Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mobil aneh

Jumat sore, kantor mulai sepi lebih cepat dari biasanya. Sebagian besar tim udah pada cabut begitu jam pulang tiba, tapi Rain masih di mejanya, nunggu approval terakhir dari divisi Finance sebelum proyek besar itu resmi jalan minggu depan.

"Udah dikirim tadi siang," kata Rain ke Pandu lewat telepon, sambil sesekali refresh email.

"Tinggal nunggu tanda tangan Kenzo doang."

"Sabar, mungkin dia lagi rapat," jawab Pandu di seberang telepon.

"Kamu duluan aja pulang, biar aku yang follow up Senin."

"Nggak apa-apa, aku tunggu di sini." Rain menghela napas, menyandarkan punggung ke kursi.

"Lagian kalau ditinggal, nanti Senin ada aja revisian baru dari dia." Pandu tertawa kecil di ujung telepon.

"Kamu benci banget, ya, sama dia." Rain terdiam sebentar.

"Nggak benci, sih. Cuma... capek aja. Rasanya nggak pernah cukup di matanya."

"Kamu udah lebih dari cukup, kok," kata Pandu, suaranya melembut.

"Buat aku, kamu selalu lebih dari cukup." Ada jeda sebentar di telepon.

Rain merasa pipinya sedikit menghangat, tapi sebelum dia sempat bilang apa-apa, Pandu buru-buru nyambung, "Ya udah, aku duluan, ya. Ada meeting lagi soalnya." Telepon ditutup.

Rain menatap layar ponselnya sebentar, separuh berharap Pandu bakal nerusin kalimat tadi jadi sesuatu yang lebih jelas. Tapi seperti biasa, Pandu berhenti tepat di ujung sesuatu yang penting, lalu mundur lagi. ---

Setengah jam kemudian, email approval akhirnya masuk. Rain buru-buru beres-beres, lega proyeknya bisa lanjut sesuai jadwal. Begitu keluar dari lobi kantor, dia baru sadar hujan turun cukup deras, sementara payungnya ketinggalan di meja.

"Tumben masih di sini jam segini." Rain menoleh. Kenzo berdiri di dekat pintu kaca lobi, tangannya memegang kunci mobil, seolah baru mau berangkat pulang.

"Nunggu approval kamu," jawab Rain, agak ketus.

"Makasih udah tanda tangan, akhirnya." Kenzo cuma mengangguk pelan, matanya melirik ke luar, ke hujan yang makin deras.

"Nggak bawa payung?"

"Ketinggalan," gumam Rain, agak malas mengakuinya. Tanpa banyak kata, Kenzo berjalan ke arah parkiran, lalu beberapa menit kemudian muncul lagi membawa mobil sedan hitam mengilap yang jelas-jelas bukan tipe mobil kantoran biasa. Logo di depannya aja Rain belum pernah lihat langsung, biasanya cuma di majalah otomotif yang sesekali dia baca iseng.

"Naik," kata Kenzo, membuka kaca jendela sedikit.

"Rumahmu searah kantor pusat, kan? Aku lewat situ." Rain ragu sebentar.

"Nggak usah, aku bisa naik taksi online"

"Hujan deras, susah cari taksi jam segini," potong Kenzo.

"Naik aja." Dengan agak canggung, Rain akhirnya masuk ke kursi penumpang. Interior mobilnya rapi, wangi parfum yang samar, dan yang paling bikin Rain diam-diam kaget: dashboard mobil itu penuh detail yang jelas-jelas bukan harga mobil biasa.

Sepanjang perjalanan, mereka nggak banyak ngobrol. Radio menyala pelan, suara hujan di luar jadi satu-satunya latar suara yang mengisi keheningan.

"Mobil kamu bagus," Rain akhirnya buka suara, lebih karena nggak tahan sama diam yang canggung.

P"Punya orang tua," jawab Kenzo singkat, mata tetap fokus ke jalan.

"Oh." Rain mengangguk pelan, meski dalam hati mulai mikir macam-macam. Orang tua yang bisa kasih anaknya mobil semewah ini pasti bukan orang biasa.

Tiba-tiba semua sikap keras Kenzo di rapat, standar tingginya, caranya ngomong seenaknya soal budget besar semua itu jadi masuk akal. Gampang aja buat orang yang nggak pernah kekurangan buat nuntut orang lain kerja lebih efisien.

"Kamu lagi mikir aku anak manja, kan?" tanya Kenzo tiba-tiba, seolah bisa baca pikiran Rain. Rain tersentak.

"Nggak"

"Nggak apa-apa," potong Kenzo, nada suaranya datar seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda kali ini sedikit lelah, mungkin.

"Semua orang juga mikir gitu." Rain diam, nggak tahu harus jawab apa. Mobil berhenti di depan gang menuju rumah kontrakan Rain.

"Makasih, ya," kata Rain akhirnya, tangan udah di gagang pintu.

"Rain." Rain menoleh.

"Senin, tolong kirim ulang breakdown biayanya," kata Kenzo, kembali ke nada kerja seperti biasa.

"Ada bagian yang masih bisa dipangkas." Rain menghela napas panjang, senyum kecut.

"Selalu ada aja, ya." Untuk pertama kalinya, Kenzo hampir tersenyum hampir.

"Kalau nggak ada yang perlu diperbaiki, ngapain aku ada di sini." Mobil itu melaju pergi begitu Rain turun. Rain berdiri sebentar di depan gang, menatap hujan yang masih rintik-rintik, pikirannya campur aduk antara kesal, penasaran, dan satu perasaan lain yang belum bisa dia namai.

Kalau bisa, tadi mau membanting pintu mobilnya. Berteriak di depannya dan bilang "KAMU NYEBELIN!"

Sayangnya pikiran itu cuma angan angannya aja. Segala sesuatu harus kembali ke realita. Hujan dan bad mood. Pantes awet kelamnya.

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!