Indonesia
NovelToon NovelToon
Hello Panda

Hello Panda

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:428
Nilai: 5
Nama Author: Dena Tan

Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.


Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:


Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.


Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.


Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.


Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barikade di Nomor 12B dan Kejutan untuk "Tamu Malam"

Sesampainya di rumah nomor 12B, suasana tampak biasa saja dari luar. Namun, di dalam pikiran Chiko dan Mila, tempat itu harus segera diubah menjadi benteng pertahanan yang tak tertembus.

"Bunda sama Lala masuk duluan ya, Papa mau periksa kunci pagar depan dan memastikan keran air tidak bocor," ujar Chiko sambil memberikan senyum penakutnya yang paling natural.

"Iya, Papa. Bunda mau ganti baju Lala dulu, sekalian mau mengecek kunci jendela belakang yang tadi siang agak macet," balas Mila tak kalah manis.

Begitu pintu depan terkunci rapat dari dalam, akting tenang itu langsung berganti dengan gerakan taktis yang begitu cepat, namun dilakukan secara terpisah agar tidak memicu kecurigaan pasangan masing-masing.

Mila membawa Lala ke dalam kamar anak. Setelah memastikan Lala memeluk boneka pandanya, Mila menyebarkan empat buah pembatas pintu khusus berteknologi sensor gerak dari Black Crimson di bawah ambang jendela kamar Lala.

‘Kalau ada penyusup yang mencoba menembus jendela kamar Lala, jarum beracun penenang di bawah selokan jendela akan langsung melepas gasnya dalam waktu 0,1 detik,’ batin Mila dingin seraya mengunci selot jendela rapat-rapat.

Sementara itu di ruang tengah, Chiko berpura-pura sibuk memeriksa colokan listrik di belakang TV. Padahal, jari Chiko secara sembunyi-sembunyi menempelkan mikro-cip pembias sinyal dari Pentagon di balik bingkai foto keluarga mereka.

‘Dengan cip pembias sinyal ini, seluruh gelombang pencari lokasi kuantum dari Laboratorium Utama tidak akan bisa mendeteksi koordinat pasti rumah ini dari satelit. Rumah ini sekarang tidak terlihat di peta radar mana pun,’ batin Chiko puas sambil berpura-pura batuk kaku saat Mila keluar dari kamar anak.

"Sudah rapi kuncinya, Papa?" tanya Mila lembut, berjalan menuju dapur.

"Sudah, Bunda! Semua aman terkendali!" sahut Chiko cepat dengan cengiran karyawan biasa. "Bunda mau minum air hangat?"

"Boleh, Papa..."

Namun, tepat saat Chiko baru saja memegang teko air, tiga titik cahaya inframerah merah tipis menerobos masuk melalui celah gorden jendela depan, menyorot tepat ke lantai ruang tamu.

Srettt...

Lensa Pintar di kacamata Chiko mendeteksi frekuensi infra-merah militer tipe Night-Sight Vanguard. ‘Tiga pengintai tingkat elit dari Laboratorium Utama berada di atas atap rumah nomor 10 di seberang jalan!’

Di saat yang sama, hidung Mila yang peka menangkap aroma tipis frekuensi gas biokimia ringan yang ditiupkan melalui ventilasi atas pintu depan. ‘Gas penenang tingkat militer... Mereka sedang mencoba menidurkan kami!’

Chiko dan Mila sama-sama menyadari bahaya tersebut secara instan. Tetapi karena mereka harus tetap berpura-pura menjadi "orang biasa" di depan satu sama lain, mereka harus melumpuhkan ancaman ini tanpa memegang senjata secara terbuka!

"Aduh, Bunda! Tiba-tiba Papa merasa ngantuk sekali ya?" kata Chiko berpura-pura menguap lebar-lebar.

"Iya ya, Papa... Bunda juga tiba-tiba mengantuk sekali," sahut Mila sambil memegang dahi, ikut berpura-pura lemas.

Keduanya sengaja menjatuhkan diri bersamaan ke atas sofa ruang tengah, berpura-pura pingsan akibat efek gas penenang!

Dari arah atap luar rumah, tiga agen taktis Laboratorium Utama berjas serba hitam dan berhelm kedap udara meluncur turun dengan tali tambang.

"Target dan dua orang tuanya sudah pingsan terkena gas penenang biokimia. Masuk dan amankan Subject 04," perintah pimpinan agen melalui earpiece-nya.

Kliik...

Gagang pintu depan rumah nomor 12B dibobol dengan kawat peretas mikro. Tiga agen itu melangkah masuk dengan senyap, mengarahkan senjata berperedam ke arah Chiko dan Mila yang tergeletak "tak berdaya" di atas sofa.

Namun, yang tidak diketahui oleh ketiga agen malang itu...

Di bawah sofa, jari Chiko menyentuh tombol taktis pada jam tangannya, mengirimkan sinyal gangguan frekuensi listrik EMP Local ke helm ketiga agen tersebut.

BZZZZT!

Seketika itu juga, kaca visor helm ketiga agen memercikkan listrik mati total, membuat mereka buta seketika di dalam kegelapan!

"Argh! Sistem penglihatan kita lumpuh!" seru sang pimpinan agen panik.

Sebelum mereka sempat melepas helm yang korslet, Mila—yang matanya tetap terpejam di atas sofa—menendang meja kopi kayu di sebelahnya dengan satu hentakan kaki yang amat presisi!

BAM!

Meja kayu itu meluncur deras dan menghantam keringat kaki dua agen terdepan hingga tulang kering mereka retak!

"AAAAAKH!"

Di saat dua agen itu tersungkur, Chiko yang berpura-pura menggeliat seperti orang mengigau dalam tidur (sleepwalking), melempar cangkir porselen di tangannya tanpa sengaja ke udara. Cangkir itu melayang dan mendarat tepat di kening agen ketiga dengan kecepatan penuh!

PRANG!

"Aarrghh!" Agen ketiga pingsan seketika di tempat.

Satu agen tersisa yang kepalanya masih pusing akibat helm korslet mencoba mengarahkan senjatanya ke kamar anak. Namun, sebelum ia sempat melangkah...

Puk-puk-puk.

Pintu kamar belakang terbuka pelan. Lala melangkah keluar sambil membawa kotak pensil panda raksasanya. Bocah mungil itu mengenakan piyama panda dan menatap agen yang tersisa dengan wajah sangat gersang.

"Paman berisik sekali..." gumam Lala malas. "Papa sama Bunda kan lagi tidur nyenyak!"

Lala menekan tombol telinga pada kotak pensil pandanya. Sebuah tembakan gelombang kejutan frekuensi suara Ultrasonic Shock berdaya tinggi meledak dari kotak pensil tersebut!

WOOOOOSH!

Agen terakhir itu langsung terpental keluar melalui pintu depan yang terbuka, menghantam pagar besi rumah hingga pingsan tak sadarkan diri!

BAM!

Suasana rumah kembali hening total dalam waktu lima detik.

Chiko dan Mila—yang masih pura-pura pingsan di sofa—perlahan "terbangun" sambil mengucek mata dengan raut wajah sangat bingung dan mengantuk.

"E-eh... Papa? Tadi ada suara angin kencang ya?" tanya Mila kaget sambil membetulkan gaun tidurnya. 'Tembakan gelombang apa itu tadi?! Senjata rahasia siapa yang bekerja?!'

"I-iya, Bunda... sepertinya ada badai kecil di luar!" sahut Chiko heboh sambil buru-buru membetulkan kacamatanya. 'Tiga pengintai terlatih langsung KO dalam lima detik?! Kebetulan yang ajaib sekali!'

Lala melangkah mendekati sofa, melompat ke tengah-tengah Chiko dan Mila lalu memeluk mereka berdua.

"Tuh kan, kata Lala juga apa! Malam ini anginnya kencang sekali sampai pintu depan terbuka!" seru Lala polos sambil tertawa renyah. "Tapi sekarang anginnya sudah pergi! Ayo Papa, Bunda, kita tidur lagi!"

Chiko dan Mila saling pandang, lalu tersenyum lega. Chiko merangkul Mila dan Lala ke dalam pelukannya yang hangat.

"Siap, Pahlawan Panda. Ayo kita tidur!" kata Chiko hangat.

Di luar rumah, tiga agen elit Laboratorium Utama tergeletak pingsan di atas rumput halaman, sementara keluarga paling unik di dunia itu kembali tertidur lelap di dalam rumah mereka yang hangat dan penuh kasih sayang.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!