni
bagus aku Kira km msh terap bertahan drmh neraka itu mulai skr bahagia kan dirimu sendiri giatlah ber usaha Tuhan pasti akan ksh km Jln yg terbaik menuju kesuksesan awali harimu dgn bismillahTuhan tidak tidur apa yg ditanam itu yg akan kita tuai
Nuna_Pena: aamiin.. 🤭🤭..
total 1 replies
Ilfa Yarni
lah KNP msh tinggal Disana sin. KNP ga pergi AJ miska km kan udah. bisa usaha sendiri cari kosan kek.knp jg msh tinggal disitu
Nuna_Pena: balas dendam nya dengan cara lain🤭🤭🤭
total 3 replies
Heni Setiyaningsih
kpn up lg Thor
Nuna_Pena: udah up dua bab say.. hehe makasi sudah bertahan
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
maaf Thor,klo bisa Up nya setiap hari
Ade Chubi
awal cerita yg bagus walaupun tema cerita nya hampir sama dg cerita lain nya yg bertemakan perselingkuhan, tp cerita ini ada sisi yg bikin penasaran
Heny
Nama nya bisa suryati jd ratih
Ilfa Yarni
bagus miska truslah kembangkan dirimu sampe km sukses dari kehidupan askar dan rara di bawahmu buktikan km bis berdiri diatas kakimu sendiri mulai skr jgn lg km kerja kan pekerjaan rmh
Ade Chubi: readers itu lengah bangeut jika tokoh utama perempuan nya tidak menye menye😁
total 2 replies
Ilfa Yarni
wah lega skali Thor puas aku nah gitu dong miskajadilah wanita just Dan hebat aku suka miska yg begini lanjut
Nuna_Pena: kasihan askar bisa2 masa depannya metong
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Nuna_Pena: aamiin... makasi selalu setia mengikuti 😁😁
total 1 replies
Ilfa Yarni
hadeh msh berharap aja semoga dgn kau melihat perbuatan suami km km sadarvtidak lg jadi perempuan bodoh jgn lupa kn foto in a tau videoin apa yg suami km lakukan udah beli hp bars blom km miska itu nanti buat bukti km lho
Ade Chubi: harap maklum readers kebanyakan gak sabaran 😁😂
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!