"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"
Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.
"Menunggumu? Hmmph!
"Kau tidak pantas!"
Kalimat itu menghantam arena seperti petir.
"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.
"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"
"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?
"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"
"Dasar sampah!"
Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.
Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Amarah Sang Patriak
Suasana aula utama Klan Feng terasa berat.
Feng Zhengxiong dan para tetua baru saja menerima laporan mengenai dua toko Klan Yang yang dihancurkan serta tiga belas penjaga yang terbunuh dalam satu malam.
“Mo Kun bergerak lebih cepat dari perkiraanku,” ujar Feng Zhengxiong dengan wajah suram.
Feng Qianyang bahkan meremukkan cangkir di tangannya.
“Rubah tua itu benar-benar licik! Dia ingin menggunakan Klan Yang untuk menyerang kita tanpa mengotori tangannya sendiri.”
Saat itulah Feng Wuchen memasuki aula bersama Ling Xiaoxiao.
Tatapannya menyapu Feng Zhengxiong dan Feng Qianyang sebelum tersenyum.
“Selamat, Ayah. Akhirnya berhasil menerobos Alam Inti Roh. Tetua Agung juga sudah menjadi Alkemis Tingkat Dua.”
Xiao Qingqing langsung menatap putranya.
“Chen'er, sekarang bukan waktunya membicarakan itu. Klan Yang sedang menuju kemari!”
“Aku sudah mendengarnya.” Feng Wuchen tetap tenang. “Masalah sudah terjadi. Panik juga tidak akan mengubah apa pun.”
Ling Xiaoxiao mendekat dan berbisik, “Klan Mo mungkin sengaja mengincarmu. Mereka takut perkembanganmu akan menjadi ancaman.”
Feng Wuchen mengangguk tipis.
Ia juga berpikir demikian.
Belum sempat mereka membicarakan langkah berikutnya, sebuah raungan mengguncang kediaman.
“Feng Zhengxiong! Keluar!”
Suara Yang Qingyun dipenuhi Qi Sejati dan terdengar sampai ke dalam aula.
Feng Zhengxiong menghela napas.
“Yang harus datang akhirnya datang juga.”
Ia berjalan keluar, diikuti para tetua, Feng Wuchen, Ling Xiaoxiao, dan anggota Klan Feng lainnya.
Di depan gerbang telah berkumpul ratusan orang Klan Yang.
Tiga belas jenazah yang ditutupi kain putih diletakkan berjajar di jalan.
Warga Kota Wushuang memilih bersembunyi di dalam rumah. Hanya beberapa orang pemberani yang mengintip dari kejauhan.
Yang Qingyun berdiri paling depan dengan mata memerah.
“Feng Zhengxiong! Kalau hari ini kau tidak memberikan penjelasan, Klan Yang akan bertarung sampai mati dengan Klan Feng!”
Feng Zhengxiong menatapnya dingin.
“Kematian mereka tidak ada hubungannya dengan kami. Kau datang tanpa bukti dan langsung menuduh Klan Feng?”
“Selain kalian, siapa lagi?” bentak Yang Qingyun. “Kita baru saja bermusuhan, lalu dua tokoku dihancurkan dan tiga belas orangku dibunuh!”
“Kalau aku ingin menghancurkan Klan Yang, aku akan datang melalui pintu depan,” balas Feng Zhengxiong. “Aku tidak perlu membunuh beberapa penjaga di tengah malam.”
Yang Qingyun tetap tidak mau percaya.
Klan Yang tidak memiliki permusuhan besar dengan Klan Lin maupun Klan Mo. Satu-satunya klan yang baru saja berseteru dengan mereka hanyalah Klan Feng.
Feng Qianyang mengepalkan tangan.
Rencana Mo Kun berhasil.
Tidak peduli seberapa masuk akal penjelasan mereka, Klan Yang yang sedang diliputi kemarahan tidak akan mudah mempercayainya.
“Cukup!”
Aura kuat tiba-tiba meledak dari tubuh Feng Zhengxiong.
Gelombang tekanan menyapu halaman dan membuat pakaian orang-orang berkibar.
Wajah Yang Qingyun berubah.
“Alam Inti Roh!”
Kerumunan yang mengamati dari kejauhan langsung gempar.
Feng Zhengxiong telah menerobos!
Dengan terobosan itu, dirinya telah menjadi kultivator terkuat di antara para pemimpin klan Kota Wushuang.
Yang Qingyun justru semakin marah.
“Jadi ini alasanmu begitu berani? Setelah mencapai Alam Inti Roh, kau mulai membunuh orang-orang Klan Yang?”
Feng Zhengxiong hampir kehilangan kesabaran.
“Ayah.”
Feng Wuchen menahannya, lalu melangkah maju.
“Yang Qingyun, kalau kau tetap bersikeras bahwa Klan Feng adalah pelakunya, katakan saja apa yang kau inginkan.”
Tatapannya berubah dingin.
“Kalau ingin perang, kami akan melayanimu. Tetapi pikirkan baik-baik. Begitu perang dimulai, belum tentu Klan Yang masih ada setelah hari ini.”
“Bocah kurang ajar!”
Yang Qingyun mengepalkan tangan, tetapi tidak langsung menyerang.
Kekuatan Feng Zhengxiong telah membuat keadaan berubah.
Tiba-tiba seorang penjaga Klan Feng berlari mendekat dengan wajah panik.
“Patriak! Ada masalah besar!”
“Apa lagi?”
“Sembilan penjaga Klan Mo juga ditemukan tewas tadi malam. Seseorang mengaku melihat orang-orang Klan Lin melakukannya. Sekarang Mo Kun membawa anggota Klan Mo menuju kediaman Klan Lin!”
Ekspresi Feng Zhengxiong berubah.
Feng Wuchen pun langsung mengerutkan kening.
“Klan Lin...”
Lin You adalah sahabatnya.
Kekuatan Klan Lin kurang lebih setara dengan Klan Yang. Jika Klan Mo benar-benar menyerang dengan seluruh kekuatan mereka, Klan Lin berada dalam bahaya.
Namun ada sesuatu yang terasa salah.
Dua toko Klan Yang diserang dan bukti diarahkan kepada Klan Feng.
Pada malam yang sama, penjaga Klan Mo dibunuh dan tuduhan diarahkan kepada Klan Lin.
Terlalu rapi.
“Ini bukan sekadar rencana Klan Mo,” bisik Ling Xiaoxiao.
Feng Wuchen menatapnya.
Ia pun mulai menyadarinya.
Jika Mo Kun sendiri yang merancang semuanya, mengapa harus membunuh sembilan penjaga Klan Mo?
Siapa yang sebenarnya sedang mengadu keempat klan?
Yang Shan dari Klan Yang tiba-tiba berseru, “Sekarang jelas! Klan Feng dan Klan Lin sudah bekerja sama!”
Beberapa anggota Klan Yang langsung ikut berteriak.
“Kalian ingin menguasai Kota Wushuang!”
“Feng Zhengxiong mencapai Alam Inti Roh, lalu kalian mulai menyingkirkan klan lain!”
Tuduhan demi tuduhan membuat wajah Feng Zhengxiong semakin gelap.
Ia tidak punya waktu melayani mereka.
Jika terlambat, Klan Lin bisa benar-benar mengalami bencana.
“Tetua Agung, ikut denganku ke Klan Lin!” perintahnya. “Yang lain tetap di sini!”
Feng Qianyang segera mengangguk.
Namun Yang Qingyun melangkah maju.
“Feng Zhengxiong! Kalau kau pergi, aku akan membunuh semua orang Klan Feng yang ada di sini!”
Langkah Feng Zhengxiong berhenti.
Suasana seketika membeku.
Ia perlahan menoleh.
Tatapan yang sebelumnya masih menahan diri kini berubah penuh amarah.
“Kau mengancam keluargaku?”
Aura Alam Inti Roh meledak tanpa sedikit pun ditahan.
Wajah Yang Qingyun langsung berubah.
“Aku sudah menjelaskan bahwa kematian orang-orangmu tidak ada hubungannya dengan Klan Feng. Kau tidak mau mendengar, bahkan sekarang berani mengancam keluargaku!”
Feng Zhengxiong melesat maju.
Yang Qingyun buru-buru mengerahkan seluruh Qi Sejatinya.
“Patriak, hati-hati!”
Yang Shan ikut maju dan menyerang bersama.
Feng Zhengxiong menghantamkan telapak tangannya.
Ledakan Qi Sejati mengguncang jalan.
Yang Qingyun dan Yang Shan memuntahkan darah hampir bersamaan. Tubuh keduanya terlempar beberapa meter sebelum menghantam tanah.
Hanya satu serangan.
Seluruh anggota Klan Yang langsung terdiam.
Mereka akhirnya menyadari seberapa besar perbedaan antara mereka dan seorang kultivator Alam Inti Roh.
Feng Yuan menatap ayahnya dengan mata berbinar.
“Ayah ternyata sekuat ini...”
Feng Wuchen tersenyum tipis.
“Benar-benar pantas menjadi Patriak.”
Feng Zhengxiong berdiri di hadapan ratusan anggota Klan Yang. Tidak seorang pun berani maju.
“Aku, Feng Zhengxiong, tidak pernah takut bertanggung jawab atas perbuatanku!” suaranya menggema. “Kalau aku ingin menghancurkan Klan Yang, aku akan melakukannya secara terbuka. Tidak perlu membunuh tiga belas penjaga kalian diam-diam!”
Ia kemudian berjalan melewati mereka.
Kerumunan Klan Yang tanpa sadar membuka jalan.
Tak seorang pun berani menghentikannya.
Setelah beberapa langkah, Feng Zhengxiong berhenti dan menoleh kepada Yang Qingyun yang masih terbaring dengan wajah pucat.
“Dengarkan baik-baik.”
Tatapannya sedingin es.
“Kalau satu saja anggota Klan Feng terluka saat aku pergi, aku akan kembali dan meratakan Klan Yang.”
Tidak ada yang menjawab.
Untuk pertama kalinya, kemarahan seorang Patriak Alam Inti Roh membuat seluruh Klan Yang kehilangan keberanian untuk bergerak.
Namun Feng Wuchen tidak merasa lega.
Tatapannya justru mengarah ke jalan menuju kediaman Klan Lin.
Seseorang sedang memainkan permainan yang jauh lebih besar daripada yang mereka duga.
Dan Klan Lin mungkin sudah menjadi korban berikutnya.
......................
Bersambung…