Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Ruang Kedap Suara

Suasana SMA elit itu benar-benar kacau setelah kejadian di lapangan.

Berita tentang Bayu si murid miskin yang menyelamatkan nyawa Kepala Sekolah menyebar secepat embusan angin.

Sepanjang perjalanan kembali ke kelas, setiap pasang mata terus mengikuti langkah Bayu.

Ada yang menatap takjub, ada pula yang masih tidak percaya, tapi tidak satu pun dari mereka yang berani mendekat atau mencibir seperti biasanya.

Bayu duduk di kursinya dengan tenang sambil membuka buku cetak biologi.

Dia sama sekali tidak mempedulikan tatapan puluhan pasang mata yang menusuknya dari berbagai sudut kelas.

Brak!

Kevin menendang meja di sudut lain dengan kasar, lengannya yang sempat kram kini sudah bisa digerakkan meski masih ngilu.

"Sialan, anak miskin itu pasti cuma beruntung," umpat Kevin dengan gigi gemeretak, urat lehernya menonjol menahan malu.

Teman-teman Kevin hanya diam, tidak berani memprovokasi Bayu lagi setelah melihat kemampuan bertarungnya yang aneh.

Tap... tap... tap...

Langkah kaki yang pelan dan berirama membuat seisi kelas mendadak hening seketika.

Natasha, sang primadona sekolah yang biasanya tidak pernah sudi menatap murid kasta bawah, berjalan lurus menuju meja Bayu.

Aroma parfum mahal bercampur aroma vanila menguar dari tubuh gadis cantik itu, memabukkan siapa saja yang menciumnya.

"Ikut aku sekarang," ucap Natasha dengan nada perintah yang angkuh dan dingin.

Bayu menutup bukunya perlahan dan menatap wajah cantik gadis itu dengan sebelah alis terangkat.

"Untuk apa?" tanya Bayu datar, sama sekali tidak terintimidasi.

"Jangan banyak tanya, ikut saja ke ruang VIP komite siswa di lantai atas," balas Natasha sambil memalingkan wajah, menyembunyikan rona merah yang anehnya tiba-tiba muncul di pipinya saat bertatapan dengan Bayu.

Bayu mengangkat bahu santai, lalu berdiri dan mengikuti langkah gadis itu.

Ruang komite siswa itu sangat luas, kedap suara, dan dilengkapi pendingin ruangan yang menyala sejuk.

Cklek.

Natasha menutup rapat pintu kayu tebal itu dan menguncinya dari dalam.

Begitu mereka berdua terkurung di ruangan tertutup, aura pemikat dari giok di telapak tangan Bayu langsung mengembang dan mendominasi udara.

Natasha mendadak merasa napasnya sedikit berat dan dadanya berdebar tidak karuan.

"Jadi, apa maumu memanggilku ke tempat sepi ini?" tanya Bayu santai sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.

Natasha berjalan menuju sofa kulit di tengah ruangan dan duduk sambil menyilangkan kakinya yang putih dan jenjang.

Dia mencoba mempertahankan postur angkuhnya sebagai putri dari donatur besar.

"Aku melihat dengan jelas apa yang kau lakukan pada Kevin dan Kepala Sekolah tadi."

"Kau bukan murid beasiswa biasa kan? Siapa kau sebenarnya dan dari mana kau belajar teknik itu?" selidik Natasha dengan mata memicing.

Bayu tidak menjawab, dia justru melangkah maju perlahan mendekati sofa tempat gadis itu duduk.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Natasha berdetak makin liar saat aroma maskulin Bayu yang sangat kuat menusuk indra penciumannya.

Semakin dekat Bayu, semakin panas suhu tubuh gadis elit itu, seolah pendingin ruangan tiba-tiba mati total.

Bayu mencondongkan tubuhnya ke depan, mengurung Natasha di antara kedua lengannya yang kokoh bertumpu pada sandaran sofa.

"Menurutmu aku ini siapa?" bisik Bayu dengan suara berat yang menggetarkan, tepat di samping telinga Natasha.

Bulu kuduk Natasha meremang hebat.

Rasa geli dan nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya menjalar cepat dari leher, turun ke punggung, hingga berkumpul di perut bagian bawahnya.

Dia tidak pernah berada sedekat ini dengan pria mana pun, apalagi pria yang memancarkan pesona segila Bayu saat ini.

Napas Natasha mulai tersengal, kedua belah bibirnya yang merah muda sedikit terbuka mengundang tanpa dia sadari.

Tangannya bergerak naik di luar kendali akal sehatnya, menyentuh dada bidang Bayu di balik seragam putih yang sudah lusuh itu.

Panas.

Sentuhan kulit ke kulit itu seperti membakar sisa-sisa kewarasan dan kesombongan Natasha.

Hawa panas di bagian bawah tubuhnya semakin menjadi-jadi, membuat sesuatu yang basah mulai merembes pelan di balik pakaian dalamnya.

Natasha tanpa sadar menjepit kedua pahanya rapat-rapat, mencoba menahan rasa kosong yang tiba-tiba menuntut untuk diisi.

"Ba-bayu... jangan terlalu dekat, menjauhlah sedikit," gumam Natasha dengan suara bergetar, namun anehnya tangannya justru meremas pelan seragam Bayu, sama sekali tidak berniat mendorongnya menjauh.

Bayu menatap mata Natasha yang sudah mulai sayu berkabut, persis seperti tatapan Bu Rina sebelumnya.

Dia tersenyum miring, tahu betul bahwa gadis paling sombong di sekolah ini sedang berada di ambang batas kendalinya.

Bayu memajukan wajahnya lagi, hidungnya kini menyapu lembut pipi Natasha yang terasa sangat panas.

Bibir Bayu nyaris menyentuh sudut bibir gadis itu, membuat Natasha tanpa sadar memejamkan mata dan sedikit mendongak, menunggu ciuman itu mendarat.

Kringgg!!!

Suara nada dering ponsel dari dalam saku rok Natasha berbunyi sangat nyaring, menghancurkan suasana panas yang nyaris meledak itu.

Natasha tersentak kaget seolah baru saja disiram air es, matanya terbelalak panik.

Dia buru-buru mendorong dada Bayu dengan sisa tenaga yang dia miliki, wajahnya semerah kepiting rebus.

Tangan gadis itu gemetar hebat saat mengeluarkan ponselnya, berusaha menormalkan napasnya yang memburu.

"H-halo? Ya, Papa?" jawab Natasha dengan suara yang sangat gugup dan serak.

Bayu melangkah mundur dan bersandar di meja kerja, tersenyum puas melihat kekacauan yang dia tinggalkan pada tubuh dan pikiran primadona sekolah itu.

"Apa? Kepala Sekolah sudah stabil dan mencari Bayu? Di rumah sakit pusat kota?" suara Natasha tiba-tiba meninggi karena terkejut mendengar ucapan ayahnya dari seberang telepon.

Natasha menutup panggilan itu dan menatap Bayu dengan dada yang masih naik turun dengan cepat.

"Papa... maksudku, dewan donatur sekolah dan dokter kepala di rumah sakit mencarimu sekarang."

"Mereka mengirim mobil khusus untuk menjemputmu di gerbang depan," ucap Natasha, masih berusaha menghindari kontak mata langsung dengan Bayu karena malu atas reaksinya barusan.

Bayu mengangguk pelan, sama sekali tidak terlihat kaget dengan berita itu.

Giok di telapak tangannya memang menjamin bahwa teknik yang dia gunakan tidak mungkin gagal.

"Terima kasih atas informasinya, aku akan pergi ke sana sekarang," ucap Bayu santai, lalu membalikkan badannya menuju pintu keluar.

Cklek.

Bayu membuka kunci pintu, namun sebelum melangkah keluar, dia menoleh ke belakang.

Dia menatap Natasha yang masih terduduk lemas di sofa dengan wajah berantakan dan napas belum teratur.

"Omong-omong, parfummu memang wangi, tapi aroma tubuhmu yang sebenarnya jauh lebih manis saat kau sedang gugup," goda Bayu sambil mengedipkan sebelah matanya.

Wajah Natasha seketika meledak merah hingga ke telinga.

Dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan malu, menatap punggung tegap Bayu yang menghilang di balik pintu, sambil merutuki tubuhnya sendiri yang begitu mudah melunak hanya karena godaan kecil dari pemuda miskin itu.

...

Setengah jam kemudian, mobil mewah sekolah berhenti tepat di lobi utama Rumah Sakit Pusat Kota.

Bayu turun dengan santai, diantar oleh staf sekolah menuju bangsal VVIP di lantai teratas.

Saat pintu kamar rawat terbuka, Bayu disambut oleh tatapan tegang dari lima dokter spesialis dan beberapa pria paruh baya berjas rapi yang merupakan dewan donatur yayasan.

Di atas ranjang, Kepala Sekolah terlihat pucat namun sudah sadar dan bisa duduk bersandar.

"Jadi, kau anak SMA yang berani melakukan tindakan medis gegabah di lapangan tadi?" tegur salah satu dokter senior berkacamata dengan nada meremehkan.

Bayu menatap dokter itu dengan pandangan sedingin es.

"Jika yang Anda sebut gegabah itu adalah menyelamatkan nyawa pasien yang gagal Anda lindungi, maka ya, itu saya," balas Bayu tajam tanpa rasa takut sedikit pun.

Ruangan itu mendadak hening, beberapa dokter terlihat tersinggung dengan kelancangan Bayu.

Namun, seorang pria tua berpakaian paling rapi di antara mereka tiba-tiba tertawa keras memecah ketegangan.

Hahaha!

"Anak muda yang bernyali besar, aku suka itu," ucap pria tua tersebut.

"Namaku Herman, ketua dewan yayasan sekolah sekaligus kakek dari Natasha."

Bayu hanya mengangguk pelan sebagai bentuk rasa hormat sekadarnya.

Herman melangkah mendekati Bayu dengan tatapan penuh penilaian.

"Kepala Sekolah sudah sadar, dan tim medis kami menemukan fakta yang sangat mengejutkan usai melakukan pemindaian."

"Tekanan di titik saraf yang kau lakukan di lapangan bukan sekadar pertolongan pertama biasa."

"Itu adalah teknik akupunktur aliran energi tingkat tinggi yang sukses menghancurkan gumpalan darah dan menyelamatkan jantungnya dari kerusakan permanen."

Herman menepuk bahu Bayu dengan senyum lebar yang tulus.

"Sebagai ucapan terima kasih dari pihak yayasan dan Kepala Sekolah, katakan apa yang kau inginkan, anak muda."

"Uang? Beasiswa penuh sampai lulus? Atau fasilitas mewah?" tawar Herman sungguh-sungguh.

Bayu tersenyum tipis, giok di telapak tangannya berdenyut pelan seolah menyetujui langkah yang akan dia ambil selanjutnya.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!