Indonesia
NovelToon NovelToon
Laki-laki Yang Berani Ngajak Nikah

Laki-laki Yang Berani Ngajak Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Delapan tahun Tira dan Dimas menjadi kekasih. Delapan tahun pula ia menunggu satu kepastian yaitu pernikahan. Namun, ketika Dimas tak kunjung datang membawa lamaran, ayah Tira justru menjodohkannya dengan Fahri, lelaki asing yang bahkan tak pernah ia cintai.

Tira akhirnya menikah dengan Fahri, meninggalkan cinta yang telah menemaninya selama delapan tahun. Tapi bagaimana jika lelaki asing itu perlahan membuatnya menemukan cinta yang selama ini ia cari? Dan bagaimana jika Dimas baru datang ketika Tira sudah menjadi istri orang lain?

#Konflik Etika #Nikah Paksa #Air Mata Pernikahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Air mata Tira akhirnya menggenang. “Yah...”

“Eh, jangan nangis!” Ayah langsung melepaskan pelukan dan menunjuk wajahnya dengan panik. “Make-up kamu mahal!”

Tira tertawa sambil mengusap sudut matanya. “Ayah ini...”

“Ayah serius. Nanti periasnya marah sama Ayah.”

Mbak-mbak Perias yang berada di sudut kamar ikut tertawa.

Suasana yang sempat mengharukan mendadak ringan. Ayah mengambil tisu dan menyerahkannya kepada Tira. “Lap. Jangan digosok. Pelan-pelan.”

“Iya, Ayah.”

“Jangan sampai hidung merah.”

Tira tertawa lagi. “Ayah lebih khawatir sama make-up daripada anaknya.”

“Karena anak Ayah sudah cantik. Tinggal jangan dirusak air mata.”

Tira memeluk ayahnya sekali lagi, kali ini lebih singkat. “Terima kasih, Yah. Untuk semuanya.”

Ayah mengangguk. “Ayah yang harus berterima kasih karena kamu sudah mau percaya.”

Tira menatapnya. “Tira akan baik-baik saja. Tira akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Fahri.”

Ayah tersenyum. “Dan jangan lupa tetap menjadi Tira.”

Tira mengangguk. “Iya.”

Dari luar kamar terdengar suara seseorang memanggil bahwa akad sebentar lagi dimulai. Ayah menarik napas panjang, lalu memandang putrinya sekali lagi. Ada rasa bangga, bahagia, dan sedih yang bercampur menjadi satu. Delapan tahun lalu ia mungkin belum membayangkan pagi seperti ini. Hari ini putrinya tidak lagi berdiri sebagai gadis kecil yang harus selalu ia lindungi. Tira akan menyerahkan sebagian hidupnya kepada seorang lelaki bernama Fahri. Tetapi bagi Ayah, Tira tetap anaknya.

***

Akad itu akhirnya selesai. Dalam satu tarikan napas dan beberapa kalimat yang diucapkan Fahri dengan suara mantap, hubungan mereka berubah.

Tira yang sejak tadi menunduk akhirnya mengangkat wajah ketika orang-orang di ruangan mengucapkan hamdalah. Sah. Kalimat itu sederhana, tetapi membuat dadanya berdebar. Lelaki yang tadi duduk di hadapan penghulu kini sudah menjadi suaminya. Fahri menoleh kepadanya. Ada senyum kecil di wajahnya, seolah ia sendiri masih belum percaya bahwa perempuan yang beberapa waktu lalu hanya dikenalnya melalui perjodohan keluarga kini resmi menjadi istrinya.

Tira mendekat ketika seseorang memintanya mencium tangan Fahri. Tangannya sedikit gemetar. Ia menunduk, lalu mengecup tangan lelaki itu dengan pelan. “Assalamu'alaikum, suamiku,” bisiknya begitu lirih hingga hanya Fahri yang mungkin mendengarnya.

Fahri tersenyum. “Wa'alaikumussalam.”

Tira kembali menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah. Beberapa orang tertawa kecil melihatnya. Fahri kemudian mengusap punggung tangan Tira sebentar sebelum melepaskannya.

Dari tempat duduknya, ayah Tira memperhatikan keduanya dengan mata berkaca-kaca. Selama ini ia berusaha terlihat kuat. Bahkan sejak pagi ia berkali-kali melarang dirinya sendiri menangis karena tidak ingin membuat Tira ikut menangis. Namun melihat putrinya kini duduk sebagai seorang istri, pertahanannya mulai runtuh. Ia bangkit dan menghampiri Fahri. Suasana di ruangan perlahan menjadi hening.

Ayah Tira berdiri di hadapan menantunya. Ia tidak banyak bicara. Hanya menatap Fahri beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Fahri...”

“Iya, Yah.”

“Ayah titip Tira.” Suara lelaki itu berat. “Tolong jaga dia. Kalau dia salah, nasihati. Kalau dia keras kepala, sabar. Kalau dia sedang sedih, jangan biarkan dia merasa sendirian.”

Fahri mengangguk. “InsyaAllah, Yah.”

Ayah Tira menarik napas. “Selama ini Ayah yang bertanggung jawab atas dia. Sekarang tanggung jawab itu Ayah serahkan kepadamu, menantuku.”

Fahri menundukkan kepala dengan hormat. “Saya terima, Yah. InsyaAllah saya akan menjaga Tira sebaik yang saya mampu.”

Ayah Tira mengangguk, lalu menepuk bahu Fahri. “Jangan janji akan membuat dia selalu bahagia. Itu terlalu berat.”

Fahri tersenyum kecil. “Kalau begitu, saya janji akan berusaha tidak menjadi alasan dia kehilangan kebahagiaannya.”

Ayah Tira terdiam sesaat. Jawaban itu membuatnya tersenyum. “Bagus.” Ia kemudian menoleh kepada Tira. Putrinya tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Ayah berjalan mendekat dan mengusap kepalanya. “Mulai hari ini, kalau ada apa-apa, bicarakan dengan suamimu.”

“Iya, Yah.”

“Tapi kalau suamimu yang macam-macam, lapor Ayah.” lelaki paruh baya itu tampak berusaha tegar meski sebenarnya ia terharu sebab akhirnya putrinya menikah dan ternyata melepas putri kita menikah itu haru juga.

Tira langsung tertawa. Fahri ikut tertawa. “Siap, Yah,” katanya.

“Jangan takut,” lanjut Ayah kepada Fahri. “Ayah cuma bercanda.”

Semua orang tertawa. Tira menutup wajahnya karena malu. Untuk beberapa saat, tidak ada lagi kesedihan di ruangan itu. Hanya ada kebahagiaan sederhana dari sebuah keluarga yang baru saja bertambah satu anggota. Tira kemudian menatap Fahri. Lelaki itu sedang berbicara dengan salah seorang kerabat, sesekali tersenyum dan mengangguk.

Tira memandangnya diam-diam. Suamiku. Satu kata itu masih terasa asing. Tidak ada Dimas dalam pandangannya sekarang. Tidak ada masa lalu yang ingin ia kejar. Yang ada hanya lelaki di sampingnya dan kehidupan yang baru saja mereka mulai. Tira tidak tahu apakah perasaan cinta akan tumbuh secepat yang diharapkan orang-orang. Ia juga tidak tahu seperti apa hari-hari mereka setelah semua tamu pulang dan rumah baru itu hanya diisi mereka berdua. Tetapi ia tahu satu hal. Fahri sudah memilihnya dengan sadar. Dan mulai hari ini, Tira akan belajar memilih Fahri setiap hari.

***

Setelah akad selesai, resepsi pernikahan pun dimulai. Tira sempat terdiam ketika memasuki gedung tempat resepsi digelar. Sejak awal ia memang sudah mengatakan kepada Fahri bahwa ia tidak punya permintaan macam-macam untuk pernikahan mereka. Baginya, akad yang sah dan keluarga yang hadir sudah lebih dari cukup. Ia bahkan tidak pernah menyangka pesta itu akan dibuat seperti ini. Nuansa Minangkabau terasa begitu kuat.

Para tamu disambut dengan pertunjukan tari pasambahan, kemudian suasana semakin meriah ketika para penari membawakan rantak. Setelah itu, pertunjukan silat membuat beberapa tamu yang tadinya sibuk berbincang langsung mengarahkan pandangan ke panggung.

Tira berdiri di samping Fahri dengan mata berbinar. “Bang...”

Fahri menoleh. “Kenapa?”

“Ini semua Abang yang siapin?”

“Sebagian.”

“Sebagian?” Tira menatapnya curiga. “Jangan bohong.”

Fahri tertawa. “Iya, saya yang urus.”

Tira kembali melihat ke arah panggung. “Tapi kok Abang tahu?”

“Tahu apa?”

“Semua ini.”

Fahri pura-pura tidak mengerti. “Tari pasambahan, rantak, silat... Abang tahu saya suka semua ini? Dari mana?”

Fahri hanya tersenyum. “Rahasia.”

Tira mencubit lengannya pelan. “Ih, suami sendiri pelit informasi.”

Fahri tertawa. “Kalau saya kasih tahu sekarang, kejutan berikutnya jadi tidak seru.”

Tira menggeleng sambil tersenyum. Ia benar-benar tidak menyangka. Selama ini Fahri selalu terlihat sibuk dengan pekerjaan dan urusan pernikahan. Ia tidak pernah banyak bertanya kepada Tira tentang pesta impian. Bahkan ketika Tira mengatakan bahwa ia tidak membutuhkan pesta besar, Fahri hanya menjawab, “Baik.”

Tira pikir selesai. Ternyata lelaki itu diam-diam mencari tahu sendiri. Ia baru mengetahui alasannya ketika salah seorang sepupunya datang dan berkata, “Fahri sampai wawancara keluarga kita, lho.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!