Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:482.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Siska Hamil

Kirana semakin bingung, namun ia tetap menyambut uluran tangan besar itu.

"Eh, Tristan, kita mau apa?"

Begitu Kirana berdiri, Tristan menutup pintu mobil. Ia menatap mata Kirana dalam-dalam.

"Kita akan pergi ke rumah sakit itu bersama. Saya akan menemani Anda masuk sampai ke ruang dokter," ucap Tristan mutlak, tanpa memberikan ruang untuk dibantah.

"Tristan, aku bisa sendiri."

"Tidak, Nona Kirana." Tristan menggeleng tegas. "Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Saya tidak mau membiarkan anda berjalan sendirian lagi di tempat umum."

Nada suara pria tegap itu terdengar penuh penyesalan yang mendalam. Matanya memancarkan rasa sakit yang tertahan.

"Kalau saja hari itu saya datang tepat waktu lima menit saja, mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Anda tidak akan merasakan sakit seperti ini."

Wajah Kirana yang tadinya tenang seketika berubah sendu mendengar pengakuan itu. Kenangan tentang benturan keras, rasa anyir darah, dan dinginnya aspal kembali berkelebat di benaknya.

"Sudah, Tristan." Kirana menelan ludah, suaranya sedikit bergetar. "Jangan bahas kejadian itu lagi."

Ia memalingkan wajahnya ke arah jalanan yang lengang, enggan membiarkan Tristan melihat kerapuhan di matanya.

"Aku sedang berusaha mati-matian melupakan semua rasa sakit hari itu. Tolong, jangan buat aku mengingatnya lagi sekarang."

Melihat bahu Kirana yang sedikit menegang, Tristan langsung sadar ia sudah melewati batas. Pria itu mengangguk pelan, merutuki dirinya sendiri.

"Baik, Nona. Maafkan saya. Saya berjanji tidak akan membahasnya lagi. Sebagai gantinya, tolong izinkan saya mengantar dan menjaga anda sampai urusan di rumah sakit selesai hari ini. Saya mohon."

Kirana menatap pria itu beberapa saat. "Baiklah."

Tak satu pun dari mereka berdua menyadari bahwa drama hari ini masih jauh dari kata usai. Tepat saat mobil Tristan berbelok memasuki area lobi rumah sakit, sebuah mobil baru saja berhenti tak jauh dari sana.

Ardy baru saja tiba setelah memacu mobilnya seperti orang gila membelah jalanan kota.

Ya, saat berada di perjalanan untuk menjemput Kirana, Siska menghubunginya sambil menangis. Dan siapa sangka, ia malah bertemu istrinya di sini.

Ardy melihat dengan jelas pria berjas abu-abu yang ada di dalam foto itu turun dari mobil, membuka pintu dan menuntun Kirana keluar dengan sangat hati-hati layaknya barang pecah belah yang sangat berharga.

Tangan Ardy mencengkeram setir kemudi hingga buku-buku jarinya memutih pasi. Emosinya mendidih hingga ke ubun-ubun melihat interaksi manis itu terjadi tepat di depan matanya sendiri.

"Siapa sebenarnya laki-laki itu?" desis Ardy dengan mata memerah, lalu memukul pelan setir mobilnya. "Berani sekali dia membawa istriku pergi tanpa izin dariku?!"

Ardy baru saja hendak melangkah mengejar Kirana ketika sebuah suara melengking memecah fokusnya.

"Mas Ardy!"

Ia menoleh refleks.

Siska berlari dari arah lobi rumah sakit dengan wajah berbinar. Begitu sampai di hadapan Ardy, wanita itu langsung menabrakkan tubuhnya, memeluk leher pria itu erat tanpa memberi kesempatan untuk menghindar.

"Mas, akhirnya kamu datang juga! Aku tahu kamu pasti menyusulku ke dokter!" seru Siska manja.

Namun, Ardy sama sekali tidak membalas pelukan itu. Matanya masih liar menatap ke arah pelataran parkir. Istrinya dan pria brengsek itu sudah menghilang entah kemana.

"Sial..." desis Ardy pelan. Tangannya mengepal keras.

Merasakan tubuh kaku pria di pelukannya, Siska perlahan mengangkat wajah. Alisnya bertaut heran.

"Mas? Kamu kenapa?" tanyanya curiga. "Kamu lagi cari siapa sih?"

Ardy menarik napas panjang, melepaskan tangan Siska dari lehernya secara sepihak.

"Nggak ada. Bukan siapa-siapa."

"Lalu kenapa kamu kelihatan panik begitu? Kamu nggak senang ketemu aku di sini?" rengek Siska.

"Sudah selesai pemeriksaannya, kan?" potong Ardy dingin.

Siska mengangguk cepat. Senyum di wajahnya kembali merekah lebar. "Iya, Mas! Aku punya kabar luar biasa. Aku benar-benar nggak sabar ngasih tahu kamu."

Ia menggenggam kedua tangan Ardy dengan erat. Matanya berbinar penuh harap. Namun, ego dan emosi Ardy masih tertinggal pada Kirana. Ia menarik tangannya mundur.

"Nanti saja kita bahas, Siska. Aku sedang buru-buru. Aku harus mengejar seseorang sekarang juga!"

Wajah Siska langsung berubah cemberut. Ia merasa diabaikan. Tanpa berpikir panjang, ia menarik lengan jas Ardy kuat-kuat agar pria itu kembali menatapnya.

"Mas, tunggu!" teriak Siska tak sabar. "Aku hamil!"

Deg!

Langkah Ardy seketika terhenti. Tubuhnya membeku bagai disiram air es. Matanya membelalak tak percaya menatap wanita di depannya.

"Kamu bilang apa barusan?" tanya Ardy memastikan.

"Aku hamil, Mas." Siska tersenyum penuh kemenangan, lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih. "Dokter kandungan baru saja memastikannya. Usiaku sudah masuk minggu kedelapan."

Dengan tangan bergetar hebat, Ardy merampas kertas hasil laboratorium itu. Pandangannya menyisir setiap baris tulisan yang tertera di sana.

Positif hamil!

Napas Ardy mendadak sesak. Bagaimana mungkin ini terjadi? Selama ini ia selalu menjaga jarak aman dengan Siska. Mereka memang pernah melewati batas tapi hanya sekali.

Dua bulan lalu. Saat perjalanan bisnis di Eropa. Malam itu ia mabuk dan Siska terus membujuknya hingga ia menyerah pada gairah sesaat. Persis seperti malam di mana ia khilaf dan melakukan kesalahan bodoh bersama Kirana.

"Mas..." suara lembut Siska menariknya kembali ke realita. Wanita itu mengusap dada Ardy. "Kamu senang, kan? Kita akan punya bayi."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Siska.

"Akhirnya kita bisa jadi keluarga sungguhan. Mas tinggal ceraikan mbak Kirana secepatnya, lalu nikahi aku. Anak kita butuh status yang jelas, Mas!" desaknya.

Ardy membisu. Pikirannya benar-benar kacau balau.

Di satu sisi, ia terikat janji dan utang budi pada mendiang kakek Kirana untuk menjaga istrinya apa pun yang terjadi. Di sisi lain, kini ada janin tak berdosa yang menuntut tanggung jawabnya akibat kebodohannya sendiri.

Rahang Ardy mengeras. Kepalanya berdenyut seolah mau pecah. Dunia seakan runtuh menjepitnya dari segala sisi. Kirana yang berubah drastis karena pria misteriusnya dan kini kehamilan Siska.

Tanpa sadar, jemari Ardy meremas hasil pemeriksaan medis itu hingga hancur berantakan di tangannya.

"Aku..."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya yang sempurna, Ardy benar-benar kehilangan arah.

1
Idah Jafar
Kirana siap habisi uang Ardy
beeli yg bermanfaat KY mas berlian apartemen
biar habis tuh saldonya ATM
Sunny Kwok
Ceritanya bagus 👍👍👍
Senja: terima kasih kk
total 1 replies
Evy
Bapaknya anak Siska sudah pasti itu..Toni..sepupu gadungan..
Indra Wahyu Rianti
👍
Indra Wahyu Rianti
sarah gila. jelasjelas kakek kirana yg nolong suntikan dana perusahaannya masa dibilang miskin. baru kali ini orang yg nolong disia siakan.
davina aston
👍👍👍👍👍👍👍👍
Indra Wahyu Rianti
lah riko kan diminta bsk pagi data tony. malah laporin kirani dan tristan. ardy pun gak nanya. beg**** nya
Indra Wahyu Rianti
lah ternyata msh dirumah. kl tau itu berita yg ditunggu ngapain tgg nanti malem.
Evy
Pelayan yang tidak punya hati nurani... Sombong amat jadi pembantu...
Linda Muslimahcell
jgn mimpi Ardi,,,kasiah jg km ardi🤭
PNC
ga setujuuuuuuuuuuuuuuu
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat yah.. terimakasih thor, ceritanya bagus, dan ada yg bisa jadi renungan, bahwa apa yg kita punya hrs ttp disyukuri, krn setiap pembeeian dr Allah itu pasti yg terbaik buat hambaNya.. jd ttplh jd manusia yg pandai bersyukur agar tdk ada penyesalan dikemudian hari... ok thor semoga ada S2nya🙏
Senja: Terima kasih kka sudah mampir
total 1 replies
Farida Dalle
Yah... waharlh Kurana minta nambah, bayangin 3 thn nikah, dikasih nafkah batin cuman sekali itupun krn Ardy mabuk,gimna coba...

🤭🤣
Farida Dalle
Selamat atas pernikahan Tristan&Kirana, neskipun kita 5dk diundang tp ttp mendoakan yg terbaik, semoga Samawa, dn cepat diberi momongan, biar lengkap kebahagiaan si kakek, dan utk Tristan 2 jempol untukmu, yg mau menolong dg ikhlas... ibarat kata tangan kanan memberi, tangan kiri tdk perlu tahu, sekali lg selamat yah... 🥰😍
Farida Dalle
Thor, sedih aq tuh dg mas Ardy sm bu Sarah... rasanya mau nangis, semoga nntinya dikasi juga kebahagiaan yah thor🙏🥹
Farida Dalle
Thor, dilu kan wktu ngambil black cardnya si Ardy, Kirana kan sempat beli rumah, koq gak prnh dibahas... klu mmng ada kasi ke Ardy sj, spy bisa tinggal dg nyaman bersama ibunya
🤭
Farida Dalle
Inilh susahnya klu cuma drngar setengah2,jadi salah paham kan...tp tdk apa,dentan demikian sdh bisa ketebak kan klu sbnarnya Kirana jg suka sama Tristan,bahkan mungkin sdh mencintainya
🤭🤣
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
Ardy, plisss deh... gak usah buang duit dan wktumu, mending uangnya pake buat byr kontrakan dan makanannya, kamu mkn sj sm ibumu biar kenyang, iya kan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!