Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memburu penjahat.
Brakk..
Meja kantor polisi di gebrak.
"Tenanglah bos." kata Yiran.
"Bagaimana bisa aku tenang, kamu ini benar-benar membuat kepalaku pusing!" bentak kepala polisi bernama Ma-dong.
"Ya ampun bos, kenapa marah-marah tiap hari sih, nanti kamu bisa cepat tua dan cepat mati." Yiran malah mengeluarkan kalimat yang membuat atasannya lebih murah.
Xan Yiran, seorang wanita muda berumur 25 tahun, Dia bekerja sebagai polisi di bagian kriminal. Setiap hari dia harus bergelut dengan kejamnya dunia kriminal bersama dengan temannya bernama Jisun.
"Sudahlah bos, daripada teriak-teriak sama dia lebih baik hemat tenaga. Aku dapat informasi kalau para penjahat itu nanti malam akan mengadakan pertemuan di salah satu klub malam. Jika kita bisa menangkap mereka hari ini.. aku yakin bos akan naik pangkat." kata Jisun. dia terkenal dengan kepandaiannya memainkan peralatan canggih.
"Untung rekan kerjamu itu orang pandai, coba bodoh.. aku yakin kamu tidak akan selamat." kata Ma-dong.
"Ya ampun bos.. ngapain sih marah-marah sama aku terus, aku itu sudah berusaha keras mencari mereka, aku ini perempuan jadi aku punya keterbatasan." jawab Yiran yang kemudian meminum segelas air mineral yang ada di meja kantor Ma-dong.
"Ck.. kamu benar-benar banyak alasan, kalau nanti malam kita bisa menangkap para penjahat itu kalian berdua akan aku beri bonus." ujar Ma-dong.
"Yes, kamu benar-benar atasan yang sangat baik." kata Yiran sedikit merayu.
"Ck.. mulutmu itu benar-benar sangat manis, kalau aku punya anak cowok bakal aku suruh dia menikahi kamu." kata Ma-dong yang kemudian meminta Yiran dan Jisun untuk mencari informasi mengenai para penjahat itu.
Di sebuah tempat Yiran dan Jisun terus memantau, mereka berdua tidak akan pernah mau kehilangan beberapa penjahat itu.
"Apa kamu yakin mereka ada di sini?" tanya Jisun.
"Tentu saja, kalau aku tidak yakin aku tidak akan mungkin melapor kepada bos. Lagi pula aku melihat sendiri mereka melakukan transaksi di tempat ini." jawab Yiran. setelah itu dia juga menceritakan mengenai sosok para penjahat itu.
"Yang aku dengar gangster itu sangat berbahaya, ketua dari para penjahat itu mampu melakukan apapun." kata Jisun yang sedikit panik.
"Kalau sampai mereka mengetahui kita sudah memantau mereka di sini, pastinya kita akan berakhir." ucap Yiran.
Tak berselang lama seperti yang dikatakan oleh Yiran, dia dan Jisun melihat kelompok gangster itu masuk ke salah satu klub malam.
Jisun segera melapor kepada atasannya mengenai para penjahat itu.
"Kamu tunggu di sini dulu, aku akan memantau ke dalam." kata Arin. dia langsung membuka pintu mobilnya, berjalan menuju pintu belakang klub malam. "Seharusnya aku ini tidak jadi polisi, seharusnya aku jadi penjahat yang bisa membunuh Mereka dalam satu tebasan." ucap pelan Arin yang kemudian memanjat pagar belakang klub malam.
"Aduh.. ini anak nekat banget sih, sudah aku bilang suruh tunggu pak Ma-dong kenapa dia sudah pergi duluan." Jisun mulai ketakutan.
Ma-dong yang sudah mendapatkan informasi dari Jisun, dia bergegas membawa anak buahnya yang lain untuk menyergap para penjahat itu.
Sedangkan Yiran sudah memasuki pintu belakang klub malam, ketika dia hendak masuk ke dalam klub itu salah satu penjaga melihat Yiran.
"Siapa kamu?" tanya penjaga keamanan klub malam.
"Oh aku? aku tadi cuma salah jalan, mau ke toilet malah berada di sini." jawab Yiran sembari tersenyum cengengesan.
"Oh begitu ya, kalau begitu aku akan menunjukkan toiletnya di mana." kata penjaga keamanan yang kemudian menunjukkan toilet kepada Yiran.
Sebelum masuk ke dalam klub malam Yiran terlebih dahulu membuka jaket dan kaosnya. Dia memakai pakaian seksi dan membuka ikat rambutnya, jadi dia terlihat seperti gadis yang suka pergi ke klub malam. Penjaga keamanan itu sudah pergi, Yiran kemudian pergi ke tempat yang sudah dia prediksi.
Di salah satu ruangan Yiran melihat beberapa pria melakukan transaksi jual beli narkoba juga senjata, dia memotret dari luar. ponsel Yiran bergetar, dia tidak menggunakan nada suara karena jika melakukan sesuatu pasti akan terbongkar.
Pesan dari jisun, Dia menanyakan apakah Yiran sudah masuk. Yiran membalas kalau dia sudah menemukan orang-orang itu dan mereka berada di ruangan VVIP kelas mawar.
"Bagaimana Jisun?" tanya Ma-dong.
"Dia sudah berada di dalam bos, dia juga sudah memotret semua yang dilakukan oleh para penjahat itu." jawab Jisun.
"Itu terlalu bahaya, lebih baik kita segera masuk, jika sampai Yiran tertangkap basah dia bisa-bisa dihabisi." jawab Ma-dong yang kemudian membawa anak buahnya masuk ke klub malam.
"Apa yang kamu lakukan di sini?!" tanya seorang pria yang baru datang dan melihat pikiran sudah berada di depan ruangan tersebut.
Yiran langsung membeku, sesaat kemudian dia menoleh menatap si pria. "Ah tidak apa-apa, Tuan. Aku mencari teman-teman ku, mereka menyuruhku ke sini, tapi mereka tidak bisa dihubungi, jadi aku mengintip satu persatu ruangan untuk mencari temanku." jawab Yiran. melihat pria bertubuh tinggi dan menyeramkan itu membuat Yiran seketika gugup. "Gila, kenapa pria ini tiba-tiba ada di sini, dia tidak boleh tahu kalau aku tadi memotret orang-orang yang ada di dalam." gumam Jiran dalam hati.
"Lalu, kenapa dari tadi kamu melihat mereka seperti itu?" tanya si pria.
Ketika Yiran kebingungan, Ma-dong dan anak buahnya masuk ke dalam klub malam. orang-orang yang ada di klub malam seketika berteriak kebingungan.
"Jangan bergerak, jangan ada yang meninggalkan tempat ini!" seru Ma-dong.
Orang-orang yang ada di klub malam yang tadinya berhamburan ingin keluar, mereka langsung dikumpulkan menjadi satu.
"Jangan ada yang bergerak, jika kalian bergerak maka kami akan menangkap kalian!" seru Ma-dong. Dia kemudian memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan orang-orang itu menjadi satu.
Sedangkan Yiran dia tetap diam tanpa melakukan apapun. "Gawat, kenapa para polisi itu tiba-tiba menggeledah tempat ini?" si pria yang tadi bertanya kepada Yiran, dia nampak kebingungan. dia bergegas masuk ke dalam ruangan yang bosnya.
Si ketua gangster sedang melakukan transaksi di dalam ruangan itu, pria itu tertawa terbahak-bahak sembari menatap beberapa koper.
"Tuan, kamu tenang saja, senjata ini pasti akan aku berikan padamu." kata si pria.
"Tentu saja aku pasti akan bekerja sama denganmu, Kamu harus ingat.. berikan aku barang-barang itu secepatnya." minta pria setengah baya yang membeli barang-barang dari ketua mafia.
"Gawat bos, gawat." ucap anak buah ketua gangster.
"Ada apa?" tanya ketua gangster.
"Gawat bos, tempat ini sedang di razia, para polisi itu ada di luar." jawab anak buah ketua gangster.
"Apa?! Kenapa tiba-tiba para polisi itu kemari? apakah ada yang membocorkan mengenai tempat ini?" tanya si pembeli.
"Lebih baik kita pergi dari sini, kita harus segera membawa barang-barang ini." jawab ketua gangster. setelah itu dia meminta anak buahnya untuk membawa barang-barang yang sudah dia persiapkan.
*bersambung*
Baca juga novelku yang lain.
*Transmigrasi ke zaman kerajaan kuno