Indonesia
NovelToon NovelToon
RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anime / Game / Slice of Life
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: webnakama

Kurosawa Kaito adalah pria paling sial di seluruh Jepang bukan kiasan, itu fakta yang bisa dibuktikan lewat statistik. Payung selalu ketinggalan pas hujan deras, promosi kerja direbut orang lain di detik terakhir, bahkan mesin ATM pernah menelan kartunya di hari gajian.

Semua berubah saat sahabatnya memaksanya mencoba Aeon Requiem, VRMMORPG full-dive terbaru yang sedang jadi fenomena dunia. Saat membuat karakter, Kaito yang selama ini terlalu sial untuk berharap apa pun asal memasukkan seluruh poin stat awal ke satu parameter yang paling sering diabaikan pemain lain: Luck (Keberuntungan).

Yang tidak ia sangka: sistem game ini menghitung keberuntungan bukan sebagai angka kosmetik, tapi sebagai variabel nyata yang memengaruhi drop rate, critical hit, event tersembunyi, bahkan takdir NPC. Seorang pemain yang di dunia nyata tidak pernah menang undian apa pun, kini menjadi satu-satunya orang yang ditakdirkan untuk selalu beruntung di dunia yang bukan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon webnakama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 — Balasan

Tiga hari berlalu tanpa ada balasan, dan Rin walau nggak pernah bilang langsung, keliatan makin diem tiap kali mereka ngumpul di markas. Kaito notice itu, tapi nggak maksa nanya, dia cuma mastiin selalu ada di deket Rin, siap kalo dia butuh temen ngobrol, bahkan cuma buat duduk diem bareng tanpa perlu ngomong apa-apa.

Hari pertama, Rin masih keliatan biasa aja, sibuk ngatur strategi buat sesi farming. Hari kedua, dia mulai sering ngecek HP-nya diem-diem di sela pertarungan, walau buru-buru masukin lagi begitu sadar ada yang merhatiin. Hari ketiga, dia jadi lebih pendiam dari biasanya, sesekali natap kosong ke arah kabut di kejauhan.

"Lo nggak harus nunggu sambil farming terus, kita bisa istirahat dulu kalo lo butuh." kata Kaito di sela istirahat hari ketiga.

"Gue nggak apa-apa, farming bikin gue nggak terlalu mikirin itu terus." kata Rin, walau nada suaranya nggak sepenuhnya meyakinkan.

Kaito ngangguk, ngerti, walau tetep aja diem-diem khawatir.

Hari keempat, di tengah sesi farming biasa, HP Rin bergetar. Dia berhenti jalan, natap layarnya, dan raut wajahnya berubah drastis.

"Kaito, dia bales." katanya, suaranya gemeteran.

Kaito langsung nyamperin, ngeliat dari balik bahu Rin ke arah layar HP-nya. Souma sama Mei yang lagi di deket situ juga berhenti, ngerasa ada sesuatu yang penting kejadian.

Pesan itu pendek, kaku, keliatan kayak ditulis sama orang yang butuh usaha ekstra buat ngetik tiap katanya:

"Rin. Iya, ini gue. Maaf baru bales sekarang, gue butuh waktu buat mikir. Gue masih hidup, kerja biasa di Osaka, baik-baik aja secara fisik. Cuma... belum siap ngomongin soal game lagi. Terima kasih udah masih inget gue."

Rin baca pesan itu berkali-kali, matanya berkaca-kaca tapi kali ini ada senyum kecil yang nggak bisa dia sembunyiin.

"Dia masih hidup, dia beneran masih hidup." gumamnya.

"Itu bagus banget, Rin," kata Mei, ikut lega, matanya juga mulai berkaca-kaca walau dia nggak kenal Kazenagi sama sekali. "Aku ikut seneng, walau aku nggak tau ceritanya lengkap."

"Makasih, Mei," kata Rin, ngelap sudut matanya sendiri.

Souma yang biasanya selalu punya komentar jenaka, kali ini cuma diem, ngasih senyum tulus tanpa perlu banyak kata. Kadang, momen kayak gini emang lebih pas dibiarin apa adanya daripada dibumbui candaan.

Kaito ngerasa dadanya ikut hangat ngeliat reaksi Rin, tapi ada satu kalimat di pesan itu yang bikin dia mikir lebih dalam "belum siap ngomongin soal game lagi." Kalimat sesingkat itu nyimpen banyak banget hal yang nggak terucap.

"Lo mau bales?" tanya Kaito.

Rin ngangguk, mikir sebentar sebelum mulai ngetik lagi.

"Nggak apa-apa, nggak usah dipaksain. Gue cuma seneng tau lo baik-baik aja. Kalo suatu saat lo siap ngomong, gue di sini. Nggak akan maksa."

Dia kirim pesan itu, terus nutup layarnya, narik napas panjang.

"Gue lega," katanya, "walau masih banyak yang belum kejawab, minimal gue tau dia masih ada, masih idup." Dia natap layar HP-nya sekali lagi, seolah masih nggak sepenuhnya percaya deretan kata itu beneran ada di sana.

Malemnya di markas, mereka ngobrolin soal apa yang mungkin kejadian ke Kazenagi berdasarkan penjelasan si entitas kemarin.

"Kalo teorinya bener, dia menyerap sisi berlawanan dari yang Kaito alamin. Mungkin bukan cuma di dalam game, bisa jadi ngerembet juga ke kehidupan nyatanya, sama kayak yang Kaito alamin tapi ke arah sebaliknya."  kata Amagi, ngutak-atik data yang udah dia kumpulin.

Kaito ngerasa berat denger itu. "Jadi... dia beneran ngalamin yang lebih parah dari yang gue alamin dulu?"

"Kemungkinan, gue inget dia sempet cerita, sebelum berhenti main, hidupnya di luar game juga makin berantakan, kerjaan lama yang dia lamar berkali-kali nggak pernah diterima, hal-hal kecil yang selalu berujung buruk. Waktu itu gue kira itu cuma kebetulan biasa, kayak kesialan orang pada umumnya. Gue bahkan pernah nyaranin dia buat 'coba lebih positif aja,' padahal sekarang gue sadar itu saran yang nggak ada gunanya sama sekali buat situasi kayak gitu." kata Rin, suaranya pelan.

"Lo nggak bisa nyalahin diri lo sendiri buat itu, lo juga nggak tau waktu itu." kata Kaito.

"Gue tau, tapi tetep aja kerasa berat." kata Rin.

"Tapi sekarang kita tau itu mungkin bukan kebetulan," sambung Souma, ngerti arah pembicaraan.

Mereka diem sejenak, ngebiarin beratnya kemungkinan itu ngendep.

"Kalo emang bener, itu artinya keberuntungan gue... entah gimana caranya, mungkin ngambil dari orang lain. Dari orang-orang kayak Kazenagi." kata Kaito akhirnya.

"Kita nggak tau itu pasti, si entitas bilang itu sistem yang udah ada dari lama, bukan sesuatu yang lo ciptain sendiri." kata Rin cepet, kayak nyoba nenangin Kaito sekaligus dirinya sendiri.

"Tapi tetep aja, kalo emang bener ada orang yang menderita gara-gara gue jadi bagian dari sistem ini..." gumam Kaito, ngerasa berat.

"Kalo dipikir logikanya, sistem keseimbangan kayak yang dijelasin si entitas itu udah ada jauh sebelum lo lahir. Kazenagi kena efeknya bahkan sebelum lo mulai main. Artinya, penyebabnya bukan lo secara personal, lo cuma kebetulan jadi salah satu titik di mana sistem itu 'terbuka' lebih lebar." Amagi nyeletuk, natap Kaito dengan ekspresi tenang yang entah kenapa kerasa menenangkan.

"Itu... nggak sepenuhnya bikin gue ngerasa lebih baik," kata Kaito jujur.

"Nggak harus langsung bikin lo ngerasa lebih baik, tapi minimal itu fakta yang perlu lo pegang, biar lo nggak mikul beban yang bukan sepenuhnya salah lo." kata Amagi.

"Kaito, lo nggak minta jadi bagian dari ini. Lo cuma orang yang kebetulan jadi wadah yang cocok, kayak kata si entitas. Kalo lo nyalahin diri lo sendiri buat sesuatu yang bahkan lo nggak sepenuhnya ngerti, itu nggak adil buat lo sendiri." potong Rin tegas sambil natap dia lurus.

Kaito natap Rin, ngerasa kata-kata itu ngendep dalem, walau rasa bersalah yang tiba-tiba muncul belum sepenuhnya ilang.

"Kita harus cari tau lebih jauh, kalo emang ada hubungan sebab-akibat kayak gini, mungkin ada cara buat nyeimbangin dampaknya. Atau minimal, mengerti sepenuhnya sebelum ambil kesimpulan." kata Amagi, motong keheningan dengan suara tenangnya yang khas.

"Setuju, tapi buat sekarang, kita fokus dulu ke hal yang bisa kita kontrol. Kazenagi udah mulai buka komunikasi lagi, itu progress. Nggak semua bisa diselesain dalam semalam." kata Rin.

Kaito ngangguk, walau pikirannya masih penuh sama pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Dia natap Mei yang dari tadi diem lebih banyak dari biasanya, keliatan ikut mikir dalem soal semua ini.

"Lo oke Mei?" tanya Kaito.

Mei ngangguk, senyum kecil. "Aku cuma mikir, untung ada kalian semua. Kalo aku ngadepin hal seberat ini sendirian, mungkin aku udah nyerah dari dulu."

"Makanya kita punya guild, biar nggak ada yang ngadepin hal berat sendirian." kata Souma sambil nepuk pundaknya.

Kaito ngeliat sekeliling markas kecil mereka, Rin yang keliatan sedikit lebih ringan bebannya sejak dapet balasan Kazenagi, Souma yang selalu bisa nyari sisi positif di situasi seberat apa pun, Mei yang walau kadang ceroboh, punya hati yang tulus banget buat semua orang, dan Amagi yang walau baru gabung, udah kerasa kayak bagian penting dari tim. Rasanya aneh mikirin, beberapa minggu lalu, dia bahkan nggak tau nama-nama mereka. Sekarang, dia nggak bisa bayangin harinya tanpa kehadiran mereka semua.

"Gue rasa, apa pun yang bakal kejadian ke depannya, kita bakal hadepin bareng-bareng." kata Kaito.

Rin natap dia, senyum tipis muncul lagi di wajahnya. "Selalu begitu."

Malam itu, sebelum mereka semua logout satu-satu, Kaito sempet natap panel resonansi yang masih nempel di sudut pandangannya, angka 67% yang terakhir kali dia liat di gerbang. Dia mikir, mungkin "keselarasan sempurna" yang disebut si entitas bukan cuma soal dia sendiri, atau soal Rin.

Mungkin itu soal semua orang yang udah dia temuin sepanjang perjalanan ini, orang-orang yang tanpa dia sadari, udah jadi bagian dari keseimbangan yang lagi dia coba pulihkan.

Dia nggak tau jawaban pastinya. Tapi buat pertama kalinya, dia ngerasa nggak apa-apa buat belum tau semuanya sekarang.

Sebelum logout, dia sempet ngirim pesan singkat ke Rin lewat chat pribadi mereka.

Kaito: Kalo suatu saat lo mau ke Osaka nemuin dia langsung, bilang aja. Gue temenin.

Balasan Rin dateng nggak lama kemudian, cuma beberapa kata, tapi cukup buat bikin Kaito senyum sendiri sebelum bener-bener nutup dive-nya malam itu.

Rin: Pasti. Makasih, Kaito.

Kaito natap balasan singkat itu sebentar, senyum kecil masih nempel di wajahnya, sebelum akhirnya bener-bener nutup headset-nya dan ninggalin dunia virtual malam itu dengan hati yang terasa lebih ringan dari biasanya.

1
Zyren Vale
ikut meramaikan 🔥
Zyren Vale
kena kutukan nih
Zyren Vale
inti bumi kah
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya thor🙏👍💪
Tio Buki
Lanjut
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Mampir gan👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Ngak tau saya, yang hanya buang buang waktu saja
Tio Buki
Mungkin nama spesial
Tio Buki
Apa itu
Tio Buki
Tidak mengapa
Tio Buki
Bumi ya
Tio Buki
Siapakah dia
Tio Buki
Wow
Tio Buki
Seberapa jau kah
the virtuso
saling support yah thor👍
Giooooo
Keren ceritanya thorku 💪
Author Melda
salah suport kak mampir yah ke novel ak KKN DESA MATI👍
Author Melda: terimakasih kak👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!