Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamimu Kau Jual Takdir Menjadikannya Milikku

Suamimu Kau Jual Takdir Menjadikannya Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Di balik kesuksesan dan harta melimpahnya, Nadya hidup dalam kesepian dan tekanan keluarga. Suatu malam, ia tak sengaja menyerempet Sarah, teman masa sekolahnya yang hidup dalam kesulitan. Di luar dugaan, Sarah yang putus asa menawarkan suaminya sendiri, Armand—pria tampan yang taat beribadah—kepada Nadya seharga 2 miliar rupiah, disertai ancaman laporan polisi jika menolak.
Ketika Nadya mendatangi rumah mereka untuk menemui Armand, situasi berubah menjadi bencana bagi Sarah. Armand yang mengetahui istrinya tega memperjualbelikan martabat rumah tangga demi uang merasa harga dirinya diinjak-injak, dan seketika menjatuhkan talak kepada Sarah. Pada akhirnya, Nadya tetap menyerahkan uang tersebut kepada Sarah, sementara sebuah takdir baru mulai terajut di antara Nadya dan Armand.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Kondisi kesehatan Nadya sudah jauh membaik dan ia kembali segar setelah istirahat total sepanjang hari kemarin.

Rona merah alami telah kembali menghiasi wajah cantiknya, melenyapkan sisa-sisa pucat akibat efek obat penenang tersebut.

Armand memanjakan Nadya dengan makanan buatan rumah yang penuh gizi.

Dengan penuh ketelatenan, ia menyajikan nasi tim ayam hangat beserta jus buah segar di atas meja makan.

Namun, ketika Nadya sudah bersiap-siap ingin berangkat ke kantor, Armand secara halus "menahan" istrinya untuk tetap tinggal di rumah satu hari lagi demi keamanan dan pemulihan yang benar-benar sempurna.

Di balik sikap hangat dan perhatiannya pada Nadya, Armand diam-diam berkoordinasi dengan Siska dan tim detektif swasta via telepon di luar kamar.

Ia memastikan pergerakan Sarah dan Rian terus dipantau ketat, sementara penjagaan di area konveksi ditingkatkan menjadi garda berlapis.

Saat Armand masih berada di luar kamar, ponsel Nadya di atas meja rias mendadak berdering nyaring.

Nadya mengangkat panggilan dari salah satu klien pentingnya.

Klien tersebut tak sengaja mendengar kabar bahwa perusahaan Nadya sedang memproduksi seragam baru yang eksklusif untuk seluruh karyawannya.

Penasaran dengan kualitas dan desain rancangan Armand, sang klien meminta Nadya mengirimkan gambar sampel seragam tersebut via pesan singkat.

Tanpa ragu, Nadya mengirimkan beberapa foto detail jahitan dan potongan seragam karya suaminya.

Tak berselang lama, telepon kembali berdering. Klien tersebut terpesona luar biasa dengan kerapian dan kemewahan desainnya.

Tanpa membuang waktu, klien itu langsung memesan 1.000 potong seragam untuk seluruh karyawan di perusahaannya sendiri!

Armand yang baru saja kembali masuk ke kamar mendengarkan kabar gembira itu dari mulut Nadya.

Mendengar angka fantastis itu, mata Armand seketika membelalak lebar karena terkejut.

"Dek, apa Mas bisa mengerjakannya? Seragam untuk karyawanmu saja masih separuh perjalanan, Dek," ucap Armand ragu, memegangi pundak istrinya.

Bayangan ribuan lembar kain dan benang yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu membuat dadanya berdebar kencang.

Nadya tersenyum manis menatap keraguan di wajah suaminya.

Ia maju beberapa langkah lalu merengkuh dan memeluk tubuh suaminya dengan erat, menyalurkan rasa percaya dan dukungan yang membuncah.

"Aku yakin Mas bisa mengerjakannya," bisik Nadya lembut di dada Armand.

"Bakat Mas itu luar biasa. Dan sekarang, Mas cari lagi karyawan atau penjahit tambahan untuk membantu Mas di konveksi. Mas tidak perlu mengerjakan semuanya sendiri."

Armand meresapi kehangatan pelukan istrinya. Keraguan di hatinya perlahan menguap, berganti menjadi semangat dan keyakinan baru.

Ia merengkuh balik tubuh Nadya dengan penuh rasa syukur.

Armand menganggukkan kepalanya mantap. "Baik, Dek. Kalau kamu percaya sama Mas, Mas akan buka lowongan dan cari penjahit-penjahit handal hari ini juga."

Nadya segera mengambil ponselnya dan menghubungi Siska.

Tanpa membuang waktu, ia memberikan instruksi tegas untuk mendata dan merekrut setidaknya dua puluh penjahit berpengalaman guna membantu Armand mengejar target produksi yang melonjak drastis.

Siska dengan sigap menyanggupi dan langsung menyebarkan info lowongan kerja darurat tersebut.

Sementara itu, di sebuah ruangan remang-remang di sudut kota.

Kebebasan dengan jaminan tidak lantas membawa ketenangan bagi Rian dan Sarah.

Sebaliknya, Rian semakin frustrasi dan tertekan. Berita tentang aksi sabotase dan keterlibatannya yang bocor di kalangan pengusaha telah menghancurkan reputasi bisnis yang ia bangun bertahun-tahun.

Relasi bisnis menjauh, dan saham perusahaannya terus merosot.

Di sisinya, Sarah duduk dengan pandangan mata yang menyala penuh kebencian.

Rasa dengki membakar habis akal sehatnya setiap kali membayangkan Armand—mantan suaminya yang dulu ia remehkan—kini hidup bahagia, sukses, dan melimpahi Nadya dengan

kasih sayang.

Salah satu mata-mata yang mereka bayar memberikan informasi krusial: bisnis konveksi Armand baru saja mendapatkan pesanan besar sebanyak seribu potong seragam dari perusahaan terkemuka.

"Ini tidak bisa dibiarkan! Kita harus menghancurkan tempat itu agar lelaki miskin itu tidak besar kepala!" geram Rian seraya memukul meja kaca di hadapannya hingga bergetar.

Mukanya merah padam menahan murka.

Sarah menyunggingkan senyum sinis yang dingin.

Ia menganggukkan kepalanya setuju, matanya memancarkan niat jahat yang tak lagi bisa ditoleransi.

"Benar, Rian," bisik Sarah penuh racun.

"Kita tidak boleh membiarkan Armand merasa menang. Jika konveksi itu terbakar atau bahan-bahannya rusak sebelum pesanan selesai, bukan hanya Armand yang hancur, tapi nama baik perusahaan Nadya juga akan ikut terseret ke jurang kepunahan."

Rian tersenyum licik, meraih gelas minumannya dan mengacungkannya ke udara.

"Setuju. Kali ini, kita tidak akan menggunakan cara halus lagi."

Di sisi lain siang itu, sebuah mobil mewah berwarna hitam legam berhenti di halaman rumah Nadya dan Armand. Pintu dibuka, dan turunlah Pak Dermawan—seorang pengusaha senior ternama yang terkenal sangat kritis, dingin, dan paling sulit dipuaskan dalam dunia bisnis.

Sangat jarang ada mitra bisnis yang bisa membujuknya, apalagi membuat beliau sudi datang langsung ke kediaman pribadi seseorang.

Namun kali ini berbeda. Rasa kepincut Pak Dermawan terhadap kerapian detail jahitan, kenyamanan bahan, dan kemewahan rancangan seragam karya Armand membuatnya tak sabar untuk segera mengikat kerja sama.

Nadya yang didampingi Armand menyambut kedatangan Pak Dermawan di ruang tamu utama. Suasana hangat nan elegan menyelimuti perjumpaan tersebut.

"Jujur saja, Bu Nadya, Pak Armand, dalam puluhan tahun saya berbisnis, baru kali ini saya melihat sampel seragam dengan kualitas bahan dan presisi jahitan sesempurna ini," puji Pak Dermawan dengan senyum lebar yang jarang ia perlihatkan kepada siapa pun.

"Saya bahkan tidak mau menunggu sampai besok di kantor. Saya harus pastikan seribu seragam untuk karyawan saya diproduksi oleh Pak Armand!"

Armand tersenyum penuh rasa syukur, sementara Nadya membalasnya dengan anggukan anggun.

"Suatu kehormatan besar bagi kami, Pak Dermawan," ujar Nadya mantap.

Di atas meja kaca ruang tamu, berkas dokumen bermaterai sudah terbentang rapi.

Dengan pena berujung emasnya, Nadya menandatangani kontrak kerja sama besar tersebut, disusul oleh goresan tanda tangan Pak Dermawan. Kesepakatan bernilai fantastis itu pun resmi terikat.

"Selamat atas kerja samanya, Bu Nadya, Pak Armand," ucap Pak Dermawan seraya menjabat tangan mereka bergantian dengan mantap.

"Saya percayakan penuh seribu potong seragam ini di tangan Pak Armand."

"Terima kasih atas kepercayaannya, Pak Dermawan. Kami pastikan hasilnya tidak akan mengecewakan," balas Armand tegas dan percaya diri.

Setelah Pak Dermawan pamit dan mobilnya berlalu dari gerbang rumah, Nadya menatap berkas kontrak di tangannya lalu beralih menatap suaminya dengan mata berbinar bangga.

"Mas, kita berhasil dapat kepercayaan dari klien tersulit di kota ini," bisik Nadya terharu.

Armand merengkuh pinggang istrinya, mengecup dahinya penuh kasih sayang.

Namun di dalam hatinya, Armand sadar betul bahwa dengan masuknya pesanan raksasa ini, tanggung jawab dan tingkat kewaspadaan mereka terhadap gangguan Rian dan Sarah harus dinaikkan ke level tertinggi.

Armand merengkuh kedua tangan Nadya, menatap manik mata istrinya dengan binar haru yang mendalam.

Penyesalan akan masa lalu yang kelam dan rasa syukur atas takdir baru bertumpuk menjadi satu di dadanya.

"Dek, terima kasih," bisik Armand pelan, suaranya sedikit serak menahan getar emosi.

"Kamu sudah mengangkat derajatku dari suami yang dijual oleh istrinya, dan kamu membawaku sampai ke titik ini."

Nadya meletakkan jemarinya di bibir Armand, menggeleng pelan dengan tatapan mata yang memancarkan kehangatan tiada tara.

"Mas, sudah. Jangan dibahas lagi," sela Nadya lembut seraya mengusap rahang tegas suaminya.

"Aku tidak membelimu dari Sarah mantan istrimu itu. Aku mencintaimu dan aku yakin suamiku pasti bisa. Seperti di dracin kan seperti itu?"

Armand tertawa terbahak-bahak mendengar celetukan manis istrinya.

Tawa lepas nan renyah memecah keheningan ruang tamu mewah tersebut, melunturkan seluruh beban emosi yang sempat menggenang di dadanya.

"Astaga, Dek! Kenapa pikiranmu selalu lari ke drama China sih?" ujar Armand seraya menyapu sudut matanya yang sampai berair karena tertawa.

Ia merengkuh tubuh Nadya ke dalam pelukan hangat yang begitu erat, menyandarkan dagunya di puncak kepala sang istri.

"Kalau di dracin, biasanya CEO pria yang jadi penyelamat. Tapi di cerita kita, CEO wanita cantik ini yang jadi bidadari pelindungku," bisik Armand penuh kelembutan, mengecup helai rambut Nadya dengan kasih sayang yang membuncah.

"Tentu saja, karena aku CEO-nya," sahut Nadya terkekeh di dalam pelukan Armand, menikmati detak jantung suaminya yang berirama tenang.

Namun, momen manis itu sedikit terganggu saat ponsel Armand di atas meja bergetar menyalurkan pesan masuk.

Armand merenggangkan pelukannya perlahan lalu melirik layar ponselnya. Sebuah pesan dari Siska muncul:

[Pak Armand, dua puluh penjahit tambahan sudah berkumpul di tempat konveksi untuk verifikasi dan mulai bekerja. Tim keamanan internal juga sudah menempati posisi pengawasan 24 jam di sekitar lokasi.]

Mata Armand berkilat tegas. Ia tahu bahwa kesuksesan penandatanganan kontrak seribu seragam ini adalah pencapaian besar, namun sekaligus menjadi umpan emosi bagi Rian dan Sarah yang sedang dibakar rasa dengki.

"Dek, Siska mengabarkan kalau dua puluh penjahit tambahan sudah sampai di konveksi," ucap Armand menatap Nadya.

"Mas, harus memantau langsung proses awal pengerjaan seragam Pak Dermawan."

Nadya memegang kedua tangan Armand, mengangguk penuh kepercayaan.

"Pergilah, Mas. Tapi ingat, bawa pengawalan ketat. Aku tidak ingin Mas kenapa-napa."

"Mas janji," jawab Armand mantap.

Ia mengecup kening Nadya sekali lagi sebelum bersiap menghadapi babak baru pertarungan mereka melawan intrik Rian dan Sarah.

1
Muft Smoker
semoga semua bnr2 berakhir ,,
gx da drama2 lgi Dr trio Medusa itu😒😒😒
Wayan Suryani
gampang banget nyuliknya TDK masuk akal
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
konflik udh mulai kerasa nii ,,
Muft Smoker
itu laa kalo rasa dendam Dan iri udh berkerak di hati ,,
semua cara pastiii di lakukan ,,
akhirny menjerumuskan sang pelaku sendiri ,,
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,
makin penasaran ma kelanjutan ny
Muft Smoker
Sarah memilih lawan yg salah ,,
Muft Smoker
jgn sampai km terpengaruh arman ,, kalo gx nnti aq slepet km pake nuklir ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
Ceuk kuring mah Sarah geus meunang 2 milyar rupiah, mimitian usaha, ulah miceunan sagalana tanpa alesan, usahakeun ngatur hirup anjeun sangkan leuwih hade,
Muft Smoker
dulu Armand km tukar dg uang 2 miliar ,, skrang dg tdk tau malu ny km ingin mengambil ny kembali krn melihat Armand sudah berbeda ,,
Muft Smoker
mak ma ank sama aj ,,
awas jgn boros2 ,, nnti cepat abis ,, mau minta ma sypa lgii
Muft Smoker
awas aja nnti liat si Armand udh sukses ,, ente minta balik lgi ,,
,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!