Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata yang di tandai

‎Di halaman belakang, Darma, Hannan dan Hisyam sedang bermain petak umpet bersama Hannah yang langsung akrab dengan Darma, padahal biasanya Hannah kesulitan untuk dekat dengan orang asing, bahkan mengobrol saja Hannah tidak akan mau, tapi setelah melihat Kharissa dan Darma, Hannah tiba tiba saja merasa sudah mengenal mereka sejak lama.

"Jangan culang ya Hannah akan cali kalian semua" ucap Hannah berlari mencari tiga orang yang sudah bersembunyi di tempat mereka masing masing.

‎"Rissa, aku harus ke pasar untuk menjual sayuran yang hari ini panen dengan ayah, tidak apa apa kamu sendirian menemani anak anak?" tanya Harsa

‎"Iya" jawabnya singkat dan datar.

‎"Lingga, papa ke pasar dulu dengan Opa ya" ucap Harsa

‎"Iya pa, nanti Lingga akan pulang sendiri" jawab Lingga, putra pertama Harsa dan Lina, putri dari Lingga dan Riana dan bahkan memberikan nama anak mereka Lingga Harsa Permana untuk mengenang ayah mertuanya itu.

‎"Jangan pulang sendiri, nanti Tante antar kamu, sekarang bantu cari yang lain karena sepertinya Hannah kesulitan cari mereka di sini" ucap Kharissa dan Harsa tersenyum karena meskipun wajah istri Dirga itu begitu datar tanpa ekspresi, tapi hatinya begitu baik terutama pada anak anak.

‎Harsa berangkat bersama Herman, Herman masih setia menyendiri setelah Sumi meninggal, dia sempat ingin di jodohkan Bintang dengan Riana, tapi ternyata Lina putri Riana menyukai Harsa, jadi Bintang mengurungkan niatnya itu.

‎"Kharissa, sekarang di rumah Karta jadi seram" bisik Sahara

‎"Hmmm"

‎"Di sana ada penghuni misterius" bisik Sahara lagi.

‎"Hmmm"

‎"Sepertinya kita harus ke sana malam ini untuk mencari imigran gelap itu" ucap Sahara

‎"Rissa sibuk"

‎"Astagfirullah, Dirga juga akan ke sana Rissa" keluh Sahara geregetan karena tahu kata sibuk yang di maksud Kharissa adalah mengikuti Dirga.

‎"Oke" jawab Kharissa

‎"Baru kali ini Sahara frustasi menghadapi seorang manusia, dulu papa kamu saja tidak sedatar ini, dan sekarang kamu lebih parah mana di turunkan lagi pada Darma, untung Darma laki laki jadi tidak masalah, tapi kamu itu perempuan, kamu harus ramah dan anggun Kharissa, supaya di sukai banyak orang" ucap Sahara panjang lebar.

‎"Rissa cukup di sukai mas Dirga" jawab Kharissa

‎"Huaaaaaa!" pekik Sahara karena dia geregetan dengan Kharissa yang hanya menjawab seperlunya saja.

‎"Oma, kanapa?" tanya Darma

‎"Hiks.. mama kamu apa tidak bisa bicara lebih banyak?" tanya Sahara

‎"Bisa Oma, tapi kalau bersama papa" jawab Darma

‎"Kamu sama saja dengan dia" gerutu Sahara memilih pergi dari sana, terbang ke arah lahan Bintang untuk menyusul Harsa ke pasar karena Sigit juga ikut.

‎"Bicara banyak itu melelahkan, iya kan ma?" tanya Darma

‎"Iya, kamu benar, itu melelahkan, tapi dengan papa mama tidak pernah lelah" jawab Kharissa langsung di peluk anaknya.

‎"Apa Darma juga nanti akan seperti mama?" tanya Darma.

‎"Iya, suatu hari nanti, kita keturunan Stuart memang punya masalah yang sama" jawab Kharissa mengusap rambut Darma.

‎Hannan, Hisyam dan Hannah yang melihatnya interaksi keduanya hanya bisa saling tatap, karena meskipun bahasa tubuh mereka memperlihatkan kalau mereka saling menyayangi, tapi wajah datar mereka membuat ketiga saudara itu sedikit merinding. Berbeda dengan Lingga yang sudah terbiasa melihat duo datar itu bicara seperti itu.

‎"Dalma!" panggil seorang anak laki-laki berlari ke arah mereka.

‎Itu adalah putra Bimantara dan Khanza yang baru berusia tiga tahun bernama Bisma Bimantara Darmawan.

‎"Bisma, ayo main" ajak Hannan

‎"Ini siapa?" tanya Bisma

‎"Ini adikku, usianya sama dengan kamu" jawab Hisyam

‎"Wah, aku punya teman, halo nama aku Bisma, aku anaknya papa Bimantala dan mama Khanza, kami tinggal di hutan Dalmawan, kamu nanti main ke lumahku ya" sapa Bisma ramah sangat berbeda dengan Darma yang hanya mengangguk saja saat Hannan memperkenalkan adiknya.

‎"Halo, nama aku Hannah" jawab Hannah singkat.

‎"Bermainlah lagi, mama akan bawakan camilan" ucap Kharissa dan Darma mengangguk merangkul Bisma juga Hannah untuk bermain di tempat yang lebih teduh.

‎"Badra, jaga mereka" ucap Kharissa

‎"Baik kak" jawab Badra yang sekarang menjadi jin pelindung Darma.

‎"Om Badra, ini Hannah" ucap Hannan

‎"Iya, aku sudah melihatnya sejak tadi, adik kamu ini di incar sesuatu, kamu harus jaga dia" jawab Badra

‎"Di incar apa?" tanya Darma

‎"Tidak tahu, tapi lihat matanya, matanya sedikit merah dan ada tanda hitam di iris matanya, hitam tanda tumbal" jawab Badra dan Darma memperhatikan mata Hannah dengan serius.

‎"Apa iya ada?" tanya Hannan khawatir

‎"Iya, Hannah sepertinya sudah di tandai untuk tumbal berikutnya" jawab Darma yang sekarang tidak terlihat seperti Darma.

‎Darma mengepalkan tangannya, dan secara tiba tiba muncul bubuk merah kehitaman yang ada di genggaman tangannya. Darma langsung meminta Hannah untuk mendongak dan Darma membubuhkan bubuk itu ke kedua mata Hannah hingga Hannah memekik kesakitan membuat semua orang di dalam keluar untuk melihat apa yang terjadi.

‎"Darma apa yang kamu lakukan nak?" tanya Dirga segera menjauhkan Darma dari Hannah.

"Darma mau membuang tanda pa" jawab Darma ingin mendekat lagi tapi di tahan Kharissa yang juga terkejut mendengar pekikan Hannah.

‎"Sakit!" pekik Hannah saat matanya mengeluarkan lendir berwarna hitam dan berasap.

‎"Apa yang terjadi?" tanya Hatta panik menggendong Hannah.

‎"Menjauh" ucap Kharissa mengambil Hannah lalu membiarkan Hannah merintih kesakitan di sudut rumah Bintang.

"Tapi Hannah..." ucap Hatta

"Ada sesuatu yang mungkin membahayakan kalian dalam tubuh Hannah" jawab Kharissa

‎"Hannah" lirih Husna juga di minta untuk menjauh oleh Kharissa.

‎"Darma mencoba membuang sesuatu milik mahluk Itu" ucap Kharissa

‎Dirga menatap dalam istrinya itu, meski sudah hampir enam tahun menikah dengan Kharissa tapi dia masih belum sepenuhnya kenal dengan istrinya itu karena kata katanya masih membuatnya kebingungan.

‎"Papa... mama.. hiks..."

‎Hannah akhirnya pingsan dan tak lama sebuah duri terdorong keluar dari dalam kelopak matanya, duri itu begitu panjang dan mereka bingung bagaimana duri itu bisa ada di dalam mata Hannah.

‎Kharissa mengambil duri duri itu dengan tangannya setelah Hannah di perbolehkan untuk di bawa masuk ke dalam rumah. mata Kharissa terpejam sambil menggenggam duri tersebut untuk melihat siapa yang sudah menandai Hannah untuk menjadi tumbalnya.

‎Srak.

‎"Sstttt"

‎"Sayang.. kamu tidak apa apa?" tanya Dirga khawatir begitu duri duri itu tiba tiba saja menembus tangan Kharissa dan melesat terbang ke arah atas.

1
neni nuraeni
aduuh kasian kamu Caringin,,, karena keserakahan dan kjhtanya Norman darahmu dia manfaatkan,,, lnjuttt
Nyai Aksara 👩‍🦯
Orang buta pun bisa makan sendiri, kok
Ilham
lanjut bg
Ilham
gantung lagi bg
Ridwan01: masih besok bang 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
wadduh semoga Karta tidak knp2,,, sebaiknya kamu cepat kasih tau Hatta biar karta dan Tama serta keluarganya tidak knp2,, jgn di Norman ngincar Jesica lagi,,, lnjut kakkkk
neni nuraeni: oh... kirain kak,,takutnya tu si Norman ggu keluarga Karta kak☺️
total 2 replies
neni nuraeni
kak bebasin Ratri dong kasian dia,,, biar dia bisa mncari Vincent dan mmblskn sakit hatinya Ratri pada si dukun itu,,,
neni nuraeni: 👌 kak thor🤗🤗🤗
total 2 replies
neni nuraeni
😅😅😅😅😅
neni nuraeni: sama2 kak thor🤗🤗🤗
total 2 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 3 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
Ilham
tambah seru bg
Ridwan01: terima kasih bang
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
neni nuraeni
aduuh Sahara.... Sahara...ternyta Erni masa lalu nya gandra atau mungkin ngaku2 dia🤭🤭🤭,,, lnjut kak thorrr🤭🤭
neni nuraeni: iihhh Mayu atuh cinta tak terbalas🤭🤭🤭
total 2 replies
neni nuraeni
alhamdulillah akhirnya Jesicca slmt juga,, ayo Sahara yg cantik jelita baik hati sejagat raya musnahkn tu si Erni, lnjuttt
neni nuraeni: 👌 kak sama2 kak thor, smngt kak,, sukses sllu buatmu kak🤗
total 2 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
masyaallah,seraaaaaaaaaaang,🤭🤭🤭🤭

ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭
Ridwan01: jadi ingat merek minyak telon aku kak🤭 yang pasti seratus tahun lalu kak, saat Belanda masih menguasai Indonesia.
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Jesicca slmt dan si Erni gagal membebaskan nyonya edan nya,, ihh greget aku🤭🤭lnjutt
neni nuraeni: sama2 kak🤗🤗
total 2 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Susah sih kalau suaranya benar-benar mirip sama orang terdekat, pasti percaya aja itu Jaiden
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
Ilham
lanjut bg penasaran ini
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
neni nuraeni
wadduh Jayden juga bisa melihat Sahara,,, lnjutt
neni nuraeni: 👌👌👌 kak🤗
total 2 replies
Lini Krisnawati
suka cerita nya
Ilham
lanjut bg....penasaran bg...apa kah Jayden cepat sadar nya karna dia telah di tipu sama makluk putih itu bg
Ridwan01: siap bang, Jayden masih terpengaruh.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!