Indonesia
NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Dua prajurit Avarian bertubuh besar menyeret Davira keluar dari area perkemahan utama, menyusuri jalan setapak yang menanjak di antara tebing-tebing es yang menjulang tinggi. Udara semakin menusuk tulang, dan angin menderu seperti serigala yang kelaparan.

Davira mencoba melawan, kakinya yang terluka terseret di atas salju yang keras. "Lepaskan aku! Aku bisa berjalan sendiri!" teriaknya, suaranya tertelan oleh desau angin.

Prajurit di sebelah kirinya menatapnya tajam. "Diam, tawanan. Pemimpin Hilda tidak suka suara bising."

Mereka tiba di depan sebuah mulut goa yang gelap dan menganga, ditutupi oleh tirai kulit binatang tebal yang sudah membeku. Salah satu prajurit menyibak tirai itu, dan aroma dingin yang apak bercampur lembap langsung menyergap.

"Masuk!" bentak prajurit itu, mendorong Davira hingga terhuyung masuk ke dalam kegelapan goa.

Bruk!

Davira jatuh tersungkur di atas lantai batu yang dingin dan licin. Di belakangnya, terdengar suara pintu besi tebal yang ditutup dan dikunci dari luar. Sebuah palang kayu besar diletakkan, memastikan tidak ada jalan keluar.

Cahaya obor di dinding luar hanya menyisakan sedikit cahaya yang menembus celah kecil di pintu, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding goa yang kasar.

Davira bangkit perlahan, memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil hebat. Ia berada di dalam sebuah ruangan kecil yang dipahat di dalam es. Dindingnya berkilau, memantulkan cahaya redup obor dengan warna kebiruan yang dingin. Hanya ada tumpukan jerami tipis yang sudah lapuk di sudut ruangan sebagai alas tidur.

Ia duduk di atas jerami itu, menyandarkan kepalanya ke dinding es yang dingin. Rasa putus asa mulai merayap di dadanya. "Elliot... akankah Elliot datang mencariku? Apakah dia akan peduli padaku? Atau akan membiarkanku mati di tangan suku Avarian?"

Bayangan Elizabeth dan Fiona yang tersenyum licik kembali berkelebat di benaknya. Ini semua adalah rencana mereka. Mereka berhasil menyingkirkannya, dan sekarang ia berada di ambang kematian, jauh dari kastil Orion.

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar mendekat dari luar. Pintu besi terbuka, dan sesosok bayangan masuk membawa obor.

Itu adalah Eira.

Tabib suku Avarian itu berjalan masuk dengan tenang, menutup kembali pintu di belakangnya. Cahaya obor yang dibawanya menerangi ruangan kecil itu, memperlihatkan wajah Davira yang pucat dan basah karena air mata.

Eira meletakkan obor di sebuah celah di dinding es, lalu duduk bersila di depan Davira. Dia membawa mangkuk kayu kecil berisi ramuan hangat dan sepotong daging kering.

"Makanlah," kata Eira lembut, menyodorkan mangkuk itu. "Kau akan membutuhkannya untuk bertahan hidup di sini."

Davira menepis mangkuk itu hingga hampir tumpah, tatapannya menyalang penuh amarah dan rasa tidak percaya.

​"Jangan berpura-pura peduli!" sentak Davira, suaranya bergetar karena emosi yang meluap. "Kau menipuku, Eira! Kau malah menyeretku masuk ke sarang suku Avarian ini!"

​Eira tidak marah. Ia hanya menatap mangkuk yang nyaris tumpah itu sejenak, lalu kembali menatap Davira lurus-lurus tanpa gentar.

​"Kalau aku berniat mencelakakanmu, aku tidak perlu repot-repot menghentikan Fenrir kemarin malam," jawab Eira tegas.

​Davira tertegun, napasnya memburu. Dadanya naik turun menahan sesak dan sisa-sisa rasa takut yang belum sepenuhnya reda.

​"Lalu apa maksudnya semua ini?" geram Davira tertahan, air mata kekesalan mulai menggenang di pelupuk matanya. "Kenapa aku dibawa ke sini? Kenapa aku harus menjadi tawanan dan ditukar dengan logam?!"

​"Karena kau bukan orang biasa, Davira," ucap Eira pelan, merapikan kembali mangkuk yang hampir tumpah dan meletakkannya di dekat lutut Davira. "Tempat ini bukan sekadar penjara suku. Ini adalah tempat di mana takdirmu yang sebenarnya sedang menunggu untuk diungkap."

"Takdir apa maksudmu?" Davira bertanya, keningnya berkerut dalam dengan ekspresi yang kian dipenuhi kebingungan.

Pikiran Davira langsung berputar, berusaha menggali kembali kepingan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang sempat menghantuinya. Ia mengingat dengan jelas bagaimana ia hidup sebagai seorang ratu, bergelut dalam intrik istana, hingga kematiannya yang tragis.

Namun, di sepanjang rentang masa lalunya itu, ia tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di wilayah utara yang membeku ini, apalagi bersinggungan dengan suku Avarian.

"Kau salah orang," lanjut Davira, suaranya melemah namun tetap menyuarakan ketidakpercayaan. "Di kehidupan sebelumnya... aku adalah seorang ratu jahat, aku tidak pernah pergi ke utara, dan aku sama sekali tidak punya hubungan apa pun dengan kaummu."

Eira mendengarkan dengan tenang, manik hijaunya tidak goyah sedikit pun. Ia justru tersenyum tipis—sebuah senyuman penuh rahasia yang membuat Davira semakin jengkel.

"Kau pikir takdir terikat oleh batas wilayah?" tanya Eira pelan. "Jaringan jiwa tidak peduli di mana ragamu berpijak. Yang dicari oleh masa lalu adalah resonansi—getaran dari energi yang sama."

Eira mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan, mempererat jarak di antara mereka.

"Mungkin ragamu di masa lalu tidak pernah menginjakkan kaki di tanah dingin ini," lanjut Eira dengan nada berbisik. "Tapi jiwa dan kutukan yang kau bawa dari reruntuhan masa kelam dulu... akar kekuatannya terhubung erat dengan tempat ini."

Davira tertegun. Napasnya tercekat di tenggorokan, sementara otaknya menolak untuk percaya sekaligus takut jika apa yang dikatakan tabib itu adalah kebenaran.

Eira menatap Davira lekat-lekat dengan mata hijaunya yang tenang. "Hilda adalah pemimpin yang keras, tapi dia bukan orang yang kejam tanpa alasan. Dia melakukan ini untuk melindungi bangsanya. Logam... adalah kunci pertahanan suku kami dari ancaman kerajaan Nether di masa lalu, dan sekarang."

"Kau telah mendapatkan kesempatan kedua," lanjut Eira. "Kesempatan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu. Noda di jiwamu... itu bukanlah kutukan jahat, melainkan potensi sihir kuno yang sangat besar. Sihir yang seharusnya digunakan untuk kebaikan, tapi hancur karena ambisi kekuasaan."

Davira menatap Eira dengan pandangan kosong. "Aku tidak mengerti sihir. Aku hanya... aku. Aku tidak tahu apa-apa tentang masa lalu itu."

"Itulah tugasmu untuk menemukannya," Eira tersenyum tipis. "Selama kau berada di sini, di tempat di mana roh dan alam berpadu, kau akan perlahan mengingatnya. Kenangan itu akan muncul dalam mimpi atau penglihatan. Kau harus menerimanya, bukan melawannya. Karena hanya dengan begitu, kau bisa mengendalikan kekuatan itu."

Davira terdiam, mencerna setiap kata yang diucapkan Eira. Kenangan masa lalu yang sering menghantuinya, lorong waktu... mungkinkah itu adalah petunjuk?

"Dan satu hal lagi," Eira melanjutkan, suaranya berubah serius. "Jangan biarkan Hilda melihat kemampuanmu yang sesungguhnya sebelum kau siap. Jika dia tahu bahwa di dalam dirimu bersemayam kekuatan yang bisa menghancurkan, dia mungkin akan takut padamu... atau mencoba menggunakannya untuk kepentingannya sendiri."

Eira berdiri dan mengambil obor di dinding. "Istirahatlah, Davira. Besok, aku akan membawamu kesuatu tempat."

"Kemana?" Davira bertanya, keningnya berkerut panik.

"Ya," Eira tersenyum samar. "Sebuah tempat yang akan menghubungkan dirimu dengan kekuatan kuno yang terpendam. Jangan khawatir, aku akan menemanimu."

Eira keluar dari goa, meninggalkan Davira sendirian dalam kegelapan.

Davira duduk termenung, memegang erat mangkuk kayu di tangannya. "Tempat sihir kuno... apa yang menungguku di depan sana?" gumamnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
gaby
Davira goblok. Knp ngajak Elizabet doang. Yg ada pas Davirq balik dr suku Avarian, si Elliot dah nikah lagi sm Fiona. Ko bisa2nya ninggalin suami sm Jalang. Ntar masuk jebakan jalang, ujung2nya di madu. Ajal Elizabet & Fiona. Atau ajak aja skalian Elliot, itung2 bulan madu
Dewi Anggraeni: Bagus Davira 👍 biar tau rasa tuh nenek" sombong 🤭, disana biar sekalian Davira belajar ilmu bela diri 👍,biar tidak rasa tuh Elizabeth 🤣
total 1 replies
Ari Peny
kirimkan sj adiknya
gaby: Stuju, masa pemimpin di jadikan Jaminan. Bangsa Avarian aja menjadikan pengawalnya sbg jaminan, masa bangsa Arion menjaminkan istri pemimpin mereka. Biar adil jaminan Elizabet & temennya yg membuat smua masalah ini terjadi. Anggap aja sbg hukuman telah membuat kekacauan
total 1 replies
Anggye syahab
kak..apa masih ada updatenya?
Dewi Anggraeni
Up lagi thor ... kok cuma dikit
Ari Peny
lanjuuuut
Rossy Annabelle
next ,cemngt💪
Ari Peny
suka cwk yg cerdas
Ari Peny
coba ikuti
Anggye syahab
kak..kapan update lagi😭
Rossy Annabelle
dah dibaca y thor ,klo BS tiap HR y Doble up/Chuckle/
Anggye syahab
wachhh..blom tidur kak..update malam banget🤭
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪: update sebelum bobok 🤭
total 1 replies
Rossy Annabelle
thanks thor buat Doble up HR ini/Grin/
Rossy Annabelle: ditunggu /Chuckle/
total 2 replies
Anggye syahab
Lanjut ceritanya kak..aku tunggu yaa🤗
Anggye syahab
Lanjut ceritanya kak..kerennnn🤭🤭🤭🤗🤗
Rossy Annabelle
kopi buatmu thor,next LG 💪
Anggye syahab
kak..apakah hari ini libur update..aku bolak balik..tapi gak ada😭
Anggye syahab: Iyaa gak apa"kak..aku ngerti kemaren hari libur..makasih udh update lagi🤗🤗
total 2 replies
Rossy Annabelle
menarik thor ,next lg
Rossy Annabelle: sama² 😁
total 2 replies
Anggye syahab
Kakkk..sumpah..enddingnya bikin gak bisa tidur..beneran nih..gak ada lanjutannya😭😭
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
makin penasaran
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
keren 2 penguasa utara adu kekuatan 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!