Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Selama bertahun-tahun, Akbar dicap sebagai pembawa sial oleh seluruh warga kampung, bahkan disalahkan atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kelelahan dengan hidup yang penuh penderitaan dan cemoohan, Akbar memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan melompat dari atas jembatan. Namun, tepat sebelum tubuhnya jatuh, sebuah layar hologram mendadak muncul dan memberinya "Sistem Dewa Hoki". Kini, berbekal keberuntungan absolut dari sistem tersebut, Akbar siap membalikkan keadaan, membungkam mulut orang-orang yang merendahkannya, dan membongkar rahasia kelam di balik kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Ditambah efek intimidasi dari Cincin Negosiasi Mutlak, mental mafianya hancur lebur berkeping-keping tanpa perlawanan.

"Ma... maafkan saya Mas Akbar, saya mengaku salah besar menantang Anda," rintih Bos Tony nyaris menangis memohon ampun.

"Tolong kembalikan buku itu pada saya, saya bersedia membayar berapa pun uang yang Mas Akbar minta hari ini."

Akbar menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Bos Tony dengan pandangan merendahkan.

"Saya tidak butuh uang bapak, uang tunai di rekening saya sudah cukup buat makan enak seumur hidup."

"Lalu apa yang Mas Akbar mau dari saya? Saya akan kabulkan semuanya asal buku itu tidak sampai ke tangan polisi."

"Pilihan yang sangat cerdas Bos Tony, saya punya tiga syarat mutlak yang harus bapak penuhi sekarang juga," ucap Akbar mengangkat tiga jarinya.

"Sebutkan Mas, saya pasti penuhi semuanya," angguk Tony cepat menghapus keringat di dahinya pakai sapu tangan.

"Syarat pertama, bapak telepon manajer pabrik Jakarta sekarang juga di depan saya," perintah Akbar.

"Bapak bilang ke mereka kalau saya adalah keponakan kesayangan bapak, dan bapak menyuruh mereka memberikan prioritas suplai ke toko saya mulai hari ini."

Bos Tony buru-buru mengambil ponsel pintarnya dari atas meja dengan tangan gemetar parah.

Dia langsung mencari kontak manajer pabrik Jakarta dan meneleponnya dengan mode pengeras suara agar Akbar bisa mendengar.

Tuut tuut tuut.

Panggilan itu langsung diangkat di deringan kedua.

"Halo Bos Tony yang terhormat, ada yang bisa saya bantu pagi ini?" sapa suara manajer pabrik dengan sangat ramah.

"Dengar baik-baik ya, pemilik toko di desa Sukamaju yang bernama Akbar itu adalah keponakan kesayanganku," ucap Tony dengan suara yang sengaja diatur senatural mungkin.

"Oh astaga, benarkah itu Bos? Kami benar-benar tidak tahu soal itu," jawab manajer pabrik itu kaget.

"Iya, jadi mulai hari ini kalian harus memprioritaskan semua pesanan barang ke tokonya, berikan dia harga paling murah yang kalian punya!"

"Siap laksanakan Bos Tony! Kami akan mengirim lima truk penuh ke tokonya siang ini juga sebagai tanda maaf kami."

"Bagus, jangan sampai keponakanku itu kecewa pada pelayanan kalian, sudah tutup teleponnya."

Klik.

Tony mematikan panggilan telepon itu dan menatap Akbar dengan wajah memelas meminta persetujuan.

Akbar tersenyum puas mengacungkan jempol kanannya pada kemampuan akting pria buncit tersebut.

"Bagus sekali, syarat pertama selesai, sekarang kita masuk ke syarat kedua."

Akbar mencondongkan tubuhnya ke depan menatap lekat-lekat wajah ketakutan Bos Tony.

"Mulai bulan depan, bapak harus menutup setengah dari total jumlah swalayan milik bapak yang ada di seluruh kabupaten ini."

"Apa? Menutup setengah toko saya? Tapi Mas, itu sama saja membunuh perlahan kerajaan bisnis saya," protes Tony keberatan.

"Bapak mau membunuh bisnis bapak perlahan, atau mau saya bunuh bapak seketika di penjara pakai buku merah ini?" potong Akbar dingin.

Aura cincin perak itu kembali menekan batin Tony hingga pria itu kesulitan bernapas.

"Ba... baik Mas, saya akan tutup separuh swalayan saya di kecamatan luar bulan depan," pasrah Tony menunduk lemas.

"Itu baru anak pintar, dan syarat ketiga adalah yang paling mudah untuk bapak lakukan."

Akbar berdiri dari kursinya dan mengambil kembali buku merah itu lalu memasukkannya ke dalam jaketnya.

"Buku merah ini akan tetap saya pegang sebagai jaminan asuransi seumur hidup saya."

"Kalau bapak berani melanggar janji atau mencoba menyerang saya dari belakang, besoknya buku ini sudah ada di meja polisi."

Tony hanya bisa menelan ludah paitnya melihat senjata pemusnah massal miliknya dibawa pergi oleh Akbar.

Kini nyawanya dan seluruh perusahaannya benar-benar berada di bawah genggaman telapak tangan pemuda desa tersebut.

"Saya berjanji tidak akan pernah mengganggu Mas Akbar lagi seumur hidup saya, saya bersumpah demi Tuhan," ratap Tony pasrah seratus persen.

"Bagus, saya pegang sumpah bapak hari ini, semoga bisnis kita bisa berjalan lancar berdampingan ya Bos Tony."

Akbar membalikkan badannya dan berjalan santai menuju pintu keluar ruangan tersebut.

Dia membuka pintu kayu jati itu dan melihat dua pengawal tadi masih berdiri kaku ketakutan di luar.

Akbar melangkah melewati lorong mewah itu menuju lift dengan langkah kemenangan yang sangat elegan.

Ding.

Suara lonceng mekanis berbunyi nyaring di dalam kepala Akbar tepat saat pintu lift tertutup.

[Selamat! Tuan telah berhasil menaklukkan penguasa ekonomi kabupaten tanpa menggunakan kontak fisik sama sekali.]

[Dominasi bisnis dan ancaman manipulatif berjalan sangat sempurna melumpuhkan mental musuh.]

[Misi Utama berhasil diselesaikan dengan hasil sangat cemerlang!]

[Sistem memberikan penghargaan sebesar 300 Poin Hoki kepada Tuan.]

[Hadiah Peningkatan Skill: Mata Hoki milik Tuan resmi ditingkatkan menjadi Level 3 mulai sekarang.]

Mata Akbar seketika berbinar terang benderang membaca rentetan notifikasi keberhasilan di udara kosong lift tersebut.

Tiga ratus poin hoki adalah jumlah kekayaan sistem paling besar yang pernah dia miliki sekaligus.

Dan yang paling menakjubkan adalah peningkatan skill pasif andalannya ke level tiga.

"Sistem, apa fitur baru yang kudapatkan dari Mata Hoki Level 3 ini?" tanya Akbar tidak sabar di dalam hati.

[Mata Hoki Level 3 tidak hanya bisa melihat aura benda dan statistik kesialan manusia.]

[Kini Tuan bisa melihat Masa Lalu Benda Mati dan Prediksi Keputusan Masa Depan Manusia dalam durasi singkat lima detik ke depan.]

[Durasi batas pemakaian skill ini juga meningkat menjadi enam puluh menit per hari.]

Akbar tertawa lepas di dalam kotak lift yang meluncur turun tersebut saking puasnya.

Bisa memprediksi keputusan masa depan manusia dalam lima detik adalah kemampuan mutlak untuk memenangkan negosiasi atau menghindari serangan kejutan apa pun.

Dengan kekuatan gaib sekelas ini, Akbar tidak hanya akan menguasai Kota Jakarta, tapi seluruh provinsi juga akan segera berlutut di bawah kakinya.

Hari ini, Bos Tony telah resmi menjadi anak buah tidak langsungnya yang patuh.

Masalah blokade pasokan barang pabrik juga telah diselesaikan dengan sangat elegan.

Akbar Pratama akan pulang ke desanya siang ini sebagai raja ritel sejati yang tidak tertandingi oleh siapa pun lagi di wilayah ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!