Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5 bertarung melawan perampok

“Hehe, bagaimanapun juga, monster jelek ini akhirnya mampus juga,” kekeh Fanyun. Matanya berbinar saat menatap cakar besi Gorila Bercakar Besi yang berwarna hitam pekat.

“Bagaimana kalau cakar besi ini kita potong dan simpan dulu? Setelah kembali ke desa, kita bagi rata. Bagaimana menurut kalian?” usul Fanyun.

Meskipun cakar Gorila Bercakar Besi tidak seberapa nilainya di pasar Kota Kekaisaran, bagi penduduk desa seperti mereka, hasil penjualannya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan makan selama sebulan penuh tanpa perlu bekerja.

Pikiran itulah yang membuat Fanyun kembali terkekeh girang.

“Hm, setuju,” jawab Yefan.

Ketiga rekannya pun mengangguk setuju.

Namun, tepat saat mereka hendak menguliti bangkai gorila tersebut—

SIU! SIU! SIU! SIU!

Empat anak panah melesat membelah udara dari balik semak-semak yang tak jauh dari sana, meluncur deras mengincar kepala mereka berempat!

Akan tetapi, Yefan, Fanyun, Yunlan, dan Xifeng bukanlah petarung manja yang dibesarkan di dalam “rumah kaca”.

Kepekaan serta insting bertahan hidup mereka yang telah ditempa di Hutan Belantara Timur sama sekali tidak perlu diragukan lagi.

Dengan refleks kilat, mereka berempat melompat ke samping.

FUUH!

Keempat anak panah melesat hanya beberapa milimeter dari pelipis mereka sebelum menghantam batang pohon di belakang.

Menghadapi serangan mendadak yang jelas-jelas berniat membunuh itu, tak satu pun dari mereka panik ataupun mengerutkan kening.

Bagi mereka, bahaya semacam ini sudah menjadi makanan sehari-hari.

Lewat sebuah isyarat mata dari Yefan, keempatnya langsung menyebar dan mengambil jarak.

Xifeng, sang pengguna pedang, memanfaatkan kelengahan lawan dengan memanjat pohon secepat kilat, lalu bersembunyi di balik dedaunan rindang.

Ia menjadi algojo tersembunyi yang akan menentukan hidup dan mati lawan.

Sementara itu, Yefan, Yunlan, dan Fanyun tetap berada di bawah. Mereka sengaja berdiri agak jauh dari bangkai gorila, menjadikannya sebagai umpan untuk memancing lawan ke dalam perangkap Xifeng.

SIU! SIU! SIU!

Enam pemuda melompat keluar dari balik semak-semak dan menampakkan diri di hadapan rombongan Yefan.

Sorot mata mereka langsung tertuju penuh keserakahan pada bangkai Gorila Bercakar Besi.

Kebutaan akibat rasa tamak membuat mereka tak menyadari bahwa Xifeng telah melenyapkan keberadaannya.

Taktik Yefan yang menyebarkan anggota kelompoknya secara acak terbukti ampuh menyamarkan posisi Xifeng dari jangkauan pengamatan lawan.

Sebenarnya, rombongan enam pemuda tersebut sedang dalam perjalanan kembali menuju Kota Kekaisaran.

Namun, suara gemuruh pertarungan antara Gorila Bercakar Besi dan kelompok Yefan sebelumnya telah menarik perhatian mereka.

Tentu saja, mereka tidak mengetahui bagaimana rombongan Yefan berhasil membunuh monster tersebut karena ketika mereka tiba, pertempuran telah berakhir.

Namun, dari cara Yefan dan kawan-kawannya menghindari serangan anak panah tadi, itu sudah cukup membuktikan bahwa kelompok lusuh ini bukanlah sekumpulan “vas bunga” yang selalu di lindungi majikan nya setiap saat.

“Menarik.”

Pemuda tampan yang berdiri paling depan bergumam pelan.

Di tangannya tergenggam sebuah busur yang berkilau diterpa helaian cahaya matahari. Ia menatap rombongan yefan dengan senyuman meremehkan.

Yefan balas menatap keenam orang itu dengan dingin.

Matanya tenang tanpa gejolak emosi sedikit pun, tetapi sorot tatapannya tajam dan menusuk, bak mata bilah pedang.

Di sisi lain, Yunlan dan Fanyun sedikit menegang.

Musuh mereka kali ini bukanlah binatang buas tanpa akal, melainkan manusia yang memiliki kecerdasan bertarung serta menguasai teknik bela diri.

Terlebih lagi, jumlah musuh jauh lebih unggul.

Namun, ketegangan itu tak membuat mereka gentar.

Selama musuh yang mereka hadapi bukan seorang kultivator, mereka masih memiliki keyakinan untuk bertarung.

“Hahaha! Tak disangka kita malah menemukan harta karun Gorila Bercakar Besi!” gelak salah seorang anggota kelompok musuh.

Ia sama sekali tidak memedulikan keberadaan rombongan Yefan.

Dari ucapan tersebut, Yefan dan kawan-kawannya langsung menyadari bahwa kedatangan keenam orang ini tak lain adalah untuk merampok.

Kilatan dingin yang menakutkan seketika mencetus di mata mereka.

Saat pemuda yang tertawa tadi melangkah maju hendak mengambil bangkai gorila—

Yefan memberikan satu kedipan mata yang terukur.

SRET!

Sebilah pedang meluncur turun dari atas pohon, menyambar leher pemuda tersebut tanpa peringatan!

“Awas di atas!” teriak salah seorang rekannya, tetapi peringatannya datang terlambat.

Sebelum pemuda itu sempat bereaksi, tebasan pedang Xifeng telah memenggal kepalanya hingga putus.

Darah segar menyembur deras dari lehernya, membubung setinggi satu meter ke udara sebelum berhamburan ke tanah.

Satu ikan masuk perangkap.

Yefan bergumam dalam hati.

Tak ada sedikit pun belas kasihan di matanya terhadap musuh yang sejak awal berniat mencabut nyawa mereka.

“Kurang ajar!” raung pria pembawa busur saat melihat bawahan nya tewas seketika. “Mati kau!”

Ia segera mengangkat busurnya dan membidik Xifeng yang baru saja mendarat.

Jarak mereka terlalu dekat.

Jari pemuda itu mulai menarik tali busur, bersiap melepaskan anak panah yang telah mengarah tepat ke tubuh Xifeng.

Namun, sebelum ia sempat melepaskannya—

WUSSS!

Yefan melontarkan tanduk hitamnya sekuat tenaga, mengarah lurus ke kepala pria pembawa busur tersebut!

Kecepatan lemparan Yefan yang luar biasa membuat pemuda pemanah itu terperanjat hebat.

“Lindungi Tuan Muda!”

Salah seorang bawahan nya segera melompat ke depan dan menangkis tanduk hitam tersebut dengan pedangnya.

BOOM!

Pedang dan tanduk hitam bertabrakan keras.

Namun, perbedaan bobot dan kekuatan kedua senjata itu terlalu jauh. Bentrokan tersebut sepenuhnya didominasi oleh lontaran Yefan.

Bawahan tuan muda itu terlempar mundur hingga tiga langkah berturut-turut, tak sanggup menahan guncangan dari serangan dahsyat Yefan.

bersambung

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!