Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari yang Baru untuk Melangkah
Suasana di sekitar Rumah Lelang Awan Senja di Kota Chiyou, Kekaisaran Houran, tampak sangat ramai. Padahal waktu pelaksanaan lelang masih beberapa saat lagi, tetapi jalanan di depan rumah lelang tersebut sudah dipenuhi oleh orang-orang yang datang dari berbagai penjuru.
Para bangsawan terlihat turun dari kereta kuda mewah mereka. Beberapa murid dari sekte-sekte besar juga terlihat berjalan memasuki rumah lelang dengan ditemani para tetua.
Tidak sedikit pula perwakilan dari berbagai rumah dagang yang datang untuk mendapatkan barang-barang langka yang mungkin dapat mereka peroleh hari ini. Selain itu, terdapat banyak pendekar pengelana dan berbagai kelompok lainnya.
Keramaian tersebut membuat jalanan di sekitar Rumah Lelang Awan Senja hampir dipenuhi manusia. Puluhan kereta kuda bahkan terlihat terparkir di sepanjang jalan.
Di tengah keramaian itu, seorang pria muda dengan wajah tampan berjalan santai melewati depan rumah lelang. Langkahnya perlahan terhenti.
Pemuda itu mengangkat kepalanya dan memperhatikan bangunan megah di hadapannya.
“Ramai sekali.”
Tatapannya kemudian beralih ke puluhan kereta kuda yang terparkir di sepanjang jalan.
Pemuda tersebut adalah Boqin Changing. Ia baru tiba di Kota Chiyou tadi malam dan memutuskan untuk menginap di salah satu penginapan di kota tersebut.
Pagi ini, setelah bangun, Boqin Changing menyempatkan diri berjalan-jalan di sekitar penginapan. Ia memang tidak memiliki tujuan tertentu. Hanya ingin melihat keramaian kota. Namun ketika melihat keramaian yang tidak biasa di sekitar Rumah Lelang Awan Senja, rasa penasarannya muncul.
Boqin Changing kemudian berjalan mendekati seorang pedagang kaki lima yang berjualan tidak jauh dari rumah lelang. Pedagang tersebut sedang menjajakan berbagai makanan ringan dan benda-benda kecil kepada para pengunjung yang datang.
Boqin Changing membeli salah satu barang dagangannya. Setelah membayar, ia bertanya dengan santai,
“Paman, mengapa Rumah Lelang Awan Senja begitu ramai pagi ini?”
Pedagang itu tampak terkejut mendengar pertanyaan tersebut. Ia memperhatikan Boqin Changing sejenak sebelum menjawab,
“Anak muda, kau baru tiba di Kota Chiyou?”
Boqin Changing mengangguk.
“Benar. Aku baru tiba tadi malam.”
Pedagang itu tertawa kecil.
“Pantas saja.”
“Kalau kau sudah tinggal di kota ini beberapa hari, seharusnya kau sudah mendengar berita ini.”
Boqin Changing nampak tertarik.
“Berita apa?”
Pedagang itu segera mendekatkan tubuhnya sedikit dan berkata dengan suara lebih rendah,
“Hari ini Rumah Lelang Awan Senja akan mengadakan lelang besar.”
“Lelang besar?”
“Benar.”
Pedagang tersebut menunjuk ke arah rumah lelang.
“Menurut informasi yang kudengar, akan ada beberapa barang yang sangat menarik dalam lelang hari ini.”
Boqin Changing mengangkat alis.
“Barang apa?”
Pedagang itu tampak semakin bersemangat ketika membicarakannya.
“Beberapa waktu yang lalu, Keluarga Fei mengirim sejumlah ahli mereka untuk menjalankan misi menjelajahi sebuah makam kuno.”
“Makam kuno?”
“Ya.”
Pedagang itu mengangguk.
“Konon makam tersebut sudah berusia ratusan tahun. Keluarga Fei mengerahkan cukup banyak ahli untuk menjelajahinya.”
“Dan mereka berhasil menemukan sesuatu?”
“Tepat.”
Pedagang itu tersenyum lebar.
“Mereka berhasil membawa keluar sejumlah harta karun dari dalam makam tersebut.”
Boqin Changing nampak tertarik.
“Harta karun itu akan dilelang hari ini?”
Pedagang itu mengangguk berkali-kali.
“Benar.”
“Itulah sebabnya begitu banyak orang datang ke Rumah Lelang Awan Senja pagi ini. Banyak orang ingin melihat barang-barang yang ditemukan Keluarga Fei.”
Boqin Changing tersenyum tipis.
“Begitu rupanya.”
Awalnya ia hanya ingin berjalan-jalan di sekitar kota. Namun setelah mendengar mengenai harta karun dari makam kuno, sedikit ketertarikan muncul di matanya.
Bagaimanapun, barang-barang yang ditemukan dari sebuah makam kuno biasanya cukup menarik. Terlebih lagi jika makam tersebut merupakan makam seorang pendekar dari zaman dahulu.
Boqin Changing kemudian bertanya,
“Paman, apakah orang biasa boleh mengikuti lelang tersebut?”
Pedagang itu langsung mengangguk.
“Tentu saja.”
“Selama kau membayar biaya masuk, siapa pun boleh mengikuti lelang. Rumah Lelang Awan Senja tidak membatasi pesertanya berdasarkan status.”
Pedagang itu kemudian tersenyum.
“Namun, untuk membeli barang yang dilelang, tentu saja kau harus memiliki cukup uang.”
Boqin Changing terkekeh kecil.
“Tentu.”
Ia kemudian kembali menatap Rumah Lelang Awan Senja.
Bangunan tersebut berdiri megah di hadapannya. Tidak sulit untuk mengetahui bahwa Rumah Lelang Awan Senja memiliki pengaruh yang cukup besar di Kota Chiyou.
Boqin Changing memasukkan tangannya ke dalam lengan jubahnya.
“Kalau begitu...”
Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Tidak ada salahnya melihat-lihat.”
Boqin Changing tidak lagi berlama-lama. Ia kemudian berjalan menuju pintu masuk Rumah Lelang Awan Senja.
Di depan pintu utama berdiri beberapa orang penjaga dengan pakaian seragam berwarna gelap. Mereka mengawasi setiap orang yang keluar-masuk dengan tatapan waspada.
Ketika Boqin Changing mendekat, salah seorang penjaga segera memperhatikannya. Boqin Changing berhenti beberapa langkah di hadapannya.
“Aku ingin masuk ke area lelang.”
Penjaga tersebut memandang Boqin Changing dari atas hingga bawah. Ia jelas tidak mengenal pemuda di hadapannya.
Namun, sebagai penjaga Rumah Lelang Awan Senja, ia sudah terbiasa bertemu dengan berbagai macam orang dari kalangan atas. Dari pakaian yang dikenakan Boqin Changing, wajahnya yang tampan, hingga aura tenang yang terpancar dari tubuhnya, pemuda ini jelas bukan orang biasa.
Meskipun tidak menunjukkan lambang keluarga atau sekte mana pun, penampilannya membuat penjaga tersebut secara naluriah menganggapnya sebagai seorang tuan muda dari keluarga bangsawan. Terlebih lagi, tidak ada sedikit pun keraguan atau rasa gugup dalam sikap pemuda tersebut ketika berdiri di depan Rumah Lelang Awan Senja.
Penjaga itu pun tidak berani meremehkannya. Ia segera menunjukkan sikap sopan.
“Tentu saja, Tuan Muda.”
Penjaga tersebut kemudian menunjuk ke arah sebuah meja yang berada tidak jauh dari pintu masuk.
“Silakan menuju meja administrasi di sebelah sana. Setelah membayar biaya masuk, kau dapat langsung memasuki area lelang.”
Boqin Changing mengangguk ringan.
“Baik.”
Ia mengikuti arahan penjaga tersebut dan berjalan menuju meja administrasi.
Di sana terdapat beberapa orang yang bertugas mencatat nama para peserta sekaligus menerima biaya masuk.
Boqin Changing tidak mengalami kesulitan apa pun. Setelah membayar biaya administrasi, ia menerima sebuah tanda pengenal sebagai peserta lelang.
“Silakan masuk, Tuan Muda.”
Petugas tersebut menyerahkan tanda pengenal itu dengan kedua tangannya.
Boqin Changing mengambilnya.
“Terima kasih.”
Setelah itu, ia berjalan melewati pintu yang mengarah ke area utama Rumah Lelang Awan Senja.
Begitu memasuki bagian dalam, suasana yang jauh lebih ramai langsung menyambutnya. Area lelang tersebut sangat luas.
Di bagian depan terdapat sebuah panggung besar tempat barang-barang yang dilelang nantinya akan diperlihatkan. Sementara itu, ratusan kursi telah tersusun rapi menghadap panggung. Beberapa tempat istimewa bahkan diatur terpisah dari kursi-kursi itu.
Beberapa orang sudah menempati tempat duduk mereka. Ada bangsawan dengan pengawal pribadi. Lalu juga ada murid-murid sekte besar yang duduk bersama para tetua. Kemudian hadir pula perwakilan rumah dagang yang sedang berbicara dengan rekan mereka.
Tidak sedikit pendekar pengelana yang duduk sendirian sambil memperhatikan keadaan sekitar. Beberapa kelompok bahkan telah menempati ruangan khusus yang disediakan.
Boqin Changing menyapu seluruh ruangan dengan tatapannya. Ia kemudian menemukan sebuah tempat duduk yang masih kosong.
Tanpa banyak berpikir, ia berjalan ke sana dan duduk. Tidak ada seorang pun yang memberikan perhatian khusus kepadanya.
Bagi orang-orang di tempat ini, Boqin Changing hanyalah seorang pemuda asing yang datang untuk mengikuti lelang. Tidak ada yang mengetahui identitas sebenarnya.
Tidak ada yang mengetahui bahwa pemuda yang baru saja membayar biaya masuk seperti peserta biasa itu sebenarnya adalah seseorang yang namanya telah mengguncang seluruh alam ini dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak ada yang mengetahui bahwa pemuda yang duduk santai di antara mereka adalah seorang pendekar muda yang memiliki kekuatan luar biasa. Tidak ada pula yang mengetahui bahwa kekayaan yang dimiliki pemuda tersebut bahkan jauh melampaui apa yang mampu mereka bayangkan.
Yang paling mengejutkan, beberapa waktu terakhir, nama pemuda ini bahkan telah dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Lima orang yang mendapatkan pengakuan sebagai lima sosok paling kuat dan paling berpengaruh di seluruh alam ini.
Status tersebut bukan sesuatu yang bisa diperoleh sembarang orang. Bahkan para patriak sekte besar dan penguasa kekaisaran harus menunjukkan rasa hormat ketika berhadapan dengan salah satu dari Lima Raja Dunia.
Namun sekarang, salah satu dari mereka justru duduk dengan santai di antara para peserta lelang biasa. Boqin Changing sama sekali tidak mempermasalahkannya. Ia memang tidak ingin terlalu menonjol saat ini. Apalagi di kota ini ia memang hanya berniat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan lagi perjalanannya.
Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi dan mengamati panggung di hadapannya.
“Sepertinya sebentar lagi akan dimulai.”
Tatapannya kemudian beralih ke area lantai atas. Beberapa ruangan khusus tampak tertutup rapat. Jelas ada orang-orang penting yang berada di baliknya.
Boqin Changing tersenyum tipis. Ia tidak datang ke tempat ini untuk mencari masalah. Ia juga tidak berniat menunjukkan identitasnya. Ia hanya ingin melihat barang-barang yang ditemukan Keluarga Fei dari makam kuno tersebut.
Jika ada sesuatu yang menarik, ia akan membelinya. Jika tidak, ia akan pergi.
Namun Boqin Changing tidak mengetahui bahwa kehadirannya di Rumah Lelang Awan Senja telah diperhatikan oleh seseorang.
Di salah satu ruangan khusus di lantai atas, sepasang mata sedang mengawasi area lelang melalui celah tirai. Tatapan itu berhenti tepat pada tubuh Boqin Changing.
Sesaat kemudian, sebuah suara rendah terdengar dari dalam ruangan khusus yang berada di lantai atas.
“Pemuda itu... Siapa dia?”
“Mengapa aku merasa pernah melihatnya...”