Indonesia
NovelToon NovelToon
KSATRIA BAJA : Bangkitnya Bayu Anggara

KSATRIA BAJA : Bangkitnya Bayu Anggara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi / Sistem
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Bercerita tentang mahasiswa IT yang membuat AI secara mandiri di dalam sebuah Android kentangnya, dan merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Jembatan Kepercayaan di Jalur Terenkripsi

Sinar mentari pagi menyingsing hangat, menembus tirai tipis di ruang kerja pribadi lantai dua kediaman Bayu Anggara di Bukit Hijau. Di atas meja kerja berdesain futuristik, dua cangkir kopi hitam masih mengepulkan uap tipis. Bayu, yang mengenakan kemeja biru tua terawat dan kacamata berbingkai titanium tipis, duduk tenang menatap barisan data terakhir di layar monitor. Dimas duduk di kursi putar di sebelahnya, menyandarkan kepala seraya menguap pelan setelah mengamati alur data kejahatan sepanjang malam.

"Satu malam yang gila, Bay," gumam Dimas seraya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Gue masih kebayang gimana mukanya si Victor pas tabletnya lu remas jadi abu di dermaga tadi malam."

Bayu mengulas senyum tipis, menyesap kopinya perlahan. "Itu baru permulaan, Dim. Yang terpenting, data transaksi yang diurai Jarvis dari Dermaga Empat sudah memberikan gambaran utuh peta kekuatan musuh."

Bzzzt...

Pendar biru lembut pada konsol utama mendadak berubah menjadi denyut warna keemasan yang stabil. Suara jernih dan terstruktur dari Jarvis mengalun mengisi ruangan berpenyejuk udara sejuk tersebut.

"Bayu, Dimas," sela Jarvis presisi. "Terdapat panggilan suara terenkripsi masuk pada frekuensi taktis khusus kepolisian. Pemanggil teridentifikasi sebagai Ajun Komisaris Polisi Hendra dari Markas Kepolisian Resort Kota."

Dimas seketika duduk tegak, rasa kantuknya hilang melayang dalam sekejap. "Komandan Hendra? Dia menghubungi frekuensi Ksatria Baja secara langsung pagi-pagi begini?"

"Sambungkan panggilannya melalui modul pengubah suara taktis, Jarvis," perintah Bayu tenang seraya menyentuh tombol mikrofon terenkripsi di mejanya.

"Menyambungkan saluran suara terenkripsi," sahut Jarvis cepat.

Suara berat dan tegas milik AKP Hendra terdengar jernih dari pengeras suara ruang kerja, dipenuhi nada keseriusan serta urgensi tinggi.

"Selamat pagi, Ksatria Baja," sapa AKP Hendra mengawali percakapan. "Saya berharap sinyal ini sampai langsung kepadamu tanpa hambatan."

Bayu menyalurkan suaranya yang telah terubah menjadi gema berat, dalam, dan berwibawa khas Ksatria Baja. "Selamat pagi, Komandan Hendra. Sinyal Anda diterima sangat jernih. Ada perkembangan terbaru dari pemeriksaan barang bukti dan para pelaku di Dermaga Empat?"

Hendra menghela napas panjang dari seberang saluran, terdengar lelah namun penuh ketegasan. "Pemeriksaan berjalan sangat intensif sejak subuh tadi. Seratus pucuk senapan serbu, empat bom EMP mikro, dan belasan peti peralatan penyadap sudah diamankan di gudang senjata Polresta. Victor dan sepuluh anak buahnya juga sedang menjalani pemeriksaan maraton."

"Namun ada kendala besar dalam menggali informasi darinya, benar?" tebak Bayu tepat sasaran.

"Tepat sekali," aku Hendra jujur dengan nada gusar. "Victor menutup mulutnya rapat-rapat. Dia hanya tertawa dan mengancam bahwa jaringan tempatnya bekerja terlalu besar untuk dijangkau kepolisian. Lebih parahnya lagi, tim siber Polda yang mencoba melacak titik asal sinyal dan alamat server utama mereka mendapati jalan buntu. Seluruh jaringan mereka dilindungi alamat hantu dan enkripsi kuantum yang tidak sanggup ditembus oleh peralatan teknis kami."

Dimas melirik Bayu, mengacungkan jempolnya seraya tersenyum bangga atas keunggulan teknologi Jarvis.

"Enkripsi polimorfik milik Viper Network memang dirancang oleh spesialis internasional, Komandan," sahut Bayu tenang. "Peralatan siber biasa tidak akan sanggup mengurai sembilan lapisan enkripsi matriks milik mereka."

"Karena itulah saya menghubungi saluran ini secara resmi," nada suara Hendra mendadak berubah menjadi sangat formal, dipenuhi rasa hormat dan keseriusan mendalam. "Ksatria Baja, atas nama Satuan Tugas Penindakan Kejahatan Terorganisir Kepolisian, saya ingin meminta bantuan resmimu. Kepolisian membutuhkan keahlian dan kemampuan pelacakanmu untuk menemukan lokasi pasti markas tersembunyi Viper Network di kota ini."

Dimas berbisik pelan ke arah Bayu dengan mata membelalak gembira. "Gila, Bay! Polisi minta bantuan resmi ke Ksatria Baja! Ini sejarah baru di kota kita!"

Bayu memberikan isyarat tangan agar Dimas tetap tenang, lalu menjawab panggilan tersebut dengan nada seimbang. "Saya sangat menghargai kepercayaan dan langkah terbuka yang Anda ambil, Komandan Hendra. Mengabaikan ego birokrasi demi keselamatan warga adalah ciri pimpinan hukum yang sejati."

"Saya hanya peduli pada keadilan dan keselamatan masyarakat, Ksatria Baja," balas Hendra tegas. "Berdasarkan selentingan intelijen yang kami padukan, markas tersembunyi itu bukan sekadar tempat penyimpanan barang, melainkan pusat kendali peredaran narkotika sintetik dan rumah transit bagi puluhan korban perdagangan manusia. Kami butuh koordinat pasti sebelum mereka memindahkan para korban ke luar wilayah."

"Anda tidak perlu menunggu lebih lama, Komandan," potong Bayu dengan suara mantap. "Saya telah memetakan lokasi tersebut secara presisi."

Hendra tertegun di seberang saluran, jeda hening tercipta dua detik. "Apa?! Kamu... kamu sudah menemukan lokasi markas tersembunyi mereka?!"

"Benar," jawab Bayu mendetail. "Saat menggagalkan pengiriman di Dermaga Empat tadi malam, saya menyusupkan pelacak data tak kasat mata ke dalam jalur balasan sinyal mereka. Markas tersembunyi sekaligus pusat logistik utama Viper Network berlokasi di Kompleks Kawasan Industri Lama Sektor Tujuh, di pinggiran barat kota."

Hendra terdengar mengutak-atik papan ketiknya di markas. "Kawasan Industri Lama Sektor Tujuh? Gedung besar di sana bukannya tercatat atas nama Perusahaan Impor Bahan Kimia Medis Harapan Sejahtera?"

"Itu adalah perusahaan cangkang resmi milik mereka, Komandan," urai Bayu. "Secara kasat mata, tempat itu tampak seperti gudang penyimpanan pupuk dan sabun yang terbengkalai. Namun di lantai bawah tanah seluas dua ribu meter persegi, mereka mengoperasikan laboratorium kimia narkotika sintetik dan fasilitas penyekapan untuk tiga puluh dua korban perdagangan manusia."

Hendra memukul mejanya keras, terdengar bergetar di telepon. "Tiga puluh dua orang disekap di bawah tanah?! Bajingan! Pantesan laporan orang hilang dalam tiga bulan terakhir meningkat signifikan di wilayah pinggiran!"

"Fasilitas tersebut dilindungi oleh dua puluh delapan personel bersenjata otomatis, pintu baja lapis ganda, serta sistem peledak penghancur mandiri yang terkoneksi ke detektor detak jantung pimpinan area mereka," sela Bayu mengingatkan risikonya secara mendetail.

Hendra menahan napasnya sejenak, menyadari betapa fatalnya jika kepolisian menyerbu secara asal. "Sistem peledak penghancur mandiri...? Jika kami melakukan penggerebekan secara konvensional dengan sirine dan pasukan gegana, mereka bisa saja menekan tombol peledak dan mengorbankan seluruh sandera!"

"Tepat sekali, Komandan. Itulah mengapa serbuan ini butuh sinkronisasi mutlak," tegas Bayu. "Saya akan masuk lebih dulu untuk meretas dan melumpuhkan sistem peledak mandiri, mematikan jaringan daya internal, serta melumpuhkan garis pertahanan utama mereka tanpa memicu detektor alarm."

"Lalu apa peran pasukan saya dalam operasi ini?" tanya Hendra fokus.

"Begitu saya memberikan sinyal hijau dari dalam fasilitas," instruksi Bayu terstruktur, "pasukan Satgassus Anda harus langsung bergerak mengamankan perimeter luar, menyegel seluruh pintu darurat, serta menyiapkan tim medis dan bus evakuasi khusus untuk menyelamatkan tiga puluh dua korban secara aman."

Hendra tertawa bangga di seberang saluran, rasa kagumnya meluap. "Rencana yang sangat presisi dan tanpa cela, Ksatria Baja! Ini adalah bentuk kemitraan resmi pertama antara kepolisian dan pahlawan berzirah di kota ini. Saya akan memimpin langsung seratus personel terpilih dari tim gegana dan reserse."

"Pastikan seluruh personel Anda menggunakan saluran radio terenkripsi gelombang pendek yang telah saya bagikan," pesan Bayu. "Operasi ini akan kita laksanakan nanti malam tepat pukul dua puluh tiga nol-nol WIB, saat pergerakan lalu lintas musuh berada pada titik terendah."

"Diterima dengan jelas, Ksatria Baja," jawab Hendra penuh semangat dan rasa hormat. "Seluruh personel Satgassus akan siap berada di titik kumpul luar Sektor Tujuh sesuai instruksi. Terima kasih atas bantuan resmimu."

"Mari kita kembalikan hak dan kemerdekaan para korban malam ini, Komandan," kata Bayu. Dan Panggilan pun diakhiri.

Bip.

Sambungan terputus. Ruang kerja kembali tenang dan sunyi. Dimas melonjak dari kursinya seraya menepuk bahu Bayu dengan wajah sumringah bahagia.

"Sumpah, Bay! Luar biasa banget!" seru Dimas antusias. "Kerja sama resmi sama Polresta! Pak Hendra sampai kagum begitu sama rencana dan ketelitian lu!"

Bayu melepas tombol komutatornya, membetulkan kacamata titaniumnya seraya tersenyum tenang dan penuh kewibawaan.

"Langkah pertama kerja sama ini sangat penting, Dim," kata Bayu lembut. "Dukungan resmi dari kepolisian akan memastikan para korban perdagangan manusia langsung mendapatkan perlindungan hukum dan perawatan medis yang layak begitu diselamatkan."

"Seluruh protokol sinkronisasi jam taktis dengan Satgassus Polresta telah terhubung," lapor Jarvis gembira. "Peta interior dan skematik kabel listrik Kompleks Sektor Tujuh telah disiapkan untuk operasi malam nanti."

"Bagus sekali, Jarvis," puji Bayu tulus.

Ia berjalan mendekati jendela kaca besar, menatap langit pagi kota yang cerah dan membentang luas. Di balik kedamaian yang dirasakan warga kota, sebuah operasi penyelamatan berskala besar telah dirancang sempurna. Dengan kecerdasan tinggi, kemitraan resmi bersama kepolisian, serta keteguhan jiwa Ksatria Baja, Bayu Anggara siap meruntuhkan sarang kejahatan Viper Network dan mengembalikan harapan bagi mereka yang tertindas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!