Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peningkatan Kemampuan

Bani adalah salah satu staf bagian keuangan yang khusus mengurus masalah perpajakan, terutama pembayaran pajak.

Malam itu, Bani yang sedang kerja lembur didatangi oleh Baskara. Pria itu meminta Bani membayar pajak hanya sebagian saja. Sementara sisanya disimpan di rekening lain.

Laporan asli transaksi keuangan dipegang oleh pria itu. Dengan licik, Baskara mendapatkan tanda tangan Indra.

Hal itu digunakan oleh Baskara, seakan-akan Indra yang memerintahkan penggelapan tersebut. Begitu masalah penggelapan pajak mencuat, Bani yang ketakutan memilih kabur.

Posisinya terkepit. Jika tertangkap oleh Indra, dia akan dipecat. Jika tertangkap oleh Baskara, nasibnya tidak lebih baik.

Karena itu dia memilih kabur. Rencananya dia akan pergi ke Thailand menggunakan jalur laut. Sambil menunggu temannya mengurus dokumennya, dia bersembunyi di Kerthabumi.

Saka langsung melepaskan pegangan saat kepalanya dilanda pusing yang hebat. Melihat wajah Saka yang pucat, Firlan langsung mendekat.

“Ada apa, Aryan? Kenapa wajahmu pucat begini?” tanya Firlan cemas.

“Aku tidak apa-apa.”

Menyadari bahwa kemampuannya meningkat, Saka tidak mau membuang waktu. Dia kembali memegang tangan Bani.

Hanya dengan memegang tangan Bani, dia bisa melihat masa lalu. Dan kali ini penglihatannya tanpa media perantara.

Begitu Saka kembali menyentuh tangan Bani, dia melihat bahwa Baskara berhasil mendapatkan laporan asli transaksi keuangan. Baskara langsung membakar laporan tersebut dan file asli dalam bentuk digital juga dihapusnya.

Namun tanpa pria itu tahu, Bani sudah menyalin laporan keuangan. Bahkan pria itu juga memiliki nama pemegang rekening aliran pembayaran pajak.

Saka melepaskan pegangan tangannya saat merasakan darah mengalir dari kedua lubang hidungnya.

“Aryan!” panggil Firlan yang terkejut melihat pria itu mengalami mimisan.

Pada saat yang bersamaan Dirga tiba. Pria itu terkejut melihat sahabatnya terduduk di lantai dengan hidung mengeluarkan darah.

“Aryan!” panggilnya seraya mendekat.

Tak lama kemudian Saka langsung kehilangan kesadaran.

Buru-buru Dirga menggendong Saka lalu membawanya ke mobil. Firlan segera membawa Bani bersamanya. Dia harus menjaga Bani tetap di sisinya. Jangan sampai pria itu kabur dan membuat pengorbanan Saka sia-sia.

***

Perlahan Saka membuka matanya. Suara-suara di sekitarnya dan bau disinfektan langsung memenuhi indranya.

Melihat Saka yang sudah sadar, Dirga langsung mencari dokter yang menanganinya tadi. Dokter Rasyid segera mendekat dan memeriksa keadaan Saka.

Dirga memang membawa Saka ke rumah sakit tempatnya menjalani perawatan saat divonis menderita tumor otak.

Dia takut tumor sahabatnya kembali karena Saka sering mengalami mimisan akhir-akhir ini. Apalagi Saka sampai mengalami empat kali mimisan hari ini.

Dokter Rasyid kembali memeriksa keadaan Saka. Setelah itu dia memberikan arahannya kepada perawat.

“Kamu hanya kecapekan saja. Sepertinya kamu banyak melakukan hal yang menguras otak dan tenagamu,” ujar dokter Rasyid sambil melihat hasil pemeriksaan darah Saka.

“Dari hasil tes darahmu, tidak ada yang membahayakan. Hanya saja tekanan darah dan Hb-mu rendah. Untuk malam ini, kamu harus dirawat.”

“Apa saya tidak bisa pulang saja, dok? Saya akan istirahat di rumah saja.”

“Kamu harus diinfus, Aryan, untuk mencegah dehidrasi. Besok hasil MRI-mu keluar. Jadi lebih baik kamu dirawat saja untuk berjaga-jaga tumormu kembali muncul.”

Setelah mengatakan itu, dokter Rasyid meninggalkan bilik pemeriksaan. Dia menginstruksikan perawat untuk memindahkan Saka ke ruang perawatan.

“Aku mau pulang aja,” Saka bersikeras.

“Nggak bisa! Kamu nggak dengar apa kata dokter Rasyid tadi?”

“Ibu pasti khawatir kalau tahu aku dirawat di rumah sakit.”

“Soal Ibu, biar aku yang urus. Aku akan bilang kamu menginap di tempatku. Ibumu pasti nggak akan curiga. Kamu kan emang pernah beberapa kali nginap di rumahku.”

Tak mau berdebat terlalu lama dengan Dirga, Saka memilih diam. Kepalanya masih terasa berdenyut. Pasti karena efek penglihatan tadi.

Seorang perawat mendekat, lalu memasangkan infus di tangan Saka. Setelah itu dia mendorong ranjang Saka menuju ruang perawatan.

Firlan yang sudah mengirim Bani ke tempat yang aman, bergegas menuju rumah sakit. Pria itu juga mengkhawatirkan keadaan Saka.

Setelah menghubungi Dirga, dia langsung menuju ruang perawatan Saka.

“Apa kata dokter?” tanya Firlan begitu sampai di ruang perawatan Saka.

“Kata dokter hanya kelelahan. Tekanan darah dan Hb-nya rendah. Tadi dia juga sudah menjalani pemeriksaan MRI. Besok hasilnya keluar,” jawab Dirga.

Perawat yang bertugas memberikan obat yang harus diminum Saka. Tak lama setelah meminum obat, pria itu dilanda kantuk.

Untuk sesaat dia masih bisa mendengar suara Firlan dan Dirga yang masih berbincang. Namun beberapa menit kemudian, dia sudah tertidur.

Firlan mengajak Dirga keluar. Ada hal yang ingin dibicarakan dengan pria itu tentang Saka. Keduanya duduk di ruang tunggu yang berada di dekat ruang rawat Saka.

“Dirga, kamu sudah berapa lama mengenal Aryan?”

“Sudah lama. Aku mengenalnya sejak SMP. Kenapa?”

“Apa Aryan punya kakak?”

“Nggak. Aryan itu anak tunggal. Dia tinggal berdua dengan ibunya setelah ayahnya meninggal. Ayah Aryan meninggal saat dia baru masuk SMP.

Ibunya tidak menikah lagi. Dia hanya fokus bekerja dan membesarkan Aryan. Memangnya kenapa?”

Dirga dibuat penasaran karena Firlan terus menanyakan tentang sahabatnya.

“Tadi, waktu bertemu Bani, dia tiba-tiba aja marah dan bilang, gara-gara kamu, Bang Indra ditahan pihak kejaksaan.

Terus dia juga sebut dua nama lain. Kalau nggak salah, Baskara dan Mahesa. Apa kamu kenal mereka?”

“Nggak,” jawab Dirga yang tampak bingung. “Eh sebentar.”

Dirga mengambil ponselnya lalu membuka berita tentang Adiguna Grup. Dia mencari tahu siapa saja nama petinggi di perusahaan itu.

Matanya membelalak saat mengetahui tiga orang yang disebutkan Firlan memang bagian dari Adiguna Grup.

“Indra Gunawan Adiguna adalah CEO Adiguna Grup. Sementara Baskara Adiguna adalah adik angkat Wisnu Chandra Adiguna, pemilik Adiguna Grup . Dan Mahesa itu anaknya Baskara.”

“Tapi kenapa Aryan memanggil Indra dengan sebutan Abang? Dia juga terlihat begitu marah, seperti Indra itu kakak kandungnya sendiri.”

“Aku nggak tahu,” jawab Dirga sambil menggeleng.

Sejak kecelakaan, tingkah Aryan memang aneh. Kadang Dirga merasa bahwa Aryan seperti orang asing.

***

Keesokan harinya, dokter Rasyid mendatangi ruang rawat Saka untuk memeriksa keadaannya.

Sejak semalam, Dirga terus menemani Saka. Dia tidak mau meninggalkan sahabatnya itu walau hanya sebentar. Sementara Firlan memutuskan pulang karena dia harus menjaga Bani.

“Apa masih terasa pusing?” tanya dokter Rasyid.

“Udah nggak, dok. Tubuhku juga sudah lebih segar.”

Saka tidak berbohong. Setelah meminum obat, diberi vitamin dan mendapat infus, tubuhnya memang jauh lebih segar.

“Syukurlah. Hasil tes darahmu juga normal. Sepertinya kamu hanya kecapekan.”

“Lalu bagaimana dengan hasil MRI-nya, dok?” tanya Dirga yang masih belum tenang.

“Hasilnya masih sama seperti pemeriksaan sebelumnya. Saya tidak menemukan tumor itu lagi.”

Perasaan Dirga langsung lega. Berarti kondisi Saka kemarin karena memang kelelahan akibat terlalu memaksakan diri masuk ke penglihatan.

“Setelah infus habis, kamu diperbolehkan pulang.”

“Terima kasih, dok.”

Selesai mengunjungi Saka, dokter Rasyid meninggalkan ruang perawatan. Dia harus mengunjungi pasien rawat inap lain yang menjadi tanggung jawabnya.

“Sekarang lebih baik kamu makan dulu.”

Dirga membuka plastic wrap yang membungkus makanannya. Agar bisa cepat pulang, Saka pun menyantap makanan rumah sakit yang terasa hambar.

Saat sedang menikmati makanan, Firlan datang. Dia membawakan makanan untuk Dirga. Tanpa berlama-lama, Dirga langsung menyantap makanan yang dibelikan Firlan.

Firlan menarik kursi ke dekat ranjang Saka. Melihat Saka yang sudah selesai makan, dia pun menanyakan hal yang sejak kemarin membuatnya penasaran.

“Ar, kemarin kenapa kamu begitu marah pada Bani? Kamu juga menyebut nama Bang Indra. Siapa dia?”

***

Nah, jujur ora, Saka?

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!