Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Pernikahan kami sempurna. Harta, takhta, dan sepasang anak kembar yang rupawan telah kami miliki. Sebagai sesama pemilik perusahaan, aku dan Mas Hanif adalah definisi pasangan ideal di mata dunia.

​Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Mas Hanif meminta izin untuk menikah lagi. Didukung oleh ibu mertuaku, seorang wanita polos datang dan mengaku siap berjuang dari bawah bersamanya.

​Dunia mengira aku akan mengamuk. Nyatanya, di balik anggunnya hijabku, aku justru tersenyum tenang. Aku mengiyakan, bahkan mengantarnya langsung ke pelaminan maduku.

​Mereka pikir aku pasrah? Salah besar.

​Sebelum melepasnya, sebuah perjanjian gono-gini rahasia telah kutandatangani bersama Mas Hanif. Lewat strategi bisnis yang rapi, perlahan akan kutarik semua aset dan kejayaan yang menyokongnya selama ini.

​Katanya siap berjuang dari bawah? Silakan nikmati perjuangan itu tanpa sepeser pun sisa hartaku. Selamat datang di skenario dendam manisku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Suara pekik tawa Kayla dan Kenzie menggema memenuhi seluruh sudut area playground yang luas nan sepi itu. Setelah puas melompat-lompat di atas trampolin raksasa, kedua pasang mata bulat si kembar kini tertuju pada wahana paling menantang di tempat tersebut: sebuah perosotan tabung spiral raksasa berwujud naga yang tingginya hampir mencapai langit-langit lantai dua.

​"Bunda! Ayo ikut naik! Ayo meluncur bareng Kayla sama Kenzie!" teriak Kayla dari atas menara kayu, melambai-lambaikan tangan kecilnya dengan heboh ke arah Hanum yang sedang duduk di kursi tunggu.

​Hanum sempat ragu. Dia melirik blazer pastel dan penampilannya yang rapi. Namun, melihat binar memohon dari kedua buah hatinya, Hanum akhirnya tidak bisa tega. Dia melepaskan blazernya, menyisakan kemeja putih satin yang longgar, lalu melepaskan kaus kakinya sebelum berlari kecil menyusul anak-anaknya naik ke atas menara.

​Tian sendiri berdiri tidak jauh dari kaki perosotan, bertindak sebagai penjaga garis akhir dengan melipat tangan di depan dada. Dari posisinya, sepasang mata elang milik Tian diam-diam bergerak mengikuti pergerakan Hanum. Untuk beberapa saat, pria kaku itu terpaku. Dia menatap lurus ke arah Hanum yang sedang tertawa lebar, membantu si kembar bersiap di posisi meluncur.

​Senyuman tulus dan derai tawa lepas yang keluar dari bibir Hanum siang ini terlihat begitu kontras dengan wajah sembab penuh air mata yang dia lihat dua hari lalu. Ada binar kehidupan yang kembali hangat di wajah wanita itu, dan entah mengapa, pemandangan tersebut membuat sesuatu di dalam dada kaku Tian berdesir aneh.

​"Satu... dua... tiga... wusss!"

​Hanum meluncur lebih dulu sambil memeluk Kenzie di pangkuannya, disusul Kayla yang meluncur mandiri di belakang mereka. Begitu tubuh mereka keluar dari ujung tabung naga dan mendarat mulus di atas bantalan busa yang empuk, Hanum langsung tertawa terbahak-bahak sampai matanya menyipit, mengacak rambut Kenzie dengan gemas.

​Melihat pemandangan yang begitu murni dan penuh kebahagiaan itu, benteng es di wajah Tian mendadak runtuh total. Tanpa bisa ditahan, sebuah tawa lepas bukan sekadar senyuman tipis atau dengusan sarkas keluar dari bibir Tuan Dingin. Pria itu tertawa terbahak-bahak, menampakkan deretan giginya yang rapi serta sudut matanya yang mengkerut jenaka. Suara tawanya terdengar begitu renyah dan berat, membuat Hanum yang sedang membetulkan posisi duduknya seketika menoleh dengan tatapan terpana.

"​Manusia es ini... ternyata bisa tertawa semanusiawi dan selepas ini?." batin Hanum takjub.

​Terbawa oleh atmosfer yang sedang seru dan menyenangkan, si kembar mendadak bertingkah super nekat. Kenzie berlari mendekati Tian, menarik-narik ujung polo hitamnya dengan sekuat tenaga.

​"Om Tian juga harus coba! Ayo Om, meluncur! Om kan besar, pasti jalannya cepat sekali seperti roket!" tantang Kenzie dengan kepolosan khas anak lima tahun.

​"Tidak. Saya tidak bermain permainan anak-anak," tolak Tian ketus, mencoba mengembalikan wibawa pangeran esnya yang sempat luntur akibat tertawa tadi.

​"Ah, Om Tian takut ya? Om Tian takut perosotan naga!" ejek Kayla sambil menjulurkan lidahnya, ikut memprovokasi sang om bersama kembarannya.

​Ditantang dan diejek oleh dua bocah ingusan, ego dan gengsi setinggi langit milik Tian seketika terusik. Pria itu mendengus angkuh, menatap perosotan naga itu dengan pandangan meremehkan. "Takut? Tidak ada kosakata takut di dalam kamus hidup saya. Minggir, saya akan tunjukkan bagaimana cara meluncur yang benar secara mekanika fisika."

​Hanum yang masih terduduk di bawah hanya bisa menahan senyum gelinya melihat bagaimana seorang CEO korporat raksasa bisa dengan mudah terpancing emosinya oleh anak-anak taman kanak-kanak. Dengan langkah kaku namun penuh percaya diri yang sarat akan keangkuhan, Tian menaiki tangga menara. Tubuhnya yang tinggi besar tampak sangat kontras saat dipaksakan masuk ke dalam mulut tabung perosotan yang sebenarnya didesain untuk ukuran anak-anak dan orang dewasa normal.

​Tian duduk dengan tegap, melipat kakinya yang panjang dengan susah payah di dalam tabung, lalu sedetik kemudian... wusssss!

​Karena bobot tubuhnya yang berat dan bahan celana chinos-nya yang mulus, tubuh Tian meluncur ke bawah dengan kecepatan yang luar biasa eksentrik, jauh lebih cepat daripada Hanum tadi. Pria itu melesat bak peluru kendali membelah spiral tabung. Namun, tepat di belokan tajam terakhir sebelum ujung keluar...

​Kreeeeeeeekkkkkk!

​Sebuah suara robekan kain yang cukup keras dan dramatis terdengar menggema dari dalam tabung, disusul dengan mendaratnya tubuh Tian secara kasar di atas bantalan busa. Pria itu mendarat dengan posisi duduk yang kaku, sementara wajahnya seketika berubah menjadi luar biasa tegang dan pucat pasi.

​"Hahaha! Om Tian seperti roket beneran!" tawa Kenzie meledak. Namun, sedetik kemudian, tawa Kenzie berubah menjadi pekikan heran saat melihat ke arah bagian belakang celana Tian. "Loh? Om... pantat Om Tian kok ada warna hitamnya?"

​"Eh, iya! Celana Om Tian bolong! Kelihatan sempaknya! Hahaha!" sambung Kayla tanpa dosa, tertawa terpingkal-pingkal sambil menunjuk-nunjuk ke arah bagian celana hingga paha belakang Tian yang ternyata sudah robek menganga sepanjang lima belas senti, menampilkan warna celana dalam hitam premium milik pria itu dengan sangat jelas akibat tergesek tajamnya sambungan plastik perosotan.

​Mendengar celetukan polos bin ajaib dari kedua anaknya, Hanum seketika membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangan. Matanya membelalak sempurna antara ingin tertawa sampai menangis atau ketakutan setengah mati. Suasana di dalam wahana yang sepi itu membuat gaung tawa si kembar terdengar sangat nyaring.

​Hanum langsung didera rasa waswas dan panik yang luar biasa. Jantungnya berdegup kencang, takut jika setelah kejadian memalukan bin tabu ini, Tian akan mengamuk hebat, meledak bagai gunung berapi, atau langsung meratakan bangunan playground ini dengan kekuasaannya karena harga dirinya yang telah diinjak-injak oleh sebuah perosotan plastik.

​Tian sendiri masih mematung di atas bantalan busa. Rahangnya mengeras dan wajahnya bergantian berubah warna dari putih, merah padat, hingga hampir menghitam karena menahan rasa malu dan gengsi tingkat dewa yang hancur berkeping-keping di depan adik ipar tirinya. Pria itu berdehem sangat keras, lalu dengan gerakan super taktis yang kaku, dia bangkit berdiri sambil memundurkan tubuhnya secara instan, merapatkan bagian pantatnya ke dinding pembatas agar robekan celananya tidak terlihat.

​Namun, alih-alih mengamuk atau berteriak seperti ketakutan Hanum, Tian justru menoleh ke arah Hanum dengan pandangan mata elangnya yang kembali melotot tajam, mencoba mengalihkan isu memalukan itu dengan sebuah omelan yang luar biasa absurd.

​"Hanum! Jaga anak-anak kamu!" tegur Tian dengan nada suara yang sangat ketus, galak, dan sarat akan kepanikan yang ditutupi oleh otoritas kaku. "Saya mau pergi ke bawah beli celana baru dulu!"

​Hanum yang masih membekap mulutnya hanya bisa mengerjapkan mata bingung. "Eh? Iya, Kak... tapi kan dari tadi aku memang sedang menjaga mereka di sini..."

​"Jangan membantah! Kamu dari tadi hanya duduk diam melihat saya, itu namanya tidak menjaga dengan becus! Kalau sampai dalam waktu lima belas menit saya kembali dan anak-anak ini ada yang lecet satu milimeter saja, saya akan potong anggaran jajan mereka sebulan!" omel Tian asal-asalan, mengeluarkan ancaman paling tidak logis yang pernah ada hanya demi menutupi rasa malunya yang sudah berada di ubun-ubun.

​Setelah melayangkan rentetan kalimat menyebalkan yang seolah-olah menuduh Hanum tidak bisa mengurus anak, Tian langsung berbalik. Dengan posisi tubuh yang sangat aneh berjalan mundur menyamping seperti kepiting sawah sambil menempelkan punggungnya erat-erat ke dinding kaca sepanjang jalan menuju pintu keluar dia memastikan tidak ada satu pun staf wahana yang melihat pemandangan pintu belakangnya yang terbuka lebar.

​Begitu sosok tegap yang berjalan mirip kepiting itu menghilang di balik pintu lobi, Hanum akhirnya tidak mampu lagi membendung pasokan oksigen di dadanya. Tawa Hanum meledak seketika dengan sangat hebat hingga dia harus berjongkok sambil memegangi perutnya yang kram karena terlalu geli.

​"Ya Tuhan, Tuan Monster Es... di tengah tragedi celana robek dan sempak kelihatan begitu, kenapa masih sempat-sempatnya mengeluarkan statement menyalahkan aku?! Benar-benar manusia paling gengsi se-alam semesta!." umpat Hanum di dalam hati sambil menghapus air mata geli di sudut matanya, sementara Kayla dan Kenzie masih melompat-lompat girang merayakan kemenangan mereka merubuhkan harga diri sang om dingin.

1
Irianti
Thor kenapa harus ada kata papa tiri Hanif, lebih baik disebut mertua Hanum atau pak siapa gitu biar enak baca nya, maaf yaa Thor sekedar masukan
Irianti
di bab sebelum nya pake jilbab instan, lah ko di bab ini ngga pake jilbab, ayoo Thor lebih di perhatikan lagii tulisan nyaa💪💪💪
Hana Nisa Nisa
ini juga bukannya dirumah ya ngasih uang 10jtnya kok sekarang di parkiran ktr
Hana Nisa Nisa
usahanya yg bener apa ya hijab apa disegn interior
Anonim
💪💪💪💪
Anonim
Hereeem
Alya Cahaya Hati
lanjut👍
Indra Wahyu Rianti
hanif kan penggelapan ya. kl rahma kena pasal apa?
Indra Wahyu Rianti
wkt nikah yg orang kampung dtg dikasih seragam itu siapa? sodara sarah apa orang kampungnya sarah? masa gak nagsih tau kl menikah buat menipu.
Indra Wahyu Rianti
jd penasaran cerita awal hanum hanif. knp dulu hanum gak sama tian aja y. apa krn dari dulu tian di LN mulu?
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Indra Wahyu Rianti
bego bgt bu rahma ditinggal pak irwan demi mantu sarah 🤣
Indra Wahyu Rianti
Yaa Allah... lakilaki udah dpt hanum spec sultan dan bidadari menggadaikan segalanya hanya untuk HS sm sarah.
Indra Wahyu Rianti
Yaa Allah bu rahmaaaaa.... udah dibuat hidupnya enak koq gak tau diri. dpt suami dan menantu spek sultan, nyari mantu yg selevelan dia lg 😅
Indra Wahyu Rianti
keren. seribu jempol buat papa hanif yg membela menantunya 💙
Indra Wahyu Rianti
real ada laki laki yg terpikat seorang perempuan krn didepannya rajin shalat. begitu udah dinikahi, gak tuh 😅. perempuan itu kekeh kerja LDR jd lakilakinya gak diopeni dari sejak nikah tp lakilakinya ttp nafkahi anakanaknya dan gak punya tabungan krn uangnya habis buat bolak balik pesawat nengok keluarga, bayar asuransi pendidikan anaknya dan beli aset dinkota istrinya. lucunya pas suaminya minta keluarganya pindah sekota dgnya istrinya mau asal dibelikan rumah gak mau tinggal di rumah mertuanya yg besar. lah pdhl uang suaminya udah dibeliin aset di kota istrinya. skrg suaminya sakit, istri dan anaknya gak ada yg nengok. harusnya nemenin kontrol ke penang malah jalanjalan sendiri ke china, korea, jepang. 😅 tertipuuuuuuu
Indra Wahyu Rianti
bego banget. kan udah tau kondisi yg di setting hanum. batalin aja nikahnya. kan blm nikah ini. setidaknya mgkn batal dicerein 😅. mikir dong bakal kehilangan hanum anak anak dan harta. trus dpt sarah?? hellow
Indra Wahyu Rianti
kerenkerenkeren.
author bikin kelas buat para istri dong biar bs kyk hanum 💙
Indra Wahyu Rianti
penasaran kl punya pengacara pribadi gitu bayarannya berbulan apa percase?
Mukeseh
q bingung thor 🤣🤣🤣 bab berapa gitu mereka tinggal di rumah kumuh eh skrg kok ada pembentong eee🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!