Indonesia
NovelToon NovelToon
Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Menjadi Pengusaha / Bertani
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”

Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.

“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”

“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.

Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.

Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…

Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."

Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kok Pucat

Menggunakan setelan jas, sepatu kulit palsu yang mengkilap. Dilengkapi dengan kalung emas yang bertengger di lehernya. Penampilannya benar-benar seperti CEO gemuk, ke mana-mana selalu menggunakan setelan jas resmi. 

Junita benar-benar kagum pada penampilan kekasihnya. Dua orang yang melangkah penuh percaya diri, mendekati meja kasir dengan wajah arogan yang berkata. 

“Aku ingin bertemu dengan manajer supermarket. Ada keperluan bisnis besar yang ingin aku bicarakan.” Hendra berucap dengan wajah serius. 

Sementara sang kasir menghela nafas, pada akhirnya menyuruh temannya Untuk mengantarkan mereka berdua ke ruangan manager. 

Hendra dan Junita melangkah, melewati etalase yang berisi buah-buahan segar. Anggur red globe berada di dalam salah satu etalase buah. Dikemas begitu rapi, bahkan ada takaran timbang per gram. 

Harga jualnya mencapai rp80.000 per kg. Kualitasnya juga sama dengan desa Makmur mereka. Jika dilihat dari luar, benar-benar buah yang cantik. 

“Lihat! Benar-benar rp80.000 per kg. Kalau begini, kita naikkan menjadi rp65.000 apa bisa?” Junita berbisik memberikan saran. 

“Mungkin bisa, nanti kita harus bernegosiasi dengan manager supermarket.” Hendra tersenyum, mengecup pipi Junita.

“Penari jaipong pacaran dengan siluman babi.” Cibir karyawan supermarket yang mengantar mereka. Mengingat betapa tebalnya make up Junita dan betapa gemuknya Hendra.

“Kamu bilang apa? Kamu itu cuma karyawan. Kami ini akan menjadi supplier tetap dari supermarket ini! Buruh miskin rendahan tahu apa. Cuma pegawai toko saja.” Komat-kamit begitu lemas mulut Junita mengomel. 

“Tenang sayang…itulah mental orang miskin.” Hendra tersenyum mengangkat sebelah alisnya. 

Hingga pada akhirnya, mereka sampai di depan ruangan manager supermarket. Sang karyawan mengetuk pintu, suara seseorang di dalam sana terdengar. 

“Masuk!” Suara yang begitu tenang, tapi seperti penuh penekanan. 

Sang karyawan supermarket membukakan pintu, dua orang itu masuk dengan cepat. Pada akhirnya sosok manager supermarket terlihat. Bukan seseorang yang menggunakan setelan jas formal. Hanya seorang pria yang menggunakan celana hitam panjang dan kaos putih berkerah, merapikan letak kacamatanya. Di hadapannya ada sebuah laptop, serta beberapa tumpuk dokumen kontrak. 

Dua orang yang segera duduk tanpa permisi di hadapan sang manager. 

“Kalian ini siapa? Dan ada keperluan apa?” Tanya pria itu. 

Junita mengamati penampilan orang ini dari atas sampai bawah. Benar-benar tidak mencerminkan seorang manajer supermarket besar. Pakaiannya terlalu santai. 

“Apa kamu benar-benar manajer supermarket ini? Pakaiannya terlalu…” Junita sengaja menghentikan kata-katanya.

“Bekerja sedikit di kantor sudah menggunakan setelan pakaian resmi. Itu sangat merepotkan, apalagi saya juga harus bertemu dengan beberapa supplier di tempat lain. Lebih praktis jika menggunakan pakaian biasa. Memang ada pengaruhnya dengan jabatan saya? Yang penting kinerjanya benar.” Pria yang mengangkat sebelah alitnya menatap ke arah kedua orang ini.

“Bukan begitu Pak…. Maafkan istri saya.” Hendra berusaha keras untuk tersenyum. Supermarket ini sudah pasti adalah ladang uang baginya. 

“Kenapa harus minta maaf padanya? Kamu adalah CEO sekaligus pemilik dari perusahaan anggur Heart. Sedangkan dia hanya seorang manajer kecil dari supermarket cabang. Seharusnya dia yang cari muka padamu.” Junita menyilangkan lengannya di depan dadanya. Wanita yang menganggap remeh pria di hadapannya. 

“CEO sekaligus pemilik perusahan anggur wine heart?” Sang manager supermarket menipiskan bibir menahan tawanya.”Jujur saja aku mengenal Pak Ryan dengan baik. Jadi—”

“Pak kita bicarakan bisnis dulu. Jangan bicarakan hal pribadi dulu.” Dengan cepat Hendra menyela, tidak ingin Junita mengetahui tentang kebohongannya.

“Baik…masalah bisnis apa yang ingin kalian bicarakan denganku?” tanya pria itu terdengar dingin. 

“Begini, kami memiliki banyak stok anggur Red globe. Stoknya belasan ton, panen pertama untuk musim ini. Kami ingin menawarkan bapak untuk membeli dengan harga rp65.000 per kg. Ini adalah penawaran yang bagus.” Kalimat yang diucapkan oleh Hendra penuh semangat. 

“Mana?” Sang manager mengulurkan tangannya.

“Apanya?” Hendra berusaha keras untuk tersenyum. 

“Kalian ingin menyuplai anggur ke tempat ini. Harga rp65.000 per kg merupakan harga yang cukup tinggi. Kami biasanya mengambil dengan harga rp60.000 per kg. Tapi pengemasan, merk dagang, hasil uji sampel laboratorium bahwa buah-buahan ini tidak mengandung pestisida berbahaya, izin usaha, semuanya harus ada. Karena dengan harga yang mahal, kami juga harus mementingkan kesehatan konsumen.” itulah yang diucapkan oleh sang manager supermarket. 

“Ta…tapi.” Hendra menghela nafas, tidak mengetahui persyaratan untuk memasuki supermarket serumit ini. Dirinya hanya tahu harga di supermarket berapa, dan kemungkinan dipasok dengan harga berapa. 

Dirinya hanya karyawan bagian marketing perusahaan Wine Heart. Mana pernah dirinya berurusan dengan hal-hal seperti ini. Dirinya kira tidak seperti minuman keras, di mana kalau ingin memasuki supermarket atau toko harus memiliki izin. Ternyata buah-buahan dan sayur-sayuran juga, harus memiliki izin usaha bahkan hasil pengujian laboratorium. Benar-benar sial! 

“Baiklah! Harganya akan aku turunkan menjadi 58.000 per kg. Tapi bisa Kamu menerimanya tanpa surat-surat itu?” Hendra menelan ludahnya. 

“Kami ini supermarket, bukan toko buah di pinggir jalan. Semuanya harus ada izin, hasil uji lab, pengemasan, dan merek dagang, agar tidak terjadi masalah pada konsumen nantinya.” Lagi-lagi manajer supermarket menjelaskan. Ingin orang ini lebih mengerti. 

“Baik! Aku putuskan rp55.000 per kg. Anda pasti tertarik dengan penawaran ini bukan? Jauh lebih murah daripada harga yang anda katakan.” Hendra mengepalkan tangannya untuk sedikit tidaklah mengapa. 

Tapi.

“Tetap tidak. Swalayan itu berbeda dengan toko pinggir jalan. Asalkan harga murah pasti diterima, kami harus memastikan keamanan konsumen. Jadi tidak bisa asal mengambil harga murah. Selain itu, jika pun kalian sudah memenuhi semua syarat tersebut. Akan perlu waktu juga untuk mengurus kontrak. Jadi saran dariku, pertama kalian harus mengurus semua surat-surat yang aku katakan. Kemudian bawa anggur kalian pulang, sortir dan kemas. Barulah datang padaku lagi, kemudian kita akan mendiskusikan kontraknya pelan-pelan. Berdasarkan kualitas buah yang kalian berikan.” Sebuah jawaban penuh senyuman, dari sang manager.

Hal yang membuat Hendra menyandarkan punggungnya di kursi putar tempatnya duduk. 

Surat-surat itu, pasti memerlukan waktu untuk mengurusnya. Belum lagi membuat merek dagang, persyaratannya pasti lebih rumit dan memakan waktu. Apalagi pengemasan, berapa biaya yang habis untuk pengemasan. Selain itu harus menunggu kontrak juga. 

Bisa-bisa anggurnya membusuk…

“Sayang kenapa?” Tanya Junita melihat raut wajah Hendra bagaikan orang sembelit.

1
Biyan Narendra
taraaaaa
pedagangpun menolak
Muft Smoker
pas di buka ciluuuk baaaa ,,
dah busuuuuuk 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
mimief
Wkwkwkw
setelah diliat ternyata 😒😒
hadeeeeh
mimief
🫣🫣🫣🤣🤣🤣🤣
mimief
wow..dia kyk ensklopedia berjalan
eh..salah Deng sekarang mah udh google berjalan yaa🫣🤣🤣
Biyan Narendra
Beneran berguru ya,wicak
😁😁😁
yula
💪💪💪💪💪thor
Biyan Narendra
Dan tristan pun masabodoh
yesi yuniar
udah dibawa keliling 3 hari 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Nur Wahyuni
mampus Hendra kali ini.. mesti anggur2 itu udah pada busuk 🤣🤣🤣
lyani 1984
Thor jangan lama² up ya makin penasaran sama siluman babi 🤣🤣🤣🤣
Tatiek Faruq
ahh mampir jua diriku thor, pdhal rencananya mau nunggu yg satunya end dulu, tapi seperti meunggu hujan turun 🤭
semamgat berkarya, sukses selalu🤲
Nur Wahyuni
keren suhu Tristan... dengerin baik2 wicaksana 😄😄
Nur Wahyuni
itulah kenapa klo gak pintar harus belajar... lah ini orang2 desa makmur gak belajar gimana bisa pintar 😄😄😄
yesi yuniar
apapun masalahmu tanyakan pada suhunya pasti ada solusi 👌
yesi yuniar
kira2 alasan hendra berikutnya apa masih bisa diterima warga ya 🤔
Muft Smoker
gpp ,, skrang msh di agung2 kan si Hendra ,, nnti juga lama2 klo tu anggur gx k jual ,, pasti d hujat juga😒😒😒😒
mery harwati
Warga Desa Makmur, bodoh berjamaah
Sudah lebih baik kehidupan di Desa Makmur setelah Tristan datang, brati warga desa punya hp dong, ada jaringan internet masuk Desa Makmur kan? Kenapa warga Desa Makmur tetep dalam kebodohan? Tanpa mencari berita online soal penanaman anggur red globe dll😜
ahs@
Wicaksono jadi orang terkaya di desa Makmur...
ahs@
kalau sudah benci, berbuat baik bagaimanapun tetap tidak ada artinya,karena di hatinya sudah tertanam rasa benci 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!