Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Naya

19:30

Azarin baru saja pulang dari jalan-jalan dengan Dean. Wanita itu naiki undakan teras kontrakan Naya seraya menenteng aneka kantung kresek besar di kiri kanan tangannya.

Azarin lepas sepatu flatshoes miliknya sedikit tergesa, lalu mengetok pintu kontrakan Naya cepat.

"Nayy...Yuhu...aku pulang!" seru wanita itu.

Senyum sumringah tak pernah lepas dari bibir cantiknya. Tentu saja karena ia begitu senang jalan-jalan dengan Dean, sampai tak menyadari waktu sudah menjelang malam.

Naya buka pintu perlahan, mengucek matanya pelan. Ia tatap Azarin yang tersenyum lebar ke arahnya. Menarik nafas panjang.

"Seneng banget lah tuh."

Azarin terkekeh, ia peluk Naya seraya menggoyang-goyangkannya gemas.

"Ehh udah ehh...kecekik ini kecekik!" seru Naya menepuk lengan Azarin di lehernya.

"Aku seneng banget, Nay! Jadi kamu juga harus ikut seneng!"

Azarin tenteng kembali aneka kantung kresek besar yang ia letakkan di bawah, membawanya masuk.

"Mia...Azril...sini sayang...!" seru Azarin heboh, mengeluarkan satu persatu isian di dalamnya.

Naya tutup pintu perlahan, menatap Azarin yang begitu antusias itu intens. Senyum tipis terbit di bibirnya.

"Heyy...kenapa kamu berdiri disitu? Sini!" seru Azarin pada Naya.

Naya mengangguk santai, berjalan mendekati meja tamu. Ia longok ke dalam kantong kresek. Aneka sayur, buah, roti, snack, dan mainan cowo cewe lengkap.

"Tumben belanja banyak banget. Kamu mau hajatan apa?"

Azarin terkekeh, "Kaget kan? Ini mamanya Dean yang ngasih lho."

Naya mengangguk seraya menatap Azarin intens. Tanpa sadar tangannya meremat ujung baju. Ia tatap lekat senyum di bibir Azarin yang tak pernah pudar, tersenyum tipis.

"Syukurlah, akhirnya kau mendapatkan mertua yang baik, Rin."

Wanita itu menoleh cepat, "Iya kan?"

Azarin segera merogoh tas miliknya. Mengambil dompet, lalu menarik selebaran kertas merah dari dalam, menyodorkannya pada Naya.

"Nih, makasih yah udah jagain Mia seharian." ucap Azarin.

Naya raih selebaran uang yang Azarin sodorkan, tersenyum tipis, "Santai, anteng kok bocahnya."

"Dia jajannya banyak ngga? Kalo iya aku tambahin nih."

"Ehh gausah!" seru Naya menahan tangan Azarin yang hendak menarik uang lagi dari dalam dompet, "Cuma jajan es krim doang tadi di depan toko, ngga perlu kamu bayar juga."

Mendengar itu Azarin tersenyum lega. Ia ambil dua kantong kresek di bawah, memberikannya pada Naya. Wanita itu tentu terkejut.

"Ini buat aku?"

Azarin mengangguk antusias, "Iya, kata Mas Dean kamu dikasih juga."

Mendengar itu Naya hanya bisa tersenyum saja.

Beruntungnya Azarin, dia di terima oleh pria kaya dan mertua yang baik. Sahabatnya ini juga tidak perlu menghawatirkan tentang uang.

Sementara dirinya....

Ahh sudahlah, ngapain bandingin rumah tangga sendiri dengan rumah tangga orang. Toh sebelum semakmur ini, Azarin juga pernah berada di titik terendah. Dan jika itu Naya yang mengalaminya, belum tentu ia sekuat Azarin.

"Anak-anak mana? Aku panggil kok ga nyaut?" tanya Azarin seraya menatap buah-buahan di meja.

Naya tunjuk ruang kamar dengan dagu.

"Di kamar. Udah pada tidur bocahnya. Soalnya tadi siang ikut lomba agustusan jadi kecapean itu."

Mendengar itu bola mata Azarin berbinar, "Iyakah?"

Yang dibalas anggukan antusias dari Naya.

"Juara ngga?"

Naya terkekeh, "Anakmu doang yang menang, anakku malah ngacauin arena lomba."

Mendengar itu Azarin melongo, "Iyakah? Azril kenapa memangnya?"

Naya merunduk lemah, menarik nafas panjang.

"Tadi pas selesai lomba Azril ribut sama si Bintang cuma gara-gara hadiah Mia di rebut."

Azarin tutup bibirnya, melongo lebar, "Wahh ..Nay, Putramu gentle banget lho. Kaya bapaknya." kekeh Azarin.

Naya terdiam. Ia merunduk seraya menatap lantai pias.

"Baru tadi siang Mas Gani datang kesini."

Mendengar itu Azarin terkejut. Ia segera menarik tangan Naya menuju kursi, duduk berdampingan. Azarin condongkan tubuhnya di hadapan Naya.

"Serius? Jadi gimana?"

Naya merunduk dalam, "Dia minta rujuk, Rin."

"Lho, bukannya bagus? Kan kamu juga penginnya gitu."

Naya menoleh menatap Azarin pias, "Tapi aku gamau balik ke rumah orang tuanya lagi, Rin. Sakit hatiku sama ibunya masih kerasa banget. Aku dibilang gabisa ngurus suami, waktu itu aku dikatain gabakal bisa ngasi keturunan, dibilang giziku buruk makannya gabisa hamil. Terus aku masak cuma buat aku dan Mas Gani, wajannya di lempar sampai isiannya tumpah sama ibu gara-gara aku masak cuma buat diri sendiri. Aku sakit, Rin."

Azarin tatap Naya pias, ia elus punggung Naya lemah.

"Iya aku tau, Nay. Pasti berat banget jadi kamu yah. Giliran kamu keluar dari rumah itu kamu hamil. Keknya tuhan pun tau kamu gabakal bisa ngurus anak kalo masih di rumah itu."

Naya merunduk lemah, ia remat sofa kontrakannya kuat. Air matanya menitik lirih. Azarin yang tak tega segera menarik Naya bersandar di bahunya, mengelus kepalanya lembut.

"Jadi sampai sekarang Bang Gani gatau kalo mamamu dibelakang jahat sama kamu?"

Naya menggeleng lemah, "Aku gamau Mas Gani jadi benci sama ibunya."

Azarin menarik nafas panjang, "Giliran dapet suami bertanggung jawab, baik, mertuanya kek dakjal yah."

Naya sesegukan, semakin erat memeluk Azarin.

"Aku bingung, Rin. Dalam hati aku juga ingin rujuk sama Mas Gani. Aku gabisa mencintai pria manapun lagi selain Mas Gani. Tapi—aku pengen kita pisah rumah. Tapi mamanya Mas Gani selalu mempersulit kita. Mas Gani juga belum bisa tegas sama orang tuanya. Aku cape, makannya aku ngasi batas sekarang."

Azarin mendengarkan segala cerita Naya dengan seksama. Menatap lantai pias.

"Iya, Nay. Aku paham posisi kamu. Aku juga belum tentu kuat jika posisinya dibalik."

Naya usap air matanya perlahan, menatap dinding di depannya pias.

"Apa aku terlalu jahat, Rin?"

Pertanyaan Naya membuyarkan lamunan Azarin, "Iya?"

"Apa...aku terlalu jahat nuntut Mas Gani bikin rumah kalau mau rujuk sama aku?"

Azarin merapatkan bibir ke dalam, ikut berfikir sejenak.

"Dibilang jahat...ya ngga juga. Seorang suami ditakdirkan memiliki jiwa provider yang kuat kalau memang wanita itu tujuannya. Tapi menuntut di luar batas ya...berlebihan."

Naya merunduk lemah, "Kamu benar. Mas Gani pasti cape juga sama aku. Bolak-balik dia kesini buat ngeyakinin aku tapi aku gamau. Aku tetep kekeuh sama pendirian aku."

Azarin genggam bahu Naya erat, "Udahh....kalo memang Bang Gani tujuannya kamu. Dia pasti akan mengusahakan semuanya. Biar dia selesai sama keluarganya dulu. Nanti juga datang kalo dia sudah lebih matang."

Naya menoleh, menatap Azarin pias, "Kamu yakin, Rin?"

"Yee....aku faham banget Bang Gani kan temannya Mas Fajar dulu. Mereka kadang suka ketemu bareng. Aku suka denger Mas Gani cerita tentang rumah tangganya yang harmonis lho."

Naya memanyun kecil, "Iya harmonis di matanya. Soalnya ibunya kan pinter akting dan memutar balikan fakta di depan putra kesayangannya."

Azarin terkekeh, menepuk punggung Naya pelan, "Dahh ... Jika kalian masih berjodoh, mau sepelik apapun masalahnya. Pasti bakal bareng lagi kok."

1
Adinda
hidupmu rumit banget naya, kalau suamimu belum mampu ngontrak dulu,uangnya dikumpulkan keburu nanti suamimu diambil pelakor
Adinda
tapi salah naya juga sih kalau suamimu gak mampu setidaknya kamu juga membantu jangan langsung minta rumah
Adinda
fajar sama naya aja
Adinda
mimpi saja kau fajar kalau mau azarin balik sama kamu,tidak akan pernah mau azarin balik sama kau fajar
Adinda
bawa semuanya rin, enak banget ginjalmu diambil,kamu mau dicerain anakmu mau dibawa kepanti
Dokkan Battle
BACOT GOBLOK
Ma Em
Azarin kalau tdk mau Dean seperti fajar makanya rubah penampilan Azarin dan hrs pede jgn merasa rendah diri , kalau Azarin merasa selalu rendah diri tdk berubah jadi wanita yg elegan dan penuh percaya diri pasti Dean akan semakin cinta pada Azarin .
Dynhz: kasih tau makee😭🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor
Dynhz: siap😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
udah nikah aja ma Dean, dari pada nanti di ganggu terus sama fajar ...
lanjuut thor.....
Dynhz: siap kakak😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nah udah tau kan sifat asli istri baru mu..😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
paling bagus emang cerai saja dan buktikan kalo kamu bisa tanpa suami ...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nyesek bgt bacanya...
Ma Em
Azarin jgn sampai kamu kena bujuk rayu fajar biarkan fajar menyesal karena itu pilihan fajar sendiri , semoga Azarin selalu bahagia bersama Mia sang putri tercinta dan semoga Azarin berjodoh dgn Dean 🤲.
Dokkan Battle: kalau ajarin rujuk fiks dia sakit mental
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!