Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Janda Penguasa Properti

Dia sengaja menggantung hasrat Siska malam ini agar janda kaya itu terus memikirkannya dan bergantung padanya secara fisik maupun mental.

Bayu menarik tubuhnya menjauh, melepaskan kungkungannya dari Siska.

Udara malam yang dingin langsung menerpa tubuh Siska, membuatnya menggigil kehilangan kehangatan pemuda itu.

Siska buru-buru duduk, merapikan gaun dan rambutnya dengan tangan yang masih gemetar hebat.

Napasnya masih tersengal, dan rasa tidak puas terpampang jelas di wajah cantiknya.

"Buka kap mesinnya lebih lebar," perintah Bayu dengan nada santai, seolah adegan panas barusan tidak pernah terjadi.

Siska hanya bisa menurut tanpa membantah.

Dia menarik tuas di bawah kemudi, dan Bayu mulai memeriksa mesin mobil mewah tersebut.

Dengan pengetahuan alkemi dan pemahaman mekanika aliran energi dari gioknya, Bayu bisa melihat masalah mesin itu sama seperti melihat aliran darah manusia.

"Hanya kabel busi utama yang kendor dan aki yang kotor," ucap Bayu.

Dia mengulurkan tangan kanannya, mengalirkan sedikit energi panas dari giok untuk membersihkan karat dan menyambungkan arus yang terputus.

Hanya dalam waktu dua menit, Bayu menutup kembali kap mesin itu.

Brak.

"Coba tolong nyalakan," perintah Bayu.

Siska yang masih lemas masuk ke bangku kemudi dan menekan tombol start engine.

Vroom!

Mesin mobil sedan mewah itu langsung menyala halus tanpa kendala sedikit pun.

Siska menatap Bayu dari balik jendela mobil dengan rasa takjub yang luar biasa.

Pemuda misterius berseragam SMA ini tidak hanya jago bertarung dan memiliki pesona yang membuat wanita gila, tapi dia juga bisa memperbaiki mobil rusak hanya dengan tangan kosong.

Siska buru-buru keluar dari mobil dan menghampiri Bayu.

"Terima kasih banyak, Bayu."

"Aku benar-benar tidak tahu harus membalas budimu dengan apa," ucap Siska, nadanya kini jauh lebih lembut dan penuh rasa hormat.

Siska membuka tas tangan mahalnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama hitam elegan berlapis tinta emas.

Dia menyodorkan kartu itu kepada Bayu.

"Ini kartu namaku."

"Aku Siska, CEO dari Wijaya Properti. Perusahaanku menangani konstruksi, renovasi, dan perizinan bangunan elit di kota ini," jelas Siska.

Mata Bayu sedikit berbinar mendengar informasi tersebut.

Ini benar-benar kebetulan yang sangat menguntungkan.

Dia baru saja mendapatkan ruko tiga lantai dari Pak Herman siang tadi, dan dia butuh orang yang ahli untuk menyulap ruko itu menjadi klinik medis mewah dalam waktu singkat.

Bayu menerima kartu nama itu dan menyelipkannya ke dalam saku kemejanya.

"Menarik."

"Kebetulan, aku baru saja mengakuisisi sebuah bangunan besar di Jalan Sudirman."

"Aku ingin merenovasinya menjadi sebuah klinik medis VIP. Apa perusahaanmu bisa mengerjakannya dengan cepat?" tanya Bayu.

Mata Siska membulat terkejut.

Anak SMA ini memiliki bangunan di Jalan Sudirman? Itu adalah kawasan paling mahal di pusat kota.

Namun, setelah melihat kemampuan bertarung dan aura mematikan Bayu, Siska tidak lagi meragukan ucapan pemuda itu.

"Tentu saja bisa!" jawab Siska cepat, matanya berbinar antusias karena ini artinya dia akan sering bertemu dengan Bayu.

"Untukmu, aku akan menurunkan tim konstruksi terbaikku mulai besok pagi."

"Dan jangan khawatir soal biaya, seluruh desain dan renovasinya akan aku tanggung sebagai bentuk terima kasihku atas kejadian malam ini," tawar Siska dengan senyum tulus yang sangat menawan.

Bayu tersenyum puas.

"Kesepakatan yang bagus."

"Aku akan menghubungimu besok pagi, bersiaplah," ucap Bayu.

Bayu membalikkan badannya, berniat melanjutkan perjalanan pulangnya yang sempat tertunda.

"Bayu, tunggu!" panggil Siska setengah berteriak.

Bayu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang tanpa ekspresi.

Siska menggigit bibir bawahnya, wajahnya kembali merona merah mengingat kejadian panas di atas kap mobil tadi.

"Soal... soal yang tadi..."

"Lain kali, kalau kau butuh tempat yang pantas dan privat, apartemenku selalu terbuka untukmu kapan saja," bisik Siska dengan nada yang sangat menggoda.

Bayu hanya memberikan kedipan mata singkat sebagai jawaban, lalu kembali berjalan menyusuri trotoar malam yang dingin.

Siska menatap punggung tegap Bayu yang perlahan menghilang di belokan jalan.

Janda cantik itu menyentuh bibirnya sendiri yang masih terasa kebas.

Malam ini, hidup Siska telah berubah total.

Dia tahu, dia telah menemukan candu baru yang tidak akan pernah bisa dia lepaskan seumur hidupnya.

...

Di tempat yang berbeda, tepatnya di sebuah rumah mewah bergaya Eropa di kawasan elit perumahan kota.

Prang!!!

Suara pecahan vas bunga keramik yang dilempar dengan kasar menggema di ruang tamu yang luas.

Kevin berdiri dengan dada naik turun, wajahnya merah padam karena amarah yang tidak terbendung.

Di tangannya, ponsel pintar keluaran terbaru retak parah setelah dia remas dengan sekuat tenaga.

Baru saja dia menerima panggilan dari pria bertato ular yang dia sewa.

Preman itu menangis ketakutan, melaporkan bahwa semua anak buahnya hancur berantakan dan Bayu sama sekali tidak terluka.

Bahkan, preman itu menyampaikan ancaman Bayu yang akan datang ke rumah ini untuk membunuhnya jika dia berani mengganggu lagi.

"Bangsat! Anjing! Babi miskin sialan!" rutuk Kevin membabi buta, menendang meja kaca di depannya hingga retak.

"Bagaimana mungkin preman bayaran seharga puluhan juta bisa kalah sama anak gembel kurang gizi?!"

Ayah Kevin, seorang pengusaha tambang berwajah garang, keluar dari ruang kerjanya karena terganggu dengan keributan yang dibuat putranya.

"Ada apa ini malam-malam berteriak seperti orang gila, Kevin?!" bentak ayah Kevin dengan suara bariton yang keras.

Kevin menoleh menatap ayahnya, matanya berkaca-kaca menahan rasa malu dan dendam yang mendidih.

"Pa, ada anak miskin penerima beasiswa di sekolah yang berani menginjak-injak harga diriku."

"Bahkan dia berani mengancam mau datang ke rumah ini," adu Kevin dengan nada memelas.

Mendengar hal itu, wajah ayah Kevin langsung mengeras.

Bagi keluarga mereka, kesombongan dan kasta adalah segalanya.

Tidak ada yang boleh merendahkan keluarga mereka, apalagi hanya seorang murid miskin.

"Siapa nama anak itu?" tanya ayah Kevin dingin.

"Namanya Bayu, Pa. Dia cuma anak yatim piatu yang tinggal di kontrakan kumuh," jawab Kevin cepat.

Ayah Kevin mendengus meremehkan.

"Hanya sampah jalanan ternyata."

"Dengar, ujian kelulusan tinggal dua minggu lagi, kan?"

"Papa punya kenalan orang dalam di dinas pendidikan dan yayasan sekolahmu."

"Kita tidak perlu mengotori tangan kita untuk menyingkirkan lalat."

Ayah Kevin tersenyum sangat licik, mengeluarkan cerutu dari sakunya dan menyalakannya.

"Papa akan mengatur agar nilai ujian akhirnya dibuat hancur berantakan."

"Dan Papa akan menekan komite sekolah untuk mencabut beasiswanya dengan tuduhan pencurian aset sekolah."

"Dia tidak akan bisa lulus, tidak akan bisa kuliah, dan masa depannya akan hancur sehancur-hancurnya tanpa sisa."

Kevin tersenyum lebar mendengar rencana ayahnya yang sangat rapi dan kejam.

"Bagus sekali, Pa. Aku ingin melihat wajah putus asanya saat dia diusir dari sekolah dengan hina."

Kevin tertawa jahat dalam hati, merasa kemenangan sudah berada di depan matanya.

Namun, baik Kevin maupun ayahnya sama sekali tidak menyadari satu hal penting.

Mereka sedang berusaha menghancurkan seorang murid SMA miskin yang kebetulan baru saja menyelamatkan nyawa Ketua Yayasan, mengantongi uang satu miliar, dan dilindungi oleh CEO properti terbesar di kota ini.

Kehancuran yang sedang mereka rencanakan pada akhirnya hanya akan menjadi bom waktu yang akan meledak di wajah mereka sendiri.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!