Lu Chen adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang hidup terasing di pinggiran Desa Qingfu. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai peracik obat herbal yang pendiam, ia menyimpan sebuah rahasia besar dan mengerikan: garis keturunan gila yang menggabungkan tiga unsur sekaligus, yaitu darah manusia yang fana, cahaya dewa yang suci, dan kutukan siluman kegelapan.
Secara fisik, Lu Chen memiliki daya tarik yang kuat dengan garis wajah tegas, namun tubuhnya menyimpan ketidakseimbangan yang berbahaya. Matanya memiliki dua warna yang berbeda; mata sebelah kanan memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan tenang, melambangkan sisa-sisa kekuatan dewanya, sementara mata sebelah kiri sering kali berubah menjadi ungu legam yang dingin saat emosinya tak terkendali. Di leher hingga sebagian wajahnya juga tersembunyi rajah alami berupa sulur-sulur hitam yang menandakan segel kutukan siluman purba.
Dari segi sifat dan kepribadian, Lu Chen adalah sosok yang sabar, lembut, dan sangat peduli
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 — HATI MANUSIA
Jurang Neraka Lapisan Keempat menyuguhkan atmosfer yang jauh berbeda dari lapisan-lapisan sebelumnya. Di tempat yang dijuluki KOTA MANUSIA BUANGAN, kehidupan tampak berjalan riuh dengan adanya pasar tradisional, permukiman padat, serta anak-anak kecil yang berlarian di jalanan berbatu.
Namun, seluruh penduduk di kota ini memiliki satu kesamaan: sebuah rantai besi berat yang melingkar erat di leher mereka sebagai tanda mutlak bahwa mereka adalah makhluk yang dibuang oleh Langit.
Lu Chen dan Xue Ling menyamar saat memasuki gerbang kota. Lu Chen mengenakan jubah tebal bertudung untuk menyembunyikan pola Segel Tiga Alam serta Tulang Dewa di dadanya, sementara Xue Ling mengenakan topeng besi sederhana untuk menutupi identitasnya.
NAMA KOTA: KOTA HARAPAN PALSU PENGUASA: RAJA MANUSIA BUANGAN - LI FENG ARTEFAK 2: HATI MANUSIA - DISIMPAN DI DALAM ISTANA EFEK: UNTUK MENETRALKAN RACUN LANGIT 30% LAGI
"Kita harus ekstra hati-hati di sini," bisik Xue Ling pelan. "Para manusia buangan menyimpan kebencian mendalam terhadap bangsa Dewa dan Iblis."
Lu Chen mengangguk. "Aku mengalirkan darah manusia. Kuharap mereka bisa menerimanya."
Belum genap sepuluh menit mereka melangkah, sepasukan patroli militer kota mencegat jalan. "Berhenti! Tunjukkan tanda pengenal buangan kalian!"
Lu Chen terdiam. Ia tidak memiliki benda semacam itu.
SRET! Tanpa aba-aba, bilah pedang tajam langsung diarahkan tepat ke lehernya.
Tiba-tiba sesosok bayangan melesat cepat. "LEPAS KAN!"
Seorang gadis berusia sekitar tujuh belas tahun melompat dari atap rumah, mengenakan pakaian tambalan lusuh sambil mengayunkan tongkat kayu keras ke arah pengawal.
NAMA: LIN YUE RAS: MANUSIA MURNI STATUS: PEMIMPIN PEMBERONTAK KOTA
"Dia adikku!" seru Lin Yue berbohong dengan napas terengah. "Kami baru saja tiba dari perbatasan."
Komandan patroli mengamati Lu Chen dari atas ke bawah dengan curiga. "Aura kalian aneh. Tapi... darah kalian manusia." Mereka akhirnya menurunkan senjata dan pergi.
Lin Yue langsung menarik tangan Lu Chen dan Xue Ling masuk ke dalam sebuah gang sempit yang sepi.
"Kenapa kalian menolong kami?" tanya Xue Ling penuh curiga.
Lin Yue melirik sekilas ke arah dada Lu Chen. "Karena aku tahu kalian juga sedang diburu. Dan dari mata kalian... kalian bukan orang jahat." Ia berbisik lirih, "Kalian mengincar Hati Manusia, kan?"
Lu Chen terperanjat. "Bagaimana kau tahu?"
"Aku adalah mata-mata pergerakan bawah tanah," jawab Lin Yue sengit. "Raja Li Feng berniat menggunakan artefak suci itu untuk mengubah dirinya menjadi dewa, padahal Hati Manusia adalah pusaka milik seluruh rakyat buangan." Ia mengepalkan tangannya. "Bantu aku mencurinya, dan aku akan membantu kalian keluar dari kota ini."
MALAM: PENYUSUPAN ISTANA
Istana utama yang terbuat dari kerangka tulang belulang dijaga ketat oleh lima puluh prajurit manusia pilihan di bawah komando seorang jenderal bertangan besi.
Memanfaatkan jalur gorong-gorong bawah tanah, Lu Chen, Xue Ling, dan Lin Yue berhasil menyusup masuk ke dalam ruang harta karun istana.
Di tengah ruangan, sebuah kotak kaca besar memancarkan cahaya merah hangat. Di dalamnya bersemayam sebuah jantung bercahaya yang berdenyut pelan.
ARTEFAK: HATI MANUSIA PEMILIK ASLI: MANUSIA PERTAMA EFEK: EMPATI + PEMURNIAN RACUN 30%
"Cepat ambil," bisik Lin Yue penuh harap.
Tiba-tiba, suara mekanisme besi berbunyi nyaring. KLAK!
Lampu-lampu di dalam ruangan menyala terang secara serentak. Raja Li Feng telah berdiri di ambang pintu dengan seringai dingin. Pria paruh baya itu mengenakan jubah megah, memegang rantai kendali di tangannya.
"Kalian pikir aku bodoh?" ucap Raja Li Feng meremehkan. "Aku sengaja membiarkan rumor itu menyebar untuk menjebak tikus-tikus sepertimu." Matanya beralih menatap tajam ke arah Lu Chen. "Aura tiga ras... Jadi, kaulah anak anomali dalam ramalan itu."
Xue Ling langsung melesat maju. SHING! Pedangnya beradu nyaring menahan hantaman rantai besi Raja Li Feng. DUAR!
"Jenderal! Tangkap mereka!" perintah sang raja.
Lima puluh prajurit istana langsung menyerbu masuk memenuhi ruangan. Pertempuran sengit pecah seketika.
Lin Yue menahan sepuluh prajurit seorang diri. "Aku akan menahan mereka di sini!"
Xue Ling bertarung seimbang melawan sang jenderal istana, sementara Lu Chen menerobos maju ke arah kotak kaca pelindung.
"TINJU TIGA ALAM: 40%!"
KRAK! Kaca pelindung itu hancur berkeping-keping. Lu Chen mengulurkan tangan dan menggenggam Hati Manusia tersebut.
HANGAT.
Seketika itu juga, gelombang memori kelam menghantam kesadarannya: bayi-bayi yang ditelantarkan di tengah badai, para ibu yang menangis histeris, hingga para ayah yang dipenggal tanpa ampun oleh para dewa. Segala penderitaan seluruh manusia buangan merasuk deras ke dalam nadinya.
DARAH IBLIS: 67% -> 65% DARAH MANUSIA: 30% -> 32% DARAH DEWA: 3%
Lu Chen terhempas berlutut, mencengkeram kepalanya kesakitan. "Sakit sekali..."
Raja Li Feng tertawa terbahak-bahak melihatnya. "Rasakan itu! Itulah beban penderitaan yang kami piksel selama ratusan tahun!"
Ia melejit cepat, melemparkan rantai berduri langsung ke arah Lu Chen. SHING!
Lin Yue melompat tanpa ragu, menempatkan tubuhnya di depan Lu Chen. Rantai itu menembus bahu kanannya dengan telak.
"LIN YUE!" teriak Lu Chen histeris.
Kemarahan membakar dada Lu Chen, namun ia mengingat pesan untuk tidak merenggut nyawa. Alih-alih melepaskan pukulan brutal, ia bangkit dan merengkuh tubuh Raja Li Feng dalam sebuah pelukan erat.
CAHAYA HATI MANUSIA
Seluruh memori penderitaan yang ia serap sebelumnya ditransfer balik langsung ke dalam jiwa sang raja.
Raja Li Feng menjerit histeris, mencengkeram kepalanya sendiri. "LEPAS! Aku melihat anakku... Aku melihat istriku yang mati!"
Ia tersungkur lemas ke lantai, air matanya bercucuran deras. "Maafkan aku... Aku hanya... ketakutan..."
Lu Chen melepaskan pelukannya dengan lembut. "Aku mengerti rasa takutmu. Tapi Hati ini bukan milik satu orang diktator."
Ia mengangkat Hati Manusia tinggi-tinggi ke udara. "Benda ini adalah milik kalian semua."
CAHAYA TERANG!
Artefak suci itu pecah berkeping-keping menjadi ribuan titik cahaya lembut yang menghujani seluruh penjuru kota. Titik-titik cahaya itu meresap ke dada setiap warga buangan, membuat rantai besi di leher mereka perlahan memudar dan hancur lebur menjadi debu.
Rakyat yang menyaksikan keajaiban itu bersorak gemuruh dari luar istana. "RAJA BARU! PEMIMPIN KITA ADALAH DIA!"
Lu Chen tertegun. "Aku bukan raja..."
Lin Yue tersenyum lemah di sampingnya, darah segar mengalir dari bahunya. "Kau memang pantas mendapatkannya."
BOOM!
Atap istana mendadak jebol berkeping-keping. Pasukan Iblis pimpinan Mo Tian mendarat dengan hantaman keras. "Anakku! Serahkan Hati Manusia itu kepada Ayah!"
Dari arah berlawanan, sepuluh Penegak Langit bersayap emas turut meluncur turun. "Serahkan artefak pengkhianat itu sekarang juga!" seru Dewa Eksekusi murka.
Lu Chen berdiri tegap. Ia menyatukan Tulang Dewa dan Hati Manusia langsung ke dalam inti Segel Tiga Alam di dadanya.
CAHAYA EMAS - MERAH - PUTIH
STATUS: ARTEFAK TERKUMPUL: 2/3 RACUN LANGIT: -60% SEGEL TIGA ALAM: EVOLUSI 70%
"Aku tidak akan menyerahkannya kepada siapa pun," ucap Lu Chen tegas. "Aku membawa ini untuk Ibu."
DUAR!
Ia menghantamkan tinjunya ke lantai, membuka jalur terowongan pelarian rahasia. "Lin Yue, ikutlah dengan kami!"
Lin Yue menggeleng pelan sambil tersenyum. "Tidak, ini rumahku. Aku harus menjaga rakyatku." Ia mendorong punggung Lu Chen masuk ke dalam lorong. "Pergilah. Temui Ibumu."
Mereka melesat pergi menembus kegelapan terowongan, sementara di atas sana, pasukan Mo Tian dan Dewa Eksekusi langsung saling bertempur habis-habisan memperebutkan sisa jejak energi.
Di dalam gua persembunyian yang aman, Lu Chen menempelkan Hati Manusia sepenuhnya ke segel di dadanya, membuat pendarannya kian menyala terang. Xue Ling dengan sigap merawat luka sayatan di bahu Lin Yue yang sempat ikut terseret evakuasi.
Lu Chen mendongak menatap langit-langit jurang. "Tinggal satu lagi... Taring Iblis."
Ia menggenggam erat dadanya. Dari balik Segel Tiga Alam, sebuah bisikan lirih yang sangat ia kenal terdengar lemah: "...nak... Ibu sangat bangga padamu..."
Air mata Lu Chen menetes perlahan. "Bu..."