Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

.

Raka masih memikirkan sikap Aisyah. Pria itu berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya hanya sementara. Mungkin Aisyah hanya sedang lelah, mungkin tiga hari ia pergi membuat istrinya sedikit kesal. Atau mungkin Aisyah butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

Hingga tiba-tiba mata pria itu terbelalak ketika teringat sudah berapa hari dirinya tak menyentuh Aisyah. "Apa jangan-jangan karena Ia menginginkan itu? Astaga, kenapa aku bisa lupa?"

Raka tersenyum lebar. Pasti karena itu. Baiklah, Ia akan membayar lunas hutang selama tujuh hari dalam gelora asmara. Dengan begitu Aisyah tidak akan marah lagi.

 

Malam semakin larut. Anak-anak sudah tertidur di kamar masing-masing hingga rumah terasa sunyi. Raka masuk ke kamar setelah memastikan pintu depan sudah terkunci. Aisyah terlihat sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.

Wanita itu menoleh ketika Raka masuk. Tapi kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya membalur seluruh tubuh dengan lotion.

Raka mendekat dengan senyum lebar lalu mengambil botol lotion yang ada di atas meja, membantu istrinya memakai lotion. Namun, beberapa detik kemudian gerakan tangannya terhenti, senyum di wajahnya perlahan pudar karena Aisyah sama sekali tidak merespon. Padahal biasanya jika ia membantu memakaikan lotion, tubuh Aisyah akan langsung bereaksi. Tapi kenapa sekarang tidak?

Raka melanjutkan apa yang ia lakukan, mengabaikan kegundahan dalam hatinya.

Setelah selesai memakaikan lotion, Raka membantu Aisyah berdiri. Pria itu menatap Aisyah cukup lama. Tiga hari mereka tidak bertemu, tetapi malam ini ia merasa seperti sedang berhadapan dengan perempuan yang berbeda.

Perlahan Raka menarik pinggang Aisyah agar lebih mendekat, menyentuh wajah Aisyah, kemudian membelai rambut yang tergerai tanpa hijab.

Aisyah tidak menghindar ataupun menolak ketika Raka menariknya ke dalam pelukan. Namun Raka merasa ada sesuatu yang tidak seperti biasanya. Dulu, Aisyah akan tersenyum malu lalu melingkarkan tangannya di pinggang Raka atau menyembunyikan wajah di dadanya.

Akan tetapi malam ini tidak. Aisyah hanya diam. Bahkan saat Raka mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir istrinya. Aisyah menerimanya tetapi tidak membalas. Tidak melakukan gerakan kecil yang dulu selalu membuat Raka semakin bergairah. Wanita itu hanya diam.

Raka memperdalam ciumannya, lebih lama memainkan lidahnya dalam mulut Aisyah. Aisyah tidak menolak, tidak mendorong tubuhnya untuk menjauh. Tetapi wanita itu bagai boneka yang hanya diam, membiarkan semuanya terjadi seolah hanya sedang menjalankan sesuatu yang dianggapnya sebagai kewajiban.

Raka perlahan menghentikan gerakannya lalu menatap mata Aisyah.

“Aisyah…”

Wanita itu pun membalas tatapan suaminya. “Ya?” jawab Aisyah. Tak lagi penuh gairah seperti dulu. Hanya ada wajah yang datar.

Raka memaksakan dirinya untuk tersenyum lalu kembali mendekat, berharap kali ini Aisyah akan menunjukkan sedikit saja kerinduan. Raka kembali mencumbui wajah Aisyah. Ujung jarinya perlahan bergerak menarik tali kimono yang membalut tubuh istrinya. Mencium lebih dalam, lalu dari bibir turun ke leher dan menjumpai dua gumpalan bulat di depan dada.

Masih tidak mendapatkan perlawanan dari Aisyah membuatnya nyaris putus asa. Namun, pria itu belum mau berhenti. Perlahan kimono yang membalut tubuh Aisyah jatuh ke atas lantai, dikuti dengan pakaiannya sendiri. Tubuhnya semakin merangsek maju, mendorong tubuh Aisyah hingga terjengkang di atas ranjang tanpa melepaskan mulutnya dari dada Aisyah.

Lelaki yang benar-benar merasa kerinduan yang amat dalam. Kini dirinya bagai musafir yang kehausan, ingin kembali mereguk nikmatnya percintaan dengan istri pertama yang sudah tujuh hari tak ia sentuh karena sibuk menyiapkan pernikahan dengan Nabila.

Raka mulai merangkak naik di atas tubuh yang telentang. Melakukan penyatuan dengan begitu penuh gelora. Namun, hasilnya masih seperti sebelumnya. Aisyah hanya diam. Sama sekali tak ada sambutan penuh gairah seperti dulu. Tatapan wanita itu hanya kosong ke arah langit-langit kamar. Tubuhnya berada begitu dekat, tetapi hatinya entah berada di mana. Raka merasakan jarak yang begitu jauh.

Dan akhirnya, hasrat yang sejak tadi memenuhi dada Raka perlahan menghilang. Pria itu mundur lalu menatap wajah Aisyah dengan sendu. Aisyah hanya diam. Tidak bertanya kenapa dia berhenti. Tidak minta lanjut seperti dulu. Dan itu membuat tubuh Raka bagai linglung. Pria itu pun mencabut pusakanya dari dalam tubuh Aisyah lalu berbaring telentang di samping wanita itu.

“Ada apa denganmu, Syah?” tanyanya lirih sambil mengusap wajahnya frustasi.

Tidak ada jawaban sama sekali membuat suasana kamar begitu hening. Aisyah memakai kembali pakaiannya dengan tenang, kemudian berbaring membelakangi Raka. Jawaban apa yang harus ia berikan? Haruskah dia berkata jujur bahwa dirinya merasa jijik disentuh oleh lelaki yang telah berbagi peluh dengan wanita lain?

Raka menatap punggung istrinya dengan dada yang terasa sesak. “Kamu sudah memberiku ijin menikah. Tapi kenapa sikapmu seperti ini?” pertanyaan itu akhirnya meluncur dari mulut Raka.

“Aku tidak menolakmu, kan? Aku tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang istri. Apa aku masih salah?” tanya Aisyah tanpa menoleh padanya.

“Tapi kamu sama sekali tidak membalas? Kita sudah beberapa hari tidak bersama, apa kamu tidak memiliki kerinduan sedikitpun?” Raka mencoba untuk mengetahui isi hati istrinya.

Akhirnya Aisyah membalikkan badannya dan menatap ke arah Raka. “Serius kamu ingin tahu?”

Raga menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah wajah istrinya dengan lekat.

“Karena saat kamu menyentuhku, yang terbayang di otakku adalah kamu sedang berbagi peluh dengan wanita lain,” jawab Aisyah jujur. Ia sama sekali tidak ingin berpura-pura baik-baik saja.

Raka merasakan dadanya bagai dihantam oleh palu besar. Sedalam itu kah luka yang ia berikan pada Aisyah? Tapi kenapa? Bukankah sebelumnya Aisyah sudah setuju? Kenapa sekarang baru bilang seperti itu? Kalau dari awal tidak setuju kenapa memberikan izin?

“Lagi pula apa pengaruhnya bagimu?” tanya Aisyah masih dengan menatap wajah Raka. “Tidak mendapatkan dariku kamu mendapatkan dari istri mudamu. Bukankah sebelum pulang ke rumah kamu sudah kenyang di rumah mu yang lain.”

“Bukan seperti itu, Syah.” Raka mencoba menggenggam tangan istrinya. Dan masih sama, tidak ada penolakan. Tetapi Aisyah tak lagi membalas genggaman tangannya. “Tetapi aku sudah berjanji untuk bersikap adil pada kalian. Kamu masih tetap istriku, bahkan statusmu adalah istri pertama. Walaupun aku memang sudah mendapatkannya dari Nabila, mana mungkin aku tidak memberikan nafkah batin padamu?”

Kali ini Aisyah menarik tangannya hingga genggaman tangan Raka terlepas. “Kamu tidak perlu berbuat seperti itu. Aku sudah tidak membutuhkan semua itu. Lagi pula kita sudah bersama selama lima belas tahun. Yang penting bagiku kamu masih tetap mengingat Rangga dan Fatimah, itu sudah cukup. Mereka membutuhkan biaya pendidikan, membutuhkan dana untuk masa depan.”

“Lalu kamu?” Raka menatap wajah Aisyah sendu. “Apakah kamu sudah tidak mencintaiku?”

Aisyah tertawa kecil. “Aku? Memangnya aku kenapa? Cinta? Apa sekarang cinta itu penting? Yang penting adalah melanjutkan hidup. Ada anak-anak yang harus aku perhatikan. Dulu aku memang percaya cinta. Sekarang tidak lagi. Karena bagiku cinta itu hanya bullshit.”

Jawaban Aisyah yang begitu menusuk membuat jiwa Raka terluka. Padahal ia berharap Aisyah mengatakan masih mencintainya. Tetapi kata-kata itu sama sekali tak ia dapatkan.

Raka menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak,” gumamnya dalam hati. “Mana mungkin Aisyah tidak lagi mencintaiku? Dia hanya sedang marah. Tapi aku pasti bisa menyembuhkannya.”

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!