Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebebasan dan Pembalasan
'AKH' Aulia menjerit dalam hati, rupanya memang terasa sakit sekali. Tapi ia menahan nya, ia tak bisa membiarkan sosok di depannya musnah begitu saja. Dia juga tak mau, membuat tangisan Kia semakin menjadi. Di dalam hatinya, Auli terus membacakan ayat-ayat suci.
'Dia tak bersalah, semuanya ulah manusia serakah. Aku harus menolongnya, jangan sampai permata yang dia katakan, jatuh ke tangan yang salah. AAAAAKKKHHH....' Aulia menggunakan kedua tangannya, menarik rantai yang terpasang pada dinding. Sehingga kedua matanya melihat sesuatu di dinding.
'Itu...' rasa sakit di telapak tangannya, semakin terasa. Tapi ia tak bisa menghentikan, apa yang ia mulai.
"AAAKKKKHHHHH" teriak Aulia sekuat tenaga, bahkan ketiga sahabatnya bisa mendengar suara itu. Karena keheningan malam, membuat suara teriakan Aulia semakin jelas. Dhanis yang tertidur pun, sampai terbangun.
"Aulia... apa dia tak apa-apa?" tanya Dhira, wajahnya begitu cemas.
"Semoga, do'a kan semuanya akan baik-baik saja." balas Arkan
"Apa kita susul ke sana? Eh... bokap gue mana?" ucap Danish, seraya bertanya keberadaan sang ayah.
"Pak Hasan nyusulin Lia" jawab Dhira
"Ya udah, kita juga susulin ke sana." ucap Danish, seraya melangkahkan kakinya ke tempat Aulia berada. Ketiganya berlari, dengan perasaan campur aduk.
.
Kembali ke tempat Aulia
"AAAAAAKKKHHHH"
CRAK
GGRRRAAAAKK
BRUGH
BUGH
"Akh... hah hah hah..." rantai yang terpasang di tembok terlepas, bahkan sampai temboknya ikut hancur. Aulia jatuh terduduk, bahkan ia sampai merebahkan tubuhnya karena merasa lemas. Keringat membanjiri pelipis dan tubuhnya, keringat karena lelah dan sakit.
'AULIAAA... TANGAN MU, hiks...' teriak Kia, ia kembali menangis. Saat melihat tangan Aulia bergetar, tambah lagi telapak tangan Aulia melepuh. Aulia menggerakkan lehernya, ia menoleh dan tersenyum menatap Kia.
"Kamu... tuh... hah.. hah... cengeng banget sih, luka kaya gini bukannya udah biasa buat aku." ucap Aulia menenangkan Kia, ia tak bisa mengusap air mata Kia. Kedua tangannya benar-benar terasa sakit, bahkan seakan menjalar sampai ke bahu.
'Tapi ga pernah sampe separah ini, liat luka nya... huhu...' Aulia menggelengkan kepalanya
"Mantra penyegelnya udah hancur, sekarang bisa dilepas dengan mudah. Panggil sosok arwah yang tadi, minta bantuan dia." ucap Aulia
'Aku datang, apa yang harus aku lakukan?' tanya arwah lelaki, yang sejak tadi di luar.
"Tarik aja rantai yang satunya, ga akan ada pengaruh apapun padamu. Karena mantera itu, sudah rusak." jawab Aulia
Meski takut, arwah itu mengangguk. Ia yakin, rumor yang beredar tentag sosok terantai. Memakan para arwah, itu semua tidaklah benar.
'Maaf... maafkan aku, membuat kalian terluka.' ucap lemah sosok itu, Aulia hanya menggelengkan kepalanya.
"AULIAAAA... BANGUUUNN..." teriak Kia, saat kedua mata Aulia terpejam perlahan.
'UGH' arwah itu segera menarik rantai satunya, ternyata benar. Ia tak kenapa-kenapa, sesuai dengan apa yang di katakan Aulia.
CRAK
BUGH
Sosok yang terantai jatuh, ia terlihat terdiam. Mengumpulkan kembali tenaganya, dengan memejamkan kedua matanya.
SYUUUUUTTTT
Serentak sosok dan orang, yang ada di dalam ruangan itu memejamkan kedua matanya. Saat ada cahaya lewat, dengan cepat ke arah pengeran lelembut.
Lambat laun dari tubuh sang pangeran lelembut, mengeluarkan cahaya merah.
"WAAAAAAA" teriak ketiga sahabat Aulia, saat mereka tiba. Karena cahayanya, memang menyilaukan. Kia melihat telapak tangannya, luka tadi memegang rantai menghilang. Gegas ia melihat ke arah Aulia, lukanya Aulia juga hilang.
"LIAAAA" teriak Dhira, ia berlari ke arah Aulia. Kia kembali menangis, ia merasa tempatnya di ambil oleh Dhira. Harusnya dia yang memeluk Aulia sekarang, rupanya Kia iri. Tapi yang di butuhkan Aulia sekarang, memang teman manusianya.
"Sebaiknya bawa nak Aulia ke rumah sakit, dia membutuhkan perawatan." ucap pak Hasan
Lukanya memang sudah hilang, tapi Aulia tetap membutuhkan perawatan. Danish gegas mengangkat tubuh Aulia, setelah sebelumnya ia mengucapkan...
"Maaf Li, gue terpaksa pegang-pegang lu."
Danish dan kedua sahabatnya yang lain, segera berjalan keluar. Arkan dan Dhira berjalan di depan, takut Danish terjatuh dan berguling di tangga. Setelah di bawah, kembali Danish berjalan cepat, menuju parkiran.
Beruntung mereka pergi menggunakan mobil Arkan, Danish merebahkan tubuh Aulia di jok belakang. Dengan paha Dhira, di jadikan bantal untuk kepala Aulia. Danish naik ke kursi sebelah kemudi, gegas Arkan menancap gas. Setelah semua ada di dalam mobil, tanpa mereka tau ada Kia di antara mereka.
.
.
Sedangkan sosok yang katanya pangeran lelembut, dia pergi menghilang. Pak Hasan, menatap arwah lelaki yang ada di sampingnya.
"Kamu bisa keluar dari gudang?" tanya pak Hasan, mengejutkan arwah lelaki itu.
'Bapak bisa lihat aku?' tanya nya, pak Hasan mengangguk
"Bapak sudah lama di sekolah ini, hidup kita berdampingan. Selama kalian tak mengganggu, bapak juga tak kan ikut campur dengan urusan kalian." jawab pak Hasan, seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut. Ruangan yang entah kenapa jadi di tutup, bahkan pak Hasan pun tak tau alasannya.
Arwah lelaki itu melayang mengikuti pak Hasan, pak Hasan membiarkannya.
'Apa bapak kenal aku?' tanya arwah itu
"Tentu saja, bapak ada di sini dari awal berdirinya sekolah ini." jawab pak Hasan
'Benarkah? Lalu, apa bapak tau kenapa saya meninggal? Apa bapak pernah lihat keluarga ku?' tanya arwah itu, pak Hasan menghentikan langkahnya. Ia menatap iba pada arwah tersebut, lalu menghembuskan nafas panjang.
"Tau" hanya itu, pak Hasan tak lagi menjelaskan. Beliau kembali melangkahkan kakinya, meninggalkan arwah tersebut. Melihat ekspresi wajah pria tua di depannya tadi, membuat arwah itu berhenti mengikuti dan menghilang.
.
.
Kepergian pangeran lelembut adalah... dia mendatangi dua orang, yang sudah mengurung. Dan menyiksanya dengan bara panas rantai, di pergelangan tangan dan kakinya.
BRAAKK
Kedua orang, bukan hanya mereka berdua. Tetapi kelompok ritual mereka, terkejut dengan pintu yang tiba-tiba terbuka. Bukan hanya terbuka, tapi pintu itu terlepas dari engselnya.
"SIA... PPA... B-bagaimana k-kamu bisa terlepas?" pria itu, Bagas si guru olahraga terkejut. Saat melihat sosok, yang menjulang tinggi di depannya. Begitu juga dengan perempuan, yang mengaku adik tiri dan orang-orang sesat di sana.
'SUDAH WAKTUNYA KALIAN BINASA, DARI DUNIA YANG SUDAH HANCUR INI!!! KALIAN BERTAHUN-TAHUN MENGURUNG DAN MENYERAP, ENERGI KEHIDUPAN DARI TUBUHKU.' suara sosok itu menggema
"T-tidak... itu tidak mungkin" tangan Bagas mencari sesuatu di meja, yang ada di belakang tubuhnya. Namun pangeran lelembut menyadari hal itu, ia tau apa yang di cari pria itu.
SYUUUTTT
TAP
PRAAAKK
Media yang berbentuk kendi, media yang bisa menghisap dan mengurungnya. Juga melemahkan kekuatannya selama ini, rupanya kedua orang itu datang menemui pangeran lelembut. Selain menanyakan keberadaan permata merah, adalah menyerap energi pangeran lelembut.
Kini media itu sudah hancur, tak ada lagi yang bisa mengurung pangeran lelembut. Bagas dan anggota ritualnya ketar-ketir, mereka sadar... ajal mereka sudah tiba.
.
"TIDAAAAAKKKK"
...****************...
Maafkan telat...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
Akhrnyaaa....kjhtn mreka trbongkar jg...siap2 msuk pnjra,abs tu mngkn bkln pndh alam
...😡😡😡
obu Yumi Narendra
ibu Laras Bintang
Zara
neng Aulia siapa nih pasangannya ..ditunggu ya teh
wahh si Aul jadi pujaan banyak orang inimahh 🤭
paman mana paman thor😄😄
tambah thor🤭💪😄