Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 TUMPUKAN BERKAS!!!
Sejak Elina sakit di pergelangan kakinya di meja kerja ia hanya memandang pasrah melihat tumpukan berkas begitu banyaknya, Elina menghela nafas panjang dengan perasaan berat bagaimana tidak hari ini begitu banyak kerjaan.
"Hadehh.... kenapa jadi banyak begini". Elina berkata sambil menyentuh kepalanya yang bening melihat tumpukan berkas, ia pun menyenderkan punggung belakang dengan duduk santai.
Tok
Tok
Tok
Sanfani datang membawa berkas di tangannya, ia terkejut melihat keadaan Elina hanya duduk terdiam seperti orang yang capek
"Kamu kenapa?? ". Tanya sanfani
" Apa kamu tidak liat!! ". Jawab Elina menujukan tumpukan berkas di atas mejanya
" Wah... banyak sekali ".
" Aku tidak mengerti.... ke mana saja si dara itu... bukannya, seharusnya dia yang urus kenapa jadi banyak begini ". Keluh Elina sangat kesel.
" Kemarin memang ada cuman sebentar lalu pergi entah kemana".
"Pasti pacaran, Panggil kan dara ke sini".
" Baik, bos". Sanfani berbalik melangkah keluar.
Tidak lama terlihat Elina memeriksa berkas dengan seksama, kemudian dara datang
"Ada apa?? ". tanya dara merasa tidak salah.
" Kemarin kamu kemana?? ". Tanya balik Elina
" Ada di kantor ".
" Jangan bohong aku tahu kamu pergi iya kan.? pacaran?? shoping??? atau kemana hah!! ".
" Memang nya kenapa sih... ".
" Kamu tidak liat... berkas setumpuk ini, tidak ada satu pun kamu bereskan... kemana saja kemarin kamu?? ". Tanya Elina tegas
Dara pun terdiam ia tidak tahu akan jadi seperti ini.
" Kenapa jadi salah aku. lagian kakak juga tidak masuk kerjaan, terus kakak kemana kemarin?? ". Tanya balik dara
" Malah nanya balik. Kemari kakak sakit pergelangan kaki bengkak aku sudah memberitahu ayah. tapi kenapa tidak ada yang ngurus ".
" Itukan salah kakak kenapa jadi nyalahin aku.. ". Kesel dara ekpresi cemberut
Elina menahan amarah menghela nafas panjang
" Daraaaa.... kapan kamu akan jadi lebih dewasa.... jangan kayak anak kecil... merengek ingin permen Perangat-perungut minta jajan, tau tidak rasanya kakak ingin cekik leher kamu". Ucap Elina dengan ekpresi kesel sambil kedua tangan mengepal remas di depan dara
Seketika dara terkejut tercampur ketakutan
"Aku bukan anak kecil... lagian aku pun tidak tahu akan jadi begini".
" iihh". Kesel Elina melihat dara merasa gemas. "Sana pergi". Minta Elina
" Semangat kakak ku yang cerdas ". Ucap dara ledek sambil melangkah keluar
******
******
******
Elina melangkah jalan di lorong kantor di depan melihat kelvin berjalan ke arahnya dengan kaca mata hitam di wajahnya itu.
" Hay.... Elina cantik apa kabar hm! ". Sapa kelvin senyum sambil melepaskan kaca mata nya.
" Ngapain kamu di kantor ini? ". Tanya Elina sinis
Senyum kelvin kaca mata yang ia lepas pasang di saku kemejanya di dada kirinya.
" Aku kesini hanya mengenang rindu pada seorang yang pernah jadi pacar ku, dan sekarang dia sudah memiliki orang lain. jujur saja merasa aneh. ko bisa pria itu mau dengan orang kayak kamu". Ucap Kelvin menyindir
"Apa maksudmu?? ". Ngegas Elina
" Nah... ini nih... bikin para cowok merasa risih yaitu suka ngegas padahal hanya cuman nada lembut kenapa harus ngegas".
"Kelvin kalau kamu hanya ingin bertemu ku untuk menyindir lebih baik kamu pergi". minta Elina tegas
" Sayang.... ". Sahut dara datang melangkah menghampiri
" Hey... ". Jawab kelvin senyum
" Ayo"
"Mau kemana? ".
" Mau makan siang lah sama pacar aku... Bye. bye". Ucap dara gandeng pacarnya sambil menyindir Elina.
Elina sangat kesel melihat tingkah mereka berdua benar-benar muak melihat mereka.