Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31

***

Tanpa membantah sedikit pun, Arya menuruti perintah Lilianne. Pria jangkung itu bergegas melangkah ke kamar mandi bilas, membasuh tubuhnya dari sisa parfum leather-tobacco, lalu berganti mengenakan kemeja katun putih polos yang longgar dan bersih tanpa wewangian apa pun.

Namun, rasa cemas dan gelombang pendar keharuan di dadanya tak sanggup ditahan lagi. Arya menolak berspekulasi sendiri. Jemari kekarnya menjangkau ponsel di meja rias dan langsung menekan nomor darurat dokter pribadi keluarga besar Soerjoatmodjo malam itu juga.

Kurang dari tiga puluh menit, deru mobil terdengar membelah keheningan mansion.

dr. Aris, sahabat karib Arya sejak masa studi di Inggris sekaligus salah satu dokter spesialis kepercayaan dinasti, melangkah masuk ke kamar utama membawa tas medis steril. Dokter muda berpenampilan rapi dan tenang itu menatap Arya dan Lilianne bergantian dengan alis terangkat tipis.

"Malam-malam memanggil dokter privat, Arya? Ada situasi darurat apa di mansion ini?" sapa Aris seraya menaruh tas medisnya di meja samping tempat tidur.

"Periksa Lilianne sekarang, Aris. Jangan banyak bicara," pangkas Arya dingin, namun suaranya bergetar penuh tensi kecemasan yang sukar disembunyikan.

Aris terkekeh pelan, lalu berlutut anggun di samping tempat tidur. Dengan telaten dan profesional, Aris memeriksa denyut nadi Lilianne, mengukur tekanan darah, serta mengajukan beberapa pertanyaan medis mengenai gejala mual dan siklus bulanan yang dialami putri bangsawan tersebut.

Usai melepaskan stetoskopnya, Aris menyunggingkan senyuman lebar yang sarat akan arti.

"Secara klinis dan berdasarkan seluruh tanda-tanda fisik yang ada... Nyonya Lilianne positif hamil," ujar Aris tegas. "Usia kandungannya sudah memasuki beberapa minggu. Besok pagi, bawa Lilianne ke rumah sakit untuk pemeriksaan USG agar kita bisa melihat perkembangan kantung janinnya secara presisi."

Tubuh Arya seketika membeku. Napas sang Presdir tertahan di tenggorokan saat gelombang kebahagiaan dahsyat menghantam dadanya tanpa ampun.

Aris berdiri, menepuk bahu kekar sahabatnya seraya membisikkan godaan berkelas yang cukup nyaring di dalam kamar yang sunyi. "Luar biasa, Arya Sena... Baru sebulan lebih menikah, langsung berhasil 'mengisi'. Kasihan istri cantikmu ini, pasti tiap malam kamu gempur habis-habisan tanpa ampun, ya?"

Wajah tegas Arya merona tipis oleh godaan sahabatnya, namun matanya yang sepekat malam memancarkan pendar kebanggaan dan keharuan yang tak terkira. "Terima kasih, Aris."

Namun, di tengah binar kebahagiaan Arya, sosok di atas ranjang justru terpaku bisu.

Lilianne tidak memberikan reaksi apa pun. Tidak ada binar sukacita, tidak ada senyuman manis, dan tidak ada helaan napas lega. Putri bangsawan berambut blonde itu hanya terdiam mematung, menatap lurus ke arah selimut sutra dengan pandangan redup yang sukar diartikan.

Merasakan perubahan suhu emosional di antara pasangan bangsawan tersebut, Aris yang cerdas paham betul kapan harus menarik diri.

"Baiklah, aku pamit sekarang. Jangan biarkan Lilianne kelelahan," ucap Aris halus seraya merapikan peralatan medisnya, menolak masuk lebih dalam ke dalam keretakan tersembunyi rumah tangga sahabatnya.

Sepeninggal Aris, keheningan di kamar utama terasa menghimpit dan memadat.

Arya melangkah mendekat ke tepi ranjang, berlutut di samping Lilianne seraya menatap istrinya dengan kelembutan yang teramat dalam. "Lilianne... apa kamu memerlukan sesuatu? Mau saya ambilkan air hangat?"

Lilianne memalingkan wajahnya tipis, menghindari tatapan intens suaminya. "Aku hanya ingin istirahat, Mas Arya," sahut Lilianne pelan dan datar.

Tanpa menunggu balasan Arya, Lilianne membetulkan posisi selimut tebalnya hingga batas dada, membelakangi posisi berdiri Arya, lalu memejamkan matanya.

Arya menghembuskan napas pelan, mengerti bahwa situasi ini memerlukan kehati-hatian dan ruang emosional. Pria itu menyusul naik ke atas ranjang, merebahkan tubuh bahagianya di samping Lilianne, lalu melingkarkan lengan kekarnya secara protektif di pinggang ramping sang istri—menempelkan dadanya ke punggung mulus Lilianne seolah menegaskan perlindungan mutlak.

Namun, sepanjang malam yang sepi itu, Lilianne sama sekali tidak sanggup tidur. Ia sebenarnya terjaga sepenuhnya, dan di dalam otaknya, pikiran-pikiran berat terus bekerja tanpa henti.

Aku hamil... Ada bayi di dalam kandunganku...

Entah apa yang sebenarnya ia rasakan. Seharusnya seorang wanita bersorak riang atas hadirnya calon malaikat kecil. Namun jauh di dalam dadanya, beribu pertanyaan pilu bermunculan tanpa menemukan jawaban.

Apakah anakku akan bahagia nanti? Apakah anak ini juga harus memikul beban berat mewarisi dinasti masing-masing sejak dalam kandungan? Dan yang paling menyakitkan... apakah anak ini lahir dengan penuh cinta dan kasih sayang murni, ataukah ia ada hanya karena kecelakaan malam kelam di bawah pengaruh racun itu?

Pikiran-pikiran memburu itu terus meremas dada Lilianne. Di tengah kegelapan malam, di samping suaminya yang memeluknya hangat dari belakang, Lilianne meneteskan air matanya secara diam-diam. Setetes air mata jernih perlahan meluncur dari sudut matanya, membasahi bantal sutra tanpa ada suara isakan.

Keesokan paginya...

Sinar mentari fajar baru saja menembus celah tirai sutra. Lilianne yang baru sempat tertidur selama beberapa saat mendadak terbangun oleh gejolak panas di dadanya.

Rasa mual yang jauh lebih dahsyat dari semalam mendadak menyeruak meremas lambungnya!

"Ugh... hoeek!"

Lilianne secara refleks menepis kasar tangan besar suaminya yang menindih pinggangnya. Dengan sisa tenaga yang lemas, Lilianne berhamburan turun dari tempat tidur, menolak bantuan apa pun, lalu berlari terburu-buru menuju kamar mandi utama.

Brak!

Pintu kamar mandi terhempas. Lilianne meluruh berlutut di atas marmer dingin di depan wastafel hitam. Tubuh bahagianya gemetaran hebat tatkala rasa mual parah itu menyiksa tenggorokannya—Hoeek... khh!

Arya yang terbangun seketika melompat dari kasur dengan wajah pucat pasi. Tanpa mengenakan alas kaki, sang Presdir bergegas menyusul masuk ke dalam kamar mandi, hatinya bagaikan diiris-iris melihat permaisurinya terkulai lemas sendirian menahan sakit.

Pria jangkung itu berlutut tanpa ragu di marmer dingin, tepat di samping Lilianne yang masih tersengal-sengal di depan wastafel. Tanpa rasa jijik sedikit pun, jemari tegap Arya yang biasanya memegang kendali atas urusan bisnis triliunan rupiah kini bergerak teramat telaten mengumpulkan helai demi helai rambut blonde panjang milik istrinya. Ia memegangi rambut lembut itu dengan erat namun lembut, menyingkirkannya ke belakang agar tidak basah terkena cipratan air.

Tangan sebelahnya yang hangat merayap menopang dada dan punggung Lilianne, menyangga tubuh rapuh wanita itu yang gemetaran hebat.

"Lilianne... keluarkan semuanya, Sayang. Saya di sini," bisik Arya parau, suara baritonnya yang biasa mendominasi kini bergetar dipenuhi ketakutan dan rasa iba yang tak tertahankan.

"Khh... hoeek!"

Lilianne kembali memuntahkan cairan bening asam lambung. Pengeluaran yang terus-menerus tanpa ada isi makanan membuat tenggorokannya terasa membakar dan dadanya serasa diperas tanpa ampun. Tubuh bahagianya makin lemas terkulai, tak lagi mampu menahan tumpuan berat badannya sendiri jika bukan karena sanggup disangga oleh lengan kokoh Arya.

Karena proses yang begitu lama dan melelahkan itu, air mata jernih Lilianne refleks menetes deras membasahi pipi mewahnya, bercampur dengan peluh dingin yang membasahi dahi.

"M-Mas... p-perih... hnggh," rintih Lilianne amat lirih, suaranya parau dan terbata-bata di antara desakan napasnya yang memburu.

Melihat air mata yang mengalir di wajah permaisurinya dan mendengar rintihan kesakitan yang teramat rapuh itu, hati Arya Sena bagaikan diiris-iris oleh sembilu tajam. Pria dominan itu merasa sangat tidak tega, dilindas rasa bersalah yang teramat pekat melihat penderitaan fisik yang harus ditanggung Lilianne.

"Maafkan saya, Lilianne... Maafkan saya..." gumam Arya serak, membenamkan kecupan-kecupan hangat nan protektif di pelipis dan puncak kepala Lilianne seraya terus memijat lembut tengkuk istrinya. "Tahan sebentar lagi, Bunga Liliku... Saya pegangi."

"J-jangan dekat-dekat... Nanti... mual lagi..." cicit Lilianne pelan, mencoba mendorong bahu Arya walau tenaganya sudah terkuras habis.

"Tidak, saya tidak akan pergi," pangkas Arya tegas namun teramat lembut. Tangannya menjangkau gelas porselen berisi air hangat di tepi wastafel, lalu mengarahkannya pelan ke bibir Lilianne. "Kumur dulu sedikit, Sayang... Biar tenggorokanmu lebih nyaman."

Dengan telaten, Arya membersihkan sisa cipratan air di wajah Lilianne menggunakan handuk lembut hangat, mengusap jejak air mata di pipi mulusnya tanpa membiarkan wanita itu menyentuh marmer dingin sedikit pun.

Setelah dipastikan mualnya mereda, Arya merengkuh tubuh lemas Lilianne ke dalam bopongan dadanya, membawanya kembali menuju ranjang sutra dengan kehati-hatian tertinggi seolah memeluk porselen termahal di dunia.

BERSAMBUNG

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!